NovelToon NovelToon
Dinding Tak Bertelinga

Dinding Tak Bertelinga

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:547
Nilai: 5
Nama Author: Nukhbatul

Seorang wanita yang bernama Winda sudah lama menikah mencoba bermain api dengan teman sekantornya yang bernama Hendra. Rasa cinta & nyaman yang sebelumnya tidak dirasakan olehnya ditemukan dalam diri Hendra. Setelah sepakat meninggalkan pasangan masing-masing.

Hendra justru memilih kembali kedalam pelukan istrinya. Winda yang sudah terlanjur menggugat cerai suaminya merasa kecewa & marah kepada Hendra.

Apa yang dilakukan Winda setelah Hendra & Suaminya tidak didapati ?

BURUAN KEPOIN ??? JANGAN LUPA BACA YAA KISAH KELANJUTANNYAAA !!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nukhbatul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15. Perpisahan

Rutinitas yang sangat membosankan bagiku. Pagi bekerja dikantor. Pulang kerja dikost hanya santai saja. Walau sekarang aku sudah tinggal satu atap dengan kekasihku itu rasanya sama saja. Pagi ini pun bisik-bisik teman dikantor aku sudah bising sekali suaranya. Ada yang menyindir secara halus, ada frontal, ada pula yang mengejek. Hal receh seperti itu tidak aku ambil pusing. Kian hari teman kantor pun sedikit demi sedikit menjaga jarak denganku.

Akhirnya sahabat aku Nunik yang juga teman kantorku mendekatiku dan Bicara denganku.

Ada yang ingin tanyakan kepadaku mengenai kabar miring soal diriku yang tengah hamil dengan orang lain.

"Winda, Maaf ya sebelumnya. Ada yang ingin aku tanyakan..Apa benar kamu hamil bukan dengan suami kamu sendiri". Tanya Nunik kepadaku dengan nada penasaran.

"Benar Nunik, Aku tengah mengandung. Janin yang ada didalam rahimku ini benar bukan dari suamiku". Balasku ke Nunik dengan santai.

"Astagfirullah lalu dengan siapa, Winda ? Aku tidak menyangka kamu berselingkuh dari suamimu itu". Ujar Nunik dengan berhati-hati.

"Kamu tidak perlu tau, nik. Yang pasti kamu sebagai sahabat sekaligus teman aku dikantor ini. Doakan aku ya semoga dilancarkan persalinanku ini". Ucap Winda lapang dada.

"Apakah Hendra yang sudah menghamili kamu, Win ?'. Balas Nunik kepadaku dengan penasaran.

Winda pun hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu. Ia tau ini adalah kesalahan yang tak perlu disesali. Nasi sudah menjadi bubur. Baiknya ditambahkan kecap, ayam, dan topping lainnya sehingga makin enak dan lezat.

Namun ini yang kita bicarakan bukan soal bubur ayam melainkan perjalanan kehidupan aku yang sudah terlanjur basah dan pasti ada resiko yang harus aku tanggung sendiri.

Winda meminta ijin kepada Hendra, Besok hari ia ingin kembali dulu kerumahnya agar bisa leluasa bicara dengan Johan niatnya untuk gugat cerai darinya.

Setibanya didepan pintu rumah yang penuh sejuta kenangan teringat dulu betapa senangnya ia bisa menempati rumah semewah dan setenang serta senyaman ini. Tidak banyak berubah rumahku ini sepertinya aku harus berlapang dada melepaskan apa yang aku punya sekarang.

"Sayang, aku sudah sampai. Kenapa gak kabarin biar aku jemput". Ucap Johan kepadaku dengan penuh perhatian dan lembut.

"Johan, kita harus bicara. Maaf sebelumnya. Aku tau aku melakukan kesalahan tapi mau gimana lagi". Ucapku jujur dengan mengakui kesalahan dengan meneteskan airmata tak kuasa aku pun dipeluk erat oleh suamiku ini.

Dengan tangan bergetar, Johan pun berat untuk mengambil surat ini dari tanganku ini.

"Ini kertas apa Win ?". Tanya Johan dengan penuh keheranan kepadaku..Tatapan tak percaya ini berhasil ia tujukan kepadaku.

Ia tidak percaya kalau aku akan menggugat cerai darinya. Johan merasa sudah memberikan segalanya untukku. Namun bagiku itu semua tidak cukup.

Winda pun menghela napas panjang sambil menangis terisak-isak. "Maafkan aku Johan".Ucap Winda penuh kesedihan terdalam. Tangisanku pun meledak tak sanggup ia berkata-kata. Dan John pun langsung memelukku dan membelai lembut rambutku ini.

"Aku sedang hamil...namun janin ini dirahimku ini bukan benih dari kamu, Johan". Jawab Winda jujur dengan suara bergetar dan menahan napasnya.

Johan pun kaget dan ikut menangis." Lupakan perceraian kita ini ya. Bagaimana kalau kita urus anak kita ini bersama-sama. Aku juga minta maaf kalau selama ini aku sibuk bekerja dan mengabaikan kamu sendiri dirumah". Balas John kepadaku penuh bijak.

