NovelToon NovelToon
Di Labrak Selingkuhan Suami

Di Labrak Selingkuhan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:18.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Yurinika tak mengira akan di labrak oleh selingkuhan suaminya. bukan hanya sekali tapi berkali-kali selingkuhannya itu datang dan melabrak dia. memintanya meninggalkan sang Suami Abimana. pria bingung itu justru tak mau meninggalkan keduanya.

hingga akhirnya Yuri benar-benar kecewa kepada Abimana dan saat tahu Sandra adalah anak dari atasannya di kantor membuat Yuri memiliki ide untuk memanfaatkannya.

apa yang akan di lakukan Yuri atas rasa kecewa yang dia dapat dari suami yang sudah dia bersamai dari titik nol sampai mereka menikah dua tahun? ikuti terus ceritanya.

dan jangan lupa baca karya othor lainnya dengan mencari nama pena Yam_zhie.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yurinika 1

"Mas,kok akhir-akhir ini kamu pulang telat terus?" tanya Yuri saat Abimana pulang hampir pukul sebelas malam.

"Aku lembur, Dek! Kamu kan tahu kalau aku saat ini sudah sik jabatan. Tanggungjawab dan pekerjaan aku lebih banyak!"

Yuri terdiam sejenak mendengar jawaban ketus yang dilontarkan Abimana. Pria itu menyelonong masuk begitu saja, melempar jas kerjanya secara sembarangan ke atas sofa ruang tamu sebelum menghempaskan tubuhnya yang tampak lesu.

Yuri melangkah mendekat tanpa suara. Dengan raut wajah yang amat tenang, ia meraih jas kerja milik suaminya untuk digantungkan di kapstok dekat pintu.

"Mas..." panggil Yuri pelan seraya meletakkan gelas air di atas meja kopi, menyembunyikan getaran kecil di sudut matanya. "Baju Mas... kok wangi parfumnya beda banget ya malam ini? Aroma manis kayak parfum cewek."

Abimana yang sedang memejamkan mata di sofa seketika tersentak. Matanya terbuka lebar, dan ada kilatan kepanikan samar yang berusaha ia tutupi dengan dehaman keras.

"Maksud kamu apa sih, Dek?!" sergah Abimana dengan suara yang sengaja ditinggikan untuk mengintimidasi. Ia meraih gelas air minumnya dengan kasar.

"Kamu mencurigai aku yang enggak-enggak?! Aku ini capek baru pulang kerja banting tulang buat kamu, malah dituduh macam-macam!"

"Aku enggak menuduh, Mas. Aku cuma tanya..." sahut Yuri lembut namun menusuk, matanya menatap lurus ke manik mata Abimana yang menghindari tatapannya.

"Udah ah, jangan rewel! Aku mau mandi terus tidur. Capek!"

Abimana berdiri terburu-buru, menyambar jasnya dari tangan Yuri dengan agak kasar, lalu melangkah lebar menuju kamar mandi tanpa berani menoleh lagi.

Yuri tetap berdiri kaku di tengah remang ruang tamu. Ia melirik telapak tangannya yang baru saja menyentuh kemeja Abimana, aroma wangi manis itu bahkan masih tertinggal tipis di jemarinya.

Suara gemericik air dari dalam kamar mandi utama terdengar menderu cukup kencang. Abimana berada di dalam sana, meluapkan kepanikan sementaranya setelah berbohong soal alasan aroma parfum wanita yang melekat di pakaiannya.

Yuri tahu, ia tidak punya banyak waktu.

Begitu pintu kamar mandi tertutup rapat, gerak-gerik Yuri berubah gesit dan terukur. Langkah kakinya begitu ringan tanpa suara saat ia mendekati sofa tempat Abimana tadi melemparkan jas kerjanya.

Yuri menyambar jas tersebut dan membawanya ke dekat lampu meja yang lebih terang. Jemarinya dengan teliti meraba setiap bagian kantong luar maupun kantong dalam jas. Di kantong sebelah kanan, jarinya membentur sesuatu yang keras dan pipih.

Yuri menarik benda tersebut keluar.

