NovelToon NovelToon
GARIS DEPAN ( Misi Senyap )

GARIS DEPAN ( Misi Senyap )

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Kehidupan Tentara / Cintapertama
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bojone_Batman

Penugasan di medan perang adalah hal biasa. Namun, menghadapi pengkhianatan di dalam barak asrama dinasnya sendiri adalah pertempuran yang tak pernah ia duga.

Ketika ia memergoki lettingnya sendiri menelantarkan dan menyakiti seorang wanita di sudut pangkalan militer akibat hasutan keluarga, naluri pelindungnya bangkit. Dalam sebuah tindakan nekat demi menyelamatkan kehormatan sang wanita, ia mengambil alih takdir itu. Ia membawanya pergi, melindunginya di garis depan hidupnya, dan menikahinya.

Di bawah naungan seragam lorengnya, ia memulai misi paling rahasia dalam hidupnya.. Menyembuhkan luka batin gadis itu, namun, ia harus menghadapi dendam dari rekan satu lettingnya, dan mencintainya setulus hati tanpa syarat.

Sebab di garis depan hatinya, keselamatan wanita itu adalah perintah mutlak haram untuk gagal.

KONFLIK.. SKIP bagi yang tidak sanggup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Panas.

Bang Oscar membalas telepon dari sana sini. Tugasnya sebagai Danton memang sangat sibuk, terlebih memberi arahan pada para anggotanya.

Pitta tak ingin mengganggu, fokusnya hanya pada tumpukan pakaian, sepatu, tas, pernak pernik, makanan sampai uang cash yang tercecer di lantai kamar.

Pitta yang terlalu fokus pada barangnya sampai lupa bahwa dirinya sedang berada di rumah kontrakan milik Letnan Oscar, bahkan pria itu masih berada disana.

Mata Bang Oscar tiba-tiba melotot melihat Pitta sedang mengganti pakaiannya, ia pun buru-buru menutup gorden jendela ruang tamu dan menutup rapat buru-bur sampai terjungkal dari sofa.

"Astaghfirullah....... Deeekk..!!!!" Bang Oscar sampai menutup panggilan telepon nya sepihak dan menegur Pitta yang ceroboh. Ia menghampiri kamar. "Kalau ganti pakaian, pastikan gorden dan pintunya tertutup rapat. Bisa-bisanya kau..........."

Langkah itu terhenti, mulutnya berhenti bicara saat Pitta masih memakai dressnya, dress satin yang lembut membuat jantung Bang Oscar serasa berhenti berdetak.

"Abaaaaaaangg..!!!!!!" Pekik Pitta.

"Maaf..!!" Bang Oscar berbalik badan. Ia langsung bersandar pada dinding. Sejenak matanya terpejam.

'Maaf???? Haruskah aku minta maaf???? Kenapa juga Pitta harus menjerit seperti itu???? Buat kaget saja.'

Pitta keluar dari kamar, ia langsung memukul Bang Oscar. "Kalau mau tutup ya tutup saja, nggak usah marah. Kenapa Abang tiba-tiba masuk kamar?? Pitta jadi kaget, Bang."

"Weehh.. Pandai betul kau, ya.. Kau yang salah, kau juga yang marah. Inii.. Ini pakaian apalagi, Pittaaaaa?????" Bang Oscar mengusap wajahnya dengan gusar.

"Abang jangan pura-pura lupa. Abang sudah mengijinkan Pitta pakai baju-baju ini di dalam rumah. Ini Pitta ada di rumah lho, Bang." Protes Pitta.

Bang Oscar mati kutu, sebenarnya masalah terbesarnya bukan pada Pitta, tapi lebih pada keteguhan iman nya. Jujur saat ini keteguhan iman nya itu sedang beradu dengan batinnya sendiri.

Ia pun akhirnya mengijinkan dengan perasaan campur aduk.

'Masa iya aku kudu pakai kompresan es batu lagi.'

