NovelToon NovelToon
Aetherist: Takdir Para Terpilih

Aetherist: Takdir Para Terpilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:124
Nilai: 5
Nama Author: seravya

Dahulu sekali, saat dunia ini hanya sebuah dataran luas, para makhluk yang menghuninya bertarung demi sebuah kekuasaan. Satu di antaranya adalah manusia—kaum yang paling lemah.

Pernahkah kalian mendengar tentang para manusia pengendali elemen? Aetherist, begitulah mereka dipanggil.

Berabad-abad lalu sejak para Aetherist pertama berhasil menyelamatkan manusia dan membentengi wilayah mereka dengan Aetherwall. Kini, ancaman dari kegelapan mulai menyeruak keluar.

Para Aetherist muda kini dihadapkan pada tantangan dari sang Penguasa Kehampaan. Perang besar pertama dan terbesar yang pernah mereka hadapi.

Petualangan penuh keajaiban, tekad, semangat, luka, air mata, juga cinta menanti mereka. Kehadiran makhluk lain yang entah menjadi sekutu atau musuh—Elf, Mermaid, Vampire, hingga Werewolf.

Akankah para Aetherist muda ini mampu memimpin umat manusia lepas dari kehampaan, atau justru membawa kehancuran bagi peradaban?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon seravya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Diskusi sengit

Suara ketukan pintu memecah keheningan kamar. Airyn sudah terbangun sejak fajar menyingsing, ini adalah pagi pertamanya terbangun jauh dari Tidebay, di sebuah kota pusat yang asing namun megah.

"Tuan Putri, kami datang untuk membantu Anda bersiap." Ujar salah seorang pelayan wanita dengan ramah.

Airyn hanya tersenyum canggung. Ia mengira akan dibiarkan bersiap secara mandiri, namun ternyata tidak. Sementara itu, Kaelen, sang paman sudah selesai bersiap sejak tadi dan kini sedang duduk santai di balkon sembari menikmati udara pagi.

Kenapa laki-laki selalu punya cara untuk siap-siap dalam hitungan menit? dumel Airyn dalam hati.

Pasrah, Airyn membiarkan beberapa pelayan memandikannya, mengenakan gaun formal bernuansa biru keemasan, serta menata rambut birunya yang indah.

Tak lupa, mahkota dan perhiasan kerajaan Tidebay dipasangkan sebagai simbol kehormatan wilayah mereka.

Selesai bersiap, Kaelen masuk ke dalam kamar. Pelayan lain segera membantu merapikan susunan surai Kaelen, membetulkan lencana, selempang keagungan, serta pin berlogo keluarga kerajaan Tidebay berhias permata biru serenity.

"Tampan seperti biasanya, Paman," puji Airyn tulus.

Kaelen, yang sebenarnya masih berusaha berpura-pura merajuk, hanya menjawab singkat, "Terima kasih."

Walau nada suaranya ketus, Kaelen harus bersusah payah memalingkan wajah ke arah lain agar Airyn tidak melihat sudut bibirnya yang hampir terangkat menahan senyum bangga.

Airyn yang memperhatikan tingkah sang paman hanya bisa menggaruk pelipisnya, mengira Kaelen benar-benar masih marah soal kejadian semalam.

Kereta kuda berornamen ukiran emas mengantarkan mereka menuju Gedung Aliansi Utama. Jalur batu krem bernuansa klasik dipayungi rindangnya pepohonan di sepanjang pelataran.

Dari balik jendela kereta, Airyn melihat beberapa kereta kuda delegasi lain dari berbagai penjuru benua yang sudah tiba.

Begitu kereta berhenti, Kaelen turun terlebih dahulu dan membentangkan tangannya untuk membantu Airyn melangkah turun. Sikap protektif sang paman membuat Airyn yakin bahwa kemarahan Kaelen sebenarnya sudah reda.

Airyn pun menggandeng lengan Kaelen dengan erat saat mereka berjalan menuju pintu utama.

