NovelToon NovelToon
Saat Aku Tak Lagi Menjadi Istri Gendutmu

Saat Aku Tak Lagi Menjadi Istri Gendutmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Putri asli/palsu
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Delapan tahun pernikahan membuat Naura rela mengorbankan segalanya demi keluarga. Ia melahirkan dua anak, meninggalkan kariernya, dan diam-diam membantu suaminya membangun kerajaan bisnis hingga menjadi konglomerat.

Namun setelah tubuh Naura berubah gemuk usai dua kali melahirkan, Erwin justru menganggapnya sebagai aib dan memilih wanita lain.

Diceraikan, dihina, bahkan dipisahkan dari anak-anaknya, Naura memilih bangkit daripada terus terpuruk. Ia kembali pada identitas yang selama ini disembunyikan sebagai pewaris keluarga kaya. Di saat yang sama, takdir mempertemukannya kembali dengan pria dari masa lalunya, yang membantunya mengubah hidup sekaligus mengembalikan tubuhnya menjadi sehat dan ideal.

Saat Erwin kehilangan semua yang dibanggakannya dan memohon agar Naura kembali, wanita itu hanya tersenyum dingin.

"Kau membuangku karena tubuhku gemuk setelah melahirkan kedua anakmu! Kini, kau akan kehilangan semua yang pernah kubangun untukmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab¹⁹

Keesokan paginya, ruang kerja utama Gentala Group diselimuti suasana tegang. Berkas-berkas perkara memenuhi meja rapat, sementara Erwin duduk di ujung meja dengan wajah yang jauh lebih serius dibanding biasanya. Di hadapannya, tim kuasa hukum tengah menyusun strategi untuk sidang berikutnya.

"Pak Erwin," ujar pengacara seniornya sambil menutup sebuah map, "Situasi kita mulai berubah."

Erwin mengangkat pandangannya. "Maksud Anda?"

"Semula kita mengira perkara ini hanya akan berfokus pada kondisi ekonomi kedua belah pihak. Namun setelah sidang kemarin, arah persidangan bergeser. Majelis hakim lebih tertarik melihat siapa yang benar-benar menjalankan peran sebagai orang tua."

"Dan itu menjadi keuntungan Naura?" tanya Erwin pelan.

Pengacara itu mengangguk. "Terlebih lagi setelah identitas Ibu Naura sebagai pewaris Ardynata terungkap. Argumen mengenai kemampuan finansial praktis tidak lagi bisa kita gunakan."

"Memangnya kaya saja cukup untuk menang?" Davina langsung menyela.

Pengacara itu menoleh kepadanya dengan sopan. "Tentu tidak, Bu Davina. Justru yang paling kami khawatirkan adalah saksi."

"Saksi?"

"Ya."

Pengacara itu membuka satu lembar dokumen. "Kami mendapat informasi bahwa Bik Ela sudah mengundurkan diri dari mansion Gentala."

"Apa?" Davina spontan membelalak.

"Beliau sekarang bekerja di keluarga Ardynata."

Wajah Davina langsung berubah pucat. "Kalau begitu... dia pasti akan memfitnahku!"

"Justru itulah masalahnya. Kesaksian beliau akan dianggap lebih kuat, karena selama bertahun-tahun menjadi pengasuh di rumah Pak Erwin."

"Mas... dia pasti akan membesar-besarkan kejadian waktu itu." Davina mulai gelisah.

Erwin tidak langsung menjawab Davina, Ia masih mengingat jelas hari ketika Laura menangis sambil memeluk kakinya. Bekas tamparan di pipi putrinya, tangisan Lionel. Semua itu bukan fitnah seperti yang diucapkan Davina, sebab ia melihatnya sendiri.

"Pak Erwin." Suara pengacaranya kembali membuyarkan lamunan. "Ada satu hal yang perlu kami tanyakan."

"Apa?"

"Apakah selama ini benar... hampir seluruh kebutuhan anak-anak diurus oleh Ibu Naura, seperti yang dikatakan pengacara pihak lawan?"

“Ya...“ Erwin mengembuskan napas pelan.

Jawaban itu membuat semua orang di ruangan saling berpandangan.

Karena semuanya memang benar. Selama ini ia bekerja dari pagi hingga malam, Ia menyediakan kehidupan yang layak. Tetapi yang membesarkan Laura dan Lionel... adalah Naura.

"Kalau begitu, kita tidak bisa membantah fakta." Ujar pengacara.

Davina langsung berdiri, wajahnya tampak marah. "Kenapa tidak?! Bukankah Mas Erwin ayah kandung mereka?"

"Benar."

"Lalu kenapa kita harus kalah?"

Pengacara itu menatap Davina beberapa saat sebelum menjawab dengan hati-hati. "Karena dalam perkara hak asuh, yang dinilai bukan hanya hubungan darah saja. Melainkan, siapa yang paling mampu memenuhi kepentingan terbaik anak."

