Setelah 8 tahun, Dara bertemu lagi dengan Luth, mantan pacarnya saat SMA yang dulu koma karenanya. Bukan hanya fisik sang mantan yang berubah jadi tampan, tapi ternyata, Luth juga tak mengenalinya.
"Kamu benar-benar tidak mengenaliku?" Dara menatap tak percaya.
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Luth terlihat bingung.
Dara semakin merasa bersalah, karena kemungkinan Luth hilang ingatan karena benturan keras yang sampai membuat dia koma 8 tahun lalu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17
Dara dan Luth janjian bertemu di depan pintu masuk jam 7.30 malam. Tapi sejak sore, Dara sudah sibuk siap-siap. Berjam-jam ia habiskan di depan cermin make up dan hair do. Izin dari kedua orang tua sudah ia kantongi, dan rencananya, ia akan berangkat bersama Elang dan Tania yang juga menonton.
Lokasi konser tak terlalu jauh, tapi untuk jaga-jaga jika jalanan macet, pukul 6.30 Elang dan Dara sudah berangkat. Sebelum ke tempat konser, mereka lebih dulu menjemput Tania di rumahnya.
"Aku harus pindah ke belakang gak nih?" tanya Dara saat Tania hendak masuk ke dalam mobil.
"Udah, gak usah." Tania membuka pintu mobil bagian belakang, lalu masuk.
Mereka lalu lanjut menuju lokasi konser.
Disana sudah sangat ramai saat mereka tiba. Bahkan di pintu masuk sudah terlihat antri. Luth belum datang, mau tak mau, Dara harus menunggu karena tiket dibawa Luth.
"Lo yakin, gak mau gue temenin dulu?" tanya Elang.
"Udah gak usah, kalian masuk dulu aja." Dara gak enak pada Tania jika harus menemaninya menunggu Luth.
"Ya udah, kami masuk dulu." Elang menepuk bahu Dara. "Kalau ada apa-apa, telepon gue."
"Emang mau ada apa, disini ramai, tenang aja."
"Kami masuk dulu ya, Ra." Tania menggandeng lengan Elang, lalu keduanya masuk.
Dara melihat jam diponselnya, sudah pukul 19.30, sesuai waktu janjian, semoga saja Luth segera datang.
Waktu berjalan begitu lambat untuk seseorang yang sedang menunggu. Dara berkali-kali menatap ke arah pintu masuk, ingin segera masuk juga, tapi Luth tak kunjung datang.
15 menit sebelum konser dimulai, Dara menelepon Luth, tapi ponsel laki-laki itu tidak aktif. Meski begitu, Dara tetap menunggu, bahkan saat di dalam, sudah terdengar suara musik pembuka, dan pintu masuk terlihat sepi, ia tetap disana.
Beberapa saat kemudian, konser resmi dibuka, suaranya terdengar jelas dari tempat Dara menunggu Luth. Ia mulai gelisah.
"Kamu kok belum datang juga sih Luth."
Dara rasanya pengen nangis. Ia sendirian disana, menunggu Luth yang tidak bisa dihubungi. Orang yang menjaga pintu masuk beberapa kali menatap ke arahnya, entah apa yang mereka fikirkan.
Setelah mencoba menelepon sekali lagi dan masih tidak aktif, Dara akhirnya menyerah. Ia memesan taksi online, lalu berjalan ke menuju jalan raya. Namun tiba-tiba.
"Dara!"
Suara itu membuat Dara sontak menoleh. Luth berlari ke arahnya. Laki-laki itu berhenti sekitar 1 meter di depannnya dengan nafas terengah.
"Maaf telat. Ada masalah dikit tadi. Udah dimulai ya?" Luth melihat ke arah pintu masuk yang sepi.
"Udah." Dara mengangguk.
"Ya udah, ayo masuk!" Tanpa menunggu persetujuan Dara, Luth langsung menarik pergelangan tangan gadis itu menuju pintu masuk.
Kaki Dara melangkah mengikuti kemana Luth menariknya, sementara matanya menatap pergelangan tangannya yang berada dalam genggaman Luth. Ada sesuatu yang tak bisa ia kendalian, detak jantungnya. Meski ia berusaha mengingatkan diri sendiri jika Luth adalah milik Valerie, jantungnya tetap berdebar kencang karena sentuhan kecil itu.
Setelah melewati pengecekan tiket, mereka memasuki area konser yang gegap gempita.
Di dalam venue, ternyata lebih ramai dari yang Dara bayangkan. Musik terdengar lebih keras, dan lampu sorot dari atas panggung menyinari para penonton yang memenuhi area konser.
Saat penyanyi utama keluar, Dara tampak sangat antusias, begitu pula dengan Luth. Mereka berbaur dengan ratusan penonton lainnya. Namun tiba-tiba, penonton dari belakang meringsek maju, membuat tubuh Dara terdorong dan hampir jatuh, untung Luth yang berdiri di sampingnya, bisa menahan bahunya hingga tak sampai jatuh.
"Kamu gak papa?" Luth terlihat khawatir.
"Enggak." Dara menganggap hal itu biasa saat menonton konser. Ia tak mau terlalu mempermasalahkan.
Tak berselang lama, Dara kembali tersenggol penonton lain, lagi dan lagi, sampai ia merasa tak nyaman.
Melihat itu, Luth menarik lengan Dara, memposisikan gadis itu tepat di depannya.
"Biar gak kesenggol orang lagi." Luth bicara di dekat telinga Dara. Ia ingin menjadikan tubuhnya sebagai pelindung Dara.
Keduanya kembali menikmati konser sambil ikut bernyanyi seperti yang lainnya.
"Nyaman gak?" ujar Luth di dekat telinga Dara.
Yang ada bukan nyaman, melainkan berdebar. Dara bisa merasakan nafas Luth yang menyapu lehernya, bahkan bibir laki-laki itu sedikit menyentuh daun telinganya yang seketika membuat bulu kudu meremang.
"Nyaman gak begini?" Ulang Luth.
"Iya." Dara menoleh, bibirnya nyaris bersentuhan dengan bibir Luth karena laki-laki itu juga kebetulan menelengkan kepala karena ingin menatap wajah Dara.
Buru-buru Dara kembali menatap ke arah depan, sebelah telapak tangannya memegangi dada yang berdebar. Disaat detak jantungnya belum normal kembali, sesuatu kembali terjadi, Luth tiba-tiba memeluknya dari belakang.
Tubuh Dara membeku. Seluruh suara dan orang di sekitar mendadak terasa hilang, satu-satunya yang bisa Dara rasakan, hanya pelukan Luth.
"Sorry. Ada yang dorong dari belakang."
Luth melepas pelukannya, lalu sedikit mundur untuk menjaga jarak.
Konser terus berjalan, namun Dara tak bisa larut dalam suasana. Setiap ada pergerakan kecil dari belakang, tubuhnya langsung menegang.
tapi ya gitu memastikan apa Dara cinta sama Luth saat ini ketika penampilan nya berbeda di banding ketika SMA ternya Anya gayung bersambut,,,maka. dari itu
Luth mengejar Mu. dan ya sedikit bikin ulah 🤣peran pembantu nya Valeri Bia,,makanya Luth percaya kalau ada Diego karena Luth sudah melihat sebelumnya,,,kayanya satpam dan pegawai hotel yang. membantu. Diego keluar sedangkan Luth sibuk meredakan ketakutan Dara,,,,ya sudah Luth ngaku saja
kalau Luth sudah ingat. sudah. keceplosan
🤭🤭 up lupa Luth bilang Diego 🤣🤣🤣🤣