Sebuah dompet kulit hitam berbahan mahal. Bukan dompet harian yang biasa Abimana tunjukkan di rumah, melainkan dompet cadangan yang terisi penuh dengan kartu-kartu kredit premium, kartu akses lounge, serta beberapa lembar uang pecahan seratus ribuan baru.

Yuri membuka lipatan dompet itu. Di sela-sela kartu identitas, terselip sebuah struk belanjaan dan nota pembayaran dari sebuah restoran mewah di pusat kota, tertanggal tadi malam pukul sembilan malam. Nama yang tertera di nota pemesanan meja menggunakan atas nama "Abimana & Sandra", lengkap dengan catatan reservasi untuk dua orang.

Cekrek

Yuri mengambil foto bukti itu.

"Sandra?" bisik Yuri.

"Apa kamu berani selingkuh dariku, Mas? Kalau sampai kamu selingkuh! Keterlaluan sekali!"

Saat Yurinika akan mengambil ponsel suaminya, terdengar suara pintu kamar mandi terbuka. Akhirnya dia urung mengecek ponsel suaminya.

Minggu pagi menjelang. Tidak seperti akhir pekan biasanya tempat Abimana selalu mencari-cari alasan untuk keluar rumah, entah dengan dalih meeting dengan klien, mengecek proyek, atau sekadar nongkrong, kali ini Abimana memilih untuk diam di rumah seharian.

Sejak pagi, Abimana tampak begitu rajin. Pria itu menyapu halaman depan, mencuci mobil sedan putihnya di pelataran rumah, bahkan menawarkan diri membantu Yuri merapikan meja makan. Itu semata-mata Abimana lakukan agar Yuri tak terus curiga padanya yang selalu pergi di saat weekend akhir-akhir ini.

"Dek, hari ini Mas di rumah seharian kok, nggak ke mana-mana," ujar Abimana manis saat mereka berdua sedang duduk santai di ruang tengah menikmati teh hangat pada Sabtu siang. Pria itu merangkul bahu Yuri, menyandarkan kepalanya dengan manja.

"Mas mau quality time sama kamu. Kemarin-kemarin kan Mas sibuk banget urus promosi jabatan, jadi jarang ada waktu buat istri tercinta."

Yuri menatap suaminya dengan binar mata yang seolah-olah dipenuhi keharuan dan kebahagiaan.

"Makasih ya, Mas Abi..." sahut Yuri penuh kehangatan yang dibuat-buat, merapatkan tubuhnya ke pelukan Abimana.

"Aku seneng banget Mas ada di rumah. Aku sempat takut kalau Mas bakal capek atau ada urusan luar lagi."

"Nggak dong, Dek! Mana mungkin Mas ninggalin kamu terus-terusan," sahut Abimana jemawa seraya mengecup puncaknya rambut Yuri.

"Tanggung jawab Mas memang besar di kantor, tapi buat kamu... Mas selalu ada. Karena kamu adalah wanita yang selalu ada untuk Mas dalam setiap keadaan..."

Di tengah keheningan siang yang tenang itu, saat Abimana sedang menyandarkan kepalanya di bahu Yuri sambil berpura-pura menonton televisi, nada dering ponsel Abimana mendadak memecah suasana.

Kringgg... Kringgg...

Ponsel harian milik Abimana yang tergeletak di atas meja kopi bergetar hebat. Di layar kaca yang menyala terang, tidak ada nama kontak yang muncul, hanya deretan nomor asing tanpa nama.

Abimana seketika membeku. Senyum manis di wajahnya meluntur, berganti dengan kilatan kepanikan yang luar biasa. Jemari tangannya yang merangkul bahu Yuri mendadak menegang.

Yuri memiringkan kepalanya sedikit, menatap layar ponsel itu dengan raut wajah paling polos.

"Mas... ponselnya bunyi tuh," bisik Yuri lembut, menunjuk ke arah meja kopi.

"Nggak diangkat? Siapa tahu dari kantor atau klien penting?"

Abimana berdehem keras, berusaha menetralkan getaran di tenggorokannya. Keringat dingin mulai merembes halus di sekitar pelipisnya. Pria itu buru-buru meraih ponselnya dari meja dengan gerakan canggung.