Davina menggigit bibirnya, Ia mulai menyadari bahwa perkara ini jauh lebih rumit daripada yang ia bayangkan.

Sebenarnya, Davina tidak keberatan jika Laura dan Lionel diasuh oleh Naura, justru itu yang ia inginkan. Ia muak harus berhadapan dengan dua anak yang tidak pernah menerimanya dan membuatnya pusing. Soal memiliki anak, ia yakin suatu hari nanti bisa memberikannya kepada Erwin.

Namun semuanya berubah setelah sidang beberapa hari lalu. Erwin mengatakan dengan tegas, jika hak asuh Laura dan Lionel jatuh ke tangan Naura, pria itu tidak akan menikahinya. Davina hanya akan tetap menjadi kekasihnya, tanpa status sebagai istri.

Wajah Davina langsung mengeras mengingat ucapan itu.

Siaaalan kau Erwin! Statusku sekarang malah bergantung pada hak asuh kedua anak itu!

Davina mengepalkan tangan erat. Apa pun yang terjadi, ia tidak boleh membiarkan Naura memenangkan hak asuh Laura dan Lionel. Jika itu sampai terjadi, impiannya menjadi Nyonya Gentala akan hancur seketika.

...*****...

Sore harinya, di mansion keluarga Ardynata, suasana jauh berbeda.

Laura dan Lionel baru saja pulang sekolah. Begitu melihat Bik Ela sedang menata bunga di ruang keluarga, keduanya langsung berlari menghampiri.

"Bik Ela!"

"Kami dapat nilai bagus!"

Laura dengan bangga memperlihatkan buku tugasnya.

"Wah, pintar sekali." Bik Ela tersenyum lebar.

Lionel ikut mengeluarkan buku gambarnya.

"Kalau Lionel dapat bintang!“

“Wow! Banyak sekali bintangnya, Tuan kecil. Tuan dan Nona sangat keren!“ Puji Bik Ela.

Bocah itu tertawa senang karena dipuji. "Guru bilang, Lionel sekarang lebih ceria."

Mendengar kalimat itu, senyum Bik Ela perlahan memudar. Ia tahu penyebabnya, karena anak-anak itu kembali bersama ibu mereka. Saat masih tinggal bersama Erwin dan berada di bawah pengawasan Davina, Laura dan Lionel hampir setiap hari terlihat murung. Senyum mereka menghilang, dan keduanya sering kali memanggil-manggil ibunya. Bik Ela menjadi saksi bagaimana kedua anak itu menjalani hari-hari dengan penuh ketakutan dan kesedihan di mansion tersebut.

Tak lama kemudian, Naura pulang dari kantor. Begitu memasuki rumah, Laura dan Lionel langsung berlari menyambutnya.

"Mama!"

Naura spontan berjongkok dan membuka kedua tangannya. "Kangen?"

"Iya!"

"Kita baru pisah beberapa jam."

"Tapi tetap kangen."

Naura mengecup kening Laura dan Lionel bergantian. Tatapannya dipenuhi kasih sayang, seolah ingin memastikan kedua buah hatinya tak lagi merasa kehilangan siapapun. Ia ingin mencurahkan kasih sayang yang lebih besar kepada Laura dan Lionel. Dan memastikan kedua anaknya tetap tumbuh dengan penuh cinta, meski tanpa kehadiran Erwin di sisi mereka.

Melihat pemandangan itu, Bik Ela tanpa sadar tersenyum. Delapan tahun ia menyaksikan sendiri bagaimana Naura membesarkan kedua anak itu, kini akhirnya mereka kembali bersama.

Saat itulah Alaska masuk dari arah teras belakang sambil membawa kantong belanja.

Naura langsung melirik isi kantong tersebut.

"Tolong bilang itu bukan makanan sehat lagi."

"Bukan."

"Syukurlah." Naura mengembuskan napas lega.

Alaska mengeluarkan satu kotak kecil. "Ini alat pengukur komposisi tubuh."

"Aku terlalu cepat bersyukur." Senyum Naura seketika menghilang, matanya menyipit saking kesalnya.

"Mama ketipu lagi." Laura tertawa pelan.

Naura menatap Alaska dengan wajah datar. "Kadang aku berpikir, kalau kau buka toko hadiah, pasti bangkrut."

"Kenapa?"

"Karena hadiahmu bikin orang stres."

Alaska tampak berpikir beberapa detik. "Baiklah, lain kali kubungkus lebih bagus."

Naura tak bisa menahan tawanya. Ia menggeleng pelan sambil menatap Alaska. Pria itu jelas cerdas, tetapi setiap kali berdebat dengannya... entah kenapa logika pria itu seperti sengaja dibuat menyebalkan.

"Bukan bungkusnya yang bermasalah, Dokter Alaska! Tapi isinya... yang perlu diperiksa." Gerutu Naura.

