NovelToon NovelToon
Aversion To You

Aversion To You

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Dark Romance / Cintapertama
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Pernikahan Aurora dengan Jonathan Carser—menjadi neraka saat ia menjadi korban pengkhianatan dan manipulasi.

Puncaknya, ia dipaksa menghadapi keraguan sang suami atas bayi laki-laki nya yang terlahir dengan paras begitu mirip dengan mantan kekasih masa lalunya, Braxley Valerio-Desmon.

Ketika kebenaran mulai terkuak dan Jonathan semakin brutal meluapkan amarahnya, Siapkah Aurora menghadapi kenyataan pahit, menerima kebenaran?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

020

Hari yang ditunggu-oleh takdir akhirnya tiba di bawah naungan langit Los Angeles yang biru jernih tanpa sepasang awan pun yang merintangi.

Katedral pribadi dinasti Valerio-Desmon—sebuah mahakarya arsitektur gotik abad ke-19 yang berdiri megah di tengah perkebunan pribadi keluarga—tampak disulap menjadi samudra kemewahan yang tiada tandingannya.

Ribuan tangkai mawar putih langka yang diimpor langsung dari Belanda mengular indah di sepanjang pilar-pilar marmer tinggi. Karpet merah sutra membentang lebar dari pintu utama hingga ke depan altar yang dihiasi lilin-lilin kristal berkerlap-kerlip.

Ratusan tamu undangan kelas atas—mulai dari kalangan bangsawan Eropa, pejabat tinggi negara, taipan bisnis internasional, hingga kepala diplomatik—duduk rapi dengan pakaian terbaik mereka.

Namun, di balik seluruh kilauan kekayaan dan pengaruh yang memadati ruangan itu, suasana terasa begitu khidmat, sarat akan rasa hormat mutlak pada hari bersejarah ini.

Di depan altar, Braxley Valerio-Desmon berdiri tegap.

Pria itu mengenakan setelan tuxedo berwarna hitam pekat buatan rumah mode ternama Italia, dipadukan dengan kemeja putih bersih dan dasi kupu-kupu yang melekat sempurna di tubuh kekarnya.

Pangkasan rambutnya rapi, garis rahangnya yang tegas tampak begitu berwibawa, namun pandangan matanya yang tajam sama sekali tidak tertuju pada jajaran tamu agung di hadapannya. Manik cokelat gelapnya yang dalam terkunci lurus ke arah pintu ganda katedral yang masih tertutup rapat.

Jemari tangan kanan Braxley bertaut di depan tubuhnya, sedikit gemetar—sebuah tremor halus yang hanya bisa ditangkap oleh Austin Jaxon yang berdiri bangga di sampingnya sebagai pendamping pria.

"Tenangkan dirimu, Braxley," bisik Austin dengan suara bass-nya yang tenang namun penuh kebanggaan. "Perangmu sudah selesai. Hari ini kau hanya perlu menjemput takdirmu."

Braxley menarik napas panjang, menghembuskannya pelan sembari menyunggingkan senyuman tipis. "Ini bukan sekadar takdir, Dad. Ini adalah seluruh hidupku."

Teng! Teng! Teng!

Lonceng raksasa katedral bergema anggun membelah angkasa. Suara dentangan perunggu purba itu menandai dimulainya prosesi sakral. Musik organ pipa klasik mengalun megah, mengisi setiap sudut ruangan dengan alunan nada romantis yang menggetarkan dada.

Pintu ganda berlapis emas di ujung katedral perlahan terbuka lebar.

Seluruh tamu undangan serentak berdiri, memutar tubuh mereka untuk menyaksikan keajaiban yang melangkah masuk.

Di ambang pintu, Aurora Borealis berdiri bagaikan sesosok dewi yang turun dari langit.