"Ah... ini paling cuma nomor telepon penawaran asuransi atau telemarketing nggak jelas, Dek," alibi Abimana terbata-bata.

Panggilan itu mendadak terputus. Namun, tak sampai lima detik kemudian, ponsel tersebut kembali bergetar dan berdering nyaring untuk kedua kalinya. Panggilan bertubi-tubi dari Sandra yang mulai kehilangan kesabaran karena tidak mendapatkan kabar seharian dari kekasih gelapnya.

Abimana menelan ludahnya yang terasa pahit. Ia melirik Yuri lewat sudut matanya. Yuri tetap menatapnya dengan binar mata jernih tanpa curiga, menunggu jawaban suaminya.

Dalam hati, Abimana bertarung hebat. Jika ia menerima panggilan itu di depan Yuri, suara melengking Sandra atau omelannya pasti akan membongkar seluruh kebohongannya seketika. Ia tidak boleh merusak reputasi 'suami idaman' yang sudah seharian ini ia bangun dengan susah payah.

Dengan jemari bergetar, Abimana menggeser tombol merah di layar. Ia menolak panggilan tersebut, lalu tanpa ragu langsung menekan tombol daya untuk mematikan ponselnya sepenuhnya.

BZZZT. Layar ponsel itu seketika gelap gulita.

"Lho, Mas? Kok malah dimatikan ponselnya?" tanya Yuri dengan kening berkerut halus, berpura-pura heran. "Kasihan kalau ternyata ada urusan mendadak dari atasan Mas."

Abimana menghembuskan napas lega yang panjang, lalu menyunggingkan senyum paksa seraya mengusap rambut Yuri.

"Nggak apa-apa, Dek," sahut Abimana mantap, berusaha terdengar sangat meyakinkan.

"Mas kan udah janji, hari Minggu ini waktu Mas seratus persen cuma buat kamu. Mas nggak mau diganggu sama urusan kerjaan atau telepon nggak penting. Biarin aja orang-orang kantor nyariin, besok Senin baru Mas urus."

Yuri tersenyum sangat manis, mengangguk-angguk seolah amat tersanjung dengan perlakuan suaminya.

"Makasih ya, Mas Abi... Mas perhatian banget sama aku," bisik Yuri seraya menyandarkan kepalanya kembali di dada Abimana.

Sementara itu, di dalam unit apartemen mewahnya yang berkarpet tebal, Sandra menghempaskan ponsel pintarnya ke atas sofa beludru dengan napas berburu menahan amarah.

Wajah cantiknya merona merah karena gumpalan kejengkelan yang membakar ubun-ubunnya. Riasan wajahnya yang sempurna sama sekali tidak mampu menutupi guratan kekesalan setelah mendengar suara operator otomatis yang memberitahu bahwa nomor telepon yang ditujunya sudah tidak aktif.

"Kurang ajar! Dimatikan?!" pekik Sandra histeris seraya mengepalkan kedua tangannya erat-erat.

"Bisa-bisanya kamu matiin telepon dari aku, Abimana?!"

Sandra berjalan bolak-balik di ruang tamunya, tumit sepatu hak tingginya mengetuk lantai marmer dengan suara nyaring yang tajam. Dadanya kembang kempis. Selama ini, Abimana tidak pernah berani mengabaikan panggilannya, apalagi sampai mematikan ponsel secara sengaja seperti ini.

"Kamu pikir kamu siapa, hah?! Jabatan kamu, posisi kamu, semua calon masa depan kamu itu ada di tangan Papa aku!" geram Sandra dengan nada suara melengking.

"Awas saja kalau sampai kamu menghilang seharian ini! Ini semua pasti karena istri kampung kamu itu! Besok aku akan membuat perhitungan dengannya besok! Kamu dan wanita itu harus berpisah. Karena aku tak mau kalau sampai keluargaku tahu, aku berpacaran dengan suami orang! Dimana harga diri aku!"

Keesokan harinya di tempat kerja Yurinika.

"Yuri... Ada yang mencari kamu di luar!" ujar Ajeng, teman Yurnika di tempat kerjanya di sebuah coffe shop.

"Siapa Jeng?" tanya Yuri menaikkan sebelah alisnya bingung. Sedangkan Ajeng menaikkan kedua bahunya.

