NovelToon NovelToon
Pembantu Tawanan Tuan Mafia

Pembantu Tawanan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Lari Saat Hamil / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: nova sari

Elena Rossi terpaksa menjadi pembantu di mansion Lorenzo De Luca, Tuan Muda Mafia paling kejam di New York, untuk melunasi hutang ayahnya.

Hari pertama kerja, Elena tidak sengaja melihat rahasia gelap Lorenzo di lantai tiga.

Sejak itu Lorenzo mengurungnya.

"Kau sudah melihat rahasiaku. Sekarang kau milikku. Kau tidak boleh keluar dari rumah ini."

Elena ingin kabur, tapi semakin dia membenci Lorenzo, Lorenzo semakin terobsesi padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nova sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Gender Reveral Mafia

Mobil hitam tanpa plat nomor itu melaju dengan kecepatan 180 kilometer per jam di jalan tol menuju pelabuhan tua New York.

Di dalam van, Elena duduk di lantai van yang kotor dan bau solar, tangan diikat tali tambang, kaki juga diikat. Dress hamil putih cantiknya yang tadi pagi dipakai untuk USG dengan Lorenzo, sekarang sudah kotor, robek di bagian bawah, dan penuh dengan gel USG yang masih menempel di perutnya.

Perut buncit kecil Elena yang baru 8 minggu itu sakit sekali karena tadi terbentur pinggiran jendela besi di rumah sakit saat diseret paksa oleh penculik. Elena memegang perutnya dengan kedua tangan yang terikat, wajahnya pucat pasi, keringat dingin mengalir di dahinya.

"Leon... Luna... jangan tinggalkan Mama... bertahan ya nak... Mama sayang kalian... Mama janji akan jaga kalian..." bisik Elena dengan suara pelan dan bergetar sambil menangis tanpa suara. Air matanya sudah habis karena terlalu banyak menangis.

Di depan van, 2 penculik bertopeng sedang menyetir dan menelepon Isabella.

"Nona Isabella, 10 menit lagi kami sampai di gudang pelabuhan tua. Nyonya De Luca ini perutnya sakit, dia terus pegang perutnya, mungkin mau keguguran," kata penculik itu.

Suara Isabella di telepon terdengar sangat puas dan tertawa jahat.

"HAHAHA! Bagus! Biarkan dia keguguran di dalam van itu! Biar dia merasakan bagaimana rasanya kehilangan anak! Biar Lorenzo De Luca merasakan bagaimana rasanya kehilangan ahli waris! Saya mau dia keguguran sekarang juga! Jangan kasih dia minum, jangan kasih dia duduk yang enak! Buat dia stres!"

Elena yang mendengar itu, langsung berteriak dengan sisa tenaganya.

"Isabella! Kamu jahat! Kamu tidak punya hati! Ini bayi tidak berdosa! Leon dan Luna tidak salah apa-apa! Kalau kamu benci saya, benci saya saja! Jangan bunuh bayi saya!" teriak Elena dengan suara serak.

Penculik itu menutup telepon dan tertawa melihat Elena yang menangis.

Sementara itu, di jalan tol yang sama, 5 kilometer di belakang van hitam itu, sebuah mobil Rolls Royce hitam melaju dengan kecepatan 220 kilometer per jam, menyalip semua mobil di depannya.

Mobil itu dikemudikan oleh Lorenzo De Luca.

Kondisi Lorenzo sangat mengerikan. Jas hitam mahalnya robek di bagian lengan karena berkelahi tadi, kepala belakangnya berdarah karena dipukul gagang pistol, darah mengalir ke lehernya yang bertato naga, tapi Lorenzo tidak peduli sama sekali.

Matanya merah, wajahnya penuh air mata dan amarah, tangannya memegang setir dengan sangat erat sampai buku-buku jarinya memutih.

Di sebelahnya, Thomas duduk dengan pistol di tangannya, juga dengan kepala diperban karena dipukul penculik tadi di rumah sakit.

"Tuan Muda, pelan sedikit, Tuan! Kecepatan Tuan sudah 220! Bahaya!" kata Thomas dengan takut.

Lorenzo tidak mendengarkan. Dia terus menginjak gas.

"DIAM THOMAS! ISTRI SAYA DAN ANAK KEMBAR SAYA ADA DI VAN HITAM DI DEPAN ITU! KALAU VAN ITU MENABRAK ATAU ELENA KEGUGURAN KARENA DITABRAK JENDELA TADI, SAYA AKAN BUNUH SEMUA ORANG YANG ADA DI VAN ITU DENGAN TANGAN SAYA SENDIRI! DAN SAYA AKAN BUNUH ISABELLA MORETTI DENGAN CARA PALING KEJAM!" teriak Lorenzo dengan suara yang sangat serak karena menangis dan berteriak.

Di belakang Rolls Royce Lorenzo, ada 10 mobil hitam lain milik pasukan Mafia De Luca yang juga melaju kencang dengan sirine meraung-raung. Semua jalan di New York sudah dikepung oleh anak buah De Luca.

