NovelToon NovelToon
Gadis Barbar Kesayangan Ketos Dingin

Gadis Barbar Kesayangan Ketos Dingin

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Ketos / Tamat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Desty Haris Wahyuni

kalau adaa yang salah atau enggk nyambung ceritanyaa maapp yaaaahhh soalnya baru pertama bikin cerita kayak ginii (⁠◠⁠‿⁠◕⁠)


Siapa sangka gadis yang berisik, ceroboh, dan selalu bikin keributan itu justru jadi satu-satunya yang bisa meluluhkan hati ketua osis paling dingin, cuek, dan ditakuti seantero sekolah?


Dari yang saling tak suka, jadi tak bisa terpisahkan. Ini kisah gadis barbar yang mencuri hati ketos dingin yang tak pernah tersenyum pada siapa pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Haris Wahyuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HARI BAHAGIA KITA.

Pagi itu cahaya matahari masuk pelan ke kamar gue. Suara orang sibuk dari luar terdengar, tapi di sini tenang banget — kayak dunia berhenti sebentar biar gue napas tenang.

Gue berdiri di depan cermin. Baju yang kemarin yang gue coba, sekarang terlihat beda — pas banget, seakan memang ini dibuat buat gue. Mama masuk pelan, duduk di belakang gue, bantu rapikan rambut. Matanya berkaca-kaca.

"Cantik banget, Nak…" suaranya pelan. "Papa pasti bangga lihat kamu sekarang."

Gue pegang tangan Mama di bahu gue. "aku sayang Mama… makasih ya udah sayang sama aku selama ini."

Mama peluk gue dari belakang. "Kami semua sayang sama kamu, Aluna. Jangan pernah lupa itu."

Tak lama, Abang Daniel masuk. Dia berdiri di ambang pintu, senyumnya bangga tapi matanya basah.

"Wah… ini adik gue ya?" godanya sambil deketin pelan. "Cantik banget sampai gue aja hampir nggak kenal."

Gue ketawa malu. "Abang bisa aja."

Abang duduk di samping gue, tatapannya lembut. "Luna… lo udah tumbuh jadi gadis hebat. Arka orang beruntung. Tapi ingat — kalau dia nyakiti lo, bilang ke gue yaa. Gue tetap abang lo, ke mana pun lo pergi."

Gue mengangguk, menahan air mata. "Gue tahu, Bang. Makasih ya udah jaga gue selama ini."

Saat tiba waktunya, gue berjalan keluar. Semua mata tertuju ke arah gue — tapi gue cuma lihat satu orang.

Arka berdiri di depan, tampan dan tenang. Wajahnya yang biasanya kaku sekarang lembut banget, senyumnya tulus sampai matanya berbinar. Saat gue mendekat, dia melangkah maju pelan, seakan tak percaya.

"Lo… cantik banget," bisiknya pelan, suaranya sedikit bergetar.

Gue senyum malu. "Serius? Nggak kaku kayak patung?" 😆

Arka tertawa pelan, mengulurkan tangan. "Cantik. sampai Bikin gue lupa cara napas."

Upacara berjalan tenang, diiringi doa dan tawa keluarga. Saat semua selesai, Daddy Daffa menepuk bahu Arka, lalu ke arah gue:

"Jaga dia baik-baik, Arka. Dia bukan cuma istri kamu sekarang— dia anugerah buat keluarga kita."

Arka mengangguk mantap. "arka janji bakal jaga aluna, Yah dan enggak akan pernah buat aluna nangis karna sedih tapi akan selalu menangis karna bahagia seumur hidup arka. "

Mama dan Mommy Amara langsung peluk kita berdua serentak. "Anak-anak kita… sudah tumbuh bahagia!" kata mereka berdua hampir bersamaan, bikin semua orang ketawa bahagia.

Saat acara santai, Raka sama Dito langsung dateng — sambil bawa piring penuh makanan!

"Wih, selamat ya! Akhirnya resmi jadi milik masing-masing!" seru Raka sambil ngunyah. "Inget ya — kalau berantem, jangan lari-larian! Nanti semua tetangga laporan ke gue. !"

Gue ketawa sampai perut sakit. "Siapa yang bakal lari sih!"

Dito senyum lebar. "Tahu kan Luna! Dulu nabrak Arka, sekarang bawa dia lari ke masa depan!" 😆

Arka geleng-geleng kepala tapi ikut senyum. "Mereka memang nggak bisa diam."

Sore itu, saat semua udah pulang, kita berdua duduk di teras — tenang, damai, dan akhirnya sendirian.

Arka pegang tangan gue erat, natap gue lekat-lekat.

"Lo nggak menyesal kan? Pilih hidup bareng orang yang dulu kaku kayak batu?" tanyanya pelan.

Gue sandarkan kepala ke bahunya.

"Nggak. Justru gue bersyukur. Gue yang bikin lo ketawa, kan? Gue yang hancurin dindingnya, kan?" 😎

Arka kecup kening gue lembut. "Iya. Dan gue nggak akan pernah bangun dinding itu lagi. Lo boleh masuk ke mana saja di hidup gue."

Tapi di tengah kebahagiaan itu, gue ingat satu hal — Kirana nggak muncul sama sekali.

Gue bilang pelan ke Arka. Dia mengangguk.

"Gue tahu. Teman-teman gue lihat dia pergi jauh dari sini tadi pagi. Mungkin dia butuh waktu… tapi gue sudah bilang, kalau dia berani ganggu lo lagi, gue nggak akan diam."

Gue remas tangannya. "Semoga dia juga bahagia ya."

Arka senyum tipis. "Lo memang baik banget. Itu salah satu alasan gue sayang sama lo."

Matahari terbenam perlahan, warnanya keemasan dan lembut. Gue lihat ke langit, lalu ke Arka.

"Kita bakal selalu bahagia kan, Arka?"

Dia genggam tangan gue erat, menatap lurus ke mata gue.

"Kita sudah bahagia, Luna. Dan selamanya bakal bahagia selalu tapi, ini baru permulaan."

 

JANGAN LUPA VOTE, LIKE, SUBSCRIBE DAN KOMEN YAHHH ❀(⸝⸝•ᴗ•⸝⸝)❀

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!