\=\=\=

Dua bulan berlalu, kesibukan Bang Oscar bertambah dengan menjemput Pitta dari kampus di sore hari, namun ia tetap menjaga Pitta dengan caranya. Ia meminta orang kepercayaannya, sopir keluarga yang bertugas untuk mengantar Pitta ke kampus.

Bukan hal mudah bertemu dengan Pitta di setiap harinya, ada banyak hal menguji kesabaran, ada sikap yang harus ia kendalikan, ada sebuah adab yang ia ajarkan. Namun sebagai seorang pria, ia pun memiliki batas kesanggupan. Tumpukan pekerjaan, tekanan dari senior dan atasan membuat tingkat lelahnya meningkat, pikirannya pun berantakan.

Sore hari itu Pitta pulang dari kampus, ia berbincang sebentar dengan rekan pria di kampusnya, pakaiannya pun sopan saja, tentunya pakaian yang di ijinkan Bang Oscar.

Sebenarnya Bang Oscar bukan tipe pria yang mencampur adukan masalah pekerjaan dan pribadi, namun kali ini gemuruh di dadanya seakan membengkak, dadanya terasa penuh hingga ia seakan tidak dapat membendung amarahnya. Apalagi saat dari jauh, ia melihat pria itu mencoba menyibakan rambut Pitta.

Jika saat itu Pitta tidak menolak sentuhan tersebut, mungkin Bang Oscar akan menghampiri pria tersebut.

Melihat Pitta datang, ia membuka pintu untuk gadis itu, ekor matanya melirik pria yang tadi hendak menyentuh Pitta.

"Siapa dia??" Tanya Bang Oscar.

"Teman satu kelas di kampus, Bang." Jawab jujur Pitta.

"Kalau kamu tadi tidak menghindar, saya injak betul leher temanmu." Kata Bang Oscar.

"Apa sih, Bang. Pitta nggak di apa-apain juga sama Delon. Dia memang suka bercanda."

"Begitu caranya bercanda sama perempuan??? Bagaimana kalau kamu lihat Abang sedekat itu sama perempuan, sopan atau tidak????" Balas Bang Oscar.

"Pitta nggak mau ribut. Pitta pulang sudah kesorean, capek."

"Apa kamu saja yang capek???? Abang hanya mau kamu jaga jarak demi kebaikanmu sendiri, dek..!!" Ucap tegas Bang Oscar.

"Tapi Pitta nggak macam-macam. Pitta benar-benar belajar, kalau Abang nggak percaya, Abang ikut saja Pitta kuliah." Omel Pitta.

Bang Oscar menarik napas dalam-dalam, ia mencoba menahan diri dari emosi. Selama ini tidak pernah ada yang berani bernada tinggi di hadapannya, senior yang tidak bisa di hormati pun akan ia hadapi tanpa takut hingga ia mendapat julukan Jaguar dan Leopard karena buasnya.

Sepanjang jalan terasa sunyi, tidak ada interaksi apapun di antara mereka. Bang Oscar juga menginjak gas mobilnya dengan kencang.

:

Sesampainya di rumah kontrakan, Pitta langsung menuju kamar mandi. Bang Oscar melepas pakaiannya dengan kasar di sofa.

Entah kenapa gemuruh di dadanya tidak bisa reda. ia pun menyambar laptop di ruang tamu yang beberapa waktu lalu ia tinggalkan karena Pitta membutuhkannya untuk membuat tugas.

Dadanya masih terasa sesak dan kesal dengan apa yang di lihatnya tadi. Jemarinya kemudian sibuk dengan mouse nya hingga ia semakin penasaran.

'Apa saja yang Pitta lakukan kalau aku tidak disini???'

Bang Oscar lalu mengontrol CCTV di rumah itu. Tak ada satupun yang mencurigakan, tak pernah juga ada yang datang kecuali pengantar makanan. Keningnya lalu berkerut melihat moment saat Pitta duduk diam dan tegang saat melihat layar laptop.

