Di Benua Sembilan Provinsi, kekuatan adalah satu-satunya hukum yang diakui. Lin Xuan, pewaris muda Klan Lin yang lahir dengan Tulang Kaisar Kuno, dikhianati pada malam upacara kedewasaannya. Tetua Agung klan bekerja sama dengan sepupunya, Lin Haotian, dan tunangannya dari Sekte Pedang Bulan, Su Qingxue, untuk merobek Tulang Kaisar dari tubuhnya secara hidup-hidup. Dengan meridian yang hancur dan tubuh yang dibuang ke Jurang Tulang Iblis, Lin Xuan seharusnya mati menjadi santapan binatang buas.
Namun, darah pantang menyerah dan kebencian yang membakar jiwanya memicu bangkitnya artefak misterius dari era sebelum penciptaan langit: Sistem Penakluk Takdir (Fate Conqueror System). Sistem ini memiliki satu hukum mutlak: rampas takdir musuh untuk membangun tahta sendiri. Setiap musuh yang dibunuh dan setiap faksi yang dihancurkan oleh Lin Xuan akan diekstrak menjadi Esensi Kultivasi Murni, Bakat Spiritual, dan Fragmen Hukum.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15: Menelan Esensi Api & Petunjuk Gerbang Darah
Darah segar masih berjatuhan seperti hujan gerimis di tanah lapang hutan pinus ketika tubuh Lin Xuan sudah muncul tepat di hadapan Chen Feng dan Huo Lie.
"Mundur! Cepat mundur!!"
Chen Feng—murid dalam peringkat kelima Sekte Pedang Bulan yang beberapa detik lalu masih sesumbar ingin menguliti Lin Xuan hidup-hidup—kini menjerit dengan suara pecah! Ia mengayunkan pedang peraknya sekuat tenaga, mengerahkan seluruh kekuatan Fondasi Roh Tingkat 3 miliknya untuk membentuk perisai cahaya bulan di depan dadanya.
Di sampingnya, Huo Lie dari Sekte Api Merah juga menyemburkan gelombang api merah yang membentuk wujud kepala harimau berapi untuk menahan laju Lin Xuan!
"Di hadapan Pedang Pemutus Karma, perisai kalian tidak lebih tebal dari selembar daun kering."
Suara Lin Xuan terdengar dingin tanpa emosi. Di matanya, titik lemah pertemuan Qi kedua orang itu tampak begitu jelas di bawah pengawasan Radar Karma.
Tebasan Bulan Darah Pemutus Takdir — Tebasan Kedua!
CLANG!! CRAAACK!!
Bilah hitam bergaris merah di tangan Lin Xuan menebas miring dari atas ke bawah.
Efek penghancur pertahanan 30% dari Pedang Pemutus Karma berpadu dengan keganasan Tubuh Kaisar Darah Asura. Kepala harimau berapi milik Huo Lie langsung terbelah dua dan padam seketika, sementara perisai cahaya bulan milik Chen Feng pecah berkeping-keping!
"Tidak—!!"
SRAAAK!
Bilah pedang hitam itu menembus bahu kiri Chen Feng hingga membelah jantungnya! Sebelum tubuh Chen Feng sempat menyentuh tanah, tangan kiri Lin Xuan telah melesat keluar seperti cakar naga, menembus pertahanan Huo Lie dan mencengkeram leher murid inti Sekte Api Merah tersebut!
"Uhuk! Lin... Lin Xuan! Jangan bunuh aku! Kakak kandungku adalah Huo Qilin (Fondasi Roh Tingkat 7) yang saat ini sedang menunggu di depan pintu masuk Makam Raja Asura! Jika kau membunuhku—"
"Kalau begitu, dia akan segera menyusulmu," potong Lin Xuan dingin.
KRAK!
Lin Xuan mematahkan leher Huo Lie tanpa berkedip, lalu mengaktifkan Kitab Kaisar Penelan Langit untuk menyedot habis seluruh esensi darah serta lautan roh dari kedelapan murid sekte besar tersebut!
