lelah, satu kata yang mewakili keadaan yang Rania rasakan saat ini. sudah 3 tahun pernikahan nya dan kevin berjalan. namun tidak sehari pun Kevin menganggap Rania sebagai istrinya.
" kapan kamu berhenti berselingkuh? dan menganggap aku sebagai istri mu?" tanya Rania dengan suara pelan dan nada lelah.
" saat kau mati" jawab Kevin dingin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 15_ my little baby
Sepanjang film di putar, hanya Alaska, Haruna dan gizel yang paling menikmati film tersebut. Sedangkan kau sibuk melirik Haruna mencari cara agar mereka bisa lebih dekat.
dan Luna? dia menyadari itu semua. Sedari tadi dia memerhatikan gerak gerik kai yang sangat mencurigakan.
" ada yang tidak beres" batin Luna.
" Haruna" panggil kai pelan hampir berbisik di telinga Haruna seakan takut menganggu Penonton lain.
" iyaa, kenapa kak?" tanya Haruna menoleh ke arah kai.
begitu dia menoleh, wajah keduanya langsung bertemu, mata mereka langsung bertatap dalam jarak yang dekat. Namun hanya beberapa detik karena Haruna segera menjauh.
" eh! sorry" ujar Haruna merasa tidak enak
"tidak papa" ujar kai tidak mempermasalahkan nya, karena memang itu yang dia mau. " boleh aku titip ponsel ku di dalam tas mu? Capek pegang terus" ujarnya.
Alasan? Ya tentu saja cuma alasan. Dua mencari cara agar setelah ini mereka bisa bertemu lagi. Soal ponsel sebenarnya bisa saja dia masukin ke saku celana nya.
" boleh" jawab Haruna tidak keberatan. Toh cuma nyimpan hp, hp Alaska juga ada di dalam tasnya.
" terimakasih" ujar kai merasa senang karena rencananya sudah berhasil.
film berlanjut hingga selesai. Setelah selesai dari sana mereka memutuskan untuk pulang karena malam sudah mulai larut.
Luna, gizel dan kai pulang di satu mobil. Sedangkan Haruna pulang dengan Alaska, sama seperti saat mereka berangkat tadi.
kai lebih dulu mengantarkan luna karena rumah Luna lebih dekat. Lalu barulah dia mengantarkan gizel.
" thanks you zel, lain kali kita bisa main bareng lagi kan?" tanya kai sebelum gizel turun dari mobil.
" of course, kamu bisa menganggap mereka juga teman mu" ujar gizel tanpa merasa keberatan ataupun curiga sedikitpun.
" okee, aku pulang dulu ya, sudah larut" pamit kai
" iyaa, hati hati. thanks udah anterin sampai rumah" ujar gizel tulus lalu dia segera turun dan berjalan masuk ke lobi apartemen.
baru saja gizel masuk ke dalam apartemen nya dan berencana untuk bersih bersih sebelum tidur. namun tiba tiba ponselnya bergetar menandakan ada panggilan masuk.
" Luna? Kenapa dia nelpon? Baru juga pisah" gumam gizel heran lalu dia menjawab panggilan tersebut.
" *Lo udah sampai di apartemen*?" tanya luna
" udah, baru aja masuk" jawab gizel seadanya.
" *gw mau cerita, gw curiga sama kai*" ujar Luna
" curiga kenapa? Perasaan tadi baik baik aja" tanya gizel heran.
Menurut gizel tidak ada yang perlu di curigai. tadi juga baik baik aja kan? Nggak terjadi apapun. sikap kai juga biasa aja.
" *nggak baik baik aja el, kamu nggak sadar? dari awal kita kumpul sama Haruna dan Alaska kai sudah mencari celah untuk mendekati Haruna*"
" perasaan kamu aja kali lun, aku nggak lihat ada yang aneh tu"
" *kamu kan emang susah peka sama sekitar mu, makanya kamu bisa di bodohi dengan mudah sama*\_" Luna menghentikan ucapannya saat sadar dia hampir menyebutkan nama Kevin " *intinya aku curiga sama dia, dia pasti sedang merencanakan sesuatu. Contoh ya seperti ingin merusak hubungan Alaska dan Haruna. Tapi*...."
" tapi apa?" tanya gizel penasaran.
