NovelToon NovelToon
SKENARIO KEHANCURAN UNTUK SUAMIKU

SKENARIO KEHANCURAN UNTUK SUAMIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Bagi Aris dan ibunya, Tita adalah istri sempurna: kaya, penurut, dan sabar. Saat Tita divonis tak bisa memberi keturunan, mereka berlagak menerima dengan lapang dada. Padahal di belakangnya, Aris diam-diam menikah siri demi mendapatkan anak sambil terus menikmati kemewahan dari uang Tita.
​Mereka pikir Tita bodoh. Padahal, Tita sudah tahu segalanya.

​Tanpa air mata atau labrakan emosional, Tita tersenyum dingin. Ia mulai memutus aliran dana, merebut asetnya, dan menjebak bisnis Aris ke jurang utang.

​"Kalian pikir bisa hidup mewah di atas penderitaanku? Mari kita lihat seberapa lama kalian bertahan tanpa sepeser pun uangku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Skenario

​Pukul dua sepuluh menit siang. Suasana di selasar koridor ruang tahanan khusus Polda Metro Jaya terasa membeku dan sangat lengang. Atas perintah tingkat atas yang digerakkan oleh jaringan koneksi Ko Felix Tan, seluruh tahanan lain di blok tersebut telah dipindahkan sementara, dan para petugas kepolisian berjaga ketat di pintu gerbang luar.

​Suara ketukan langkah sepatu kulit buatan Eropa dari dua pria tinggi tegap bergaung nyaring di sepanjang koridor sempit berlantai semen dingin itu.

​Di balik pintu besi berjeruji rapat, Aris Pratama duduk meringkuk di atas dipan semen. Pakaian kemeja merek ternama yang kemarin sore ia kenakan kini sudah kusut, kotor, dan berbau keringat dingin. Wajahnya yang biasa dipoles dengan senyuman angkuh seorang pengusaha sukses kini pucat pasi, penuh guratan ketakutan dan frustrasi.

​Ia mengira satu-satunya ancaman yang harus ia hadapi adalah proses hukum atas cek kosong dan penipuan yang dilaporkan oleh Tita. Namun, ketika pendengarannya menangkap suara langkah kaki berirama tegas yang makin mendekat, jantung Aris mendadak berdegup kencang seperti drum perang.

​KLANG!

​Gembok besi berukuran besar diputar dan dilepas oleh seorang petugas sipir. Pintu jeruji bergeser terbuka lebar.

​"Waktu kalian dua jam. Tempat ini steril," ucap sipir tersebut dengan nada sangat patuh, lalu menunduk hormat saat dua sosok berjas mahal melangkah masuk ke dalam sel yang sempit itu.

​Aris menengadah, matanya berkedip-kedip kaku saat mengenali dua wajah yang berdiri mematung di hadapannya.

​Di sebelah kiri, berdiri Orlando Pratama Kak Olan kakak iparnya yang selama bertahun-tahun ini selalu menatapnya dengan pandangan hina. Dan di sebelah kanan, sosok tinggi menjulang dengan kulit putih bersih dan mata cokelat gelap yang bagaikan mata burung elang.

​Ko Felix Tan.

​"K-kak... Kak Olan?!" bisik Aris gagap, suaranya gemetar parah. Pria itu secara refleks mencoba bergeser mundur hingga punggungnya menabrak dinding semen sel yang lembap. "K-kalian... ngapain ke sini?!"

​Kak Olan tidak menjawab. Pria itu menyingsingkan lengan kemeja mewahnya hingga sebatas siku dengan gerakan yang sangat tenang dan metodis. Ia melepas jam tangan Patek Philippe berharga miliaran rupiah dari pergelangan tangannya, lalu menyerahkannya pada Ko Felix.

