NovelToon NovelToon
Lord Of The Gods

Lord Of The Gods

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:52.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah mengorbankan wujud fananya untuk menyelamatkan jiwa Su Qingyue, Lin Chen hancur oleh cakar Kaisar Langit dari Ras Naga Sejati.

Sisa jiwanya yang nyaris sirna diselamatkan oleh pengorbanan umur Tian Yu yang memanggil Esensi Phoenix Abadi, mengubahnya menjadi sebuah kepompong api. Atas kehendak Tuan Istana Ujung Takdir, kepompong itu dibuang ke dunia fana murni Kerajaan Chen tempat di mana hukum kultivasi, Qi spiritual, dan ancaman dewa tidak pernah ada.

Ratusan tahun berlalu dalam keheningan, menunggu sang Penantang Langit untuk menetas kembali. Tanpa kultivasi, tanpa tombak dewa di tangannya, namun membawa fondasi fisik gabungan dari Naga, Kekacauan, dan Phoenix Abadi, Lin Chen memulai kehidupan keduanya bukan sebagai monster kehancuran, melainkan sebagai seorang pangeran fana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: Tarian Bayangan

Angin siang di Kota Daun Gugur mendadak terasa sedingin es. Warga kota yang masih selamat telah melarikan diri atau bersembunyi di balik puing-puing bangunan, tidak berani bernapas terlalu keras saat melihat dua orang berjubah hitam menghalangi jalan sang 'dewi pembawa maut' dari langit.

Jian Ling'er memicingkan matanya, cambuk api di tangannya berderak membakar udara fana. Ia memindai Mo Yuan dan Shen Lu dengan Niat Jiwanya.

Hanya kotoran di Tahap Kondensasi Qi Tingkat Puncak? batin Ling'er meremehkan. Namun, instingnya sebagai kultivator elit merasakan kejanggalan. Aura pembunuh yang memancar dari kedua orang ini terlalu pekat, murni, dan tidak kenal ampun. Ini bukanlah aura seniman bela diri fana, melainkan bau darah dari mereka yang hidup di ujung pedang.

Di bawah tatapan merendahkan itu, Mo Yuan justru menoleh santai ke arah Shen Lu.

"Kau kembalilah duluan ke markas," bisik Mo Yuan dengan nada malas, tangannya mengusap tengkuknya yang pegal. "Beri tahu Xie Yan untuk menyiapkan ruang bawah tanah yang paling bau. Aku akan membawakan satu atau dua mainan baru untuk kadalnya."

Shen Lu menatap Jian Ling'er dan kedua pengawalnya sejenak, lalu mengangguk pelan. Ia tidak meragukan kemampuan Kakak Pertama di Paviliun Pembunuh tersebut.

"Jangan terlalu banyak bermain, Kak Yuan. Dan berhati-hatilah, Qi mereka jauh lebih padat dari kita," ucap Shen Lu datar.

Tanpa menunggu reaksi dari pihak musuh, Shen Lu memutar tubuhnya. Teknik Langkah Bayangan miliknya diaktifkan. Dalam satu kedipan mata, tubuh Shen Lu memudar menjadi kabut tipis dan menghilang sepenuhnya dari jalanan, meninggalkan pusaran angin kecil yang menerbangkan debu.

Mata Jian Ling'er membelalak kaget. Ia, seorang ahli di ranah Foundation Establishment Puncak, bahkan tidak bisa melacak ke mana perginya remaja berpedang tadi!

Teknik pergerakan macam apa itu?! Ling'er menggigit bibir bawahnya, kesombongannya seketika tergantikan oleh kecurigaan tingkat tinggi. Tidak mungkin manusia fana rendahan memiliki teknik tingkat bumi! Apakah mereka berdua jenius dari sekte lain yang menyamar? Sekte Teratai Es? Atau Klan Iblis Darah?

Melihat Shen Lu pergi, Mo Yuan kembali memusatkan perhatiannya pada gadis berbaju sutra putih di depannya. Ia tersenyum.