" *tapi bukan cinta, aku nggak lihat tatapan cinta dari kai ke Haruna*"
Menurut gizel ini tidak masuk akal. Masa iya kai ingin melakukan hal yang tidak penting itu? Apa lagi tanpa cinta. Kai seorang aktor, dia pasti sibuk nggak akan Sempat merencanakan untuk melakukan hal yang tidak penting seperti itu.
" itu cuma perasaan kamu aja lun, nggak usah di pikirkan. lebih baik sekarang kita tidur, aku udah lelah dan ngantuk " ujar gizel.
" *terserah kamu kalau nggak mau percaya. tapi aku sarani kamu harus hati hati sama dia. Ingat, banyak kasus tentang aktor yang tidak menyenangkan " peringat Luna*
" oke darling, good night " ujar gizel memilih mengakhiri panggilan mereka karena dia sudah sangat mengantuk.
Pagi ini gizel terbangun oleh suara dering ponselnya. Dia meraih ponselnya melihat banyak panggilan tak terjawab dari kontak yang di beri nama my little baby.
" my little baby?" gumam gizel tidak mengenali nama kontak tersebut.
Gizel mencoba menghubungi kembali nomor tersebut, namun tidak tersambung. entah kenapa jantung nya tiba tiba berdebar, dan juga perasaan nya tiba tiba jadi gelisah dan tidak tenang. Seperti mengkhawatirkan sesuatu, namun tidak tahu apa.
" kenapa perasaan ku tiba tiba seperti ini? Apa yang terjadi?" gumam gizel menyentuh dadanya.
Gizel mencoba menghubungi nomor tersebut, dia mencoba sampai beberapa kali . Tapi tetap saja tidak dapat di hubungi.
Gizel melihat nomor tersebut, +44 20 7946 0851, ini jelas bukan nomor orang Indonesia. gizel yang sudah pernah tinggal di London jelas tahu jika ini nomor negara London.
" siapa dia? apa dia teman ku saat di London?" gumam gizel.
Mengabaikan perasaan gelisah nya. gizel bergegas bangun dari tempat tidur nya lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. setelah itu dia bersiap untuk berkerja.
" aku sarapan di luar saja " gumam nya tidak mood memasak. Bahkan untuk ke toko pun rasanya dia tidak bersemangat. Dia terus mengecek ponselnya menunggu nomor tadi kembali menghubungi nya.
gizel mengemudi dengan perasaan tidak tenang. satu tangan memegang kemudi, sedangkan tangan satu lagi memegang ponselnya.
" apa aku tanya sama Luna ya?" gumam nya berfikir " tapi Luna kurang tahu tentang kehidupan ku di London, apa ku tanya sama Haruna?"
gizel berfikir keras dan mencoba mengingat siapa di balik nomor ini. ingin melihat pesan pesan pun tidak bisa karena nomor ini tidak memakai WhatsApp. Seingatnya ini nomor rumah London.
" ah! Kepala ku sakit" keluh nya memegang kepalanya yang terasa sakit karna dia memaksa untuk mengingat.
" jangan dipikirkan lagi gizel, nangis pasti bakal di hubungi lagi. kalo tidak ya tanyakan saja di grup" ujarnya pada diri sendiri.
Tapi meskipun begitu dia tetap cemas, perasaan nya tetap tidak enak. Gelisah tidak pasti. entah apa penyebabnya.
begitu tiba di toko dia langsung di sambut oleh Kevin yang sedari tadi sudah menunggunya. Kevin segera menghampirinya dan menyapanya.
" morning, kamu sudah sarapan?" tanya Kevin.
Ah sial! Saking cemas nya dia sampai lupa kalo dia harus sarapan. padahal rencananya tadi singgah di restoran dulu sebelum ke toko.
" morning" jawab gizel " aku sudah sarapan di rumah" ujarnya.
Padahal dia tidak berniat berbohong. Tapi entah kenapa mulut nya malah sepontan berbohong. dan lagi berada di dekat Kevin membuat nya tidak tenang dan ingin segera menjauh.
" yaah! Padahal aku berencana mengajak mu sarapan bersama" ujar Kevin.
" sorry, kita lakukan lain kali saja jika ada waktu"
" baiklah" jawab Kevin tidak memaksa" bagaimana dengan makan siang bareng?" tawarnya lagi.
" sorry Kevin, aku lumayan sibuk hari ini"
" ohh seperti itu, baiklah" ujar Kevin tidak ingin memaksa takut jika dia paksa gizel akan risih.
" aku masuk dulu" pamit gizel lalu segera pergi.