NovelToon NovelToon
Dibuang Saat Hamil

Dibuang Saat Hamil

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / CEO / Single Mom
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Diana Veronika berniat memberi tahu kekasihnya tentang kehamilannya, berharap pria itu akan ikut bahagia.
Namun bukannya bertanggung jawab, Samuel justru meninggalkannya karena tak berani melawan orang tuanya dan memilih wanita dari perjodohan keluarga.
Hamil sendirian, Diana berusaha bangkit demi anaknya, hingga seorang CEO dingin perlahan hadir dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wanita itu lagi

Di salah satu hotel ternama yang ada di Kota Velmora, seorang pria menatap padatnya kota di sore hari dengan pemandangan matahari yang hampir terbenam.

Namun, pikirannya hanya pada wanita hamil yang ia temui di acara pernikahan rekan bisnisnya.

Sudah beberapa bulan berlalu, namun bayangan wanita itu masih saja menetap di pikirannya, seolah enggan menghilang meski waktu terus berjalan.

“Siapa dia... sampai pikiranku terus dipenuhi olehnya?”

Ia melangkah ke arah kaca transparan yang langsung menyuguhkan pemandangan Kota Velmora di sore hari.

“Aku bahkan tidak mengenalnya... lalu kenapa dia terus terlintas di pikiranku?”

Bayangan wanita itu terus terlintas di benaknya.

Senyumnya, caranya menikmati makanan dengan begitu menggemaskan, membuat sudut bibirnya terangkat tipis—senyum yang sangat jarang ia tunjukkan.

Tok! Tok!

Suara ketukan pintu terdengar dari balik pintu.

Pintu terbuka perlahan.

Seorang pria tampak ceria masuk ke dalam.

“Niel, ini pesanan lo,” ucapnya sambil meletakkan beberapa makanan siap saji, lalu merebahkan dirinya di sofa.

Pria yang bernama Niel itu menoleh, lalu mendekat ke arahnya.

“Dion.”

“Hm.”

Dion hanya membalas dengan dehaman, tatapannya masih tertuju pada ponselnya sambil menikmati camilan.

Niel menatapnya lekat, lalu berkata dengan dingin, “Apa salahnya gue mencintai wanita hamil?”

“Uhuk... uhuk...!”

Dion tersedak hebat hingga remahan camilan hampir berhamburan dari mulutnya. Ia buru-buru meraih air mineral di meja lalu meneguknya dengan panik.

“Lo bilang apa barusan?” tanyanya sambil menatap Niel seolah pendengarannya bermasalah.

Niel tetap berdiri tenang dengan wajah datar.

 “Apa salahnya gue mencintai wanita hamil?” ulangnya tanpa ekspresi.

Dion membulatkan mata sempurna.

 “Anjir, Niel! Gue kira lo ngomong soal proyek baru atau akuisisi perusahaan!”

Niel mengerutkan kening tipis.

 “Jawab pertanyaan gue.”

Dion bangkit dari sofa.

 “Bentar...” Ia menunjuk Niel penuh curiga. “Wanita hamil ini manusia beneran kan? Bukan istri orang?”

Niel terdiam sesaat. Tatapannya kembali menerawang ke arah gemerlap kota di luar sana.

“Entah...” jawabnya pelan.

Dion langsung mengernyit bingung.

“Entah?”

Niel mengembuskan napas kasar.

“Aku bahkan tidak tahu apa pun tentang dia.”

Dion memijat pelipisnya.

“Lo bahkan nggak tahu statusnya, tapi udah bicara cinta?”

Tatapan Niel kembali dingin.

“Aku hanya bertanya.”

Dion mendengus kasar.

“Pertanyaan lo bikin umur gue pendek.”

Niel berjalan menuju minibar lalu menuangkan minuman ke dalam gelasnya.

“Dia berbeda.”

Dion yang awalnya kesal langsung menyipitkan mata.

“Wah... parah.”

Niel melirik tajam.

“Apa?”

“Lo beneran jatuh hati.” Dion mendekat dengan ekspresi tak percaya. “Nathaniel De Luca yang dingin dan anti perempuan tiba-tiba memikirkan wanita hamil?”

Niel menyesap minumannya pelan.

“Aku hanya penasaran.”

Dion tertawa keras.

“Kalimat klasik orang yang sedang jatuh cinta.”

Niel menatap pemandangan kota lagi.

Wajah itu kembali terlintas di pikirannya.

Wanita itu tampak rapuh, namun juga kuat di saat bersamaan.

“Cari wanita itu,” perintahnya pada Dion.

Dion kembali tertawa, merasa permintaan itu terdengar mustahil.

“Lo gila apa? Gue mau cari di mana? Wajahnya saja gue nggak tahu.”

Niel beranjak dari kursinya, lalu menghampiri Dion.

“Cari dia melalui rekaman CCTV di acara pernikahan Raka dan Marchella.”

Dion mengerutkan kening.

“Niel, tapi bukan cuma dia wanita hamil di acara Raka. Itu pun sudah beberapa bulan yang lalu” ucap Dion.

Niel terdiam sejenak.

Ia kembali mengingat wajah wanita yang terus menghantuinya sejak semalam.

“Dia selalu berdiri dekat tempat kue yang lagi viral itu,” jelasnya.

“Kalau lo bisa cari siapa wanita itu, gue kasih lo tiket liburan selama seminggu dan bonus dua kali lipat.”

Mata Dion langsung berbinar mendengar tawaran itu.

“Siap, laksanakan bos.”

°°••°°

“Diana.”

Diana menoleh, lalu tersenyum pada Rosa.