​Ko Felix menerima jam tangan itu tanpa sepatah kata pun, melipat kedua tangannya di dada, lalu menyandarkan punggung tegapnya di pintu besi sel. Mata elang Ko Felix menatap Aris tanpa kedipan sedikit pun menjadi saksi bisu yang mengawasi jalan pembalasan dendam.

​"Aris Pratama..." panggil Kak Olan dengan suara berat yang teramat rendah, begitu tenang hingga terdengar mengerikan.

​"Kak Olan, tolong dengarkan penjelasan saya dulu!" jerit Aris panik, kedua tangannya terangkat di udara dengan posisi memohon. "Ini semua salah paham! Tita cuma emosi! Saya tidak ada niat menipu atau memanfaatkan Tita! Saya cinta sama Tita, Kak!"

​BUGH!

​Sebuah pukulan mentah dan sangat telak mendarat tepat di rahang kiri Aris!

​Suara tulang yang beradu dengan kepalan tangan Kak Olan bergema keras di dalam sel sempit itu. Tubuh Aris tersungkur keras ke lantai semen, kepalanya menabrak pinggiran dipan hingga sudut bibirnya robek dan menyemburkan darah segar.

​"Aaghh!" jerit Aris kesakitan, memegangi rahangnya yang terasa bergeser.

​"Cinta?" bisik Kak Olan, melangkah maju dan mencengkeram kerah kemeja Aris, lalu menarik pria itu berdiri secara paksa. Matanya membelalak lebar penuh kebencian yang sudah ditahannya selama bertahun-tahun. "Kamu sebut tindakan memeras uang adikku ratusan juta setiap bulan untuk wanita simpananmu itu sebagai cinta, Aris?!"

​BUGH!

​Pukulan kedua mendarat telak di perut Aris.

​"Ugh!" Aris terbatuk-batuk hebat, napasnya tersengal-sengal sampai matanya memerah menahan rasa sakit luar biasa di rongga dadanya. Ia berlutut di atas lantai semen, memegangi perutnya yang serasa teremas.

​"Kamu pikir karena Tita tidak pernah cerita pada Papi dan Mami, kami tidak tahu kelakuan busukmu?" cecar Kak Olan, mencengkeram rambut Aris dan menarik kepalanya ke atas agar Aris menatap matanya secara langsung. "Selama ini aku diam karena Tita memohon padaku untuk memberimu kesempatan! Aku menahan diriku untuk tidak menghancurkan lehermu karena adikku sangat mencintaimu! Dan ini balasanmu untuk kebaikan adikku, hah?!"

​"Maaf... Maafkan saya, Kak Olan..." rintih Aris terisak-isak, air matanya bercampur dengan darah yang mengalir dari bibirnya. "Saya khilaf... tolong jangan pukul saya..."

​Kak Olan mengempaskan kepala Aris ke lantai dengan kasar. Pria itu merogoh sapu tangan dari dalam saku celananya, mengusap noda darah Aris yang menempel di buku-buku jarinya.

​Dari sudut sel, Ko Felix yang sejak tadi diam akhirnya melangkah maju dua jalan. Suara ketukan sepatu kulitnya di lantai semen membuat Aris spontan gemetar makin hebat.

​Ko Felix berdiri tepat di atas tubuh Aris yang terkapar. Dari sudut pandang Aris, pria keturunan Tionghoa itu tampak bagaikan malaikat pencabut nyawa yang berdiri tegak tanpa celah.

​Ko Felix merogoh sebuah tablet tipis dari balik jas mewahnya, menyalakannya, lalu menatap Aris dengan pandangan dingin yang kosong dari rasa kemanusiaan.

​"Aris Pratama, lahir tahun 1994," baca Ko Felix dengan nada suara datar, rata, dan penuh intimidasi. "Restoran milikmu yang kamu klaim sebagai usahamu sendiri dibangun sepenuhnya menggunakan dana hibah Glowinc Group sebesar dua belas miliar rupiah. Dalam tiga tahun terakhir, kamu menarik dana secara tak sah sebanyak dua puluh empat kali dari rekening operasional anak perusahaan Tita."

