NovelToon NovelToon
Ibu Baru Untuk Putra Sang Mafia

Ibu Baru Untuk Putra Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Kurang ajar! Beraninya kalian mengotori rumah tangga kita!" bentak Sandra dengan suara bergetar hebat, air matanya akhirnya tumpah membasahi pipi.

​Sebelum Sandra bisa memberikan pelajaran lebih jauh kepada wanita itu, sebuah benturan keras mendarat di pipi kirinya.

​Plak!

​Tamparan itu begitu kuat hingga kepala Sandra terpelanting ke samping. Rasa perih langsung menjalar di pipinya, meninggalkan sensasi panas yang membakar. Pelaku pemukulan itu tidak lain adalah Anton sendiri. Suami yang selama empat tahun ini ia layani dengan sepenuh hati, kini berdiri tegak dengan mata melotot dan tangan mengepal.

​"Seharusnya kamu sadar, kamu wanita lusuh, jelek, tidak bisa menjaga tubuhmu, aku muak denganmu!" teriak Anton dengan suara menggelegar, melampiaskan seluruh kebencian yang selama ini ia pendam.

​Kata-kata itu menghujam jantung Sandra jauh lebih tajam daripada pisau bermata dua. Wanita lusuh? Jelek? Selama ini ia mengorbankan waktu istirahatnya demi mengurus rumah, sementara Anton

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan Di Ulang Tahun Pernikahan

​Udara malam yang sejuk menyelimuti kawasan komplek perumahan elit tempat Sandra dan suaminya tinggal. Langkah kaki Sandra terasa ringan namun bersemangat di atas paving block yang bersih. Di tangannya, sebuah kotak kue tart berukuran sedang dengan hiasan lilin kecil menempel erat dalam dekapannya. Hari ini adalah hari yang sangat spesial—hari ulang tahun pernikahan mereka yang keempat.

​Empat tahun sudah ia mendedikasikan diri sebagai seorang istri, mengurus rumah tangga, dan mendampingi Anton dalam suka maupun duka. Meski belakangan ini ia merasa suaminya sedikit berubah dan lebih sering sibuk dengan urusan pekerjaan, Sandra selalu berusaha berpikir positif. Ia percaya bahwa rumah tangga mereka baik-baik saja dan kesibukan Anton semata-mata demi masa depan keluarga kecil mereka.

​"Malam ini pasti akan jadi malam yang manis," gumam Sandra pelan seraya tersenyum sendiri di ambang pintu utama.

​Dengan hati-hati, Sandra memutar kunci rumah yang sudah tidak terkunci. Suasana di dalam rumah terasa begitu sunyi, hanya diterangi oleh lampu koridor yang sengaja dibuat temaram. Sandra melepaskan sepatunya di rak dengan perlahan, berusaha tidak menimbulkan suara gaduh. Ia ingin memberikan kejutan yang tak terlupakan untuk Anton setelah suaminya itu seharian lelah bekerja di kantor.

​Sandra melangkah meniti anak tangga menuju kamar utama lantai dua. Setiap jengkal langkahnya diiringi debaran jantung yang bergemuruh karena rasa antusias. Pintu kamar utama sedikit terbuka, memperlihatkan celah cahaya kuning hangat dari dalam ruangan. Senyum di bibir Sandra semakin mengembang lebar. Ia sudah membayangkan betapa terkejut dan bahagianya wajah Anton saat melihat dirinya datang membawa kue kesukaannya.

​Namun, tepat saat tangannya mendorong daun pintu hingga terbuka lebar, senyuman itu seketika membeku. Kotak kue di tangannya nyaris terlepas dari dekapannya.

​Pemandangan yang tersaji di hadapannya meremajakan seluruh saraf di tubuhnya dalam sepersekian detik. Di atas ranjang besar milik mereka—tempat yang selama ini ia jaga kesucian dan kehangatannya—dua tubuh manusia tengah bergumul dalam pelukan panas. Anton, suaminya, sedang asyik bercumbu dengan seorang wanita asing berambut panjang pirang yang mendesah manja di bawah kungkungannya. Pakaian mereka berantakan, dan udara kamar mendadak terasa begitu sesak bagi Sandra.

​Dunia Sandra seolah runtuh seketika. Suara detak jam di dinding mendengung kencang di telinganya, menggantikan seluruh kesadaran warasnya. Napasnya tercekat, dadanya terasa dihantam palu godam yang amat berat.

​"Anton..." bisik Sandra terbata-bata, nyaris tanpa suara.

​Mendengar suara itu, Anton dan wanita di bawahnya sontak menoleh. Wajah Anton yang tadinya dipenuhi gairah berubah pucat pasi, namun beberapa detik kemudian, ekspresi terkejut itu bergeser menjadi seringai dingin penuh kebencian. Wanita di sampingnya malah tersenyum sinis, merapikan tali gaun malamnya tanpa secercah rasa bersalah sedikit pun.

​Kemarahan yang membuncah seketika melenyapkan rasa sedih di dada Sandra. Darahnya mendidih, mengalirkan panas ke seluruh ujung kukunya. Tanpa berpikir panjang, Sandra melangkah maju dengan mata berapi-api. Dengan sekuat tenaga, ia melemparkan kotak kue tart berhias krim manis itu tepat ke arah wajah Anton. Kue berlapis cokelat dan stroberi tersebut hancur berkeping-keping, mengotori wajah dan kemeja suaminya yang berantakan.

