"masukkan kartu penyegelnya sekarang, atau kita akan mati di tempat ini!,
saat satu persatu siswa lenyap misterius dan hanya memisahkan debu hitam, itsuki ikawasi dan teman temannya terjebak oleh siluman pemangsa manusia, situasi menjadi gila ketika sahabat mereka berbalik menyerang di bawah sihir hitam!
dipojokkan oleh amukan api dari raja siluman pemangsa manusia dan penyanderaan di atas kawah lava gunung valerius, itsuki terpaksa meledakkan rahasia terbesarnya: kebangkitan murni kekuatan 7 elemen.
berhasilkah mereka menyegel monster legendaris tersebut, ataukah ini awal dari perang dimensi yang jauh lebih besar? .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NABILA_08.p, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15 Keteguhan Jiwa Yang Terluka
Hinata berdiri tegak di depan tubuh Kaguya yang tak berdaya, ia merentangkan kedua tangannya. Di dalam dadanya, sebuah energi spiritual murni yang tertekan oleh kutukan mendadak meledak keluar, cahaya putih keperakan yang sangat terang memancar dari tubuh Hinata, membentuk sebuah kubah pelindung absolut berbentuk bunga teratai yang suci.
BUM!
Tentakel raksasa itu menghantam kubah perlindungan Hinata dengan kekuatan penuh. Benturan Dahyat itu yang menciptakan sebuah gelombang yang sangat Dahyat yang menyapu debu dan batu yang ada di sekitar mereka. Kubah perlindungan tersebut retak, dan Hinata memuntahkan darah akibat tekanan yang luar biasa besar namun ia tetap bertahan, kedua kakinya tertanam kuat di tanah, menolak untuk mundur satu langkah pun.
Cahaya suci dari pelindung Hinata ternyata memiliki epek pembakar bagi makhluk kegelapan tersebut, lendir di tentakel itu mulai melepuh dan mengeluarkan asap putih yang berbau busuk. Moster itu menarik kembali tentakelnya sambil meraung kesakitan.
"kaguya, dengarkan aku." bisik Hinata tanpa mengalihkan pandangannya dari monster di depan mereka. Keringat bercampur darah mengalir di dahinya sambil berkata,"pelindung ini tidak akan bertahan lama. Energi monster ini terlalu besar. Aku akan mengalihkan perhatiannya, kau harus menggunakan sisa tenaga mu untuk merangkak ke arah itsuki, dua peluru Roy di dadanya..... Itu adalah peluru penyimpan energi inti, jika kau bisa memicu kembali elemen magma nya dengan sisa elemen api di cincinmu, Itsuki mungkin bisa bangun!"......
Kaguya menatap Hinata dengan mata terbelalak sambil berkata." Tapi.... Roy.... Ada di dalam sumur".....
"AKU TAHU!", Hinata memotong kata Kaguya dengan suara yang bergetar menahan tangis.
"Kita harus percaya pada Roy, dia memakai baju besi tingkat tinggi, dia tidak akan mati semudah itu. Tapi jika kita semua mati di sini, maka tidak akan ada yang bisa menariknya keluar dari sumur itu!. Tolong..... Kaguya... Bergerak lah!"....
Mendengar kata-kata Hinata, secercah harapan yang sempat padam di dalam diri Kaguya kembali memercik. Ia menggerakkan giginya hingga berdarah, memaksakan seluruh sel di dalam tubuhnya yang telah rusak untuk kembali bergerak sekali lagi. Dengan bertumpu pada lutut dan sikunya yang bergetar, Kaguya mulai merangkak perlahan mendekati Itsuki yang berjarak beberapa meter darinya. Setiap gerakan adalah siksaan. Namun, ia tetap merangkak demi menghidupkan sahabat -sahabatnya.
Di depannya, monster bertentakel itu kembali mengamuk. Ia melancarkan pukulan bertubi-tubi dengan puluhan tentakelnya mengarah ke kubah perlindungan Hinata dan Kaguya yang berada dalam kondisi tidak berdaya. Suara benturan keras terdengar sangat Dahyat dan berulang-ulang bagai suara petir yang menyambar di malam hari. Setiap hantaman membuat dan menimbulkan retakan yang mendalam di kubah pertahanan bunga teratai milik Hinata yang membuat retakan di kubah Hinata semangkin melebar, dan pertahanan gadis itu berada di ambang ke hancuran total.
Namun, Hinata tetapi berdiri tegak, mendedikasikan seluruh sisa hidupnya untuk mengulur dan memberikan waktu bagi Kaguya yang sedang berusaha merangkak dengan sisa tenaganya untuk mendekati Itsuki yang terbaring kaku tidak jauh dari sana.
Malam yang panjang itu belum berakhir, dan di atas tanah yang bersumpah darah, babak penentuan dari takdir mereka baru saja di mulai. malam. Malam yang panjang di atas darah yang bersumpah darah itu terasa kian mencekam , kubah perlindungan Hinata berada di ambang kehancuran total, DAN MONSTER BERTENTAKEL ITU.....
(Bersambung).