NovelToon NovelToon
Oh! Mantan Kekasihku

Oh! Mantan Kekasihku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Menjadi Dokter sukses di usia 31 tahun ternyata tidak cukup bagi Hazel untuk membeli satu hal yang paling ia inginkan yaitu kebebasan dari kekangan Ibunya, hingga ia dipaksa untuk pergi ke daerah perbatasan demi ambisi sang Ibu mencari menantu tentara.

Namun, takdir punya rencana lain. Di tempat itulah Hazel kembali dipertemukan dengan seorang pria yang sudah lama ia kenal, pria yang mampu menggoyahkan perasaan Hazel setelah 14 tahun lamanya.

Bagaimana kelanjutan ceritanya? Siapakah pria itu? Bagaimana nasib Hazel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cocok Darimananya?

Mendengar suara langkah kaki yang mendekat, Hazel pun tersentak, ia tahu betul siapa yang datang dari aroma parfum bercampur minyak avtur yang samar-samar tercium. Dengan cepat, Hazel menyeka pipinya yang basah dengan punggung tangan, menarik napas dalam-dalam lalu menurunkan kakinya dari atas kursi.

Hazel memaksakan senyumannya dan berusaha bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa, ia tidak ingin terlihat menyedihkan dan yang paling penting, ia tidak ingin Gavin tahu bahwa hatinya baru saja hancur berkeping-keping karena melihat kedekatan pria itu dengan perempuan lain.

"Kapten Gavin, sudah mau kembali ke pos?" tanya Hazel.

"Belum, hujan semakin deras. Kemungkinan pagi nanti batu bisa kembali," jawab Gavin dan diangguki Hazel.

Gavin pun duduk disamping Hazel dan menatap perempuan disampingnya dengan tatapan penuh arti, Hazel yang ditatap pun hanya diam dan tidak ingin mengatakan apapun.

"Kamu tambah cantik," ucap Gavin tiba-tiba, Hazel tetap diam mendengar pujian dari Gavin.

"Bagaimana kabarmu selama ini?" tanya Gavin.

"Saya baik-baik saja, Kapten. Seperti yang Kapten lihat sekarang, saya jauh lebih bahagia," jawab Hazel.

"Syukurlah, aku senang mendengarnya," ucap Gavin.

Suasana canggung pun menyergap keduanya, Hazel hanya diam dan menatap jendela besar di sebelahnya. Sedangkan, Gavin sejak tadi menatap lekat Hazel.

"Soal perempuan tadi... Dia itu...," Belum sempat Gavin menyelesaikan perkataannya, Hazel tiba-tiba berdiri.

"Ada apa, Dok?" tanya Hazel, menghampiri Dokter Benny yang mengurus Pak Joko.

Hazel merasa lega karena kedatangan Dokter Benny berhasil menyelamatkannya dari penjelasan Gavin yang tidak ingin ia dengar.

Dokter Benny, tampak lelah namun tersenyum lega dan ia mengangguk sambil melepas masker bedahnya. "Lancar, Dokter Hazel. Untung saja anda melakukan tindakan stabilisasi yang tepat di helikopter tadi dan evakuasi udaranya sangat cepat. Usus buntunya memang sudah perforasi, tapi berkat penanganan dini anda, infeksinya belum menyebar luas ke rongga perut. Sekarang pasien sudah dipindahkan ke ruang pemulihan," ucap Dokter Benny.

​Hazel mengembuskan napas lega, bahunya yang tegang sejak tadi seketika luruh. "Syukurlah... Terima kasih banyak, Dokter Benny," ucap Hazel.

"Sama-sama, justru saya yang harus berterima kasih dan angkat topi untuk tim medis perbatasan. Kerja bagus, Dok," puji Dokter Benny tulus sebelum berpamitan untuk kembali ke ruangannya.

​Setelah kepergian Dokter Benny, keheningan kembali menyergap. Hazel perlahan membalikkan badannya dan menemukan Gavin yang sudah berdiri di belakangnya. Pria itu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya, menatap Hazel dengan intensitas yang membuat jantung Hazel berdegup tidak karuan.

