NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Untuk Membalas Dendam

Terlahir Kembali Untuk Membalas Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hamzari20

Isabella Catherine Davis, dikhianati oleh pria yang ia cintai dan saudari angkatnya. Di penjara, di siksa hingga meninggal. Saat dia menganggap itu adalah akhir segalanya. Ternyata keajaiban yang tak pernah terbayangkan terjadi padanya. Dia mengulang kembali waktu ke masa lalu dan dia bersumpah akan membalas setiap pengkhianatan, tetes air mata dan penderitaan yang ia alami pada mereka yang sudah berkhianat. Lalu apakah Isabella akan berhasil mengubah segalanya? Atau kelahirannya hanya akan mengulang luka lama terbuka kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamzari20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 Lelang

Isabella menatap Arion, kilatan itu jelas dia terkejut mendengar pertanyaan Arion padanya.

"Tegang?" napas hangat Arion menyapu wajah Isabella.

"Tidak, aku duluan!"

Isabella berlari pelan menghindari tatapan Arion yang membuat jantungnya tak terkendali.

Sedangkan Arion yang melihat itu hanya terkekeh pelan. Sudut bibirnya tertarik membentuk sebuah senyuman misterius.

Di dalam ruang lelang.

Setiap hal di jual, semua barang di sana tak akan kalian temukan pada tempat lain.

Isabella mengetuk pelan papan angkanya. Dia sedang menunggu sesuatu yang harus dia dapatkan seperti pada kehidupan dulu.

Waktu yang di tunggu tiba. Batu ruby berkilau itu menyapa mata semua orang, mereka merasa takjub saat melihat kilau yang tak biasa itu.

MC membuka harga. Banyak yang menawar, dan Isabella harus berusaha lebih keras lagi hingga tawaran tertinggi yang bisa dia lakukan.

Arion melihat itu, memandang Isabella yang hampir kalah karena penawaran tertinggi dari orang yang duduk di kursi sebelah kanannya.

MC mulai menghitung. Arion melihat tangan Isabella terkepal seolah dia baru saja kehilangan sesuatu yang paling berharga seumur hidupnya.

"Black wolf!" suara serak Arion dengan papan angka yang di angkat tinggi membuat mereka menoleh cepat.

Ucapan keramat dan tidak akan bisa ada yang menandingi harganya saat sosok Arion De Luca menyebut Black Wolf sebagai kode.

Isabella menoleh, dia menatap Arion dengan wajah tak percaya.

"Aku melihat kamu begitu menginginkan itu! Jadi aku beli sebagai hadiah pertunangan!" bisik Arion.

Isabella tersenyum tipis, dia menatap Arion dengan seksama."Kamu tidak takut aku memberikan itu pada Darel?"

"Berikan saja! Uang Arion De Luca tidak akan habis walaupun untuk membeli batu ruby yang sama untuk pecundang!" jawabnya tenang penuh sarkastik.

Isabella hanya terkekeh pelan, dia kembali fokus pada acara itu dan mereka menyelesaikan semuanya dengan baik.

Saat tiba di rumah. Jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam.

Isabella menarik napas pelan, pundaknya terasa berat karena terlalu lama duduk untuk mengikuti acara lelang.

SRET!

Seseorang menarik kasar tangannya. Saat dia menoleh matanya mendelik tak percaya karena sosok Darel ada di rumahnya pada jam tengah malam.

"Kau? Sedang apa di sini?" bentak Isabella. Matanya menatap tak percaya.

"Aku sengaja datang dan sengaja menunggu kamu!" suara dingin Darel menyapa Isabella.

Mata Isabella memicing tajam, seolah dia benar-benar tak suka keberadaan Darel di sana.

"Keluar! Atau aku minta satpam datang!" usirnya.

"Silakan! Apa kamu pikir aku takut?" ucapnya menantang.

"Lalu apa kamu pikir aku main-main?" mata Isabella memandang dengan tajam.

"Kau... Aku benar-benar tidak akan memaafkan kamu untuk ini!" desis Darel.

"Bagus! Jadi keluar sekarang!" usirnya tegas. Menunjuk pada pintu utama rumahnya.