​Belum puas dengan lemparan kue tersebut, Sandra menerjang ke arah ranjang. Tangannya mencengkeram erat rambut panjang wanita selingkuhan suaminya dan menariknya dengan kasar hingga wanita itu menjerit kesakitan.

​"Kurang ajar! Beraninya kalian mengotori rumah tangga kita!" bentak Sandra dengan suara bergetar hebat, air matanya akhirnya tumpah membasahi pipi.

​Sebelum Sandra bisa memberikan pelajaran lebih jauh kepada wanita itu, sebuah benturan keras mendarat di pipi kirinya.

​Plak!

​Tamparan itu begitu kuat hingga kepala Sandra terpelanting ke samping. Rasa perih langsung menjalar di pipinya, meninggalkan sensasi panas yang membakar. Pelaku pemukulan itu tidak lain adalah Anton sendiri. Suami yang selama empat tahun ini ia layani dengan sepenuh hati, kini berdiri tegak dengan mata melotot dan tangan mengepal.

​"Seharusnya kamu sadar, kamu wanita lusuh, jelek, tidak bisa menjaga tubuhmu, aku muak denganmu!" teriak Anton dengan suara menggelegar, melampiaskan seluruh kebencian yang selama ini ia pendam.

​Kata-kata itu menghujam jantung Sandra jauh lebih tajam daripada pisau bermata dua. Wanita lusuh? Jelek? Selama ini ia mengorbankan waktu istirahatnya demi mengurus rumah, sementara Anton bersenang-senang di luar sana.

​Belum sempat Sandra memulihkan keterkejutannya, Anton menarik lengan kurus Sandra dengan kasar. Cengkeraman tangan pria itu bagaikan besi panas yang mencengkeram pergelangan tangannya. Sandra meronta, namun tenaga Anton jauh lebih besar.

​Dengan kejam, Anton menyeret Sandra keluar dari kamar tidur mereka, menuruni anak tangga satu persatu tanpa memperdulikan rintihan kesakitan dari bibir istrinya. Sesampainya di lantai bawah, Anton terus menyeret Sandra hingga ke halaman depan rumah mereka yang diterangi lampu taman.

​Udara malam yang dingin menyengat kulit Sandra yang pakaiannya ikut berantakan. Tanpa belas kasihan, Anton mendorong tubuh Sandra sekuat tenaga ke arah paving block halaman depan. Sandra kehilangan keseimbangan dan tersungkur keras, lutut dan telapak tangannya lecet seketika menahan hantaman tanah yang keras.

​Sandra mendongak, menatap pria yang dulu pernah berjanji di hadapan penghulu untuk melindunginya seumur hidup. Air mata mengalir deras di wajahnya, bercampur dengan debu halaman.

​Anton berdiri tegak berkacak pinggang di ambang pintu, menatapnya rendah seolah Sandra adalah sampah menjijikkan. Dengan napas memburu dan tatapan penuh kemarahan mutlak, Anton melontarkan kalimat yang menghancurkan sisa-sisa ikatan pernikahan mereka dalam satu napas.

​"Sandra Arundaya binti husein aku talak kamu saat ini juga!"

1
Ariany Sudjana
semoga Sandra tetap kuat dan sabar melewati hari-hari yang tidak mudah pasca kecelakaan yang dialami Dante, apalagi sekarang Dante amnesia, semoga memorinya lekas pulih
merry
lh bukn woro ikut ke RS y knp skrg cpt x dia berada di markas🤔🤔🤔
Ariany Sudjana
wah elzard jadi anak baik dan membanggakan papa mamanya
Ariany Sudjana
have a great moment Dante and Sandra 😄🙏
Ariany Sudjana
puji Tuhan, finally congrats yah Sandra dan Dante, juga elzard
Ariany Sudjana
lekas sembuh Sandra
Ariany Sudjana
itulah hukum tabur tuai Anton, jalani saja konsekuensinya, kamu sudah membuang batu permata demi pelacur murahan 🤣🤣😂😂 dan kalian siap-siap jadi gembel 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
dasar bodoh kamu Anton, katanya pengusaha sukses? masak figur konglomerat seperti Dante, kamu ga tahu?

tapi cocok sih, laki-laki pengecut seperti kamu punya istri pelacur murahan yang ga tahu diri 🤣🤣😂😂 dan kalian berdua siap-siap mati
Ariany Sudjana
ini pengawal Dante kecolongan, gimana ceritanya pelacur murahan dan laki-laki pengecut bisa masuk ke restoran elite
Ariany Sudjana
tenang saja Sandra, Dante itu gentleman kok
Ariany Sudjana
wah seru ini, saatnya Dante bertindak
Ariany Sudjana
waduh mafia bisa juga salah tingkah ya 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
ga salah sih, tapi tenang saja Dante, Sandra itu tulus menyayangi elzard, apalagi dengan pengalaman pahit di masa lalu
Ariany Sudjana
good decision Sandra, kamu pasti bisa 💪😄
Ariany Sudjana
betul sekali Dante, kamu harus bantu Sandra membalas sakit hatinya pada mantan suaminya
Ariany Sudjana
benar Dante, kamu harus bantu Sandra membalas sakit hatinya ke Anton, laki-laki pengecut itu
Ariany Sudjana
siap-siap Anton akan jadi gembel 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!