"Nah, Nona Besar yang suka merusak makan siang orang," Mo Yuan melentikkan jari-jarinya. "Sekarang tinggal kita. Mau mulai dari mana? Apakah kau mau menyerahkan hartamu, atau aku harus mematahkan kakimu dulu?"

Jian Ling'er tersentak dari lamunannya, wajahnya seketika memerah karena amarah yang meledak. Ia adalah putri kebanggaan sekte! Tidak ada yang berani berbicara seperti itu padanya, bahkan di Alam Abadi sekalipun!

"Kau pikir teknik kabur temanmu itu bisa menakutiku?!" teriak Ling'er, menunjuk Mo Yuan dengan cambuk apinya. "Katakan padaku! Dari sekte mana kau berasal?! Apakah kalian sudah menemukan lokasi Roh Dunia di planet kotor ini? Bicaralah, dan aku mungkin akan membiarkanmu mati dengan utuh!"

Mo Yuan memiringkan kepalanya, memasang wajah yang luar biasa bodoh dan polos.

"Sekte? Roh Dunia?" Mo Yuan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Apakah itu jenis sekte pemuja babi panggang yang baru? Nona, kalau kau mau merekrutku, setidaknya ganti rugi dulu babi panggangku yang kau hancurkan tadi."

"KAU MENGHINAKU?!" raung Jian Ling'er, amarahnya benar-benar menutupi akal sehatnya. Ia menoleh pada dua pengawal berzirahnya. "Bunuh tikus ini! Cincang dagingnya menjadi seribu bagian!"

"Baik, Nona!"

Kedua pengawal itu, yang juga memiliki kultivasi setara dengan Foundation Establishment Puncak, menerjang maju secara serentak. Tombak perak di tangan mereka memancarkan aura Qi yang mengunci ruang di sekitar Mo Yuan, berniat menusuknya dari dua arah yang berlawanan.

Namun, Mo Yuan tidak menghunus belatinya. Ia bahkan tidak memusatkan Qi untuk menahan benturan.

Saat dua mata tombak itu berjarak hanya satu inci dari leher dan jantungnya, tubuh Mo Yuan tiba-tiba meliuk dengan sudut yang mustahil dilakukan oleh tulang manusia normal. Ia menekuk punggungnya ke belakang hingga nyaris menyentuh tanah, membiarkan kedua tombak itu berbenturan satu sama lain di atas dadanya, memercikkan bunga api spiritual.

Sebelum kedua pengawal itu bisa menarik senjata mereka, Mo Yuan memutar tubuhnya di udara seperti gasing, menendang keras pergelangan tangan salah satu pengawal menggunakan tumitnya.

KRAK!

"ARGH!" Pengawal itu meringis, genggamannya pada tombak seketika terlepas.

Mo Yuan mendarat dengan ringan sepuluh langkah di belakang mereka, membersihkan sedikit debu di bahunya. "Lambat. Sangat lambat. Apakah kalian kultivator dari langit tidak pernah diajari cara bertarung yang benar?"

Melihat kedua pengawalnya dipermainkan, Jian Ling'er kehilangan kesabarannya.

"Mati kau!"

Gadis angkuh itu melompat ke udara. Qi Foundation Establishment miliknya meledak, menciptakan tekanan yang membuat bangunan di sekitarnya runtuh. Cambuk apinya memanjang hingga sepuluh tombak, berubah menjadi siluet ular naga yang membara, menyambar bertubi-tubi ke arah Mo Yuan.

SLAASH! SLAASH! BAAAM!

Jalanan hancur berkeping-keping. Kawah-kawah api bermunculan setiap kali cambuk itu menyentuh tanah.

Namun... di tengah lautan api dan debu yang mengepul, Mo Yuan bergerak layaknya bayangan yang terlepas dari tubuh inangnya.

Ia tidak menangkis satu pun serangan itu. Ia hanya menghindari.

Satu langkah ke kiri untuk menghindari tebasan. Memiringkan kepala ke kanan untuk membiarkan ujung cambuk membakar angin di samping telinganya. Melompat santai melewati sapuan melintang yang menghancurkan dinding batu di belakangnya.