“Iya, Bu?”

“Bagaimana keadaan anakmu?” tanya Rosa penuh perhatian.

“Sehat, Bu. Dia sangat mengerti kondisi bundanya,” jawab Diana sambil mengelus perutnya yang sudah memasuki usia lima bulan.

Ia sangat bersyukur atas kehadiran anaknya.

Selama bekerja, ia jarang mengeluh dan tidak mengalami ngidam aneh seperti kebanyakan wanita hamil lainnya.

“Syukurlah, Ibu senang mendengarnya. Tapi kalau ada apa-apa, cepat kabari Ibu. Ibu siap membantu kamu dalam hal apa pun.”

Diana tersenyum haru.

Atasannya benar-benar memperlakukannya dengan sangat baik.

Ia sangat bersyukur atas nikmat yang Tuhan berikan padanya.

“Iya, Bu. Saya juga sangat berterima kasih karena Ibu sudah mengizinkan saya bekerja dalam kondisi seperti ini.”

Rosa tersenyum lembut lalu menepuk bahu Diana pelan.

“Jangan terus berterima kasih. Kamu ada di sini karena kemampuanmu sendiri, Diana.”

Diana terdiam sesaat.

Ucapan itu selalu berhasil membuat hatinya hangat.

“Kalau bukan karena Pavlova buatanmu, Castella Cake mungkin tidak akan berkembang secepat ini,” lanjut Rosa sambil tersenyum bangga.

Diana menggeleng cepat.

“Itu semua juga karena bantuan Kak Puspa, Bu. Dan teman-teman di sini.”

Rosa terkekeh kecil.

“Kamu tetap rendah hati, ya.”

Diana hanya membalas dengan senyum kecil.

°°••°°

“Apa, rugi!”

“Iya, Bu. Beberapa bulan ini kita rugi hampir dua ratus juta karena sepi, Bu,” jelas Nina.

Iren mengembuskan napas kasar.

Ia sudah mencari pengganti koki pastry bahkan dari luar negeri, tetapi hasilnya tetap sama.

Toko kuenya tetap sepi dan terus mengalami kerugian.

Bahkan, ia sudah mengeluarkan beberapa varian kue baru dengan diskon besar-besaran, tetapi hasilnya tetap tidak berubah.

“Gaji karyawan selama dua bulan ini juga belum dibayar, Bu,” lanjut Nina sambil menunduk.

Deg!

Wajah Iren langsung berubah pucat.

“Belum dibayar?” ulangnya dengan suara meninggi.

Nina menunduk semakin dalam.

“Maaf, Bu. Saya sudah mencoba menutupinya dengan uang operasional yang tersisa, tapi sekarang benar-benar tidak cukup.”

Iren mengepalkan tangannya kuat-kuat.

“Bagaimana bisa sampai separah ini?”

Nina memberanikan diri menatap atasannya.

“Banyak pelanggan lama berpindah ke toko lain, Bu.”

“Toko lain?”

Nina mengangguk pelan.

“Belakangan ini banyak pelanggan membicarakan toko kue di kota Velmora yang sedang viral.”

Kening Iren langsung berkerut.

“Toko mana?”

Nina menelan ludah gugup.

“Castella Cake, Bu.”

Deg!

Jantung Iren seolah berhenti sesaat.

“Castella Cake?” ulangnya tak percaya.

Nina kembali mengangguk.

“Iya, Bu. Mereka terkenal karena menu Pavlova yang viral di media sosial.”

Napas Iren mulai memburu.

Entah kenapa firasat buruk langsung menyerangnya.

“Siapa pembuat kuenya?” tanya Iren dengan suara bergetar tipis.

Nina terdiam sesaat sebelum menjawab pelan.

“Katanya... seorang wanita bernama Diana, Bu.”

Brak!

Iren membanting gelas di atas meja hingga pecah berkeping-keping.

“Tidak mungkin!” teriaknya penuh emosi.

Nina tersentak ketakutan.

“B-Bu...”

“Wanita itu lagi?” suara Iren bergetar karena marah. “Kenapa harus dia lagi!”

Dadanya naik turun menahan amarah.

Toko kuenya hancur perlahan...

Dan di saat yang sama, Diana justru bersinar di tempat lain.

Iren terdiam. Ia berpikir keras.

Ia tidak ingin Diana bersinar di tempat lain.

Hingga sebuah rencana licik terlintas di kepalanya.

“Aku akan memastikan dia kehilangan semua yang telah dia bangun.”

1
Prafti Handayani
Lanjut thor..Gass tross....
Nona Jmn: Besok ya kak😋😍
total 1 replies
Prafti Handayani
Thor di tunggu lanjutannya...
Nona Jmn: Besok ya kak😋😍
total 1 replies
Prafti Handayani
FIX istrimu Pelacur Samm...
Selamat menikmati kesengsaraanmu...
SELAMANYA!!!
Prafti Handayani
Calon suami dan Daddy buat Diana dan Debay.Mudah"an pria ini lebih berkuasa dri kel Samuel dan Citra.Biar Diana bs bls dendam.Dan calin Daddy bs melindungi Diana dan Debay slmnya.Niar debay nti gag bs diambil alih sm samuel dan keluarganya saat nti tau sam dan citra gag bs punya anak.
Mpusss...
Lia Rahmawati
katanya si Diana pergi jauh,tapi ko toko rotinya Deket sama toko rotinya yang punya si jahat?
Nona Jmn
Hai, kak. Akhirnya mampir di novel baruku😋😍
tia
jahat banget iren ,,makany toko u sepi
tia
semoga karma menghampir u Samuel sekuritas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!