Darel melepaskan cekalan tangannya pada Isabella, dan dia segera pergi dari sana meninggalkan Isabella yang hanya menatap acuh.

"Kau akan menyesal!" ketusnya, sebelum kakinya melangkah ke luar rumah.

Isabella tak menyahut, dia hanya diam dan menatap kepergian Darel dengan sorot mata tajam.

Setelah Darel pergi. Isabella menenangkan jantungnya yang bergemuruh karena tubuhnya yang sudah lelah sejak tadi malah mendapatkan kedatangan Darel.

Sedangkan di luar rumah.

"Lakukan tugasnya sesegera mungkin! Aku ingin rencana itu menghancurkan Isabella!" ucapnya, pada seseorang di sebrang sana.

Darel mengepalkan tangannya. Dia menatap rumah besar Davis yang terang dengan sorot mata dingin dan penuh benci.

***

Isabella masih terlelap saat satu panggilan menyala dan membuat istirahat nya terganggu.

Isabella meraba meja nakas yang memancarkan cahaya hangat dari sana.

"Halo!" suara serak khas bangun tidur.

"Maaf, apa ini nona Isabella?" suara asing yang membuat mata Isabella langsung segar.

"Iya, ini siapa?" tanya Isabella.

"Saya dari kepolisian. Ingin mengabarkan tentang keadaan Tuan dan Nyonya Davis!"

DEGH!

"Mama?" tanya Isabella, suaranya gemetar.

"Benar, kami menemukan mobil ibu anda masuk kedalam jurang dan meledak, jadi kami harap anda sabar dan segera datang untuk mengidentifikasi jenazah!"

Tidak ada jawban sejak petugas selesai bicara. Dan Isabella hanya bisa gemetar dengan wajah pucat.

"Kami tunggu kedatangan anda!"

Setelah itu panggilan berakhir begitu saja dan Ponsel Isabella terjtuh di ranjang besar milik Isabella.

Isabella segera turun dari ranjang tanpa alas kaki dia turun dan berlari kencang menuju luar kamar.

Sedangkan seseorang mengintip dari balik tembok. Dia tersenyum samar dengan mata berkilat senang.

Mengirim pesan pada seseorang di sebrang sana untuk memberikan kode kalau semua rencana tersusun rapi.

Mobil milik Isabella melaju kencang. Di jalanan yang sepi pada pukul dua dini hari.

Menerobos lampu merah. Sekarang pikiran Isabella hanya tentang kedua orang tuanya di kehidupan dulu.

"Jangan! Aku mohon, jika kalian tiada aku tidak berguna kembali mendapatkan kesempatan kedua!" racau Isabella. Tangannya terkepal di kemudi.

Perjalanan menuju tempat kecelakaan cukup jauh. Dengan jalanan yang mulai sepi tanpa kendaraan berlalu lalang.

Sedangkan tanpa Isabella sadari. Dua mobil Van hitam mengikuti dirinya sejak dari rumah tadi.

Di jalanan yang benar-benar sepi. Mobil Isabella di cegat dengan cepat.

CKITT!

BRAK!

Suara decitan ban di aspal yang kering menghasilkan bunyi nyari juga abu yang mulai bertebrangan.

"Si—siapa mereka?" tanya Isabella panik.

DUG!

DUG!

"Buka atau kami hancurkan kaca mobil anda!" suara berat dari seorang pria di depan kaca mobil membuat Isabella ketakutan.

Mata Isabella berkilat dingin. Walaupun ada kilat takut pada matanya. Namun, di tengah setuasi ini dia tak boleh menyerah.

memejamkan matanya. Isabella berusaha menekan pedal gas dan bersiap pergi dari sana dengan memundurkan mobilnya cepat.

Sedangkan di sisi lain.

Arion juga mendapatkan kabar dari anak buahnya yang terus mengawasi Isabella. Mereka melihat Isabella keluar dari rumah menuju arah luar kota dengan penampilan yang cukup kacau.

"Kamu tidak diizinkan pergi lagi. Isabella!" bisik Arion.

1
Irsyad layla
ini sebenarnya keluarga de luca apa Marco bingung jadinya
Hamzari20: Marga Marco untuk Darel dan Marga De Luca untuk Arion
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!