NovelToon NovelToon
Sistem Terkuat

Sistem Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Transmigrasi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yann_Story

Ethan, seorang Assassin paling mematikan di Neo-Veridia, memilih akhir tak terduga di hidupnya. Tanpa dia sadari, takdir membawanya ke sebuah tempat yang jauh berbeda dari sebelumnya. petualangan yang seru dan menegangkan pun tak bisa dia hindari untuk menemukan jawaban bagaimana dirinya bisa terseret ke tempat misterius ini. Apa yang sebenarnya yang terjadi pada Ethan? Bisakah dia menemukan jawaban dari semua ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yann_Story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Persimpangan di Batas Langit

"Tuan Ethan," Shen Qingxuan membungkuk hormat. "Informasi dari jaringan Paviliun Anggrek Langit telah mengonfirmasi. Tindakan Anda membunuh tiga ahli Pondasi Spiritual telah memicu perhatian dari Penguasa Kekaisaran Han Agung di wilayah tengah. Lebih dari itu, kami mendeteksi adanya fluktuasi gerbang ruang angkasa menuju Langit Kedua yang akan terbuka di Puncak Gunung Awan Putih dalam satu bulan ke depan."

Ethan membalikkan tubuhnya, menatap kedua wanita itu dengan pandangan pintar dan tidak naif. "Langit Kedua. Tempat di mana para ahli Ranah Inti Emas (Golden Core) dan tingkat kultivasi yang lebih tinggi berada?"

"Benar," Shen Qingxuan mengangguk serius. "Di sana, sumber daya, batu spiritual, dan teknik kultivasi jauh lebih masif dibandingkan tempat kumuh ini. Namun, tingkat kekejaman dan persaingannya juga seratus kali lipat lebih mematikan."

Ethan berjalan mendekati mereka. Ia menekan dadanya, memicu kalung cakram hitamnya hingga baju besi Exo-Suit-nya kembali membungkus tubuhnya dalam hitungan detik. Visor birunya menyala terang, memancarkan pendaran energi elektromagnetik yang kini jauh lebih padat berkat teknik Inti Magnetik Cyber.

"Tempat yang lebih kejam... artinya ladang perburuan yang lebih besar bagiku," ucap Ethan dingin, suaranya yang mekanis memancarkan aura keren yang luar biasa mendominasi.

Mu Rong melangkah maju, menatap mata Ethan di balik visor dengan tatapan yang dipenuhi tekad. "Aku akan ikut bersamamu, Ethan. Kemana pun kau pergi, bahkan jika harus naik ke Langit Kesembilan... aku tidak akan membiarkanmu berjalan di dalam kegelapan sendirian lagi."

Ethan menatap gadis itu sesaat, lalu perlahan mengulurkan tangannya, menggenggam erat tangan Mu Rong.

[ Misi Utama Baru Terbuka: Naik ke Langit Kedua dan Temukan Batas Ranah Inti Emas. ]

[ Hadiah Misi: Cetak Biru Senjata Energi Berat Kelas Penghancur Bintang & Pembukaan Toko Sistem Tingkat 3. ]

Ethan membalikkan tubuhnya kembali menghadap ke arah pegunungan jauh tempat gerbang langit akan terbuka. Perjalanan dan petualangan yang jauh lebih besar, menegangkan, dan dipenuhi oleh konspirasi antar sekte dewa kini telah menanti dirinya. Dengan teknologi masa depan di tangan kanan dan cinta sejati di tangan kiri, sang Assassin siber siap menggetarkan seluruh jagat dimensi kultivasi Sembilan Langit.

Puncak Gunung Awan Putih, bekas markas Sekte Pedang Awan yang kini runtuh, diselimuti oleh badai energi yang aneh. Langit di atasnya tidak lagi berwarna biru, melainkan terbelah oleh sebuah retakan vertikal raksasa yang memancarkan cahaya keperakan. Itulah Gerbang Transendensi—jalan menuju Langit Kedua.

Tekanan yang keluar dari retakan itu begitu masif, menghempaskan awan-awan di sekitarnya hingga membentuk pusaran raksasa. Bagi kultivator biasa, tekanan ini cukup untuk menghancurkan meridian mereka, namun bagi Ethan, energi yang meluap-luap ini tak lebih dari sekadar tumpukan data mentah yang siap dipanen.

[ Mendeteksi Anomali Ruang-Waktu Berdensitas Tinggi. ]

[ Menyelaraskan Protokol "Inti Magnetik Cyber"... Menyerap Distorsi Qi... Daya Exo-Suit: 100% (Overcharged). ]

Ethan berdiri di tepi tebing, jubah hitam cybernya berkibar liar dihantam angin badai. Visor birunya memantulkan kilatan cahaya perak dari gerbang di atasnya. Di sampingnya, Mu Rong berdiri dengan pakaian ringkas berburu, tangannya menggenggam pedang pusaka Keluarga Mu yang baru, sementara Shen Qingxuan mengawasi dari jarak aman dengan tatapan penuh antisipasi.

"Fluktuasi energinya sudah mencapai titik jenuh," Shen Qingxuan setengah berteriak menembus gemuruh angin. "Gerbang akan terbuka sepenuhnya dalam hitungan menit. Tuan Ethan, begitu Anda melangkah ke sana, Anda akan langsung ditransfer ke wilayah acak di Langit Kedua. Di sana, hukum rimba jauh lebih absolut. Bahkan sekte-sekte kelas bawah di sana memiliki tetua di Ranah Inti Emas (Golden Core)."