Kening Bang Oscar berkerut pasalnya ia tidak pernah menyimpan film apapun, kecuali dari Me-tube. Ia yang penasaran menelusuri hingga file pencarian.

"Astaghfirullah hal adzim.." Bang Oscar menepuk keningnya. Ia lalu melanjutkan pencariannya. "Lailaha ilallah." Kini Bang Oscar sampai meraup wajahnya.

'Sh*t, berani betul istriku ini??? Lancang sekali dia. Haruskah ku coba, atau aku masih harus sabar??? masalahnya Pitta masih kuliah. Kalau sampai Pitta hamil.... Aaaahhhh.. mumet nih mikirnya. Kalau begini terus, lama-lama jebol juga.'

Pitta yang sudah selesai mandi langsung berjalan menuju kamar. Bang Oscar terdiam sejenak sambil memijat pelipisnya. Tapi secepatnya ia keluar dari file pencarian dan mandi. Sejak Pitta tinggal di sana, ini kali pertama dirinya mandi di rumah itu lagi.

Beberapa menit kemudian Bang Oscar selesai mandi, langsung masuk ke dalam kamar tanpa melihat Pitta yang sedang berganti pakaian.

"Aaaaaaaaaaaa.." Jerit Pitta. Ia berjongkok menutup tubuhnya.

"Ya Tuhan, dek..!!! Buat apa kamu sejak tadi, kenapa kamu baru pakai pakaian?????" Omel Bang Oscar. Ia kelabakan menghadap ke arah cermin di lemari sambil membenahi handuknya.

"Baang.. Kok.... Be_daa?????" Tanya Pitta lirih.

"Apaa?? Apa yang beda?????"

.

.

.

.

1
Maysuri
alah.... dalah tambah runyam iki toh thor.....
𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋"Asti"•§͜¢•🦢🍒
maulah aku tugasnya cuma rebahan sama scroll hp
dyah EkaPratiwi
😭😭😭 gimana ini ceritanya
Maysuri
thor aq sampai ikut gemetar,lah kok bisa gitu loh.....kmn aj ajudannya
Tanti
mba Nara....konfliknya udah mulai naik yaaa🥹🥹...perasaanq udaah campur aduk bacanya..
ditunggu lanjutanya mba
Tanti
wadooohhh....gawat!!!
Maysuri
wow.....ternyata....
Maysuri
eng....iiii.....eng.....thor🤦
Tanti
luar biasa hukuman yg diberikan pak Dante...selain dapet pahala jg bs perbaiki diri..mantappp

ditunggu lanjutannya mba Nara
Maysuri
klw engk mau sakit hati,lebih baik mundur bang,jngn 1 wilayah,lebih baik menjauh unk menata hati ....🤭
Bojone_Batman: Harusnya yaaa.. tapi SKEP yang menentukan dari pusat
total 1 replies
dyah EkaPratiwi
jangan berdinas disitu bang satria semakin dekat pasti sulit melepas perasaan
Bojone_Batman: Iya, karena pasti akan sering ketemu.
total 1 replies
Tanti
semoga mama dan calon baby nya ga kenapa-napa
Bojone_Batman: Aamiin.. Semoga selalu baik-baik saja.
total 1 replies
Maysuri
aq kira si fita pura" pusing dan keram perut..🤔
dyah EkaPratiwi
semoga kuat ya pitta
Maysuri
semangat buat kapan ber2,...💪💪
Septi Astuti
semoga lekas sembuh dan sehat kembali untuk orang tua mbak Nara.. Aamiin
Septi Astuti: sama-sama mb...
total 2 replies
Tanti
Tetap semangat semua...ingat pesannya mama Dilan💪💪💪
Tanti
seneng lihatnya...Bang Dante, Dilan, dan Bian bs rukun ky gini

lanjut mba Nara👍
dyah EkaPratiwi
semangat pitta
dyah EkaPratiwi
🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!