Tiba-tiba, Thomas melihat sesuatu dari GPS pelacak yang ada di gelang yang dipakai Elena. Gelang berlian pemberian Lorenzo itu ternyata ada GPS-nya!

"Tuan Muda! GPS Nyonya Elena menunjukkan dia ada di gudang tua pelabuhan nomor 7! Van hitam itu menuju ke sana! 2 menit lagi sampai!" kata Thomas.

Lorenzo menginjak gas lebih dalam lagi. 240 kilometer per jam!

Di gudang tua pelabuhan nomor 7, gudang itu sangat besar, gelap, bau amis ikan dan solar, dan penuh dengan tikus.

Van hitam itu masuk ke dalam gudang dan pintu gudang ditutup.

Elena diseret keluar dari van dengan kasar dan didudukkan di sebuah kursi kayu yang sudah lapuk. Tangan dan kakinya diikat di kursi itu dengan sangat kencang.

Perutnya semakin sakit. Ada sedikit darah keluar dari dress hamil putihnya di bagian bawah.

Melihat darah itu, Elena semakin histeris.

"Darah! Darah! Bayi saya berdarah! Tolong! Tolong saya! Leon! Luna! Jangan mati! Mama di sini!" teriak Elena dengan tangis yang sangat keras.

Para penculik itu tidak peduli. Mereka malah duduk dan merokok, menunggu Isabella datang.

5 menit kemudian, pintu gudang terbuka.

Masuk Isabella Moretti dengan dress merah ketatnya, kacamata hitam, dan senyum kemenangan.

Isabella berjalan mendekati Elena yang terikat di kursi dengan perut berdarah sedikit.

"Hai, Elena... pembantu tawanan... Nyonya De Luca yang hamil kembar... bagaimana rasanya? Sakit ya perutnya? Berdarah ya? Makanya, jangan sombong punya anak kembar dari Lorenzo... seharusnya itu anak saya..." kata Isabella dengan suara pelan tapi sangat jahat.

Elena menatap Isabella dengan air mata dan amarah seorang ibu yang anaknya mau dibunuh.

"Isabella... tolong... saya mohon... jangan bunuh bayi saya... kalau kamu mau bunuh, bunuh saya saja... tapi jangan bunuh Leon dan Luna... mereka tidak berdosa... mereka masih 8 minggu..." kata Elena dengan suara memohon, sebagai seorang ibu.

Isabella tertawa dan mengambil pisau kecil dari tasnya.

"Telat, Elena! Saya sudah bayar 100 ribu dollar untuk melihat kamu keguguran! Saya mau lihat bayi kembar kamu mati di depan mata kamu!"

Isabella mendekatkan pisau kecil itu ke perut buncit Elena.

Elena menjerit sekuat tenaga.

"JANGAN! LORENZO! TOLONG! LEON! LUNA!"

Tepat saat pisau Isabella hampir menyentuh perut Elena yang buncit kecil itu...

_DOR! BRAK!_

Pintu gudang tua itu didobrak dengan sangat keras oleh mobil Rolls Royce hitam yang melaju kencang!

Mobil itu menabrak van hitam dan menabrak 2 penculik sampai terpental!

Dari dalam mobil, Lorenzo keluar dengan pistol di tangan kanan dan pisau di tangan kiri, kepala masih berdarah, jas robek, tapi tatapannya seperti malaikat maut.

"ISABELLA MORETTI! LEPASKAN ISTRI SAYA SEKARANG JUGA!" teriak Lorenzo dengan suara yang membuat seluruh gudang bergetar.

Isabella kaget dan menjatuhkan pisaunya.

"L-Lorenzo? Bagaimana kamu bisa tahu tempat ini?"

Lorenzo tidak menjawab. Dia langsung menembak kaki Isabella.

_DOR!_

"AAAAKH! Kaki saya!" Isabella jatuh ke lantai memegangi kakinya yang berdarah.

Lorenzo berlari ke arah Elena yang terikat di kursi dengan perut berdarah sedikit. Dia memeluk Elena dengan sangat erat dan membuka ikatan tali di tangan dan kaki Elena dengan pisau.

"Elena! Istriku! Kamu berdarah! Perut kamu berdarah! Leon! Luna! Ya Tuhan!" kata Lorenzo dengan panik melihat darah di dress Elena.

Elena memeluk Lorenzo dengan erat dan menangis di dadanya.

"Lorenzo... perut saya sakit... saya terbentur jendela tadi... saya takut Leon dan Luna mati... saya lihat darah..."

Lorenzo langsung menggendong Elena dengan bridal style dan berlari keluar gudang menuju mobilnya.

"Thomas! Panggil ambulans! Panggil 10 dokter kandungan! Panggil helikopter! Istri saya berdarah! Bayi kembar saya mau mati! Cepat!" teriak Lorenzo sambil berlari dengan Elena di gendongannya.

Thomas dan 20 pasukan De Luca datang dan menangkap Isabella dan 3 penculik itu.

"Tuan Muda, Isabella mau diapakan?" tanya Thomas.

Lorenzo menatap Isabella yang tergeletak di lantai dengan kaki berdarah dengan tatapan paling dingin.

