"Huaaaaaa kenapa kepala suami ku hilang? "
Jeritan melengking di sebuah rumah karena ia telah kehilangan sosok suami tercinta, kapan itu terjadi diri nya sama sekali tidak tau
Kampung menjadi heboh karena mereka sama sekali tidak menyangka bahwa kepala manusia bisa hilang dari tubuh nya dan tidak tau kemana.
Siapa pelaku itu?
kenapa ia mencuri kepala di setiap malam bulan purnama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 05. Saksi mata
Bingung dan juga takut kini para warga rasakan ketika sudah ada dua orang yang menjadi korban kepala hilang seperti itu, namun sejauh ini masih tidak ada yang menduga bahwa itu adalah perbuatan sesat dari seseorang atau bahkan orang yang memiliki pesugihan karena mereka mengatakan bahwa yang tinggal di desa ini terlihat biasa saja.
Pak RT juga masih berusaha untuk mencari tahu apa sebenarnya yang telah terjadi di Desa mereka ini sehingga dia berusaha keras dan terus mencari info, tapi Bara warga terus menyimpulkan bahwa tidak ada keanehan selama dua bulan terakhir dan kemungkinan besar ini adalah ulah dari seseorang yang sedang menimba ilmu hitam.
Karena sudah ada prasangka seperti itu maka Pak RT memutuskan untuk menemui Davin dan para teman-teman karena dia memahami bahwa Davin memiliki pengalaman gaib yang cukup dalam, terlebih lagi mereka selama ini juga sudah mengalami beberapa banyak hal di dalam hidup ketika dengan urusan tentang setan dan juga pesugihan.
Davin terdiam seketika saat Pak RT mengatakan bahwa bisa saja ini adalah ulah dari seseorang yang sedang menimba ilmu hitam itu, Andi yang ada di sebelah Davin juga tidak bisa menjawab karena ingatan mereka kembali pada salah satu teman yang telah tiada, tapi dulu yang dia curi adalah mayat sehingga ini cukup berbeda.
Ahmad hanya mencuri mayat di dalam kuburan dan dia sudah lama tiada di desa ini sehingga tidak mungkin kembali lagi untuk ulah, masih ada beberapa lagi kemungkinan bahwa itu adalah ulah dari orang lain namun mereka tinggal juga di desa ini sehingga korban masih ada di desa ini saja.
''Aku sudah menghubungi para RT dari desa lain dan mereka mengatakan bahwa tidak ada tragedi seperti ini.'' Pak RT berkata dengan wajah serius.
''Ya kita juga tidak bisa langsung menyimpulkan kalau ini ulah dari orang yang sedang mencari ilmu.'' jawab Davin.
''Kan tapi aneh saja karena ada manusia yang hilang kepala dan mereka sekarang sudah ada dua korban.'' Andi juga mulai kepikiran.
''Malam purnama, Auzar kemarin meninggal dunia di malam purnama juga.'' Davin baru ingat dengan hal itu.
''Benar, tadi malam juga malam bulan purnama dan Taufik meninggal dalam keadaan tidak memiliki kepala.'' Andi setuju dengan hal tersebut.
Mereka terdiam dalam pikiran yang begitu panjang karena masih berusaha menebak apa yang telah terjadi dan siapa yang telah melakukan kejahatan itu di desa mereka sekarang, Kenapa semua terasa begitu mencekam dan siapa yang sudah tega melakukan hal sedemikian jahat kepada tetangga mereka sendiri di sini.
''Apa langsung minta tolong saja sama ketua?'' tawar Davin.
''Kau kan ingat sendiri pesan dia, jangan dikit dikit mendatangi ketua!'' sergah Andi.
''Iya, sebab dia juga lelah dan pusing juga.'' keluh Davin pelan sekali.
''Kita juga masih belum tahu secara pasti apa ini bersangkutan dengan setan atau tidak.'' Ucap pak RT.
Davin mengangguk paham dan mereka juga mempertimbangkan bila harus meminta tolong kepada ketua yang ada di desa sebelah, semua harus dipertimbangkan secara ulang dan mereka harus mendapatkan bukti yang tepat apakah memang ini berhubungan dengan setan atau hanya orang yang sedang menimba ilmu hitam tak jadi Desa mereka sekarang.