​"Selamat. Kamu berhasil, Hazel," ucap Gavin pelan.

​"Ini kerja keras tim, Kapten. Tanpa izin helikopter dari anda, saya tidak akan bisa melakukan apa-apa," jawab Hazel dengan senyum yang tak pernah luntur.

​"Saya ke toilet sebentar," pamit Hazel tanpa menunggu respons dari Gavin.

Hazel melangkah cepat meninggalkan ruang tunggu, mengabaikan tatapan mata Gavin yang terus mengikutinya hingga bayangannya hilang di balik tembok.

​Hazel tidak benar-benar pergi ke toilet, ia hanya butuh alasan untuk menjauh dan menghirup udara agar tidak menyesakkan dadanya. Di koridor yang mengarah ke pos jaga perawat di lantai dasar, Hazel memperlambat langkahnya dan ia melihat dua orang perawat wanita berseragam hijau muda sedang sibuk mencatat berkas di balik meja melingkar.

​Hazel menarik napas panjang, membenahi kerah bajunya yang agak berantakan lalu berjalan mendekat.

"Permisi, Sus," sapa Hazel dengan senyum ramah yang dipaksakan.

​Kedua perawat itu mendongak lalu langsung berdiri tegak saat melihat badge nama dan pakaian lapangan yang dikenakan Hazel, "Eh, iya, Dokter Hazel ya? Dokter militer yang ikut evakuasi helikopter tadi? Wah, hebat banget, Dok!" ujar salah satu perawat yang bernama Nisa dengan mata berbinar kagum.

​Hazel terkekeh pelan, rasa sesak di dadanya sedikit berkurang melihat sambutan hangat itu. "Ah, bukan dokter militer, kok. Saya dokter relawan dari kota yang kebetulan lagi dinas di pos perbatasan utara," ucap Hazel santai.

Hazel kemudian bersandar di konter meja, merasa lebih nyaman berada di lingkungan yang familier dengan dunianya. "Boleh saya numpang duduk di sini sebentar?" izin Hazel.

​"Oh, tentu saja boleh, Dok! Silakan, silakan," sahut perawat satunya lagi yang bernama Rini sambil menggeser sebuah kursi putar ke arah Hazel.

"Pasti capek banget ya, Dok, terbang malam-malam menembus hujan begitu? Kami saja yang di sini tadi tegang waktu dengar kabar helikopter dari perbatasan mau mendarat," ucap Nisa.

​"Luar biasa tegang, Sus. Tapi untungnya semua berjalan lancar berkat kerja sama tim," jawab Hazel sambil mendudukkan diri.

​Untuk mengalihkan pikirannya dari Gavin, Hazel sengaja memancing obrolan seputar dunia medis di rumah sakit tersebut. Mereka mulai bertukar cerita tentang suka duka berjaga di shift malam, kasus-kasus darurat yang sering masuk hingga perbedaan kontras antara fasilitas kesehatan di kota dan di daerah perbatasan, mengobrol santai dengan Nisa dan Rini membuat Hazel merasa seperti manusia normal kembali.

Namun, ketenangan itu terusik saat Nisa tiba-tiba berbisik dengan nada gosip yang khas. "Tapi, Dok... tadi waktu Dokter turun dari helikopter, Dokter ditemani sama Kapten Gavin, kan? Komandan Kompi di pos utara yang terkenal galak itu?" tanyanya.

​Jantung Hazel berdesir pelan, namun ia berusaha tetap memasang wajah ramahnya. "Iya, benar," jawab Hazel.

​Rini ikut mendekat, menyatukan kepalanya dengan Nisa dan Hazel. "Kapten Gavin itu sebetulnya jadi idola di kalangan perawat sini kalau dia lagi dinas ke kota soalnya ganteng banget, gagah. Tapi sayang... dinginnya minta ampun. Tadi kami lihat Tika, anaknya Dokter Dion, datang nyamperin dia kan? Dokter lihat sendiri tidak?" tanya Rini.

