NovelToon NovelToon
Grandmaster Yang Terlupakan

Grandmaster Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Sistem
Popularitas:84.9k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

Lin Qian adalah sosok misterius yang menyembunyikan kekuatan dahsyatnya di balik kehidupan sederhana sebagai pemilik Pusat Seni Bela Diri di Kota Yunzhou. Di matanya, kehidupan fana adalah pelarian dari dunia persilatan yang penuh intrik dan pertumpahan darah.
Namun ketenangan itu terusik ketika murid kesayangannya, Han Yu, hampir tewas akibat konspirasi licik Han Bojin dari Kamar Dagang Yunzhou. Kejadian itu memaksa Lin Qian keluar dari bayang-bayang ketenangan dan menunjukkan secuil kekuatan sesungguhnya—kekuatan yang bahkan membuat seorang Kaisar Bela Diri sekelas Ye Bei berlutut ketakutan hanya dalam hitungan detik.
Kini, berbagai pihak mulai melirik keberadaan Lin Qian. Ada yang ingin berlindung di bawah naungannya, ada yang ingin memanfaatkannya, dan ada pula yang—karena ketidaktahuan—berani mengusiknya.
Semuanya akan segera menyadari satu kebenaran yang sama:
Ada langit di atas langit. Dan langit itu bernama Lin Qian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35: Dua Bidadari dan Satu Meja

Setelah Lin Qian pergi meninggalkan aula bela diri, Han Yu berlatih dengan tekun di halaman depan, sementara Wangcai berbaring malas di sampingnya—sesekali melirik dengan pandangan meremehkan, seolah berkata bahwa pukulan murid ini masih jauh di bawah standar tuannya.

Tiba-tiba, sesosok wanita anggun berjalan masuk.

Yao Linger, yang telah berdandan sedemikian rupa agar terlihat mempesona namun tetap sopan. Ia datang lebih awal dengan satu tujuan—mengambil hati Lin Qian sebelum Han Yuner sempat mendekat.

“Permisi, apakah ada orang di sini?” panggilnya dengan suara lembut dan penuh pesona.

Han Yu berhenti berlatih dan menyapa dengan sopan. “Tuan saya sedang tidak ada di sini. Ada keperluan apa?”

Yao Linger tersenyum manis, berusaha memanfaatkan ketidak pengalaman pemuda itu. “Bolehkah kau bilang ke mana Guru-mu pergi? Aku ada urusan penting.”

Di bawah tatapan menggoda dan senyum memikat Yao Linger, wajah Han Yu memerah padam. Ia gugup dan akhirnya mengaku, “Tuan... Tuan pergi ke Rumah Hiburan Yihong. Katanya mau main Perang Tuan Tanah dengan orang-orang di sana.”

Mata Yao Linger langsung berbinar cerah. Informasi ini adalah kabar terbaik yang ia dengar hari ini. Selama ini ia sempat khawatir jika Lin Qian adalah orang yang menahan diri dari urusan duniawi—namun ternyata sama saja dengan laki-laki lainnya.

Berarti misinya akan jauh lebih mudah.

“Terima kasih ya, adik manis,” godanya sebelum berbalik pergi dengan hati gembira.

Namun saat melangkah keluar, matanya tertuju pada selembar kain yang dijemur di dekat pagar. Ia mengenalinya—salah satu dari barang yang tampaknya berharga di sini. Dengan niat menyelidiki lebih jauh, ia diam-diam meraih kain itu, berniat membawanya pergi.

“Berhenti!”

Suara keras membentaknya.

Han Yu berdiri di ambang pintu, matanya memancarkan kemarahan. Ia tidak peduli seberapa cantik wanita ini—barang di aula bela diri adalah barang suci baginya.

“Kau terlihat cantik, tapi ternyata pencuri?!”

Yao Linger terkejut ketahuan, namun tetap mencoba merayu. “Cuma kain lusuh ini saja, biarkan aku bawa ya?”

“Pergi atau aku serang!”

Han Yu sama sekali tidak tergoda. Ia mencabut pedang panjang pemberian Lin Qian, dan tubuh kecilnya melesat maju dengan gerakan tajam.

Yao Linger mencibir dalam hati. Gerakan amatir begini berani menantangku?

Namun detik berikutnya, senyumnya membeku.

Dari bilah pedang yang tampak biasa itu, terpancar tekanan yang luar biasa berat hingga membuat udara di sekitar bergetar. Tekanan itu jauh melebihi barang berharga apa pun yang pernah ia lihat—bahkan mungkin setara benda peninggalan tingkat Suci. Tulang-tulang di seluruh tubuhnya seolah ingin hancur, dan lututnya lemas seketika.

“Ampun! Aku salah! Aku kembalikan!” jerit Yao Linger panik, langsung berlutut di tanah sambil menyerahkan kain itu dengan tangan gemetar.

Pedang itu berhenti tepat satu inci di atas kepalanya.

Han Yu merebut kain itu kembali, menatapnya tajam, lalu berbalik masuk ke dalam. “Sekali lagi kau berani mengambil apa pun dari sini, jangan harap selamat.”

Rasa malu dan takut bercampur aduk di hati Yao Linger. Ia bangkit perlahan, masih gemetar.

Belum sempat ia menenangkan diri, matanya tertuju pada Wangcai—si anjing berbulu emas—yang sedang menatapnya dengan pandangan merendahkan, seolah melihat sesuatu yang tidak layak ada di halaman ini.

Kehormatannya yang sudah tergores kini semakin tersakiti.

Dihina murid kecil saja sudah parah. Dihina anjing pula?!

Dengan sisa keberaniannya, ia menatap tajam ke arah hewan itu.

Gong!