Namun Winda kekeuh ingin tetap bercerai dari Johan dan lebih memilih hidup dengan kekasihnya itu, Hendra.

"Maaf Johan, aku tidak bisa menemani kamu lagi. Jadi besok akan aku urus perceraian kita". Ujar Winda memantapkan pilihannya itu.

"Kasih aku waktu, Winda. Aku sangat mencintai kamu dan aku tak ingin bercerai dari kamu, sayang. Balas Johan memegangin erat jemari Winda yang lembut dan halus.

Perlahan Winda pun melepaskan genggaman tangan yang dipegang erat oleh suaminya itu.

Johan pun merangkul pinggang Winda dengan erat dan memeluk mesra istrinya itu.

Namun Winda segera berlari menuju kamar tidurnya.mengemasi barang-barangnya yang masih tertinggal dirumahnya. Ia tidak mungkin membiarkan kekasihnya itu kelamaan dikontrakannya itu. Ia saat ini hanya ingin hidup dan menikah, membangun rumah tangga dengan Hendra. Lelaki yang sangat ia cintai.

Perpisahan antara Winda dengan Johan adalah sebuah takdir. Takdir yang harus ia jalanin saat ini. Berpisah dengan Johan adalah keputusan berat yang diambil olehnya. Ia sadar telah melakukan kesalahan besar didalam berumah tangga selama ini dengan johan maka ia lebih memilih berpisah.

Ia secepatnya harus pergi dari rumah ini banyak kenangan dirumah ini antara ia dengan John. "Winda, baiknya aku yang pergi dari rumah ini..Rumah ini aku bangun niatnya memang untuk kamu dan aku keluar cuma bawa pakaian dan mobil saja ya..Kamu urus saja perceraian kita ini. Jujur Winda, aku tidak ingin cerai dari kamu". Ucap Johan dengan tegas kepadaku.

Ada sesak didadaku dengan ucapan dan kepergian Johan dari rumah ini. Johan bersikap dewasa. Ia tidak menyalahkan aku namun menyalahkan dirinya yang sibuk bekerja tanpa punya waktu untukku.

Sebelum Johan beranjak pergi dari rumahnya. Sekali ia mengucapkan tak ingin berpisah denganku dan kasih ia waktu untuk memperbaiki diri dan keadaan ini semua. Untuk janin yang ada dirahimku. Ia mau bertanggung jawab serta mau membesarkan anak yang kukandung ini. Ya Allah betapa mulianya suamiku ini, namun dihatiku sudah tidak ada ruang untuk suamiku lagi.

"Sayang...sejujurnya aku tak ingin berpisah denganmu dan untuk menebus kesalahanku ini. Ijinkan aku yang bertanggung jawab serta kita besarkan anak kamu ini bersama-sama". Ucap Johan kepadaku jujur.

"Tidak sayang, Biarkan ayah dari anak ini saja yang akan bertanggung jawab kan hal ini. Terimakasih ya Mas John sudah ada niat baik ingin bertanggung jawab serta membesarkan anak yang kukandung ini". Balasku.

Winda sudah mantap ingin bercerai dari Johan karena selama berumah tangga dengannya, tidak mendapatkan kasih sayang dan perhatian. Johan hanya sibuk bekerja dan mencari uang tanpa memikirkan ada istrinya yang kesepian dan sendirian dirumah.

Sementara di rumah kontrakan ada sang ke kasih hati, Hendra yang menungguku sedari tadi. Dia khawatir kalau aku tidak akan bercerai dengan suaminya itu. Diliatnya jam dinding yang sudah menunjukan pukul jam 9 malam.

"Sayanggku... kemana sih, kenapa aku telepon gak diangkat dan aku whattapps tidak dibalas". Batin Hendra dengan gelisah gunda gulana.

Winda tak kuasa menahan tangisan kesedihan dengan suaminya itu, Perpisahan yang sungguh menyakitkan. Walau ia sudah tidak lagi mencintai suaminya itu, namun perpisahan tetaplah perpisahan yang meninggalkan rasa sakit didalam dadanya. Isak tangis malam ini sudah mewarnai rumah ini yang sudah 8 tahun ditempati olehnya dan Johan. Sekarang yang ada hanyalah tinggal kenangan.

Rumah tangga yang dibangun selama 8 tahun yang sudah dijalani antara diriku dengan John akhirnya akan berakhir dengan tragis. Kisah cinta yang mereka rajut yang diawali dengan kasih sayang dan cinta yang tulus kini harus berakhir dengan pengkhianatan dan airmata kesedihan. Tak ada cinta yang abadi. Kisah cinta yang abadi hanyalah milik Allah dengan hamba-nya.

1
Nawa Liya
maaf ya ceritanya bikin aku mual... sampai di sini aja bacanya
Nukhbatul: Terima kasih atas masukannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!