NovelToon NovelToon
MALAIKAT KECIL PAPA DAN MAMA

MALAIKAT KECIL PAPA DAN MAMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Anak Genius / Penyesalan Suami
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: odee_eeeee15

Sepuluh tahun pernikahan, tujuh tahun penantian panjang yang diwarnai doa dan air mata, hingga akhirnya Aira lahir sebagai keajaiban pertama bagi pasangan Nala (30 tahun) dan Arka (33 tahun).

​Arka, seorang Lead Structural Engineer yang tegas, kaku, dan biasa menaklukkan proyek-proyek raksasa di lautan lepas, harus merelakan seluruh gengsinya runtuh tanpa sisa saat melangkah pulang. Kepulangannya ke rumah justru disambut kepolosan Aira (3 tahun) yang cadel dan dengan polosnya memanggil sang ayah "Om asing yang keluar dari HP".

​Di saat Arka sibuk meluluhkan hati putri kecilnya dan memanjakan Nala setelah bertahun-tahun terpisah jarak, kebahagiaan mereka kembali diuji dengan kejutan indah: kehadiran calon bayi kedua mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon odee_eeeee15, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

papa di omelin nenek

Ruang tamu rumah Arka dan Nala yang biasanya hangat kini mendadak berubah menjadi panggung komedi. Di atas sofa, Arka duduk menegak dengan bahu yang lunglai, jauh dari kesan papa tegap berotot yang biasa ia pamerkan. Pria gagah itu mendadak lemas tak berdaya setelah diterjang omelan bertubi-tubi dari mamanya via telepon yang sengaja dinyalakan speaker phone-nya oleh Nala.

"Arka Pratama! Dengerin Mama baik-baik ya!" cerocos suara sang Nenek melengking nyaring dari ponsel. "Kamu itu udah kepala tiga, otot udah segede gitu, kok kelakuan masih kayak anak TK?! Kenapa coba harus cemburu sama bapak-bapak di taman?! Aira itu masih tiga tahun, kalau dia puji orang lain ya namanya juga anak kecil polos! Masa sama anak sendiri diproses posesif begitu?!"

Arka hanya bisa menyandarkan punggungnya ke sofa, matanya meredup pasrah, dan lidahnya seketika kelu.

"I-iya, Mama... Arka kan cuma mau Aira tahu kalau Papanya ini yang paling keren..." gumam Arka dengan suara amat sangat pelan dan lemas.

"Gak ada alasan!" potong Nenek tanpa ampun. "Mau keren mau enggak, gak usah ngomel-ngomel sampai tiga kali begitu! Coba kalau kamu yang diomeli orang terus-terusan, enak enggak?!"

Aira yang duduk manis di samping Nala langsung bertepuk tangan kegirangan! Pipi gempalnya terangkat tinggi, matanya membentuk bulan sabit penuh kepuasan. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah hidup Aira melihat papanya yang perkasa diomeli habis-habisan oleh Nenek, sementara Maminya aman tentram!

"Nala, kamu di sana kan?" panggil Nenek di telepon, suaranya mendadak berubah sangat lembut dan hangat. "Kamu yang sabar ya, Sayang, ngadepin suamimu yang makin tua malah makin kekanak-kanakan dan cemburuan itu!"

"Iya, Mama..." sahut Nala sambil menahan tawa sampai bahunya berguncang hebat. "Nala sabar banget kok ngadepin Mas Arka tiap hari."

"Mama jangan belain Arka terus ya! Arka kan suami Nala, Arka juga punya hak buat—" Arka mencoba membela diri.

"Diem kamu, Arka! Nanti Mama terbang ke sana baru tahu rasa kamu!" pangkas Nenek tegas. "Aira sayang, Nenek tutup dulu telfonnya ya. Nanti Nenek beliin mainan yang banyak buat Aira!"

"Iya Nenekkk! Dadaah Nenek cantik!" seru Aira melambaikan tangan ke ponsel.

TUT... TUT... TUT...

Begitu sambungan telepon terputus, suasana hening selama dua detik sebelum akhirnya tawa Nala pecah terpingkal-pingkal! Nala menepuk-nepuk paha Arka sambil mengusap air mata gelinya.

"Dengerin tuh, Mas! 'Makin tua makin kekanak-kanakan', wkwkwk!" ledek Nala sambil tertawa kencang. "Aduh perutku sampai mules banget dengar Mama ngomelin kamu!"

Aira pun tak mau kalah. Balita itu melompat-lompat kecil di atas sofa sambil menunjuk Arka yang sedang cemberut pasrah dengan bibir memonyong.

"Hahaha! Papa Alka lemas! Papa diomelin Nenek!" jerit Aira polos sambil tertawa geli memegangi perut gempalnya. "Haluuunya Papa diomeliin! Aila sama Mama Nala lulus, Papa aja yang nakal!"

