NovelToon NovelToon
Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:634
Nilai: 5
Nama Author: senja liana

Luna meninggal tepat di usianya yang masih tergolong muda, percintaan juga kehidupan yang tak pernah memihaknya membuatnya jatuh terperangkap semakin dalam pada dusta.

Tidak ada yang berjalan baik dalam kehidupannya, namun sebuah keajaiban membuatnya memiliki satu kesempatan untuk mengulang segala hal dan merubahnya menjadi lebih baik.

"Aku.... aku masih hidup?" ucap Luna dengan raut wajah yang tak percaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja liana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

"Sebenarnya aku ingin memberi mu kejutan Arkan, aku tengah menyiapkan gaun pernikahan kita secara diam-diam, tapi malah ketahuan sama kamu." ucap Luna dengan nada begitu manja, membuat cengkraman tangan Arkan terlihat mengendur.

"Benarkah? Kau tidak sedang menipuku karena tertangkap basah bukan?" ucap Arkan dengan tatapan yang masih tak percaya begitu mendengar jawaban Luna barusan.

"Tentu tidak! Kau tahukan? Sagara itu teman dekat ku, jadi aku memintanya untuk membantu ku memilih mana yang cocok untuk pernikahan kita nantinya." ucap Luna mencoba merayu Arkan kembali, walau sebenarnya ia begitu jijik jika harus bersandiwara di hadapan Arkan.

"Mengapa kamu tidak mengatakannya secara langsung saja, jika seperti ini aku pasti akan curiga Luna. Untung saja aku tadi mengikuti mu, jika tidak aku akan sangat marah jika mendengarnya dari yang lain, aku yakin mereka akan salah paham akan situasinya." ucap Arkan dengan nada sedikit merendah dari sebelumnya.

"Oh ya? Ah aku minta maaf, padahal niat ku untuk memberi mu kejutan tapi malah berujung salah paham seperti ini." ucap Luna sambil bergelayut manja memegang tangan Arkan saat itu. "Sekarang katakan, bagaimana penampilan ku? Apa kamu suka?" ucap Luna kemudian berusaha mengalihkan pertanyaan demi pertanyaan dari mulut Arkan saat ini.

"Cantik, tapi aku tetap tidak suka dengan ini. Kamu terlalu menganggap remeh aku, lagi pula aku tidak suka kamu terus dekat-dekat dengan Sagara, dia itu hanya memanfaatkan mu saja." ucap Arkan kembali.

"Baiklah, baiklah aku minta maaf... Sagara itu bukan siapa-siapa, lagi pula mana mungkin aku suka dengannya, aku hanya sedang memanfaatkannya saja, hitung-hitung aku dapat ajudan gratisan hari ini hahahaha..." ucap Luna sambil mencoba tertawa renyah, meskipun kedengarannya malah semakin aneh.

"Sungguh, aku harap seperti itu." ucap Arkan pada akhirnya.

"Benar, tentu saja..." ucap Luna sambil memutar bola matanya jengah begitu Arkan tak melihat ke arahnya.

"Jika begitu, mana setelan jas ku? Biar aku mencobanya juga...bukankah aku sudah tahu? Jadi sekalian saja." ucap Arkan kemudian dengan nada percaya diri, mengundang rasa mual yang tiba-tiba menggelitik lambung Luna begitu mendengarnya.

"Untuk apa kamu mencobanya? Aku sudah tahu ukuran badan mu sayang, jadi yang perlu kamu lakukan sekarang adalah pulang dan duduk manis, esok aku akan menyuruh pelayan butik untuk mengantarkan setelan jasnya ke rumah mu." ucap Luna kemudian berharap dengan begitu Arkan segera pergi sebelum Sagara mengetahui pembicaraan keduanya.

"Bagaimana mungkin, lagi pula aku sudah di sini, tanggung amat...sudahlah aku rasa..." ucap Arkan hendak menolak namun langsung dipotong oleh Luna.

"No no kamu harus nurut ya, namanya juga kejutan ya tetap harus kejutan...pokoknya sekarang kamu pulang dan tunggu aku, oke?" ucap Luna kembali sambil mendorong tubuh Arkan agar segera pergi.

"Janji ya?" ucap Arkan kemudian.

"Iya janji, sudah sana pergi dan tunggu aku..." ucap Luna yang lantas di balas anggukan kepala oleh Arkan.

"Baiklah aku pergi, dah sayang...." ucap Arkan pada akhirnya sambil melambaikan tangan ke arah Luna sebelum pada akhirnya berlalu pergi dari sana.