''Tolong terus pantau saja, kita harus mulai menjaga.'' pesan Pak RT.
''Kita patroli sampai pagi kali ya kalau pas malam bulan purnama.'' usul Davin.
''Nanti malam kita pula yang mau jadi tumbal!'' Andi heboh sendiri.
''Ya kan kita banyak orang dan ramai ramai, kau ini penakut sekali sih!'' kesal Davin.
Andi terdiam tidak menjawab ucapan Davin lagi karena memang benar dia adalah orang yang paling penakut di antara mereka semua, sebab tragedi yang pernah dia rasakan sungguh sangat luar biasa sehingga masih menimbulkan rasa trauma yang begitu besar di dalam diri dan sampai sekarang bila terbayang maka dirinya akan mengalami rasa takut yang berlebihan.
...****************...
''Aduuh ya allah berat sekali jadi nelayan begini.'' Pak Muh meletakan jala di belakang rumah.
''Tapi alhamdulillah dapat udang banyak, kalau di jual dapat lah ini tiga ratusan.'' Pak Muh masih bersyukur juga.
Kleteeeek.
''Apa itu?!'' Pak Muh mendengar suara berisik dari arah kebun singkong yang mulai tinggi.
Takut pula bila nanti malah singkong dia habis dimakan oleh babi hutan, maka Pak Muh kembali menyambar senter yang sudah dia Letakkan dan mendatangi kebun singkong milik dia itu untuk memperhatikan apakah memang ada babi hutan yang sedang memakan singkong atau ada orang yang sedang mencuri singkong milik dia.
''Hooo ternyata babi berkepala manusia!'' Pak Muh menyeringai karena dia melihat kaki manusia di sekitaran kebun Singkong itu.
''Tunggu kau ya, siapa sih yang jadi maling? padahal kalau minta saja bakal aku kasih kok!'' kesal Pak Muh.
Namun ketika dia mendongak untuk melihat Siapa orang tersebut yang sudah mencuri singkong milik dia ini, Pak Mung sama sekali tidak melihat ada kepala manusia di sana sehingga pria itu kebingungan dan kembali berjongkok untuk memperhatikan kaki yang masih terlihat dengan jarak sekitar beberapa meter dari dirinya berdiri sekarang, jelas itu adalah kaki manusia namun kenapa tidak ada kepala yang bisa dia lihat.
''Tidak ada kepala nya!'' Pak Muh serasa mau pingsan ketika dia melihat batang leher itu.
''Hooorrrk, Hoooorrk!''
''Ya allah apa ini hantu nya Auzar dan Taufik ya?'' batin Pak Muh dengan keringat dingin.
''Pinjam kepalaaaaaa, kepala siapa yang mau aku pinjam.....
''Lindungi aku, Ya allah!'' Pak Muh tidak berani berdiri karena jarak nya sangat dekat sekali.
Mata pria tua ini masih bisa melihat kalau itu memang kaki manusia biasa, namun ketika melihat keatas maka semua berubah menjadi seram tidak terkendali karena tidak ada kepala yang bertengger di sana, bahkan darah juga berhamburan seolah kepala itu baru saja di putus.
''Kepalaaaaa....
''Jangan kesini, tolong jangan kesini.'' Pak Muh telungkup di atas tanah.
''Hoooorrrk..... Hooorrrk.....
''Aku baru dapat dua!'' lirih mahluk itu.
''Dapat dua?'' Pak Muh kaget dan memberanikan diri untuk melihat.
''La Ilaha Illallah! itu kepala Auzar dan juga Taufik.'' jerit Pak Mun di dalam hati dia saat ini.
Mahluk tanpa kepala itu menenteng kepala manusia sebanyak dua biji di tangan kanan dia sekarang, Pak Mu masih bisa mengenali bahwa itu adalah kepala milik Auzar dan juga milik Taufik, karena sudah melihat secara langsung seperti ini maka Pak Muh menyimpulkan bahwa yang membunuh dua pria itu adalah makhluk tidak berkepala ini.
Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komentar nya ya.