(Unmei Series)
Genre: Romance, Drama, Action, Shounen, Harem.
Unmei to Shiawase yang artinya takdir dan kebahagiaan menceritakan tentang takdir Kaito yang diulang kembali oleh kekuatan Fate Restart milik Yume.
Kaito sudah berhasil membuat takdir kacau balau karena kekuatan miliknya. Yume dan Naya telah mengorbankan diri mereka untuk bisa membuat dunia tetap aman dan damai. Sang malaikat mimpi telah menggunakan Fate Restart, kekuatan terlarang bagi para malaikat.
Kaito terlahir kembali dengan tubuh dan takdir yang juga pastinya berbeda. Seperti yang dikatakan sebelumnya, Kaito mendapat hukuman dari sang dewa. Ia akan mendapat berbagai kesulitan dan tantangan di hidupnya.
Hidup tanpa kebahagiaan, itulah kutukan dari sang Dewa. Walau Kaito memiliki kekuatan yang luar biasa dan disebut sebut sebagai orang yang terpilih. Dia sama sekali tak bisa merasakan kebahagiaan.
Apakah ia akan melawan takdirnya lagi?
Atau dia akan menyerah?
sekuel dari Ai No Koe (Voice of Love)
°Note: cerita original penulis terinspirasi dari anime dan kehidupan nyata.
Jadwal up: tiap hari
Warning: Cover dan Ilustrasi karakter bukan milik penulis, penulis mengambil ilustrasi karakter dari berbagai judul anime.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Okino Kazura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 14
"Kaito? ..."
Lagi lagi aku berada di tempat putih tak berujung, dan Yume kembali berdiri di depanku. Pasti Yume akan memberiku penjelasan tentang tugasku berikutnya. Atau bahkan dia akan menjelaskan lebih detail tentang kekuatanku.
"Yume ... sebelum kamu ngomong panjang lebar ... aku pengen tanya satu hal ... sebener nya tugas malaikat itu apa sih?" Tanyaku karena pertanyaan itu tiba tiba terlintas di pikiranku.
"Hmm ... tugas malaikat itu melenyapkan iblis ... tapi kami tak bisa melakukan itu tanpa bantuan manusia yang di hinggapi iblis itu sendiri"
Para malaikat bukan bertarung layaknya diri ku yang langsung menusuk ke jantung iblis itu tanpa basa basi. Malaikat bertarung di alam mimpi dari korban yang dihinggapi iblis itu.
Ternyata pedang cahaya sang malaikat tak bisa digunakan untuk menyerang seperti pedang pada umumnya. Pedang cahaya para malaikat hanya bisa di gunakan untuk menusuk ke jantung iblis.
Intinya sang malaikat diciptakan untuk tak menyakiti siapa pun termasuk iblis. Sang malaikat hanya ditugaskan untuk melenyapkan iblis itu. Karena itulah malaikat butuh bantuan dari manusia yang di kuasai iblis itu.
Tugas sang manusia hanya lah menemukan tujuan untuk tetap hidup dan melawan rasa sakit di hati mereka yang disebabkan oleh kutukan sang iblis. Malaikat hanya bisa berteriak untuk membuat manusia itu menemukan tujuan hidupnya kembali.
Jantung iblis itu akan muncul apa bila sang manusia telah menemukan tujuan hidup nya kembali. Dan di saat itulah malaikat akan menusuknya dengan pedang mereka.
"Lalu ... kenapa sekarang iblis itu ada di dunia nyata?" Tambahku.
"Jawabannya hanya satu ... seseorang telah membuka gerbang neraka"
Jawaban yang sedikit menyeramkan tentunya. Kenapa ada orang yang berani membuka gerbang neraka yang pastinya itu tak akan berdampak baik.
"Dan yang penting ... aku masih belum tau kenapa kamu bisa membangkitkan kekuatan iblis dan malaikat secara bersamaan," lanjut Yume dengan wajah cemasnya.
Yume bahkan baru mengetahui ternyata pedang para malaikat bereaksi terhadap kekuatan iblis. Jika kekuatan para malaikat tak bisa digunakan untuk menyakiti siapapun, kekuatan iblis pasti sebalik nya.
"Kaito ... selanjutnya ... adalah adik dari kakak kelasmu ..."
Kata kata Yume itu, dia pasti memberi ku petunjuk tentang korban selanjutnya. Kenapa harus adik dari kakak kelasku. Artinya aku harus mendekati kakak kelas itu terlebih dahulu supaya aku bisa mengenal adiknya.
Cih, ngerepotin aja ...
"Hmm ... ano ... Yume ... sebener nya apa yang bakal terjadi kalo kita telat nyelametin manusia yang kena kutukan iblis itu?" Aku kembali mengeluarkan pertanyaan yang terlintas di kepalaku.
"Dia akan jadi monster dan akan membunuh banyak orang dengan kekuatannya ... dan di saat seperti itu lah ... kekuatanmu sepertinya sangat berguna"
Haahh ... kenapa aku harus terlibat dengan semua ini. Aku sekarang bahkan mulai mempercayai semua kata katanya yang tak masuk akal itu.
"Yume ... apa kesalahan ku di masa lalu yang kamu bilang itu?" Tanya ku karena sudah tak bisa menahan diriku lagi.
"Saat itu ... entah kenapa ... aku masih di sini sekarang ...," bukannya menjawab pertanyaanku dia malah bergumam sendiri.
"Pokoknya ... dulu .. kamu itu laki laki yang sangat baik," kata kata terakhirnya sebelum ia kembali lenyap dari hadapanku.
Eh?! ... Baik?!
"Kakak? ... bangun kak!" Suara Hanabi kembali membangunkanku di pagi hari ini.
Saat aku membuka mataku perlahan aku sadar aku tidak berada di kamar. Aku sedang terbaring di sofa ruang keluargaku yang empuk ini. Aku bahkan tak ingat bagaimana aku bisa sampai di sini. Yang aku ingat hanya wajah Mirai yang kulihat malam tadi.
"Kok kakak tidur di sini?"
Hanabi sudah mengenakan seragam SMP-nya yang membuatnya terlihat imut itu. Dia pasti bingung saat melihatku terbaring di sini, jangankan dia, aku pun bingung kenapa aku bisa sampai di sini.
"Ano ... kayak nya aku ... aku lupa," ucap ku lalu duduk dan memegang kepalaku sendiri.
"Haa? ... gimana bisa lupa ... ya udah aku mau siapin sarapan dulu ya ...," ujarnya lalu melangkah menuju ke dapur.
"Mirai ... entah kenapa aku merasa pernah melihatnya ... cih ... bodo amat lah," gumamku lalu berdiri dan berjalan menuju kamarku untuk segera mandi dan bersiap siap untuk sekolah.
maaf cuma nanyak:v
Siapa tau kalian suka.
Jangan lupa juga Like Sama Fav nya ya😉