NovelToon NovelToon
Pendekar Mulut Sampah

Pendekar Mulut Sampah

Status: sedang berlangsung
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: ikyar

Li Zhen terbangun di ranjang jerami yang gatal, menggaruk kepalanya dengan wajah bingung. Dia menyadari dirinya terlempar ke Benua Awan Surgawi, masuk ke tubuh pemuda lemah dengan nama yang sama.

Alih-alih berlatih ilmu kanuragan seperti kultivator lain, Li Zhen hanya menguap lebar sambil menatap langit-langit yang bocor. Dia memilih menggunakan lidahnya yang setajam pisau untuk bertahan hidup di dunia persilatan yang kejam ini.

Dia tidak pernah sekalipun memukul lawan, namun musuhnya sering menangis tersedu-sedu sambil memeluk lutut. Ini adalah kisah berputar-putar tentang seorang pemuda yang mengacaukan dunia kultivasi hanya dengan ocehan tanpa henti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pasukan Pekerja Paksa

Sinar matahari ganda di Benua Awan Surgawi semakin merangkak naik menuju puncaknya, memanggang lereng gunung terpencil itu dengan suhu yang cukup menyengat kulit. Angin yang tadinya membawa hawa sejuk pagi kini perlahan berubah menjadi hembusan udara hangat yang menerbangkan debu-debu halus dari permukaan tanah merah.

Di halaman gubuk reyot yang tidak memiliki nilai estetika sama sekali itu, pemandangan surealis yang bisa membuat seluruh benua gila sedang berlangsung dengan sangat hening. Puluhan pria dan wanita tua berjubah sutra emas dan perak sedang merangkak di atas tanah berlumpur, mencabuti gulma liar berduri menggunakan tangan kosong mereka.

Keringat sebesar biji jagung terus menetes dari dahi Kepala Sekte Zhao Wuji, membasahi alis tebalnya dan jatuh mengenai rumput hijau di bawahnya. Pria perkasa yang biasanya hanya duduk di atas takhta giok itu kini harus menahan napas setiap kali dia membungkuk untuk menarik akar tanaman liar.

Korset baja pembentuk perut yang dia kenakan secara diam-diam di balik jubahnya kini terasa seperti alat penyiksa mematikan yang meremukkan tulang rusuknya secara perlahan. Wajah Zhao Wuji pucat pasi menahan sakit yang luar biasa, namun dia tidak berani mengeluh sedikit pun karena takut rahasianya akan dibongkar lebih jauh lagi.

Di sebelahnya, Tetua Lin sedang berusaha keras membersihkan lumut yang menempel pada dinding kayu gubuk menggunakan ujung lengan jubah putih bersihnya. Pria tua itu sesekali terisak pelan menahan tangis, tangannya gemetar hebat setiap kali ujung janggut palsunya secara tidak sengaja tersangkut pada serpihan kayu yang tajam.

Sementara itu, di dalam gubuk yang kini mulai terasa sedikit gerah, Li Zhen sedang berbaring santai di atas ranjang kayunya dengan kaki disilangkan. Dia mengorek telinganya menggunakan kelingking dengan ekspresi wajah yang sangat bosan, sama sekali tidak peduli dengan penderitaan para elit sekte di halaman depannya.

Suara dentingan notifikasi dari Sistem Pembicara Sampah Surgawi sudah berhenti sejak tadi, menyisakan saldo Poin Sampah yang kini berjumlah fantastis di pojok layar birunya. Angka seratus ribu poin lebih itu berkedip terang, seolah menggoda Li Zhen untuk segera menghabiskannya demi mencapai puncak kejayaan di dunia kultivasi.

"Sistem, tampilkan barang-barang perabotan fana yang paling mewah dan nyaman, aku tidak mau melihat pedang terbang atau pil dewa di layarku," perintah Li Zhen dengan nada manja. Layar biru neon itu seketika memutar halamannya dengan cepat, mematuhi perintah mutlak inangnya tanpa berani memunculkan barang kultivasi kelas atas yang membosankan.

Deretan gambar perabotan rumah tangga modern yang entah bagaimana bisa direplikasi oleh sistem di dunia fantasi ini mulai bermunculan satu per satu. Ada kursi goyang berlapis beludru merah, meja teh dari kayu mahoni berukir emas, hingga kasur bulu angsa setebal lima jengkal yang terlihat sangat empuk.

Mata Li Zhen berbinar terang melihat kasur bulu angsa tersebut, perutnya yang sudah terisi penuh oleh ayam panggang spiritual langsung memberikan sinyal rasa kantuk yang berat. Tanpa berpikir panjang, dia langsung menekan tombol beli pada gambar kasur mewah seharga lima ratus poin tersebut dengan satu sentuhan jari yang ringan.