Tanda di dahi Wangcai bersinar terang. Sebuah sinar cahaya kecil melesat begitu cepat hingga tak terlihat mata telanjang, menghantam dada Yao Linger.

Gedebuk!

Yao Linger terlempar mundur beberapa meter, jatuh terguling ke tanah, dan memuntahkan darah segar. Matanya membelalak tak percaya.

Apa barusan? Aku dipukul dan dilempar oleh seekor anjing?!

Namun kenyataan pahit itu nyata. Ia mengenali aura itu.

Serigala Iblis Pemakan Surga.

Makhluk legendaris yang dipelihara sebagai hewan peliharaan biasa di sini. Keringat dingin membasahi tubuhnya. Aula bela diri ini benar-benar mengerikan—muridnya membawa senjata suci, anjingnya adalah binatang purba legendaris, belum lagi gurunya yang kedalamannya tak terukur.

Ia sadar, ia tidak punya pilihan lain selain menuntaskan misinya malam ini dengan sempurna.

Malam pun tiba.

Di restoran terbaik Kota Yunzhou yang dipenuhi cahaya lampu dan pemandangan indah, Lin Qian sudah duduk menunggu. Ia memesan tempat terbaik sebagai bentuk terima kasih pada kedua wanita yang membantunya kemarin.

Di meja sebelah, seorang pemuda bernama Wei Hao sedang menunggu kekasihnya, Chen Xiaoyu. Pemuda itu ramah dan percaya diri, terus bercerita betapa sulitnya ia mendapatkan hati wanita cantik itu. Lin Qian hanya mendengarkan sambil tersenyum santai.

Namun suasana berubah hening saat pintu restoran terbuka lebar.

Masuklah Han Yuner—anggun dan elegan, berjalan dengan pembawaan seorang putri bangsawan, gaun hijaunya berkilau lembut di bawah cahaya lampu.

Di belakangnya, menyusul Yao Linger yang berjalan dengan pesona memikat, senyum tipis menghiasi bibirnya meski di balik itu tersimpan rasa sakit dari lebam di dadanya yang belum sepenuhnya sembuh.

Kedatangan dua wanita dengan kecantikan dan gaya yang berbeda namun sama-sama menakjubkan itu seketika menyita seluruh perhatian pengunjung restoran.

Wei Hao yang tadi bangga dengan kekasihnya kini melongo lupa diri, bahkan meninggalkan Chen Xiaoyu yang berdiri di sampingnya dengan wajah merah padam menahan marah.

Di mata semua orang, hanya ada satu pemandangan—dua bidadari cantik berjalan langsung menuju satu meja... meja tempat duduk pemuda sederhana yang tampak biasa saja.

Lin Qian.

Ia menyambut keduanya dengan anggukan santai, lalu memanggil pelayan untuk memesan makanan seolah ini hanyalah makan malam biasa bersama kenalan lama.

Persaingan diam-diam antara Han Yuner dan Yao Linger pun dimulai di sini—di bawah sorotan banyak mata, masing-masing membawa tekad kuat untuk memenangkan kepercayaan pria itu malam ini. Satu membawa ketulusan yang murni. Satu lagi membawa rencana rahasia yang jauh lebih rumit.

Namun keduanya tidak tahu satu hal yang sama—bahwa pria di hadapan mereka sedang memikirkan apakah dia harus memesan dua atau tiga mangkuk sup ikan untuk malam ini.

1
Duta25
Permisi kakak-kakak, mau ngasih tahu kalau aku udah rilis novel yang berjudul "Akulah Yang Terkuat"😄 Nah ini nyeritain tentang seorang anak bernama Ardan Varger yang terkenal sombong dan angkuh, dengan cita-citanya untuk menjadi ahli bela diri terkuat 🔥. Mampukah ia mencapai impiannya? Pertanyaan itu bisa terjawab dengan mulai ngikutin kisahnya dalam novel ini☺
jadi buat kakak-kakak jangan lupa mampir yah ke novelku, makasih atas perhatiannya 🙏😁
Muhammad Ridwan
yg mengherankan juga kenapa sistem tidak menjelaskan kpd dia thor?
Aloy Winaryo
guru
Muhammad Ridwan
selalu begini thor, sengaja banget ga dberi kesempatan menjelaskan, sehingga MC ga kunjung sadar dgn kekuatan orang d sekitar nya
Aloy Winaryo
sembrono
Muhammad Ridwan
akan lebih seru nanti klo MC dah sadar, buat dia untuk sedikit menahan kekuatan nya thor, biar seru, biar ga langsung ilang musuhnya
Muhammad Ridwan: setidaknya biarkan musuhnya mengeluarkan kemampuan terbaik mereka
total 1 replies
@Lion_001
bukanya lin qian udh hidup ribuan tahun sebelumnya,kk masih logo dn polos sekarana
Siska
sejauh ini yang saya amati seperti cerita dari manhua Tuan Yi, apakah benar thor🤔
Pecinta Gratisan
mantap🤑
Azkiya Faiha
makasih,semoga terhibur🙏🙏🙏😄
Pecinta Gratisan
mantap thor cerita nya👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hahaha... dipanggil ayah besar🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣ditampar oleh beruang
Azkiya Faiha
smoga terhibur kakak🙏🙏🙏
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hahahaha si tengkorak punya ponakan dan dapat misi 🤣🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣pantat beruang di tendang si anjing🤣
Muhammad Ridwan
ini sampe akhir ganyadar kah thor MCnya?
Muhammad Ridwan: ok thor, good
total 2 replies
Muhammad Ridwan
bertele-tele banget, tinggal bilang aja kalo dia yg nulis
Toki-Toki Victory
hahahaha 🤣😂🤣😂
Alfa
🤣🤣🤣🤣💪🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!