​Aris menelan ludah parau, napasnya memburu ketakutan. "K-kamu... kamu siapa...?"

​"Nama saya tidak penting untuk orang seperti kamu," potong Ko Felix tajam tanpa menaikkan nada suaranya. "Yang penting adalah, seluruh aliran dana itu sudah dipindahkan atas nama rekening pribadi Larasati dan ibumu, Rahma Pratama."

​Ko Felix mematikan layar tablet, lalu membungkukkan sedikit tubuhnya, menatap lurus ke dalam bola mata Aris yang liar ketakutan.

​"Kamu pikir kamu hanya akan mendekam di sel ini selama dua atau tiga tahun atas kasus cek kosong?" tanya Ko Felix dengan senyuman miring yang teramat tipis dan mengerikan. "Saya sudah memerintahkan tim pengacara terbaik di Singapura dan Jakarta untuk menggabungkan tuduhan penipuan, penggelapan dalam jabatan, pemalsuan dokumen perusahaan dan tindak pidana pencucian uang."

​Deg.

​Aris membelalakkan mata. "P-pencucian uang?!"

​"Ya," sahut Ko Felix tenang. "Dengan akumulasi seluruh pasal itu, hukuman minimun yang akan kamu terima adalah lima belas tahun penjara. Seluruh aset keluargamu sudah disita, ibumu sudah diusir ke jalanan tadi pagi, dan adik perempuanmu, Jessica, saat ini sedang diperiksa oleh kejaksaan atas dugaan penampungan dana ilegal."

​"Nggak! Jangan sentuh keluarga saya!" jerit Aris histeris, mencoba bangkit berdiri.

​Namun, belum sempat Aris berdiri tegak, Kak Olan sudah menginjak dada Aris dengan sepatu kulitnya, menghentakkan tubuh Aris kembali menghantam lantai semen yang dingin.

​"Jangan sentuh keluargamu?!" bentak Kak Olan dengan gertakan gigi yang sarat dendam. "Lalu bagaimana dengan adikku?! Kamu menyiksanya secara mental selama bertahun-tahun! Kamu buat Tita merasa bersalah karena tidak bisa memberimu keturunan, padahal kamu yang tidak tahu malu memelihara wanita lain di luar."

​"Kak Olan... tolong..." tangis Aris pecah. Pria yang dulu selalu berpenampilan rapi dan sok berkuasa itu kini menangis meraung-raung di bawah pijakan kaki Kak Olan. "Tolong kasih saya kesempatan... saya bakal ceraikan Larasati... saya bakal serahkan anak di kandungannya... saya bakal kembali sama Tita..."

​Mendengar ucapan menjijikkan itu, Ko Felix menggeleng-gelengkan kepala dengan raut wajah yang penuh dengan rasa jijik murni.

​"Kamu bahkan lebih rendah dari sampah jalanan," gumam Ko Felix dingin.

​Ko Felix merogoh ponsel pintarnya, mendial sebuah nomor, lalu menempelkannya ke telinga.

​"Jenderal," panggil Ko Felix pada orang di seberang telepon dengan nada santai namun berkuasa. "Proses pemeriksaan di sel berjalan lancar. Tolong pastikan tersangka Aris Pratama dipindahkan ke sel isolasi Nusa Kambangan setelah putusan sidang pertama. Dan pastikan dia tidak mendapatkan fasilitas remisi apa pun selama masa tahanan."

​"Siap, Pak Felix. Semua instruksi akan dilaksanakan," sahut suara pria paruh baya yang berwibawa di seberang telepon sebelum sambungan terputus.

​Mendengar kata Nusa Kambangan, seluruh persendian di tubuh Aris serasa lolos. Wajahnya berubah menjadi seputih kertas. Sel isolasi di penjara paling ketat di negara ini tempat para penjahat kelas berat dieksekusi dan diasingkan.