[Anda telah membunuh Chen Feng (Fondasi Roh Tingkat 3), Huo Lie (Fondasi Roh Tingkat 3), dan 6 Murid Dalam Sekte.] [Merampas Esensi Darah & Kultivasi Murni +4.200! Poin Takdir +1.500!] [Mengekstrak Seni Bela Diri: Telapak Api Teratai Merah (Tingkat Hitam Menengah)!] [Selamat! Kultivasi Anda menembus Ranah Fondasi Roh Tingkat 3!] [Progres Evolusi Pedang Pemutus Karma menuju Tingkat Bumi: 95%!]
Gelombang energi hangat mengalir di sepanjang nadi Lin Xuan. Ia mengambil seluruh cincin penyimpanan dari kedelapan mayat yang telah mengering tersebut—menambahkan lagi 35.000 Batu Spiritual ke dalam Ruang Penyimpanan Takdir-nya—lalu memotong kepala Chen Feng dan Huo Lie dan memasukkannya ke dalam kantong kulit.
Di sudut tanah lapang, gadis pemburu yang kakinya terluka—Xiao Ling—menatap Lin Xuan dengan tubuh gemetar hebat. Di matanya, pemuda berjubah hitam yang seumuran dengannya ini baru saja membantai delapan jenius dari dua sekte besar hanya dalam waktu kurang dari sepuluh tarikan napas!
Lin Xuan menoleh ke arah gadis itu. Saat pandangannya menyapu Xiao Ling, panel Radar Karma memunculkan sebaris informasi tak terduga:
[Target: Xiao Ling (Penempaan Tubuh Tingkat 6).] [Bakat Terpendam: Mata Roh Bawaan (Innate Spirit Eyes) — Mampu melihat aliran urat nadi tanah, ilusi, dan celah formasi kuno secara alami.] [Indikator Karma: Memiliki rasa terima kasih yang tulus terhadap Inang.]
"Mata Roh Bawaan?" Lin Xuan menyipitkan matanya sedikit. Bakat langka seperti ini sangat berguna untuk mencari tambang batu spiritual dan membaca formasi kuno bagi Paviliun Darah Hitam di masa depan.
Lin Xuan melangkah mendekat dan melemparkan sebutir Pil Pemulih Darah ke pangkuan gadis itu.
"Telan pil itu. Lukamu akan sembuh dalam satu jam," ucap Lin Xuan datar. "Mengapa murid-murid Sekte Pedang Bulan itu memburumu?"
Xiao Ling buru-buru menelan pil tersebut dan membungkuk hormat di tanah. "Te-terima kasih atas penyelamatan jiwa Anda, Tuan Muda! Kakek saya adalah pemandu gunung di Pegunungan Kabut Hitam. Pagi tadi, kami tidak sengaja melihat celah formasi tersembunyi di sisi barat kawah Makam Raja Asura. Murid-murid sekte itu ingin membunuh kami agar tidak ada yang tahu bahwa gerbang depan makam sebenarnya adalah jebakan maut, sedangkan jalur masuk yang aman berada di balik air terjun kering di sisi barat!"
"Jalur masuk di balik air terjun kering?" sudut bibir Lin Xuan terangkat sedikit. "Informasi yang bagus. Sebagai gantinya, ambillah lencana besi hitam ini dan pergilah ke Kota Awan Merah. Temui Mo Wuji di Paviliun Darah Hitam; katakan bahwa aku memerintahkannya untuk melatihmu di divisi pengintai formasi."
"Baik, Tuan Paviliun! Xiao Ling tidak akan pernah melupakan budi penyelamatan ini!"
Sebelum Xiao Ling sempat mengangkat kepalanya kembali, sosok Lin Xuan sudah menghilang seperti bayangan hantu menembus kabut tebal menuju kawah utama Pegunungan Kabut Hitam.