Setelah kepergian Arkan dari ruang ganti tersebut, Luna terlihat mengusap dadanya dengan lega. Luna begitu takut jika sampai Sagara melihat kedatangan Arkan atau bahkan mendengarkan pembicaraan keduanya.

"Untung saja tadi Sagara gak tahu...." ucap Luna dengan perasaan yang lega.

"Gak tahu apa?" ucap sebuah suara bariton yang langsung mengejutkan Luna untuk kedua kalinya hari ini.

"Sagara! Sejak kapan kamu berada di sana?" pekik Luna dengan raut wajah yang tegang, begitu melihat Sagara keluar dari balik sudut tembok di ruangan tersebut.

"Cukup lama, cukup untuk mendengar jika aku hanyalah mainan mu... Oh ya jangan lupakan sebutan tambahan untuk ku ajudan gratisan. Wow Lun...kamu benar-benar luar biasa." ucap Sagara dengan raut wajah yang datar sambil bertepuk tangan, seakan tengah menyindir Luna saat ini.

"Bukan begitu, kamu salah paham Saga aku bisa jelasin semuanya... ya..ya..ya...kamu harus percaya padaku." ucap Luna mencoba meraih tangan Sagara namun langsung di tepis olehnya.

"Sudah cukup Lun, aku mulai lelah sekaligus muak dengan permainan mu. Jika pernikahan yang kau bicarakan juga adalah permainan yang kau susun untuk menghancurkan ku, maka cukup sampai di sini, aku menyerah!" ucap Sagara dengan tegas.

"Percayalah kepada ku Saga! Aku mohon kali ini saja..." ucap Luna kembali menekankan bahwa semuanya hanyalah salah paham semata.

"Percaya? Percaya bagian mananya? Perkataan mu yang mengatakan bahwa akan menikahi Arkan? Perkataan mu yang mengatakan bahwa semuanya itu palsu? Atau perkataan mu yang mengatakan bahwa aku adalah bodyguard gratisan mu? Sudah cukup Lun... Aku menyerah.." ucap Sagara sambil melepas jas yang ia kenakan dan melemparnya tepat di atas kursi, sebelum pada akhirnya berlalu pergi.

"Tunggu bukan begitu... Saga ku mohon dengarkan aku.... Arggg sial!" pekik Luna berulang kali sambil berusaha untuk menyusul Sagara, namun terhalang karena beberapa kali terjerembab oleh gaun yang ia kenakan.

Luna menatap kepergian Sagara dengan nanar, sepertinya pria itu kali ini benar-benar salah paham kepadanya. Entah bagaimana lagi Luna harus menjelaskannya kepada Sagara, namun yang jelas semua ini memang kesalahannya.

***

Area parkiran

Luna keluar dari butik tersebut dengan raut wajah yang sendu, Fitting baju yang seharusnya penuh kebahagian malah menjadi kacau balau seperti ini.

Luna mengedarkan pandangannya ke area sekitar dan yang Luna dapati hanyalah sebuah kesendirian. Ditatapnya langit cerah berawan biru hari ini dengan tatapan yang kosong, sepertinya harapan untuk merubah masa depannya apakah akan sia-sia?

"Apakah semuanya akan berakhir dengan masa depan yang sama? Mungkinkah semua yang ku lakukan hanya akan berakhir sia-sia semata? Oh Tuhan cobaan apa lagi ini?" ucap Luna dengan tatapan penuh harap, jika usahanya akan berhasil.

Luna membawa langkah kakinya dengan lesu menyusuri jalanan menuju ke arah trotoar bahu jalan. Entah apa yang sedang berputar di kepalanya saat ini, tapi yang terpenting sekarang sepertinya adalah memesan sebuah taxi online untuk ia pulang.

"Seharusnya sih bentar lagi sampek..." ucap Luna sambil celingak celinguk mencari keberadaan taxi online yang ia pesan beberapa menit yanh lalu.

Beberapa menit berlalu dan Luna masih menunggu di tempatnya, sampai kemudian sebuah bel dari mobil yang berada di bahu jalan lantas membuyarkan lamunannya saat itu.

"Masuk!" ucap seseorang yang sangat ia kenal dari balik kaca mobil.

"Sagara? Bukankah kamu? Bagaimana bisa?" tanya Luna dengan raut wajah yang bingung begitu mengetahui jika si pengemudi adalah Sagara.

"Masuk!"

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!