​"Nggak... Tolong! Jangan kirim saya ke sana! Titaaa! Tita tolong Mas!" jerit Aris bagaikan orang gila, memukuli lantai semen dengan jemarinya yang berdarah.

​Kak Olan mengangkat kakinya dari dada Aris, merapikan kembali lipatan kemeja putihnya yang sedikit berkerut. Ia menatap Aris yang tergeletak lemas di lantai dengan tatapan yang sangat dingin.

​"Tita tidak akan pernah sudi melihat wajahmu lagi, Aris," ucap Kak Olan tegas. "Mulai hari ini, nama Aris Pratama sudah dihapus dari kehidupan adikku. Dan setiap hari yang kamu lalui di balik sel penjara nanti... kamu akan selalu ingat bahwa keluarga Pratama-lah yang memusnahkan hidupmu."

​Ko Felix menyerahkan kembali jam tangan Patek Philippe milik Kak Olan. Pria Tionghoa itu merapikan blazernya, melirik Aris yang sedang merintih kesakitan dengan mata elangnya yang tajam.

​"Satu hal lagi, Aris," panggil Ko Felix dengan suara yang teramat dingin. "Jika Larasati atau ibumu mencoba mendekati apartemen atau kantor Titania sejengkal saja... saya pastikan mereka berdua akan menyusulmu ke dalam penjara hari itu juga."

​Setelah mengucapkan kalimat vonis terakhir itu, Ko Felix berbalik arah dengan anggun. Kak Olan ikut melangkah di sampingnya menuju pintu sel.

​KLANG!

​Pintu besi berjeruji itu kembali ditutup rapat dan dikunci gembok dari luar.

​Di dalam sel yang gelap dan lembap itu, Aris Pratama tertinggal sendirian. Pria itu meringkuk di atas lantai semen yang dingin, menangis histeris dalam rasa sakit fisik yang hebat serta penderitaan mental yang menghancurkan seluruh sisa kesadarannya.

​Seluruh kekayaan, martabat, wanita simpanan, serta impian menjadi pengusaha sukses yang selama ini ia bangun di atas penderitaan Tita kini musnah tanpa bekas.

​Sementara itu, di dalam mobil Rolls-Royce yang terparkir di halaman luar Polda Metro Jaya.

​Aku duduk di kursi belakang sembari memandangi pintu keluar gedung tahanan melalui jendela mobil yang dilapisi kaca gelap. Rasa cemas di dadaku mendadak mereda ketika melihat sosok Kak Olan dan Ko Felix melangkah keluar dari dalam gedung dengan langkah tegap dan tenang.

​Kak Olan tampak merapikan jasnya, sementara Ko Felix tetap dengan ekspresi kaku dan dinginnya yang khas.

​Siku pintu mobil dibukakan. Kak Olan dan Ko Felix masuk kembali ke dalam kabin mobil yang sejuk.

​"Bagaimana, Kak?" tanyaku pelan, menatap wajah Kak Olan yang tampak lega namun puas.

​Kak Olan tersenyum hangat padaku, merengkuh bahuku dan mengecup puncak kepalaku dengan kasih sayang yang tulus. "Semua sudah selesai, Tita. Pria brengsek itu tidak akan pernah bisa mengusik kehidupanmu lagi."

​Aku melirik ke arah Ko Felix yang duduk di sebelah kiri. Pria berdarah dingin itu hanya mengangguk tipis padaku sebuah isyarat singkat yang menandakan bahwa tugas pembalasan dendam telah dilaksanakan secara sempurna tanpa cela.

​Aku menghembuskan napas panjang, meresapi rasa bebas dan keadilan yang akhirnya merengkuh jiwaku.