Sebuah kilatan cahaya putih muncul di sudut ruangan, menyapu tumpukan jerami busuk yang sebelumnya dia gunakan sebagai alas tidur hingga lenyap tanpa sisa. Sebagai gantinya, sebuah kasur besar berlapis sutra merah marun dan diisi dengan bulu angsa paling lembut kini terhampar elegan di atas ranjang kayu kasarnya.

Li Zhen langsung melompat dari bagian kayu yang keras dan menjatuhkan dirinya ke atas kasur baru tersebut dengan tawa bahagia yang tidak bisa ditahan. Tubuh kurusnya seolah tenggelam ke dalam lautan kelembutan yang luar biasa, memanjakan tulang punggungnya yang sejak kemarin disiksa oleh lantai tanah yang dingin.

"Ini baru yang namanya kehidupan, biarlah para idiot di luar sana terbang menembus awan, aku hanya ingin tidur dengan nyaman tanpa gangguan," gumamnya sambil memeluk guling sutra. Matanya perlahan mulai terpejam rapat, menikmati sensasi hangat dan empuk yang sudah sangat dia rindukan sejak terseret ke dimensi yang salah ini.

Namun, waktu istirahatnya yang damai kembali diganggu oleh suara ketukan palu kayu yang terdengar sangat ragu-ragu dan canggung dari arah pintu depan gubuknya. Li Zhen membuka sebelah matanya dengan kesal, mendecakkan lidahnya keras-keras karena tidur siangnya harus tertunda oleh kebisingan tukang kayu amatiran tersebut.

Dia bangkit berdiri dengan langkah yang sengaja dientakkan kuat-kuat ke lantai, berjalan menuju ambang pintu dengan wajah yang ditekuk masam penuh amarah. Di sana, dia melihat Tetua Zhao yang sisa jenggotnya masih hangus sedang berusaha memasang engsel pintu baru yang terbuat dari kayu jati kualitas rendah.

Tetua Zhao memegang palu kayu itu dengan kedua tangannya yang gemetar parah, keringat dingin membasahi seluruh lehernya yang keriput dan penuh noda debu. Alih-alih memukul paku kayu dengan tepat, pria tua penguasa elemen api itu malah memukul ibu jarinya sendiri hingga bengkak memerah.

Tetua itu menggigit bibirnya sangat kuat untuk menahan jeritan kesakitan, air matanya menggenang di pelupuk mata karena rasa perih yang menjalar tak tertahankan. Dia sama sekali tidak berani menggunakan energi spiritual untuk menyembuhkan jarinya karena takut dianggap tidak tulus dalam melakukan hukuman kerja fisik ini.

Li Zhen melipat tangannya di dada, bersandar pada bingkai pintu dengan postur yang sangat merendahkan martabat tetua elit di hadapannya itu. "Apakah di sekte sebesar ini tidak ada satupun kultivator yang memiliki keterampilan dasar memegang palu tanpa melukai dirinya sendiri layaknya anak balita?" sindir Li Zhen tajam.

Mendengar suara sarkastis pemuda itu, Tetua Zhao langsung menjatuhkan palu kayunya ke tanah dengan gerakan panik yang sangat menyedihkan. Dia menundukkan kepalanya dalam-dalam, bahunya berguncang hebat menahan rasa takut yang teramat sangat kepada sosok yang dia yakini sebagai alkemis dewa yang kejam.

"M-maafkan ketidakmampuan junior ini, Senior Agung, tangan tua ini sudah terlalu lama memegang pedang api dan melupakan cara memegang alat pertukangan," jawab Tetua Zhao dengan suara bergetar. Dia meremas ibu jarinya yang bengkak, mencoba menyembunyikan rasa malunya di balik senyuman yang sangat dipaksakan dan terlihat sangat memelas.

Li Zhen mendengus meremehkan, matanya memindai layar merah yang melayang di atas kepala Tetua Zhao untuk mencari bahan hinaan baru yang bisa digunakan. Namun, dia memutuskan untuk menyimpan rahasia memalukan pria itu untuk nanti, karena dia lebih suka melihat pria arogan itu menderita secara fisik saat ini.

"Terus bekerja, dan jika pintu itu masih miring saat aku bangun tidur nanti, aku akan menyuruhmu memakan palu kayu itu utuh-utuh tanpa minum," ancam Li Zhen dengan nada dingin. Dia berbalik badan dan melangkah kembali ke kasur bulu angsanya, membiarkan Tetua Zhao menghela napas lega yang terdengar sangat putus asa di ambang pintu.

1
Bambang Slamet
m
T28J
mantap kakak 👍 like dan hadiah💪
Kalong Super
💪💪💪💪👍👍 mantul
Aisyah Suyuti
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!