HELENA KANAYA ATMAJAYA gadis enam belas tahun yang masih duduk di bangku sekolah, sejak kecil Helena sudah di jodohkan dengan anak teman mendiang Ibunya, yang bernama RAVELO TRIAN ADITAMA yang sama sama masih duduk di bangku sekolah, kebetulan Helena dan Velo masih satu sekolah namun beda kelas.
Dari dulu Helena memang sudah menyukai Velo, dan saat tahu kalau keduanya di jodohkan Helena semakin menempel pada Velo, membuat Velo terkadang merasa risih sendiri.
Helena sebenarnya gadis yang baik, hanya saja dia memiliki sifat posesive pada sesuatu yang memang sudah jelas jelas miliknya termasuk pada Velo. Helena tahu kalau Velo dekat dengan gadis satu kelasnya yang bernama HANA LARASATI, jadi Helena selalu berusaha menjauhkan Hana dan Velo.
Dan sikap Helena yang seperti itu, membuat semua murid di sekolahnya mengecap Helena sebagai gadis Antagonist, awalnya Helena tidak terima dirinya di anggap Antagonist, namun pada akhirnya Helan benar benar memerankan sosok Antagonist yang sebenarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Di dalam ruang tamu yang kecil, Helen dan Rania duduk berdampingan sembari memperhatikan Rama yang tengah mengunyah snack dengan wajah berbinar.
''Ran, kenapa tadi siang lo mau bantuin gue?'' tanya Helen.
''Karna kamu orang baik'' jawab Rania singkat.
Helen langsung menoleh pada Rania. ''Gue baik'' ulang Helen.
Rania mengangguk.
''Kenapa lo bisa ngira gue orang baik?'' tanya Helen penasaran.
Rania menoleh dan menatap Helen dengan tersenyum.
''Sebenarnya aku tahu apa yang terjadi antara kamu dan Hana'' ucap Rania.
''Maksud kamu?''
''Jujur saja, kalau selama ini aku diam diam sering memperhatikan kamu dan Hana, ya dari yang aku lihat, Hana memang sengaja membuat namamu jelek di mata Velo dan anak anak, hanya saja cara Hana terlalu halus, jadi tunangan kamu gak menyadarinya'' papar Rania.
''Velo memang buta'' gerutu Helen.
Rania tertawa kecil.
''Tapi kamu suka kan sama dia'' ledeknya.
Helen langsung memajukan bibirnya. ''Tapi gue kesel banget sama dia, dia udah berkali kali buat gue kecewa'' tukas Helen.
''Terus, sekarang apa yang ingin kamu lakukan?'' tanya Rania.
Helen menghela nafasnya. ''Hah,, untuk sementara gue jaga jarak dulu sama dia'' jawab Helen.
''Sampai kapan?'' tanya Rania lagi.
''Gak tau'' sahut Helen.
Rania mengangguk anggukkan kepalanya, dan tidak bertanya lagi.
Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, setelah puas mengobrol dengan Rania, kini Helen berpamitan pulang.
''Ran, titip salam sama Tante juga Rama ya'' ucap Helen, karna Ibu Rania dan Rama sudah tidur.
''Iya, nanti aku sampaikan'' timpal Rania.
Helen tersenyum. ''Kalau gitu gue pulang dulu, sampai ketemu besok di sekolah ya'' tukas Helen lalu masuk ke dalam mobil.
''Terimakasih ya Hel, kamu sudah mau berkunjung ke kontrakan''
''Sama sama'' balas Helen sembari menyalakan mesin mobilnya.
''Kamu hati hati'' ucap Rania.
''Ok''
Lalu Helen menjalankan mobilnya, dan meninggalkan area tempat kontrakan yang ada di pinggiran Ibu kota.
Setelah memastikan mobil Helen keluar ke jalan raya, Rania langsung berbalik dan masuk ke dalam rumahnya.
''Ran, tadi teman sekolah kamu?'' tanya Ibu Rania yang terbangun karna ingin ke kamar mandi.
''Iya Bu, namanya Helen, dia putrinya pemilik perusahaan Atmajaya Group'' jawab Rania.
Sontak Ibu Rania membulatkan matanya, siapa yang tidak tahu dengan perusahaan Atmajaya Group, gedung yang menjulang tinggi di antara gedung gedung tinggi lainnya yang ada di pusat Ibu Kota, Ibu Rania tahu karna dia setiap pagi buta hingga menjelang sore selalu berjualan jajanan jadul tak jauh dari perusahaan itu.
''Dia banget sekali ya, mana royal banget orangnya, nih kamu lihat sembako yang dia bawa, ini bisa untuk satu bulan kedepan'' ucap Ibu Rania yang kagum akan sifat Helen.
Rania terkekeh kecil.
''Ibu benar Helen orangnya sangat baik, tapi sayangnya di sekolah dia di jauhi sama temen temen '' timpal Rania.
Ibu Rania seketika mengerutkan dahinya. ''Kok bisa?'' tanya Ibu Rania heran.
''Ada yang fitnah dia, Bu'' jawab Rania.
''Tega sekali yang fitnah dia, padahal dia baik banget orangnya'' papar Ibu Rania yang tidak terima Helen di fitnah.
''Mungkin dia iri dengan kehidupan Helen'' ucap Rania.
''Sudah pasti itu'' sahut Ibu Rania.
Esok harinya di HSI di kelas dua belas B, saat jam sudah menunjukkan waktu istirahat Rania menghampiri meja Helen.
