NovelToon NovelToon
THE TAURUS

THE TAURUS

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Misteri
Popularitas:267
Nilai: 5
Nama Author: DOLPIN

Arka Khontacron adalah pemilik perkebunan anggur terbesar di Buleleng tepatnya di Bali. Arka memiliki saudara kembar laki-laki yaitu Phat Shrabeus kakak nya. Mereka tinggal di Seririt, Nama desanya, Desa Sagara. Desa mereka dalam beberapa bulan ini selalu banyak kasus orang-orang desa yang hilang, terutama wanita. Banyak masyarakat yang komplen ke polisi, tapi hasilnya juga sama. Tapi kasus itu mulai terbuka kembali pada malam itu akibat Arka menemukan mayat Pak Braun Ghum di dalam perkebunan miliknya. Pak Braun ialah pemilik peternakan domba di sebelah perkebunan anggur milik keluarga Khontacron dan juga Arka sering bermain bersama anaknya Sara Mhiomorin waktu kecil. Arka memanggil polisi untuk menyelediki kejadian tersebut, tapi bukannya mencari bukti. Polisi menyeret Arka sebagai tersangka, apakah bisa arka menemukan pelaku yang sebenarnya?
Ini ialah kisah cinta ringan dari Zodiak Taurus, bisakah dia bersabar menghadapi kejadian tersebut atau malah menjadi keras kepala.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DOLPIN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15. SESEORANG MENGAWASI MEREKA

Jam menunjukkan pukul sembilan malam ketika Sara tiba di kantor pemasaran milik Arka.

Bangunan itu berada di bagian depan perkebunan anggur. Lampunya masih menyala, menerangi halaman yang mulai sepi.

Sara berjalan dan melihat Arka sudah menunggunya di depan pintu.

“Kau sudah sampai,” ujar Arka.

Sara mengangguk.

“Maaf agak terlambat.”

“Tidak apa-apa.”

Arka membukakan pintu.

“Bastian belum datang?”

“Belum.”

Sara melihat jam di ponselnya.

“Bukankah dia bilang akan langsung menyusul?”

“Mungkin sebentar lagi dia sampai.”

Mereka masuk ke dalam kantor pemasaran.

Beberapa pekerja sudah pulang. Hanya lampu ruang depan dan beberapa lampu halaman yang masih menyala.

Waktu terus berjalan.

Pukul sembilan lewat tiga puluh.

Bastian belum juga datang.

Pukul sembilan lewat empat puluh lima.

Tetap tidak ada kabar.

Sara mulai terlihat gelisah.

“Arka, tidak kah ini terlalu lama?”

“Sebentar lagi mungkin dia datang.”

“Menurutmu Bastian kenapa?”

Arka melihat ponselnya.

“Aku juga mulai khawatir.”

Hampir pukul sepuluh malam.

Arka berdiri dari kursinya.

“Aku akan telepon dia.”

Namun baru saja Arka hendak menekan nomor Bastian—

Sara tiba-tiba memegang lengannya.

“A-arka.”

Arka berhenti.

“Hm, ada apa?”

Sara mengangkat satu jari ke bibirnya.

“Kau dengar.”

Arka terdiam.

Mereka berdua menahan napas.

Dari luar kantor terdengar suara samar.

Tap... tap... tap...

Kemudian semakin jelas.

Brak!

Langkah kaki.

Cepat.

Tergesa-gesa.

Seperti seseorang sedang berlari menuju mereka.

Arka langsung berdiri.

“Siapa itu!?”

Sara masih memegang lengannya.

Suara langkah semakin dekat.

Tap! Tap! Tap!

Kemudian—

pintu kantor terbuka dengan keras.

“Tolong!”

Seorang pria masuk sambil terengah-engah.

Arka langsung mengenalinya.

“Bastian!”

Bastian menutup pintu di belakangnya dan bersandar sebentar.

Napasnya masih tidak teratur.

Arka segera menghampirinya.

“Kau kenapa?”

Bastian mengangkat satu tangan.

“Tunggu... beri aku napas dulu.”

Sara ikut mendekat.

“Apa yang terjadi!?”

Bastian menarik napas panjang.

“A-aku baik-baik saja.”

Arka masih terlihat khawatir.

“Kenapa kau lama sekali dari tadi?”

Bastian menatapnya.

“Karena aku tidak bisa langsung datang ke sini.”

“Apa maksudmu?”

Bastian melirik ke arah jendela.

Kemudian ia menurunkan suaranya.

“Di tengah jalan menuju perkebunanmu, aku dihadang oleh dua orang.”

Arka langsung serius.

“Dihadang?”

“Benar.”

Sara menegang.

“Siapa mereka?”

“Aku tidak tahu.”

Bastian mengusap tengkuknya.

“Mereka memakai jaket hitam dan helm. Wajah mereka tidak terlihat.”

Arka mengepalkan tangan.

“Mereka tidak melakukan sesuatu padamu, kan?”

“Tidak, tapi motorku dihentikan.”

Bastian menatap Arka.

“Mereka berdiri di tengah jalan. Salah satu dari mereka bahkan mendekati motorku."

“Lalu bagaimana kau bisa lolos?”

Bastian tersenyum tipis.

“Aku memutar balik sebelum mereka sempat melakukan sesuatu.”

Ia menarik napas.

“Aku mengambil jalan lain.”

Sara bertanya pelan,

“Mereka tidak mengejarmu, kan?”

“Kurasa, tidak.”

Bastian mengangguk.

“Sepertinya mereka tidak tahu ke mana aku pergi setelah itu.”

Arka menatapnya serius.

“Jadi kau sengaja memutar jalan supaya mereka tidak tahu kau menuju ke sini?”

“Benar.”

Ruangan kembali sunyi.

Arka berjalan menuju jendela dan melihat ke arah jalan yang gelap.

Dua orang.

Jaket hitam.

Helm.

Mereka menghadang Bastian tepat ketika ia hendak menuju perkebunannya.

Itu terlalu kebetulan.

Sara perlahan melepaskan tangannya dari lengan Arka.

“Jadi... ada seseorang yang tahu kita akan menyelidiki gudang malam ini?”

Bastian menatapnya.

“Itu yang sedang kupikirkan.”

Arka berbalik.

“Berarti mereka mungkin tahu tentang rencana kita.”

Bastian mengangguk.

“Dan kalau mereka memang tahu...”

Ia melihat ke arah perkebunan yang gelap di luar.

“...mungkin gudang yang akan kita periksa bukan satu-satunya tempat yang sedang diawasi.”

Arka terdiam.

Sara menatapnya.

Untuk beberapa saat, tidak ada yang berbicara.

Rencana sederhana untuk memeriksa sebuah gudang tiba-tiba terasa jauh lebih berbahaya.

Bastian kemudian tersenyum tipis.

“Bagaimana?”

Arka mengerutkan kening.

“Apa?”

“Apakah kita tetap akan pergi?”

Arka menatap Bastian.

Kemudian melihat Sara.

Sara mengangguk pelan.

“Aku akan pergi.”

Arka menarik napas.

“Kalau begitu, aku akan pergi.”

Bastian mengambil jaketnya.

“Begitu, baiklah.”

Namun sebelum membuka pintu, ia berhenti.

“Dan kali ini...”

Ia menoleh ke arah Arka dan Sara.

“Jangan sampai ada yang mengikuti kita.”

Di luar, angin malam bergerak melewati barisan tanaman anggur.

Jauh di ujung jalan—

sebuah bayangan tampak bergerak di antara gelapnya perkebunan.

Lalu menghilang.​

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!