​Hazel tersenyum getir, ingatan tentang tangan Tika yang memegangi jaket Gavin kembali berputar di otaknya. "Iya, tadi sempat lihat sebentar di atas, mereka cocok," jawab Hazel lirih.

"Cocok darimananya? Mereka nggak cocok, Dok," jawab Rini.

"Sudah jangan bahas hubungan orang lain, biarkan itu menjadi urusan mereka berdua," ucap Hazel, ia sengaja mengatakan hal tersebut agar hatinya tidak semakin terluka.

Mendengar ucapan Hazel yang mencoba menyudahi obrolan, kedua perawat itu langsung mengangguk paham. Mereka merasa tidak enak karena melihat wajah Hazel yang sudah tampak sangat kelelahan. Tak lama setelah itu, Hazel berpamitan untuk kembali ke ruang tunggu utama, karena waktu sudah menunjukkan pukul empat pagi. Rasa kantuk dan lelah yang luar biasa akhirnya membuat Hazel tertidur pulas di salah satu kursi panjang dengan posisi berbantalkan tas medisnya.

​Sementara itu, Gavin sama sekali tidak tidur. Pria itu menghabiskan sisa malam dengan duduk di kursi seberang Hazel dan menjaganya dalam diam, sambil sesekali berkoordinasi dengan pos perbatasan mengenai kondisi cuaca dan jalur darat yang dilaporkan sudah mulai bisa dilalui secara terbatas.

.

.

.

Bersambung.....

1
Neng Tuti
ini nih tipe orang tua yang menganggap orang lain sebelah mata yang katanya ga selevel lah ga sepadan lah padahal nasib manusia itu ga ada yang tau kan kalo udah gini malu sendiri tuuh yeey dasar bu vivian🙄
Neng Tuti
paling ga suka kalo udah ada part perpisahaan aaah suka netes air mataku😪
Neng Tuti
duuuhh pak kapten meleleh aku jd nya😍😍
Neng Tuti
semangat kapten untuk meluruhkan camer mu yang gila hormat itu💪💪💪
Neng Tuti
semangat HAZEL nanti kamu bakal ketemu belahan jiwa yang akan meratukan kamu 😍
Susana Sari Sari
heppy ya...
Susana Sari Sari
senangnya ending yg maniz...seperti perkawinan Kristen didunia nyata,tidak mrngedepankan nafsu ...terima kasih Thor 👍👍👍💪🙏
una
ya....tunggu cerita kelanjutan anak2 Gavin Hazel Yach...🙏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Selesai dengan akhir yang bahagia.👏👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Akhirnya yang ditunggu² pemeran uatama lahir juga, selamat datang ke dunia barumu baby.. bakal jadi kesayangan Oma- Opa, Nenek - Kakek nih.👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ga apa² bisa di coba saran dari dokternya Zel, siapa tau baby bisa langsung pengen keliar sekarang juga./Joyful//Joyful//Joyful/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Calon baby kalian itu sudah hadir, coba kalau Hazel ngeuh sebagai istri sekaligus dokter pasti tau gejala apa sampe hoak hoek gitu.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Penganten baru di hajar sampe gempor, harus kuat ngimbangin sang kapten ya Zel./Joyful//Joyful//Joyful/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Bakal cepet jadi juniornya Gavin - Hazel ini mah, soalnya kapten Gavin lossdoll banget tenaganya./Joyful//Joyful//Joyful/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Hareudang... Hareudang.. hareudaaangngg, panas.. panas.. panaass, MP penganten baru./Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
una
semangat 💪💪💪
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Wkwwkk suster Kinan berasa kayak sapi ompong karna percaya saja dengan kebohongan Hazel dulu tentang hubungannya dengan Gavin./Joyful//Joyful//Joyful/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Akhirnya kebahagiaan yang di tunggu² datang juga, selamat Gavin - Hazel untuk pernikahan kalian.👏👏👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kamu harus berterima kasih pada pak jendral Bayu dan dokter Ane, Zel karna berkat mereka kamu dan Gavin bisa bertahan sampe sekarang.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Tenang Hazel, Gavin ada bu Vivian yang bakal turun tangan jadinsemua prosesenya bakal cepat beres./Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!