NovelToon NovelToon
Dimadu Di Hari Pernikahan

Dimadu Di Hari Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Single Mom / Bad Boy
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: bunda Qamariah

Dimadu di Hari Pernikahannya. Ditolak mentah-mentah lewat pesan, Naura Kirana, gadis bercadar yang harus menanggung malu di hari pernikahannya.

Demi menyelamatkan keluarga, Cakra, adik mempelai pria terpaksa menggantikan posisi kakaknya.


Namun, alih-alih melindunginya, Cakra yang sejak awal membenci wanita bercadar itu justru langsung membawa dan menikahi kekasihnya sendiri tepat di hari yang sama, memadu Naura di depan mata.


Di balik itu semua, ternyata, Komandan Anggara yang merupakan calon suami Naura, tidak pernah menolaknya, semua terjadi hanya salah paham.


Pembatalan itu murni ulah licik bawahan Anggara yang merupakan seorang wanita yang terobsesi padanya.


Lalu, bagaimana kelanjutan nasib Naura? Apakah Anggara berhasil meluruskan semuanya? bagaimana kisahnya saat tiba-tiba hadirnya seorang gadis yang berusia 6 tahun yang ternyata merupakan anak kandung Naura? siapakah ayahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bunda Qamariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penuh Sandiwara

"Pasien berikutnya," panggil Suster, mempersilakan pasien untuk masuk ke dalam ruangan dokter.

Seorang wanita dengan penampilan anggun berdiri dan masuk ke dalam ruangan Naura. Setibanya di dalam, wanita itu langsung memperhatikan penampilan dokter tersebut, dari atas sampai bawah, dan dari bawah sampai atas.

Baginya tidak ada yang menarik. Biasa saja, jelas tertulis di depan baju dinas dokter wanita tersebut bernama Naura Kirana.

Naura menyambut pasien dengan ramah, "Silakan duduk," tutur Naura, sembari tersenyum dibalik cadarnya.

Wanita itu yang tak lain adalah Dalia. Dimana sengaja datang sebagai pasien, langsung mendudukkan tubuhnya di depan Naura dengan gaya angkuh.

Matanya terus menatap mata Naura tanpa berkedip. Dia penasaran seperti apa sih wajah dibalik cadar itu, sehingga membuat Anggara bisa suka sama wanita itu, bahkan memiliki anak bersamanya.

Ternyata, Dalia sengaja mendatangi rumah sakit untuk menyelidikinya. Dan setelah dia melihat, di benaknya cuma 1, tidak ada yang istimewa, cuma wanita biasa.

"Kalau boleh tahu, apa keluhannya Mbak?" Naura mulai bertanya pada pasiennya.

"Saya hanya sering merasa pusing, apalagi kalau melihat wanita bercadar yang sok suci kayak kamu," tutur Dalia, tiba-tiba membuat Naura terperanjat.

Dia langsung mengerutkan dahinya, "Maksud Mbak? Apa ya? Saya tidak mengerti?"

"Saya bilang, gak usah sok suci..." tuturnya, penuh penekanan.

"Maaf, tapi di sini saya sebagai dokter untuk menanyakan pada pasien tentang keluhan mereka. Kalau soal membahas masalah pribadi, mungkin bisa di luar. Tolong Anda mengerti di luar masih banyak yang menunggu," Naura masih berusaha tenang, menghadapi wanita itu, yang tiba-tiba terdengar sinis padanya. Padahal mereka tidak saling kenal.

Wanita itu kemudian tersenyum manis, "Saya cuma bercanda, kebetulan saya sedikit sensitif kalau menghadapi wanita yang serba tertutup tapi munafik," ucapnya lagi.

Naura tahu, kalau wanita itu tidak bercanda. Akan tetapi dia tetap tersenyum karena sadar dia harus profesional dalam pekerjaannya dan tidak bisa terbawa emosi.

"Baiklah, kalau begitu apa keluhannya selain pusing?"

"Gak ada, cuma pusing aja."

Naura pun langsung memeriksa Dalia, sama sekali tidak tahu tujuannya hanya datang melihat dirinya.

"Baiklah, jantung oke, begitupun dengan yang lain. Nanti saya akan buatkan beberapa resep obat untuk meredakan sakit kepala iya," tuturnya Naura.

Tanpa diduga, wanita itu langsung berdiri dari ruangan Naura. Dia bahkan tidak berpamitan.

Naura terheran-heran, menatap punggung Dalia yang pergi. Berpikir dalam hati, siapa sebenarnya wanita itu?

Dan sepertinya wanita itu tidak benar-benar sakit. Sebagai seorang dokter, tentu saja Naura bisa membaca situasi. Akan tetapi, dia tidak ingin terlalu ambil pusing. Lebih menjaga pekerjaannya, dan tidak ingin bermasalah dengan pasien manapun.