Seorang penjaga pintu berdiri tegap di depan pintu ganda berukir putih-emas. Setelah memeriksa identitas keduanya, ia menyerukan nama mereka dengan suara lantang yang menggelegar ke seluruh penjuru ruangan.

"Raja Kaelen dari Tidebay dan Putri Mahkota Airyn dari Tidebay tiba!"

Pintu besar itu terbuka lebar. Kemewahan Balairung seketika menyapa pandangan mereka. Pilar-pilar emas menjulang tinggi menopang atap berkubah kristal.

Perhatian Airyn langsung tertuju pada deretan meja panjang yang membelah ruangan.

Di sisi kanan, meja panjang kayu kokoh terisi penuh oleh jajaran Dewan Asteria, gabungan dari para profesor senior serta bangsawan netral independen yang tidak terikat pada wilayah mana pun di benua.

Salah satunya adalah Seraphina, wanita itu tersenyum hangat dan mengangguk pelan begitu matanya berselisih dengan Airyn.

Sementara di sisi kiri, terdapat delapan meja terpisah yang diperuntukkan bagi para penguasa elemen dari delapan wilayah.

Sebagian besar meja sudah terisi oleh orang-orang dengan ciri fisik yang unik. Tatapan Airyn berbinar, inilah untuk pertama kalinya ia melihat langsung keberadaan para Aetherist lainnya.

Berbeda dengan para dewan di sisi kanan yang menyambut kedatangan mereka dengan senyuman hormat, para petinggi di barisan kiri menatap kehadiran Tidebay dengan raut dingin dan penuh penafsiran.

"Selamat datang, Yang Mulia Penguasa Tidebay. Perkenalkan, saya Profesor Alistair, penanggung jawab Asteria. Mohon maaf saya tidak bisa menyambut kedatangan Anda berdua secara langsung semalam," sapa seorang pria tua bersurai putih bersih. Kacamata berbingkai kotak terpasang rapi menyelimuti manik mata cokelatnya yang bijaksana.

Kaelen dan Airyn membungkuk hormat. "Tidak masalah, Profesor. Sebuah kehormatan bagi kami bisa menghadiri undangan penting ini," balas Kaelen tenang.

Profesor Alistair tersenyum lembut, lalu menuntun mereka menuju tempat duduk yang telah disiapkan di bagian tengah.

Airyn melirik ke sekelilingnya. Di sebelah kanannya, duduk dua orang pria dengan surai dan iris mata berwarna nila yang langka. Firasat Airyn mengatakan mereka adalah pasangan ayah dan anak. Keduanya menyunggingkan senyum ramah saat bertatapan mata dengan Airyn dan Kaelen.

Sementara di sebelah kiri, duduk seorang gadis dengan surai merah muda (pink) yang sangat anggun. Airyn melemparkan senyum dan melambaikan tangan pelan. Dari gesturnya yang tampak sedikit tersentak dan menunduk malu, Airyn tahu gadis itu memiliki kepribadian yang pemalu.

Meski begitu, sang gadis tetap membalas senyuman Airyn ramah. Di samping gadis itu, berdiri tegap seorang pria bersurai cokelat yang tampak berjaga protektif.

Dari delapan meja wilayah di Astergald, kini hanya tersisa satu meja kosong di barisan mereka.

"Raja Horus dari Solaria dan Putri Stella dari Solaria tiba!"

Suara pengawal kembali bergema. Seorang pria paruh baya melangkah masuk dengan tegap, meski rambutnya telah memutih dimakan usia, mata kuning keemasannya masih memancarkan pendar pencerahan yang tajam. Di sampingnya, seorang gadis seumuran Airyn berjalan anggun.

Gadis bersurai pirang berkilau itu memiliki manik mata senada dengan ayahnya, terbalut gaun putih-kuning berhias tiara emas di atas kepalanya.

Setelah seluruh kursi terisi, Profesor Alistair kembali ke posisinya di meja dewan. Pintu balairung ditutup rapat, menyisakan hanya para petinggi benua dan para pewaris di dalam ruangan.