Ethan tidak menunjukkan tanda-tanda gentar. Wajah tampannya yang terekspos saat topeng fraktalnya melipat ke bawah memancarkan ketenangan yang mutlak. "Di duniaku yang lama, korporat raksasa selalu menganggap diri mereka sebagai dewa yang tak tersentuh hingga seorang Assassin menyusup ke ruangan mereka. Ranah Inti Emas atau bukan... mereka semua tetap terbuat dari materi yang bisa dihancurkan."

Mu Rong menatap profil samping wajah Ethan. Di tengah badai yang mampu menggetarkan jiwa ini, punggung tegap Ethan terasa seperti pilar yang tak tergoyahkan. Ia menggenggam tangan kiri Ethan yang dilapisi sarung tangan mekanis hitam. "Aku siap, Ethan. Ke mana pun kalkulasimu membawaku."

Ethan menoleh, menatap sepasang mata indah Mu Rong. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang sangat keren. "Kalkulasiku menunjukkan peluang keberhasilan kita adalah seratus persen, Rong'er. Selama kau berada di sampingku."

BOOOM!

Gerbang keperakan di langit meledak dalam kilatan cahaya yang membutakan, menelan tubuh Ethan dan Mu Rong dalam pusaran gravitasi yang memutarbalikkan ruang.

Sensasi berpindah dimensi itu membuat kesadaran manusia biasa akan langsung pingsan, namun sistem saraf Ethan yang telah terintegrasi dengan teknologi Exo-Suit terus bekerja dengan kecepatan komputasi penuh. Di dalam benaknya, Sistem terus memperbarui log spasial.

[ Melakukan Transisi Dimensi: Langit Pertama \Langit Kedua. ]

[ Tekanan Gravitasi Meningkat: 2,5x Lipat. Kepadatan Qi Lingkungan Meningkat: 500%. ]

[ Mendarat di Koordinat Acak: Sektor Selatan, Hutan Bambu Ungu. ]

Sruk! Vut!

Ethan dan Mu Rong mendarat dengan mulus di atas tanah yang tertutup daun-daun bambu berwarna ungu pekat. Berkat gravitasi yang lebih kuat, Mu Rong sempat terhuyung, namun tangan kokoh Ethan dengan sigap menangkap pinggang rampingnya, menariknya ke dalam dekapan pelindung bajunya yang hangat.

"Kau baik-baik saja?" tanya Ethan, suaranya yang dalam terdengar lembut di dekat telinga Mu Rong.

"A-aku baik-baik saja," Mu Rong merona merah, buru-buru berdiri tegak sambil merapikan pakaiannya, meskipun hatinya berdegup kencang bukan karena gravitasi, melainkan karena kedekatan mereka.

Ethan melepaskan dekapannya dan segera mengaktifkan mode pemindai perimeter. Hutan Bambu Ungu ini terasa sangat berbeda. Energi Qi di sini begitu padat hingga membentuk kabut tipis di permukaan tanah. Pohon-pohon bambunya memancarkan kilatan listrik statis yang lemah.

[ Misi Utama Diperbarui: Cari Kota Terdekat dan Kumpulkan Informasi tentang Sekte Setempat. ]

[ Toko Sistem Tingkat 3: Terbuka 5%. Membutuhkan 5.000 Poin Sistem untuk Pembukaan Penuh. ]

Namun, sebelum Ethan sempat melangkah lebih jauh, sensor taktis di helmnya mendadak berbunyi merah.

Bzzzt!

[ Deteksi Ancaman: Tiga Objek Bergerak dengan Kecepatan Tinggi. Arah: Jam 2. ]

[ Estimasi Basis Kultivasi: Ranah Pemurnian Qi Tingkat 8 - 9. ]

"Kita kedatangan tamu," ucap Ethan dingin, topeng visor birunya kembali menutup dengan bunyi klik yang mantap. Ia menarik pedang bermata plasma birunya dari punggung, siap menghadapi ujian pertama di dunia yang baru ini.

Tiga berkas cahaya—dua kuning dan satu hijau—mendarat merusak beberapa pohon bambu ungu di depan Ethan dan Mu Rong. Ketika cahaya itu memudar, muncul tiga orang pemuda mengenakan jubah hijau tua bersulam lambang ular sanca emas. Dari tatapan mata mereka yang penuh keserakahan, jelas mereka bukan datang untuk menyambut tamu.

"Heh, lihat apa yang kita temukan di sini," salah satu pemuda yang tampaknya menjadi pemimpin, seorang kultivator Ranah Pemurnian Qi Tingkat 9, maju dengan seringai meremehkan. "Dua tikus dari ranah bawah yang baru saja beruntung menembus gerbang. Dan ternyata ada wanita yang cukup cantik."

Mata mereka beralih ke Mu Rong, lalu ke baju besi hitam Ethan yang terlihat aneh di mata mereka.

"Serahkan wanita itu, semua kantong penyimpanan kalian, dan baju besi rongsokanmu itu, maka kami dari Sekte Sanca Hijau mungkin akan mempertimbangkan untuk menjadikanmu budak tambang alih-alih memberi makan ular-ular kami," ancam pemuda kedua dengan tawa mengejek.

Mu Rong langsung naik pitam, tangannya mencengkeram gagang pedangnya, namun Ethan mengangkat satu tangannya, menghentikan gerakan Mu Rong.

1
teguh andriyanto
tetap semangat Thor... semoga selalu sehat.💪
Yann_Story: siap, makasih🥰
total 1 replies
teguh andriyanto
cakep, ngga bertele2. ngga banyak jurus2 aneh. taktis ala assassin. mawar merekah dl buat author
Andi Akhasay: baca punya aku kak
total 2 replies
Panggil Zain Aja
boleh lah, rajin banget update pulak
Andi Akhasay: baca punya aku dong
total 2 replies
Bruce Fezz
keknya menarik nih buat di baca 🌚☕
Yann_Story: hehe🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!