Alaska terdiam sejenak sebelum akhirnya tertawa cukup keras. Tawa itu terdengar begitu lepas, membuat penghuni ruang keluarga saling berpandangan lalu ikut tersenyum.

Bahkan Kakek Guntur yang baru turun dari lantai atas sempat berhenti melangkah.

"Jarang sekali aku melihat Alaska tertawa seperti itu."

Alaska yang mendengar ucapan kakek Guntur langsung berdehem pelan dan kembali memasang wajah datarnya.

"Ayo, timbang berat badan."

Naura menghela napas dramatis. "Nah, dokter galaknya kembali."

"Profesi tidak boleh dilupakan."

Naura menaiki alat ukur itu sambil menatap Alaska penuh curiga. "Kalau angkanya tidak turun, jangan salahkan timbangan."

Beberapa detik kemudian, Alaska melihat hasilnya lalu mengangguk puas.

"Turun satu koma dua kilogram."

"Berarti malam ini aku boleh makan es krim?" Naura langsung tersenyum lebar.

"Tidak."

Sontak senyuman Naura kembali hilang, ia menghela napas pasrah. "Ternyata kebahagiaanku... memang gak bisa bertahan lama."

Ucapan Naura membuat seluruh ruang keluarga kembali dipenuhi gelak tawa.

Sementara itu, Tania tidak terburu-buru bertindak. Ia sabar menunggu kesempatan yang tepat untuk membuat Naura menderita. Di balik senyum ramah dan sikap anggunnya, tersimpan kebencian yang tak pernah benar-benar padam.

1
Muft Smoker
lanjuut kak ,, .
Muft Smoker: eheeeeeeee ,, 🫰🫰🫰🫰🫰😂😂😂😂😂
total 2 replies
Nie
semoga rencana mereka gagal,jgn sampe Naura menderita dan terpisah lagi dari anak²nya ya kak Re...
Muft Smoker
pasti kluargaa Tania
Muft Smoker
aduuh kak si tania buang aj bisa gx 😂😂😂😂
Muft Smoker: yx kak 😂😂😂😂
total 2 replies
Muft Smoker
terlambaat ,, terlambaat pake banget ,,
Muft Smoker
baru skraaang ooh km rasakan ,, tak punya istrii yg ad makhluk halus ,,
😂😂😂😂😂😂😂😂😂
Rhyzca Ayu
Lanjuuuttt~~semangaat thoor☕☕☕🍩🍩🍩
Fia Ayu
Senyumin aja dulu lah😂
Fia Ayu
Wkwkwk dia mengasihani dirinya sendiri 🤣🤣🤣
Muft Smoker
ayoo coba inget2 ,, nama sypa tu???punya pengaruh apa di Dunia bisnis???🤭🤭🤭🤭😂😂😂😂
jgn sampe syok yx klo udh inget ,,
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
Ciee mulai kepo nih Naura sebentar lagi bucin tuhhh🤭🤣
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: wkwkwk pasti seru &lucu ya kak 🤣
total 2 replies
Fia Ayu
Gk usah kepo naura, orang itu dirimu sendiri 😂
Rere🌠: Bisa-bisa cemburu sama diri sendiri entar dia🤣🤣🤣
total 1 replies
Fia Ayu
Baca ini, ke inget drakor my venus, yg maen min ji appa😁yg lg viral itu 🤭
Fia Ayu: Iya kan😂
total 2 replies
aleena
Tania Tania
seharusnya kamu nyadar diri sudahlah hidup numpang
mencuri perhatian orang Tua naura
sekarang mau apalagi

sinting emang🤭
Rhyzca Ayu
Ceritanya sangat menarik,, alurnya bagus gk berbelit2,,, pokoknya jooss jiisss thor❤❤🌹🌹💪💪💪
Rhyzca Ayu
Naah loohh sat set getun mburi khan win,, syukuriinnn😂😂😂semangaat thor~~lanjuutkaan❤❤☕☕
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
makan tuhh kaget dan Syock mu Erwin mantan istri yang baik rela hidup sederhana nikah sama kamu tapi kamu sia2kan lebih memilih batu krikil nyesel kan selamat menikmati karma kalian wahai para pecundang🤣
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: meleyot sebelah🤭🤣🤣kalang kabut mau benerin ke dokternya🤣
total 4 replies
aleena
ngapain menyesal
toh kamu cuman mau naura saat langsing
Muft Smoker
hei Tania ,, jgn sirik jd manusia km hanya laa org asing yg kebetulan jatuh di atap yg sama ,,

orang sirik tanda nak mampus ,,
🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
😁😁😁😁😁😁😁
Muft Smoker
astgaaaa 😂😂😂😂😂😂 ,,
tu bukan cahaya ilahi naura ,,
tu cahaya harapan km ,,
cuma ketutup ma dokter yg km sebut iblis🤭🤭🤭🤭😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!