Gaun pengantin sutra putih mahakarya Paris membungkus tubuh anggunnya dengan sangat sempurna. Ekor gaun sepanjang tiga meter bertaburkan ribuan kristal Swarovski membiaskan cahaya redup lilin, menciptakan efek pijar bintang yang mengitari setiap langkanya. Di atas kepalanya, sebuah tiara berlian kuno milik keluarga Desmon melingkar indah, menahan kain veil transparan yang menjuntai halus menutup paras cantiknya.

Di sisi kirinya, Zephyr Desmon melangkah mendampingi dengan penuh keanggunan.

Dan di depan mereka, Baxeena berjalan pelan

sembari menuntun keranjang bayi berhiaskan pita emas tempat Draco duduk tenang—pangeran kecil yang tampak menggemaskan dalam tuksedo mininya, menatap sekeliling dengan manik mata bulatnya yang jernih.

Aurora melangkah perlahan di atas karpet merah. Setiap pakan kakinya terasa begitu ringan, seolah-olah seluruh kerikil tajam, rasa sakit, jeritan kecemasan, dan trauma masa lalu yang pernah merobek jiwanya telah menguap tanpa bekas.

Tidak ada lagi bayang-bayang kegelapan Jonathan Carser. Tidak ada lagi ketakutan akan hinaan dunia.

Saat matanya bertemu dengan pandangan Braxley di ujung altar, air mata keharuan yang bening menggenang di pelupuk mata Aurora. Di dalam mata pria itu, ia melihat lautan cinta yang tak pernah surut sedikit pun sejak hari pertama mereka bertemu.

Braxley melangkah turun dua anak tangga altar, memangkas jarak untuk menyambut wanita pilihan jiwanya. Ia mengulurkan telapak tangannya yang hangat saat Aurora tiba di hadapannya.

Zephyr menyerahkan jemari Aurora ke atas telapak tangan Braxley, menatap kedua insan itu dengan binar mata yang memancarkan restu abadi.

"Jaga dia dengan seluruh jiwa dan ragamu, Braxley."

"Dengan seluruh napas dan kekuasaanku, Mommy," jawab Braxley mantap.

Braxley membimbing Aurora menaiki anak tangga altar. Mereka berdiri berhadapan di depan uskup agung yang telah bersiap memimpin sakramen suci.

Saat Braxley membukakan kain veil transparan yang menutupi wajah Aurora, napas pria itu tertahan sejenak. Paras cantik Aurora yang dipoles riasan alami tampak begitu bersinar, memancarkan keagungan murni seorang ratu yang sesungguhnya.

"Kau sangat cantik, Mine..." bisik Braxley dengan suara parau bercampur haru yang teramat dalam.

Aurora tersenyum sangat manis, membalas genggaman tangan Braxley yang begitu kokoh.

"Dan kau sangat tampan, suamiku..."

Uskup agung membuka kitab suci, memimpin pembacaan janji pernikahan yang sakral di hadapan Tuhan dan seluruh saksi yang hadir.

"Di hadapan para saksi suci," suara Braxley bergema tegas, mantap, dan tanpa ada sedikit pun keraguan di dalam ruangan yang hening itu, "Aku, Braxley Valerio-Desmon, mengambil engkau, Aurora Borealis, menjadi istri sah dan satu-satunya dalam hidupku. Aku berjanji untuk mencintaimu, menghormatimu, memuliakanmu, dan melindungimu dari setiap badai dunia—baik dalam suka maupun duka, dalam kelimpahan maupun kekurangan, dalam sehat maupun sakit—sampai maut memisahkan kita."

Aurora menarik napas panjang, menatap lurus ke dalam manik mata Braxley sembari mengutarakan janjinya dengan suara yang lembut namun sarat akan keteguhan jiwa yang mutlak.

"Aku, Aurora Borealis, mengambil engkau, Braxley Valerio-Desmon, menjadi suamiku yang sah. Aku berjanji untuk mengabdi padamu, mencintaimu tanpa syarat, menjadi rumah bagimu dan putra kita, serta berjalan di sampingmu sebagai pelindung dan pasangan sejatimu—sampai akhir waktu."