"Terima kasih atas kehadiran Anda sekalian, Yang Mulia, Tuan, dan Nona sekalian," pimpin Alistair membuka diskusi.

"Kami terpaksa mengumpulkan seluruh Aetherist secara mendadak karena ada kabar krusial yang mengancam masa depan benua kita."

"Apa yang membuatmu sampai harus mengumpulkan seluruh penguasa elemen kemari, Profesor? Bahkan sampai mengharuskan kami membawa para pewaris?" sela Raja Horus dari Solaria dengan nada berat.

"Yang Mulia Horus, hal yang akan kami sampaikan ini berhubungan langsung dengan keselamatan seluruh umat manusia di Astergald," tegas Alistair.

"Tak perlu berbelit-belit, Profesor. Kami semua memiliki urusan wilayah yang tidak bisa ditinggal lama," cetus seorang pria berbadan kekar bersurai cokelat yang mengenakan zirah pelindung tebal.

"Tuan Zack dari Ironridge, saya mohon kesabaran Anda. Dengarkan penjelasan ini terlebih dahulu sebelum Anda menilainya," sahut Alistair sabar.

Atmosfer ruangan mendadak hening dan tegang. Semua mata tertuju pada Profesor Alistair.

"Seperti yang kita pelajari dalam sejarah, berabad-abad lalu dunia ini merupakan dataran terbuka tempat berbagai ras hidup berdampingan. Namun, perang antar-ras mengancam kepunahan manusia, hingga akhirnya nenek moyang kita dianugerahi berkah Aether, menciptakan delapan penguasa elemen seperti Anda sekalian yang hadir di sini," terang Alistair.

Ia melanjutkan, "Setelah perang usai, wilayah Astergald dilindungi oleh kubah sihir pelindung tak kasat mata yang diciptakan oleh para Aetherist generasi pertama, yang kita kenal sebagai Aetherwall. Kubah ini berfungsi mengisolasi benua kita dari makhluk-makhluk asing di luar sana. Namun... beberapa hari yang lalu, tim riset kami menemukan retakan pada Aetherwall di wilayah perbatasan Utara, tepatnya di Ashforge."

"Bagaimana mungkin?! Aetherwall telah bertahan selama ratusan tahun tanpa celah!" seru Raja Horus tak percaya.

"Kami pun sempat meragukannya, Yang Mulia. Sampai akhirnya kami turun langsung memeriksa perbatasan Utara bersama Tuan Arthur dari Ashforge," balas Alistair.

Pria bersurai merah menyala yang duduk di sisi lain meja mengangguk mengonfirmasi. "Ucapannya benar. Saya menyaksikan sendiri retakan sihir itu dengan mata kepala saya sendiri."

"Lalu, bagaimana cara merekatkannya kembali?" tanya pria bersurai nila di sebelah kanan Airyn, Tuan Neil dari Galecrest.

Alistair menarik napas panjang, bertukar pandang sejenak dengan Seraphina dan para dewan lainnya sebelum menjawab.

"Kami belum menemukan cara untuk memulihkan retakan tersebut, Tuan Neil. Menurut perhitungan kami, Aetherwall hanya mampu bertahan selama satu hingga dua tahun ke depan sebelum runtuh total."

"Lalu apa rencana Dewan Asteria sekarang?!" desak Neil lagi.

Alistair menatap satu per satu para pemimpin wilayah, lalu mendaratkan pandangannya pada para pewaris muda.

"Kami menyarankan agar kita mulai melatih dan mendidik para penerus, para Aetherist muda ini untuk siap bertarung menghadapi apa pun yang melintasi retakan itu."

BRAAAK!

"TIDAK!"

Airyn tersentak kaget hingga hampir melompat dari kursinya. Kaelen tiba-tiba menggebrak meja kayu di hadapannya dengan wajah memerah murka, terang-terangan menentang keputusan Dewan Asteria.

1
Nizam Rayna
pada suatu hari ada hidup binatang rusa dia sedang berjalan di
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!