Gerakan Mo Yuan tidak memiliki keindahan seni bela diri. Tidak ada pendaran Qi yang megah. Gerakannya murni efisiensi brutal dari seorang mantan anak jalanan yang diajari cara bertahan hidup Lin Chen. Setiap langkahnya presisi.

Jian Ling'er terus menyerang membabi buta, keringat dingin mulai membasahi punggungnya. Napasnya memburu.

Lima puluh jurus! Aku sudah mengeluarkan lima puluh jurus! batin gadis itu menjerit dalam histeria.

Tidak peduli seberapa kuat Qi yang ia salurkan, tidak peduli seberapa cepat cambuknya berayun, ia bahkan tidak bisa menyentuh ujung jubah hitam orang itu! Serangannya terasa seperti memukul udara kosong.

Ling'er mendarat di tanah, terengah-engah hebat. Qi di dalam Dantian-nya mulai terkuras akibat serangan area yang boros. Matanya membelalak ngeri menatap sosok Mo Yuan yang kini berdiri santai bersandar pada tiang kayu kedai yang tersisa.

Mo Yuan bahkan tidak berkeringat. Napasnya setenang air danau.

"Mustahil..." bibir Jian Ling'er bergetar, kesombongannya hancur berkeping-keping di hadapan realitas yang menamparnya. "Hukum dunia ini membatasi kultivasiku di Foundation Establishment Puncak! Tidak ada yang bisa meremehkan cambuk apiku di tingkat ini! Kau... sebenarnya apa ranah kultivasimu?! Kenapa kau meremehkanku?!"

Mo Yuan berhenti bersandar. Ia memiringkan kepalanya, menatap Ling'er dengan tatapan mata serigala kelaparan yang akhirnya menemukan celah pada mangsanya. Perlahan, ia mengeluarkan sebuah belati dari balik jubahnya.

"Meremehkanmu?" Mo Yuan terkekeh pelan, suaranya sangat serak dan mematikan. "Nona, sejak tadi aku tidak meremehkanmu. Aku hanya sedang mengukur... seberapa besar omong kosong dari para dewa Alam Abadi ini."

Mo Yuan mulai melangkah maju. Niat Membunuh murni yang ia asah di Paviliun Pembunuh Bayangan kini meledak, menekan mental Jian Ling'er hingga gadis itu tanpa sadar mundur selangkah.

"Ranah kultivasi? Kalian terlalu memuja energi hingga melupakan insting," bisik Mo Yuan, belatinya mulai memancarkan kabut hitam tipis yang beracun. "Di duniaku... seorang jenius Foundation Establishment yang mati, harganya jauh lebih murah daripada sepiring babi panggang."

1
Indah Hidayat
kaisar naga beladirinya kok tiba2 dihapus ?
Raden
luar biasa mantap thor
Raden
mantap💪 lanjut kan 💪
Raden
mantap ratu💪
Raden
hajar bro, mulut kok ga dijaga💪
Raden
seru lagi, mantap💪
Rhaka Kelana
Dan akhirnya, yang diinginkan oleh seorang pria adalah rumah yang penuh dengan kehangatan....😍
Budi Wahyono
kaisar naga nya kok gak ada thor ?
Sang_Imajinasi: ada mas bud, ngulang lgi, karena hilang semua bab
total 1 replies
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
keren
Puragabaya
KOPLAK
Su Qingyue ikut Lin Chen dan Tua hitam ke alam Abadi.
Kenapa ana Qingyue lagi di alam Fana 🤣🤣
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
DIFAN2: Novel 'SULUNG' hadir dengan keseruan kisah petualangannya, yuk kak merapat.
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lanjut
Edy Amran. MM
Lanjut.. ceritanya bagus
Rinaldi Sigar
lanjut
EKO BUDI PRASETYO: lha bukannya qingyue di alam abadi SM Lincen, kok BS di alam fana
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Boo Ceng Li
🔥🔥🔥💪💪💪👌👌👌
Tosari Agung
sangat keren imajinasi thor🌹🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!