______

"Cuman segini, uang yang bisa kamu kasih ke aku, hah!" melempar amplop uang itu ke wajah putrinya.

Wanita itu mendengus kesal, "Emang Ayah mau berapa, sih! itu banyak lho Yah! 50 juta!"

"Cih! 50 juta mana cukup. Ini itu kalau dibawa ke meja judi, cuman dipake tidak sampai sejam!"

"Kalau begitu, Ayah berhenti saja berjudi! lihat ibu yang sakit, akibat Ayah paksa jual ke rumah bordil! Apa nggak puas? Ibu sama aku udah kasih semua yang Ayah inginkan, tapi Ayah juga gak bisa berubah!"

"Berani kamu ah!"

PLAK!

Pria paruh baya itu, langsung menampar putrinya.

Nada yang geram, langsung berdiri mendorong Ayahnya mengusap bibirnya yang berdarah.

"Kalau nggak mau 50 jutanya, biar aku ambil lagi buat ibu!"

"Berani kau!" ayahnya langsung menendang perutnya.

Tendangan itu, membuat Nada kesakitan dan memegang perutnya.

Dia mengambil uang di dalam amplop coklat. Kemudian berlalu pergi membawa uang itu ke meja judi.

"Orang tua nggak waras!" Umpat Nada.

Pertengkaran itu terjadi di sebuah lorong yang tidak jauh dari rumah sakit, kebetulan Naura yang ingin pulang tidak sengaja melihat pertengkaran seorang wanita yang tidak asing.

Dia pun mendekatinya, kaget karena itu adalah Nada madunya.

Nada yang melihat Naura, langsung mendengus. "Ngapain lo lihat-lihat?" ujar Nada masih terus mengusap bibirnya yang berdarah.

Naura tetap berjalan menghampirinya, "Apa yang terjadi denganmu?" tanya Naura.

"Gak usah nanya-nanya! Bukan urusanmu!"

Nada ingin pergi, namun Naura memegang tangannya menghalanginya.

"Tadi itu siapa? Kenapa kamu tidak lapor ke polisi saja?"

"Mau lapor ke polisi? itu Ayah aku!"

Naura kaget. Ayah?

"Kalau ayahmu, kenapa dia kasar sekali? Sebenarnya apa yang terjadi, aku dengar tadi ayahmu meminta uang. Dan... bukannya kau istrinya Pak Direktur? Kenapa enggak minta uang saja dengan suamimu?" Tanya Naura, sengaja memancing Nada.

"Suami aku, suami kamu juga kali!" ketus Nada, terdengar kesal.

Sepertinya pancingan Naura tidak berhasil, Karena wanita itu masih tidak mau bicara.

Naura memperhatikan penampilan Nada yang sangat jauh berbeda dari yang sering dia lihat. Penampilannya kacau berantakan, mata seperti mata panda, terlihat jelas kurang tidur.

"Kamu kan, yang sudah mengadu sama mertuamu tentang aku?" tanya Naura, tiba-tiba.

"Kalau iya, kenapa? Aku iri sama kamu! Kamu lebih disukai sama Mama Safira. Sementara aku enggak dilirik. mentang-mentang aku cuman istri kontrak, aku diabaikan!" Akhirnya, Nada mau bicara juga.

Mendengar itu, Naura kaget, "Apa maksudmu?"

Nada melihat sinis ke arah Naura.

"Kamu pikir? Aku itu beneran pacarnya Pak Cakra yang dinikahi?"

"Aku juga wanita bayaran, dia itu nggak bisa move on dari wanita yang sudah mati itu!" Lanjut Nada.

Naura tidak percaya, dengan apa yang baru saja dia dengar.

"Jadi, maksud kamu... kamu..." Naura tidak bisa melanjutkan ucapannya.

"Iya, aku butuh uang banyak!" ujarnya, tiba-tiba matanya berkaca-kaca, tapi masih bernada ketus.

"Aku nggak pernah benar-benar jadi istrinya, aku cuma wanita bayaran yang tertulis dalam kontrak. Ayahku pemain judi, menjual ibuku ke rumah bordil. Aku hanya anak jalanan, aku iri sama kamu yang berpendidikan makanya aku berusaha untuk menjatuhkanmu."

"Tapi setelah menjatuhkanmu, aku nggak dapat apa yang aku mau. Karena aku tetap sama. Juga, maafkan aku!" ujar Nada, meminta maaf, namun melempar pandangannya seolah-olah berusaha terlihat baik-baik saja dengan gaya gengsinya.

Naura simpati melihatnya, dia berpikir dia adalah wanita yang paling menyedihkan. Ternyata ada yang lebih menyedihkan daripada dia.

"Mata kamu kayak nggak pernah tidur," tanya Naura lagi.