(Hahaha! Papa Arka lemas! Papa diomelin Nenek! Harusnya Papa diomelin! Aira sama Mama Nala lulus, Papa aja yang nakal!)

"Aira... Papa ini dibela dong, malah disyukurin," gerutu Arka berpura-pura sedih sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan. "Papa kan begini karena sayang sama Aira..."

"Tapi Papa celewet banget dari tadi pagi! Aila capek denger Papa ngomong melulu!" balas Aira tak mau kalah, melipat kedua tangan kecilnya di dada.

Melihat Arka yang benar-benar lemas, cemberut, dan harga dirinya sebagai kepala keluarga agak runtuh di depan anak gadisnya, Nala akhirnya merasa tidak tega. Nala bergeser makin dekat ke arah Arka.

Nala menangkup kedua pipi Arka dengan kedua tangannya, memaksa Arka melihat ke arahnya. Nala lalu sengaja memiringkan kepalanya, memonyongkan bibirnya manis, dan mengedip-ngedipkan matanya penuh polah menggemaskan—muka lucu khas Nala yang paling ampuh meluluhkan Arka sejak zaman pacaran!

"Mas Arkaaa... jangan cemberut gitu dong, kasihan pipinya nanti makin melorot," bujuk Nala dengan nada manja sambil mencubit lembut pipi suaminya.

Arka melirik Nala dari sudut matanya, masih berusaha menahan gengsi. "Kamu mah bukannya belain aku, malah ngetawain..."

"Ya habisnya kamu lucu banget pas diomeli Mama, Mas!" kekeh Nala. "Tapi maafin aku ya... Walaupun kamu cemburuan dan cerewet, kamu tetap Papa yang paling ganteng, paling gagah, dan paling kita sayang kok. Ya kan, Aira?"

Aira yang melihat ekpresi wajah maminya yang lucu dan papanya yang mendadak manja langsung merangkak naik ke atas sofa. Tubuh gempalnya menjejalkan diri tepat di tengah-tengah dekapan Arka dan Nala.

"Iya deh... Papa Alka jangan sedih lagi!" celoteh Aira polos sambil mengelus-elus pipi Arka dengan tangan mungilnya yang masih tersisa bau vanila es krim. "Aila maafin Papa, asal nanti sore Papa beliin Aila es klim dua rasa lagi!"

(Iya deh... Papa Arka jangan sedih lagi! Aira maafin Papa, asal nanti sore Papa beliin Aira es krim dua rasa lagi!)

Arka tak mampu lagi menahan senyumnya. Pertahanan dan rasa gengsinya runtuh seketika melihat dua wanita kesayangannya membujuknya. Pria tegap itu menghela napas panjang lalu merengkuh tubuh Nala dan Aira sekaligus ke dalam pelukan hangatnya.

"Dasar ya... ujung-ujungnya minta es krim lagi," kekeh Arka sambil mencium pipi gempal Aira dan kening Nala bergantian. "Iya nanti Papa beliin es krim sepuasnya, asal Aira janji enggak puji bapak-bapak otot kotak-kotak lagi di taman."

"Gak janji!" jerit Aira singkat lalu tertawa terbahak-bahak sambil berusaha kabur dari pelukan Arka, membuat ruang tamu rumah itu kembali dipenuhi gelak tawa.

1
Irmaputri
aku kira nggak bakalan up kak ,hari ini 😭😭😭
Irmaputri
lanjut kak😭
sekarang mama Nala ,juga ikut dramatis
Afifah
hahaha lucu kak, aku suka 😭❤️❤️
Irmaputri
😭😭😭lucu banget🤭
Irmaputri
😭😭😭ngaka
Irmaputri
pusing tiap hari ortunya Aira ,hadapin tingkahnya 😭😭
Irmaputri
Aira ceplas ceplos mulutnya 😭😭
Irmaputri
🤣🤣Aira gen alpha ya 😭😭
syora
kuarga yang wow ambyarrrr 🤣
𝐈𝐬𝐭𝐲
ceritanya bagus, lucu dan bikin gemes...😍
Luffytaro
ceritanya lucu 😍😍
Laila Jalil
ceritanya lucu😍😍
Laila Jalil
Aira lucu banget 😭🤣
Laila Jalil
hahahh🤣🤣😭
mau di bilang benar tapi nggak benar juga
Laila Jalil
hahaha lucu🤣
Nur Atika Hendarto
suka sangat ceritanya 😍😍tidak berat jalan alurnya
Nur Atika Hendarto
suka banget cerita nya tak terlalu berat tapi lucu😍😍😍
Brooklyn: terimakasih atas ulasannya 🫶😊
total 1 replies
Irmaputri
ceritanya lucu
Brooklyn: terimakasih atas ulasannya 🫶😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!