"Nggak tau, tapi dia cewek sih! Kelihatannya cewek orang kayah... Kayaaahhh moneeeeetttt," Ajeng terkekeh membuat yuri mendelik.

Yuri mendengus pelan, lalu melepaskan apron hitam berlogo kedai kopi tempatnya bekerja dan meletakkannya di meja kasir. Langkah kakinya membawa Yuri keluar menuju area outdoor yang sore itu tampak cukup lengang.

Namun, matanya langsung tertuju pada seorang wanita yang berdiri anggun di dekat deretan tanaman hias. Wanita itu mengenakan gaun sutra berwarna krem, kacamata hitam yang bertengger di atas kepalanya, serta tas berlogo merek mewah yang berayun santai di lengannya. Penampilannya sangat mencolok di antara aroma biji kopi yang pekat dan riuh suara mesin espresso.

"Cari siapa, ya?" tanya Yuri ramah, berusaha profesional meski instingnya mulai merasa tidak enak.

Wanita itu berbalik perlahan. Ia melepas kacamata hitamnya, menatap Yuri dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan tatapan meremehkan. bibirnya tersenyum tipis, sebuah senyuman penuh keangkuhan.

"Jadi ini... cewek yang bikin Mas Abi mengabaikan aku?" cibirnya tanpa basa-basi.

Yuri mengerutkan dahi, melangkah satu piksel lebih dekat.

"Maaf? Maksud Mbak apa ya?"

"Nggak usah pura-pura polos," potong wanita itu tajam, suaranya naik satu oktav hingga membuat dua pengunjung di sudut tempat duduk menoleh.

"Nama saya Sandra. Dan saya ke sini cuma mau menyampaikan satu hal. JAUHI ABIMANA!"

1
Mundri Astuti
habislah kau Abimana ...diinjak" harga dirimu sama Sandra...pas banget jadi bonekanya Sandra 😛
Ambu Rinddiany Thea
getek pisan duuuhh . hyg ningali s sandra hancur
sunaryati jarum
Berkas perceraian sudah lengkap Sandra tinggal tranfer atau vidio arogan dan mesummu dengan Abimana viral.
sunaryati jarum
Emak segera kasih 5 🌟 jika Abimana sudah hancur dan Sandra transfer 2 M ke Yuri
sunaryati jarum
🤣🤣🤣🤭 Sandra jika kau ingin segera dinikahi Abimana segera transfer ke Yuri.Dan Abimana silakan menikmati hidupmu yang dikendalikan Sandra.
Ilfa Yarni
kalian bakal hancur lebih2 km abimana
Muft Smoker
mantaf kn Abimana ,,
km udh gx bisa keluar dr cengkraman nenek lampir berkedok malaikat mu😏
ryuka
wkwkwkwk.. makan tuhh abimana jabatan manager kamu
Thewie
abiawak 🤣🤣🤣
Muft Smoker
kalo tau yurii lebih berharga buat km ,,
knp km nekat ,, gila gilaan bersama nenek lampir ,, gila gilaan ,, gila gilaan ,,
lama2 km jd gila beneran Abimana😏😏😏
ryuka
mampus kamu abimana
Ilfa Yarni
skr aja kau udah hancur gmn nanti klo Yuri menceraikan km Dan dia akan bahagia dgn adhyaksa gigit jari kau
Adrian
bodoh kamu abimana nanti kau hancur bersama gundikmu itu
ryuka
baguusss.. semangat teruss thoorrr
ryuka
gilaaaa fix ga tau malu sama sekali 🤣🤣🤣🤣
sunaryati jarum
🤣🤣🤣 Sandra mengumbar sifat tidak ntahu malu, tidak punya sopan santun dan murahan.
Ambu Rinddiany Thea
aslina hyg marabkn ka lauk piranha eta s sandra ..
Fitria Syafei
jeng .jeng .. mengkeret kan Abymana kalau tau Yuri deh di samperin Sandra 😏 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 🥰
nely_48
yuri ketemu kenzie, mrk saling menguatkan
nely_48
apakah afhiyaksa sang duren anak satu ❓❓
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!