Menampar si muka dua, menginjak si pria berengsek, cara belas dendam yang berbeda dengan biasanya. Mau liat bagimana sang ratu menyiksa pria berengsek dan si muka dua sampai ketakutan tapi tidak bisa kabur?
Namun kenapa kali ini, dia tidak bersembunyi atau menghindar? Kenapa dia malah terus mengikuti ku?
perhatian!!!
"Ratu" tanda kaya gini artinya itu percakapan bisa
'Ratu' tanda ini tanda nya si tokoh lagi berpikir dalam hati atau bicara di dalam hati
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurelie Valaska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 15
Di saat bersamaan di sebuah vila mewah di pusat kota dia ruang temu terlihat Kaeno dan cassiopea sedang fokus pada laptop nya masing-masing, cassiopea mengetik keyboard nya dengan kecepatan penuh begitu juga dengan Kaeno
TAK...TAK...TAK...TAK...TAK...TAK
"Aku sudah merasa ponsel dan komputer Adnan Bastian! Dan tidak menemukan bukti langsung pembunuh nya terhadap adik mu"Kaeno berkata sambil menekan tombol di keyboard nya
"Seperti yang aku pikirkan! Adnan Bastian sangat berhati-hati, jika tidak, hubungan gelapnya dengan Mona selama setengah tahun ajab terungkap"cassiopea berkata dengan santai sambil memegang dokumen dari salinan percakapan Adnan yang dia print
"Ini adalah video pemantauan du hotel pada malam itu"Kaeno berkata sambil memutar laptop nya menghadap ke cassiopea
Cassiopea menatap video yang menampilkan adik nya di koridor hotel dengan guan pesta
"Perbesar gambar nya, aku ingin lihat bentuk mulut adik ku" cassiopea menyuruh Kaeno memperbesar gambar nya video itu
A-nan
"Dia mengatakan "nan"! Dia tidak akan pergi ke pantai Nyang Nyang sendirian jika tanpa alasan"cassiopea berkata dengan wajah dingin sambil menggebrak meja
BRAK!
"Dimana Adnan Bastian pada malam itu?" cassiopea bertanya pada Kaeno
"Aku hanya punya video pemantauan di luar kamar hotel tetapi dua tinggal di dalam kamar pada malam itu. Dan Mona memasuki kamar nya dan pergi keesokan paginya"Kaeno menjelaskan sambil menatap ke laptop nya
"bajingan dan wanita jalang itu menghabiskan malam mereka di hotel! Aku harus nya lebih keras pada mereka!"cassiopea berkata dengan marah sambil mengepalkan tangannya hingga buku jari nya memutih
"Bagimana kau akan menyiksa mereka? memasukkan mereka ke kamp kriminal internasional?" Kaeno bertanya pada cassiopea sambil bersandar di sofa
Kamp kriminal internasional merupakan penjara rahasia untuk penjahat kelas internasional yang mengerikan dan menyeramkan
Cassiopea menutup mata nya dan menggeleng kepala nya, cassiopea pun membuka mata nya Menatap dengan tatapan predator yang baru saja menargetkan musuh nya dan siap untuk di lumat sampai hancur
"Aku tidak akan menyelidiki kebenaran dari kematian adik ku, jika mereka mati dengan mudah di penjara. Dua di interogasi dengan depresi berat, di ikut oleh fitnah online, dan akhirnya dia sangat tertekan hingga dia memilih bunuh diri dengan melompat ke laut. ini adalah jerat sempurna untuk nya" cassiopea menjelaskan dengan jelas dan tenang
Kaeno menatap dan mendengar dengan seksama semua penjelasan yang di katakan oleh cassiopea
"Adnan Bastian tidak mampu melakukan semua ini tanpa celah, dia pasti sudah dukung oleh orang lain. siapa sebenarnya yang ingin membunuh adik ku?"cassiopea berkata dengan tegas sambil wajah nya menampilkan tatapan sedih dan kosong mengingat kematian Elva yang benar-benar mempengaruhi nya
"Terlalu rumit tangkap saja bajingan dan jalang itu, dsn mereka ajab mengakui semua nya setelah kau memakai beberapa cara khusus" Kaeno berkata sambil menutup laptopnya
"Adnan Bastian hanyalah alat orang lain, dan orang di balik semua ini akan waspada jika pengakuan pemerasan di lakukan"cassiopea menjelaskan sambil berkacak pinggang
"Aku terlahir kembali, orang di balik itu pasti akan gelisah"lanjut cassiopea sambil tersenyum tipis
"Kau ingin dia menantang mu secara langsung?"Kaeno bertanya sambil memeluk boneka kelinci besar nya
"Ya! Untungnya, anu memiliki penampilan dan sosok yang sama dengan adik ku dan itu akan menjadi pekerjaan yang mudah untuk memainkan peran sebagai dia. Terlebih lagi, setiap perubahan emosi ku adalah akibat dari depresi ku"cassiopea menjelaskan dengan tenang sambil menyeringai
"Itu sebabnya kau tidak menyangkal depresi mu di depan publik? itu pikiran yang cemerlang" Kaeno memuji cassiopea yang membusung kan dada nya bangga