"Atas nama Tuhan Yang Maha Kuasa," Uskup Agung mengangkat tangannya, memberkati kedua mempelai, "Apa yang telah dipersatukan oleh Tuhan, tidak dapat diceraikan oleh manusia. Dengan ini saya menyatakan kalian sebagai suami dan istri yang sah. Anda dipersilakan mencium pengantin wanita."

Sorak gemuruh dan tepuk tangan meriah seketika meledak dari ratusan tamu undangan, memecah keheningan sakral katedral.

Braxley tidak menunggu detik berikutnya.

Pria itu menyusupkan jemarinya di belakang tengkuk Aurora, menarik tubuh wanita itu rapat ke dalam dekapannya, dan mendaratkan sebuah ciuman yang panas, dalam, dan penuh dengan pengabdian abadi di atas bibir Aurora.

Ciuman itu adalah penyatuan dua jiwa yang telah memenangkan perang terberat melawan takdir—sebuah kecupan yang membalut seluruh luka masa lalu dengan kejayaan murni.

Aurora memejamkan matanya, membalas ciuman Braxley dengan seluruh rasa cinta yang membuncah di dalam dadanya. Di dalam pelukan tegap suaminya, ia merasa sepenuhnya aman, sepenuhnya suci, dan sepenuhnya dicintai.

...****************...

Malam harinya, pesta resepsi digelar di ruang dansa utama Mansion Valerio-Desmon yang disulap menjadi kebun kristal bernuansa emas dan putih.

Lampu-lampu gantung raksasa membiaskan cahaya kemegahan saat alunan musik orkestra simfoni mengiringi dansa pertama sang pengantin baru di tengah-tengah lantai dansa marmer.

Braxley memeluk pinggang Aurora dengan protektif, memandu setiap langkah dansa wanita itu dengan keanggunan yang tiada tanding. Aurora menyandarkan kepalanya di dada bidang Braxley, membiarkan gaun pengantinnya mengembang indah mengikuti ritme musik.

Di sudut ruangan VIP, Austin Jaxon, Zephyr, dan Baxeena berdiri mengapit keranjang bayi Draco yang sedang terlelap dipukpuk oleh pengasuh pribadi.

"Lihat mereka, Austin..." bisik Zephyr haru, menyandarkan kepalanya di bahu kekasih hidupnya itu. "Setelah semua penderitaan dan kegilaan yang mereka lalui... mereka akhirnya menemukan kedamaian yang seutuhnya."

Austin menyunggingkan senyuman tipisnya yang langka, merangkulkan lengannya di bahu Zephyr. "Braxley tidak hanya memenangkan Aurora, Sayang. Dia telah membangun bentengnya sendiri. Tidak ada satu musuh pun yang akan sanggup meruntuhkan dinasti ini lagi."

Baxeena terkekeh pelan, menyesap sampanyenya. "Dan Jonathan Carser pasti sedang meraung di dalam sel penjaranya saat melihat berita pesta ini disiarkan secara live ke seluruh dunia."

......................

Tepat pukul sebelas malam, saat pesta resepsi mulai berangsur tenang, Braxley membimbing Aurora melangkah menuju balkon puncak di lantai tiga mansion—sebuah area pribadi yang menghadap langsung ke hamparan taman hijau dan gemerlap lampu kota Los Angeles di bawah sana.

Angin malam berhembus lembut, memainkan ujung veil Aurora yang kini sudah dilepaskan.

Braxley berdiri di belakang Aurora, melingkarkan kedua lengan tegapnya di sekeliling perut Aurora, merengkuh wanita itu rapat ke dalam dada hangatnya. Pria itu menyandarkan dagunya di bahu Aurora, membiarkan aroma manis tubuh istrinya memenuhi seluruh syaraf kesadarannya.

"Apakah kau lelah, Nyonya Desmon?" bisik Braxley lembut di telinga Aurora.

