"Briar" seorang wanita muda berusia 20an yang menata kembali kehidupannya setelah mengalami serangkaian kejadian buruk semasa kecilnya, melawan dunia sendirian setelah kehilangan hal-hal berharga dalam hidupnya.
Sifatnya yang polos dan parasnya yang cantik serta kesederhanaannya, mempertemukanya dengan Adrian si tetangga barunya yang tampan sekaligus pemilik sebuah perusahaan.
Adrian yang mendekati Briar tanpa ragu, dan
dalam waktu singkat hubungan itu berubah menjadi sebuah kehidupan pernikahan. Memberikan kebahagiaan yang tak pernah Briar dapatkan sebelumnya.
Akan tetapi..
Apakah yang membuat pria sesempurna Adrian menikahi Briar dengan sangat terburu-buru..?
Akankah kebahagiaan itu berlangsung selamanya..?
Rahasia apa yang sebenarnya Adrian simpan..?
Akankah cinta mereka menang melawan permainan takdir..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ar's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
0 5 9
Tarik nafas..
Hembuskan..
Bukankah ini saatnya bagiku untuk menengkan diri..?
Hampir di setiap minggu sore, aku pergi ke pantai tidak jauh dari tempat tinggalku. Seperti biasa, aku menggunakan earphone murahanku, dan duduk di tepian pantai dengan beralaskan sepatu putih usangku sebagai tempat duduk, sambil memandang ke arah matahari yang mulai terbenam. Aku memutar salah satu lagu favoritku yang berjudul I always wanna die sometimes dari The 1975.
Aku merasakan sesak di hatiku..
Rasanya aku hanya ingin berjalan lurus kedepan menuju ombak laut dan melangkah lebih jauh dan terus maju menuju kedalam lautan dan membiarkan diriku terbawa gelombang lautan luas. Lalu mati dan menghilang selamanya. Dengan begitu aku tidak akan lagi terlibat dengan dunia yang kejam ini. Hanya saja aku terlalu pengecut untuk melakukan itu. Mungkin.. masih ada secercah harapan, atau mimpi di masa depan, bahwa suatu saat aku akan menemukan kebahagiaan.
-
Perkenalkan, namaku "Briar" tapi aku selalu menyebut diriku sendiri sebagai Oizys : Dewi kesedihan dalam Mitologi yunani yang hidup di dunia nyata. Aku masih berusia 21 tahun. Terlalu muda untuk berfikir tentang kematian bukan?
Aku selalu hidup sendirian dan hanya bekerja sebagai penjahit kecil-kecilan yang buka dari rumah. Aku tinggal di sebuah kontrakan kecil dan bertanggung jawab atas kehidupanku sendiri.
Aku sudah kehilangan banyak hal berharga. Kalau di fikir-fikir hidupku sudah benar-benar kacau sejak awal..
Semua ini di mulai sejak aku baru saja terlahir kedunia. Ibuku bilang ayahku memilih kabur dari rumah, meninggalkan kami dan hidup bersama wanita lain. Ayahku benar-benar menghilang begitu saja, seolah-olah telah di telan oleh bumi.
-
Lalu tepat di usiaku yang ke 5, aku mengalami pelecehan. Dan pelakunya adalah seorang laki-laki yang masih duduk di bangku SMA. Laki-laki itu tinggal di sekitar tempat tinggalku.
Pada awalnya laki-laki itu hanya mengajakku bermain bersama di lapangan dekat rumah yang di sekelilingnya terdapat hutan.
Anehnya dia tidak pernah berhenti memandangiku. Dia sering mengajakku ketempat sepi seperti hutan disisi lapangan dan melakukan hal-hal aneh seperti menyentuhku di bagian-bagian tertentu. Dan parahnya dia pernah menggesekan bagian depannya ke belakang tubuhku, dan sesekali dia memangkuku dan mencoba menggerakan bagian kakinya.
Dia selalu memperlakukan aku seperti seorang perempuan seusianya, dia mengajakku berbaring di atas rumput dan menatapku dari samping. Dia juga menyentuh bibirku dengan jari jempolnya sambil mengatakan betapa dia menyukaiku, dan baginya aku adalah gadis tercantik. Tanpa memandang usiaku, dia selalu tanpa ragu memeluk tubuhku dan menciumku di bagian-bagian tertentu.
Dia juga sering mengatakan bahwa dia sangat mencintaiku. Dan bersikap sangat lembut padaku. Bodohnya itu semua malah membuatku merasa aman dan nyaman. Aku masih sangat kecil saat itu, dan tidak mmahami bahwa itu adalah sebuah bentuk pelecehan. Apakah mungkin itu karena aku tidak punya sesosok ayah? Jadi aku hanya membiarkan semua itu terjadi.
Dengan polosnya..
Aku membiarkan diriku di sentuhnya tanpa pernah mencoba mengatakan apa-apa pada ibuku.. Membiarkan laki-laki itu memilikiku dan menguasaiku.
Dan itu berlangsung hampir 1 tahun lamanya, di setiap kali ada kesempatan.
Namun pada akhirnya masa-masa itu terhenti, ketika ibuku akhirnya memutuskan untuk pindah ke kota lain karena ada pekerjaan dan kami harus pindah kesana.
Tanpa sekalipun aku pernah memberi tahu apa yang sudah terjadi padaku selama ini.
Aku ingat sekali ketika aku bersiap untuk berangkat, aku duduk di teras luar rumahku dan menunggu ibuku yang sedang berkemas di dalam. Laki-laki itu datang menghampiriku sambil menangis dan mengatakan..
"Kamu miliku, dan selamanya akan jadi milikku.." Sambil kedua tangannya mencengkram bahu kecilku dan mencium keningku seolah-olah dia merasa sedih atas kepergianku.
Lalu dia pergi dan berlalu begitu saja setelah itu.. Mungkin ia takut ibuku melihatnya.
Dan akupun berangkat menuju ke kota bersama ibuku, kami pergi meninggalkan semua kenangan buruk di desa dan memulai hidup baru bersama ibuku di perkotaan.
Seiring berjalannya waktu akupun mulai melupakan wajahnya..
-
Penderitaan selanjutnya terjadi ketika usiaku genap 9tahun dimana aku harus merelakan ibuku. Karena ibuku meninggal dunia setelah sakit yang tak kunjung sembuh. Beliau adalah satu-satunya keluarga yang ku miliki, dan akupun harus menerima takdir seburuk ini, di usiaku yang masih sangatlah muda.
Sejak saat itu aku mulai berpindah-pindah tempat tinggal. Terkadang.. aku tinggal di rumah bibiku dari pihak ibuku, kadang-kadang aku tinggal dengan pamanku dari pihak ayahku. Mereka cukup baik, hanya saja keluarga mereka yang tidak begitu menyukai kehadiranku. Mau tidak mau.. Aku di tuntut untuk selalu mampu menyesuaikan diri di berbagai situasi dan dimanapun aku akan tinggal.
Menumpang hidup di keluarga lain, adalah hal yang paling menyedihkan terutama di hari-hari raya atau saat orang-orang merayakan sesuatu.
Aku seperti tak punya harga diri..
Semua kejadian itu membuatku dewasa sebelum waktunya, memberikan rasa trauma yang membekas dan membuatku takut memikirkan hari esok dan seterusnya..