Nada mengusap matanya, "Aku udah dua hari nggak pulang, ibu aku sakit,"

"Apa Pak Cakra nggak tau?"

"Nggak!"

"Kenapa kamu nggak kasih tau?"

"Untuk apa? Toh dia juga bukan suamiku yang sesungguhnya! Aku cuman istri di atas kertas!"

"Jadi, kamu nggak pernah beneran tidur sama Cakra?"

Menatap Naura horor. "Ya nggaklah!" Ketus Nada.

Naura tidak pernah menyangka, kalau ternyata Nada itu hanya wanita bayarannya Cakra, dan tidak punya hubungan spesial sama sekali.

Bahkan bagi Naura, ternyata Cakra dan Nada yang paling banyak sandiwaranya.

Naura memperhatikan wajah nada, kemudian tersenyum tipis di balik cadarnya.

"Kamu jauh lebih cantik, tanpa makeup menor dan berpakaian seksi," tutur Nada, membuat gadis itu menatapnya tajam.

"Kamu nyindir aku!" Kesal Nada pada Naura.

Naura tersenyum geli, tidak menyangka ternyata mereka berdua itu hanya istri yang penuh sandiwara. Ternyata nasib mereka tidak jauh berbeda.

1
Nar Sih
👍👍anggara ,kecurigaan mu bnr dalila yg tlh mencelakai putri mu ,terus cari tau jga putri mu juga naura dari niat jht si perempuan gila dalalila
airhy_10
akhirnya anggara tau kalau kiki putrinya..gmn nanti klo ibunya tau dia punya anak di luar nikah
bunda Qamariah: 🤣topcer dia🤣
total 3 replies
airhy_10
jangan tinggalkn anakmu naura..bahaya mengintip
airhy_10
anggara suruh anak buahmu aja selidiki..dan selesaikan karir jendral itu😁
Nar Sih
alhamdulilah hsil tes dna bnr klau kiki ank mu ya anggara ,sekarang jujur sja ya anggara kiki dlm bahaya lho
airhy_10
sebenarnya jujur pada kakek gpp..tp semua itu pilihanmu pasti yg terbaik
airhy_10
gmn anggara??apa yg akan km lakukan🤭
Nar Sih
moga org suruhan dalila gk berhasil membunuh kiki
bunda Qamariah: iya, say....
total 1 replies
airhy_10
udh mulai ada rasa yaa naura sama anggara,,tenang naura cintamu berbalas😁
dan anggara ayah anakmu...duhhh hanya di novel yang bisa gini.
jatuh cinta pada bapak anak sendiri🤭
bunda Qamariah: kenapa say🤭 di dunia nyata tiada kah🤣🤣🤣
total 1 replies
airhy_10
semoga cepet sembuh kiki💪
airhy_10
dalia ini knp sih dia kn anaknya anggota militer ya tp kok hatinya busuk..main2 dengan nyawa
Nar Sih
jdi gk sbr nunggu hsil tes dna kiki
airhy_10
cakra akhirnya km punya lawan yg sepadan..mungkin nada memang jdohmu cakra🤭
bunda Qamariah: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
airhy_10
walah..walah...ketauan gk yaa klo wanita itu naura🤨
airhy_10
semoga saja nanti klo tau kiki anak anggara,,cakra tidak jatuh cinta dg naura..
masak mencintai org yg mencintai kakaknya terulang kembali..kasihan juga cakra🤭😭
airhy_10: 🤭🤭🤭siapa tau thorr cakra kn gitu,yg di suka kecantol kakaknya 🤭
total 2 replies
airhy_10
semoga tidak kecolongan lagi...nanti pas hasilnya keluar,,tp nnti gmn jdnya klo anggara tau kiki anaknya..
airhy_10
kog tumben pinterr anggara langsung tes DNA🤭
bunda Qamariah: waduhh 🤦 sungguh terlalu 🤣
total 1 replies
Nar Sih
waah siip 👍anggara ,bnr kmiu


wah sip anggara 👍buruan tes dna kiki biar sgra jls
Nar Sih
pdhl sbntr lgi ketahuan kiki ank kadung mu ya anggara ,grgr pencuri gk tsu diri ,bunda trus kpn ssmua terungkap jdi gemess
bunda Qamariah: Sabar sayangku... tenang 🤭
total 1 replies
Rahmawati Amma
sayang sekali kenapa anaknya bukan laki2 malah perempuan seandainya novel ini ceritanya sampai anaknya dewasa dan nikah sayang sekali ngak bisa diwakilin ayahnya sayang sekali walaupun sudah tau ayah biologisnya author sih kenapa bukan laki2 aja anaknya😮‍💨
bunda Qamariah: iya🤧 kayaknya itu kesalahan fatal🤧 karena tidak bisa jadi wali 🤦
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!