​Badai besar yang menghancurkan pernikahan dan hidupku telah berlalu. Di balik perlindungan keluarga besarku yang kokoh serta ketegasan sosok-sosok yang mencintaiku, aku siap melangkah membuka lembaran baru kehidupan tanpa bayang-bayang Aris Pratama lagi.

1
Noey Aprilia
Udh nebak dr awl kl felix emng ada rsa sm tita...kl ga mh,ga mngkn rela ninggalin smuanya dmi mmbela tita...ykin bgt kl smua prosesnya cpt krna cmpr tngan dia.....😁😁😁....
tp bgus lh...saatnya ngejar cntamu kmbli y felix...
Noey Aprilia
Do'amu d kbulkn y jesika....bntr lg klian bkl ktmu sm mntan,bedanya sma2 jd gembel.....😛😛😛
Arieee
bagus👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Wega Luna
babat habis orang kayak mereka yg maunya instan dan gratisan🤣🤣🤣🤣
Ariany Sudjana
hahaha nikmati saat terakhir kamu Reno, kamu dan mama kamu juga akan jadi gembel
Ariany Sudjana
itulah hukum tabur tuai, terima saja konsekuensinya 🤣🤣😂😂
Noey Aprilia
Nmanya hkum tabur tuai...
dlunya nabur kjhtan,skrng mnuai akibtnya....slmt jd gembel.....😛😛😛
Muft Smoker
dtggu season si Jessica tinggal di kolong jembatan kak 😒😒😒😒
Noey Aprilia
Ngsih mkan ank2nya dr hsil nipu sih,jdinya ya ky gt....yg 1 d sel,yg 1 mlah ga mau nampung emaknya....dfnisi hkum krma ta smnis kurma.....😛😛😛
Anita Rahayu
Thor adiknya masa gk kena miskin sih thor gk adil dong masa berat sebelah penebusan karmanya😤😤😤😤😤😤😤😤😤
blcak areng: sabar kak
total 1 replies
Noey Aprilia
Aku lg byangin....hkumn apa yg bkl mreka ksih????d gebukin dlu,atw pke balok gt...ga mngkn sling jmbak kn y,scra bkn emak2 yg lg lbrak pelakor.....🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
waah semoga jantung si Aris Bae Bae aj ,,
😂😂😂 jgn sampe deh pindah ke jempol kaki ,, 😁😁😁😁
Muft Smoker: hadiiir kakk ,, duh jgn panggil2 gt doonk ,, gx kmn2 koq ,, msh di pantau si Aris dr sini ,, 😂😂😂😂😂
total 2 replies
Muft Smoker
aduuh si Aris otw jd perkedel niih ,,
tu laa akibat dr keserakahan berkedok pengen punya anak ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
waaah raja singa yg sesungguh ny ,, msh otw ke jakarta ,,
😱😱😱😱😱
Muft Smoker
bagus tita ,, hama Kya mereka yg gx pandai bersyukur mending hempas kan saja ,,
pdahl msh byk cara lain supaya punya anak ,, bisa adopsi anak kn ,, emnk dasar pgen selingkuh aj ,, 😒😒😒😒
Noey Aprilia
tragis jg y nsib mreka.....stlh msuk bui,gliran emaknya otw jd gmbel...
tp yg pling ngeri,nsibnya aris d pnjra.....scra kknya tita udh blik buat ngsih doa pljran......
Wega Luna
💪💪💪tita kamu keren perempuan kuat GK akan mengisi penghianatan,
Noey Aprilia
Ga msti viral krna jambak2an,toh akhrnya mreka kalah sndri....tkang tipu vs korban tipu...😛😛😛
Muft Smoker: kompak kn mereka kak ,, sang penipu dan si tertipu ,,
😂😂😂😂
total 1 replies
Lee Mba Young
keren istri sah🔥🔥🔥🔥
Noey Aprilia
Ckkk.....abg labil....
udh buka aib sndri,skrng mlah msuk kandang singa......ga ykin kl pad kluar dia msih utuh.....🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!