''Hel, ke kantin yuk'' ajak Rania sembari membenarkan kacamatanya yang sedikit melorot.
''Hem, ayo''
Lalau kedua gadis itu pergi ke kantin dengan berjalan beriringan, setiba di kantin Helen dan Rania sama sama berjejer antri untuk mengambil jatah makan siangnya, setelah mendapatkan jatahnya mereka berbalik untuk mencari tempat duduk, dan mereka memilih tempat duduk di pojok kantin.
Dan ketika keduanya sedang menikmati makan siangnya, Rania di kagetkan dengan kedatangan Velo dan Exel yang berdiri di depan mereka.
''Hel, gue sama Velo boleh duduk di sini?'' tanya Exel.
''Duduk saja, lagian kalian juga bayar kok'' sahut Helen.
Exel tersenyum. ''Makasih'' ucapnya, lalu duduk sembari menyapa Rania.
''Hai Rania''
Rania seketika tersedak makanan yang sedang di telannya, dan Helen langsung menepuk nepuk punggung Rania.
''Ran, pelan pelan makannya'' ucap Helen.
Sedangkan Exel dia buru buru membuka tutup botol air putih miliknya, lalu menyodorkannya ke hadapan Rania, membuat Rania terkejut bukan main.
''Kenapa diam saja, nih cepat minum'' ucap Exel melihat Rania tidak segera mengambil air putih yang di sodorkan olehnya.
Rania langsung mengambilnya dan meneguknya hingga tinggal setengah.
''Te,, terimakasih air putihnya'' ucap Rania menatap Exel dengan sedikit gugup.
''Lain kali pelan pelan makannya'' tukas Exel dan Rania hanya menganggukkan kepalanya dengan pipi yang bersemua merah, dan itu di sadari oleh Helen.
Lalu Helen mendekatkan wajahnya di telinga Rania dan berbisik pelan. '' Pipi lo merah tuh, lo malu sama Exel'' ledeknya.
Medengar itu wajah Rania semakin memerah seperti kepiting rebus, membuat Helen terkekeh.
Velo yang duduk berhadapan dengan Helen, terus menatap Helen tanpa bicara sepatah katapun, Velo bisa merasakan kalau Helen sepertinya sangat nyaman berteman dengan Rania, murid yang sering di panggil cupu karna memakai kaca mata minus.
''Ehem''
Helen dan yang lainnya menoleh, senyum Helen langsung menguap melihat Hana berdiri di depannya.
''Gue boleh gabung di meja sini ga?, kayaknya seru'' tanya Hana sembari membawa piring jatah makan siangnya serta satu botol air putih.
''Gak boleh'' tolak Helen tegas, lalu melahap makan siangnya yang sejak tadi masih belum di sentuhnya.
Hana langsung memasang wajah sedihnya, lalu beralih menatap Exel dan Velo secara bergantian, alih alih mereka akan iba dengannya, Velo sama Exel malah acuh dan memilih menyantap makan siangnya.
Lalu Hana beralih menatap Rania, dan memanggilnya. ''Eh cupu, gue boleh gak duduk di sebelah lo?'' tanya Hana sembari tersenyum.
Prakk
Hana dan yang lainnya kaget, karna Helen meletakkan sendok dan garpunya dengan kasar.
''Lo panggil Rania apa barusan?'' tanyanya dingin.
''Cupu, kan itu memang panggilan Rania'' jawab Hana.
Helen seketika menendang kaki Hana, hingga membuat Hana tersungkur dan piring yang di bawanya juga jatuh berserakan, membuat semua murid yang ada di kantin kaget, termsuk Velo, Exel dan juga Rania.
Brukkk
Akhhh..
''Hel, lo apa apan sih? kenapa tiba tiba nendang kaki gue''
Helen langsung berdiri dan menatap tajam Hana.
''Sekali lagi gue denger lo panggil Rania, cupu, gue cabut beasiswa lo'' ancam Helen membuat Hana kaget bukan main.
Lalu Helen menatap ke semua murid yang ada di seluruh penjuru kantin.
''Siapapun murid beasiswa di sini, yang berani panggil Rania atau murid yang berkacamat lainnya dengan sebutan cupu, gue cabut beasiswa kalian'' ancam Helen dengan tegas, membuat semua murid beasiswa meneguk ludahnya kasar, pasalnya hampir lima puluh persen murid yang masuk HSI, semuaya masuk melalui jalur beasiswa yang di berikan pribadi oleh keluarga Atmajaya , karna mereka tidak mampu dengan bulanan di HSI.
''Hel, gue tahu lo dari keluarga Atmajaya yang kaya raya, tapi apa hak lo ngancam kami para murid jalur beasiswa'' tukas Hana tak terima.
''Karna beasiswa yang di buka di HSI, itu semua pribadi dari keluarga Atmajaya, termasuk fasilitas mewah yang kalian nikmati selama ini'' sela Velo membenarkan
Sontak semua murid yang ada di sana membulatkan matanya kaget, ternyata selama ini mereka membenci murid yang sudah memberi fasilitas pendidikan mewah pada mereka.
coba KLO dicabut apa kamu masih bisa sekolah disitu,
saat kamu dan ibumu di usir dari rumah majikan🤣🤣🤣
kan Hana yg keliling lapangan
bukan Hellen,,
kan malu sendiri udah nantangin masa dibatalin👊👊