Aurora tertawa halus, menyandarkan kepalanya di dada tegap Braxley. "Lelah yang sangat membahagiakan, Tuan Desmon. Aku merasa seperti sedang berada di dalam mimpi yang terlalu indah untuk jadi kenyataan."

Braxley mengecup leher halus Aurora dengan kelembutan yang memuja. "Ini bukan mimpi, Sayang. Ini adalah kenyataan hidupmu mulai detik ini. Kau, aku, dan Draco... kita adalah satu kekuasaan yang tak kan pernah bisa dihancurkan oleh siapa pun."

Aurora memutar tubuhnya di dalam dekapan Braxley, menatap wajah tampan suaminya yang kini memancarkan ketenangan murni tanpa ada lagi sisa cemburu beracun, rasa mual psikosomatis, atau penyesalan kelam. Perang di dalam dada Braxley telah dimenangkan secara mutlak oleh kekuatan cinta mereka.

Aurora mengulurkan jemarinya, mengusap garis rahang tegas Braxley dengan penuh kasih sayang.

"Terima kasih karena sudah memilihku, Axley..." bisik Aurora tulus, manik matanya berbinar oleh air mata bahagia. "Terima kasih karena sudah menjadi pelindung terbaik untukku dan Draco."

Braxley menatap Aurora dengan binar pemujaan yang pekat—sebuah tatapan bucin mutlak dari seorang pria bertubuh tegap yang rela berlutut dan menyerahkan seluruh dunianya hanya demi senyuman wanita di hadapannya.

"Bukan aku yang memilihmu, Aurora," jawab Braxley dengan suara rendahnya yang penuh kehangatan suci. "Takdir yang memilih kita. Dan aku hanyalah seorang pria gila yang beruntung karena diberikan kesempatan untuk mencintaimu sampai akhir hidupku."

Braxley merendahkan tubuhnya, mengangkat Aurora ke dalam pangkuannya secara perlahan.

Aurora melingkarkan kedua tangannya di leher tegap Braxley, menyandarkan wajahnya di leher pria itu sembari melangkah masuk menuju kamar utama mereka yang bertaburkan kelopak mawar merah.

Di bawah naungan rembulan yang bersinar terang dan benteng kekuasaan dinasti Valerio-Desmon yang tak tergoyahkan, neraka masa lalu telah terbakar habis menjadi abu.

1
Astrid Kucrit
lyn,cuma kamu yang draco inginkan
Rosdianah 🌷: ma'aciww komentar nya kak🙏🏻
total 1 replies
Siti Kamisah Hasnul
Linzy ternyata anak Jonathan...wahhhhh...kacau ini
Rosdianah 🌷: jangan kacau dulu kak🤭
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
gak nyangka udah di tahap baca ceritanya anaknya AJ brarti si braxley ini cucunya vexana sama landon 🤣
Rosdianah 🌷: hehe iya kak, kembarannya Braxton disebelah kak🤭
total 1 replies
Mia Camelia
jonathan harus di kasih pelajaran tambahan nih 🤣🤣🤣tuh orang gak ada takut nya
😔
Rosdianah 🌷: Wajib digoyeng 🤣🤭
total 1 replies
Ainun Mahya
nggk up nih kak?
Rosdianah 🌷: huhu besok author Double Up 🫶🙏🏻
total 1 replies
Ainun Mahya
vote meluncur🤭🤭
Rosdianah 🌷: uhuy ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Mia Camelia
widieww....braxley tipe2 blackflag banget gak sih🤔🤣😂
Rosdianah 🌷: wkwkw🤭
total 1 replies
Mia Camelia
selamat thor udah meluncur karya baru lagi🥳🥳🥳
makin prokdutif banget thor bulan ini udh baru lgi muncul🥳
Rosdianah 🌷: Huhu🫶 Ma'aciww kak, Dan ma'aciww juga asas setiap Jejak Nya selama ini. semoga cerita nya. happy reading 🥰
total 1 replies
Hennyy exo
wow karya mu emang bagus thor
Rosdianah 🌷: ma'aciw kak🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!