"Bawa dia ke kantor polisi! Berikan bukti dia menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh Nyonya De Luca yang sedang hamil! Saya mau dia dipenjara seumur hidup di penjara wanita paling kejam! Jangan pernah biarkan dia keluar lagi! Dan sita 100 ribu dollar itu!" perintah Lorenzo dengan dingin.

Lorenzo membawa Elena ke rumah sakit dengan mobil Rolls Royce-nya yang penyok karena menabrak gudang tadi. Dia mengemudi dengan satu tangan, tangan satunya memegang perut Elena yang berdarah sedikit.

"Elena, bertahan ya... jangan tidur... ajak ngobrol Leon dan Luna ya... bilang Papa sayang mereka... Papa di sini..." bisik Lorenzo dengan air mata mengalir.

Elena yang pucat memegang tangan Lorenzo yang memegang perutnya.

"Lorenzo... kalau Leon dan Luna tidak selamat... kamu jangan salahkan saya ya... saya sudah jaga mereka... tapi perut saya terbentur..."

Lorenzo mencium kening Elena sambil menyetir 200 kilometer per jam.

"Jangan ngomong begitu, sayang... Leon dan Luna anak-anak kuat... mereka anak Mafia... mereka tidak akan mati... mereka akan lahir dan jadi anak-anak paling kuat seperti Papanya..."

Sampai di rumah sakit St. Mary lagi, 10 dokter kandungan sudah menunggu di depan UGD dengan tandu.

Elena langsung dibawa ke ruang operasi darurat.

Lorenzo tidak boleh masuk ke ruang operasi. Dia hanya bisa menunggu di luar ruang operasi dengan kepala berdarah, jas robek, dan tangan penuh darah Elena.

Lorenzo berlutut di depan ruang operasi dan berdoa untuk pertama kalinya seumur hidupnya. Tuan Muda Mafia yang tidak pernah berdoa, sekarang berlutut dan berdoa.

"Tuhan... saya Lorenzo De Luca... saya memang Mafia... saya memang banyak dosa... tapi tolong... jangan ambil istri dan anak kembar saya... ambil nyawa saya saja kalau harus ada yang mati... jangan ambil Elena, Leon, dan Luna... saya mohon..."

1 jam menunggu terasa seperti 10 tahun bagi Lorenzo.

Pintu ruang operasi terbuka.

Dr. Emily keluar dengan wajah lelah tapi tersenyum.

"Tuan De Luca... selamat... Nyonya Elena dan bayi kembar selamat... pendarahannya hanya sedikit karena benturan, tidak sampai keguguran... Leon dan Luna kuat... detak jantung mereka masih ada... Nyonya Elena hanya perlu bed rest total 1 minggu..."

Mendengar itu, Lorenzo yang sedang berlutut langsung jatuh terduduk di lantai dan menangis dengan sangat keras seperti anak kecil.

"Terima kasih Tuhan! Terima kasih! Leon! Luna! Selamat! Papa di sini!"

Lorenzo masuk ke ruang operasi dan melihat Elena terbaring di tempat tidur dengan perut yang sudah diperban dan di-USG lagi.

Di layar USG, terlihat dua bayi kembar masih berdetak jantungnya.

_Dug... dug... dug..._

Elena tersenyum lemah melihat Lorenzo.

"Lorenzo... mereka selamat... Leon dan Luna selamat..."

Lorenzo memeluk Elena dengan sangat hati-hati, takut menyakiti perutnya.

"Terima kasih, Elena... terima kasih sudah jaga Leon dan Luna... kamu Mama paling kuat..."

Malam harinya, setelah Elena dipindahkan ke ruang VIP dan harus bed rest total, Lorenzo mengadakan acara kecil di ruang VIP itu untuk menghibur Elena yang masih trauma.

Lorenzo membawa balon warna biru dan pink, dan kue besar bertuliskan:

*GENDER REVEAL LEON & LUNA DE LUCA - 8 WEEKS*

*BOY & GIRL - PAPA MAMA SAYANG KALIAN*

Elena yang terbaring di tempat tidur dengan perut diperban, tertawa bahagia melihat balon-balon itu.

"Lorenzo... ini gender reveal ya? Padahal kita sudah tahu dari USG bulan lalu kalau kembar cowok cewek..."

Lorenzo mengangguk dan mencium perut Elena yang diperban dengan lembut.

"Iya, tapi ini gender reveal karena Leon dan Luna selamat dari penculikan hari ini... mereka pejuang... mereka kuat seperti Mamanya... jadi Papa mau rayakan hari ini sebagai hari kelahiran kedua mereka..."

Lorenzo meletuskan balon biru dan pink itu dan keluar confetti biru dan pink di seluruh ruangan VIP.

Elena tertawa dan menangis bahagia bersamaan.

"Terima kasih, Papa Lorenzo..."

Di luar rumah sakit, di kantor polisi, Isabella Moretti resmi dipenjara seumur hidup karena percobaan pembunuhan berencana terhadap ibu hamil. 100 ribu dollar-nya disita.

Keluarga De Luca akhirnya aman... untuk sementara.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!