NovelToon NovelToon
Not Our Time

Not Our Time

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Penyesalan Keluarga
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Aku lahir dari puncak sebuah ego yang membara, Tapi aku dikunci rapat oleh darah dan rahasia maut di malam badai.
Aku membuat dua orang yang saling mencintai menatap dengan tatapan es,
Dan aku terukir abadi sebagai garis pucat di perut sang wanita. Siapakah aku?"

Enam tahun lalu, ego memisahkan mereka.
Sebuah kecelakaan maut yang merenggut nyawa Amara, sahabat dari Vexana Valerio Dan Landon Dasmon—mengubah cinta membara menjadi kebencian pekat yang saling menyalahkan.

Kini, takdir memaksa Vexana dan Landon kembali berhadapan di koridor kampus yang sama.

Di antara dendam yang membakar dan penyesalan yang terlambat, mampukah mereka mengungkap kebenaran malam badai itu, atau justru hancur bersama puing-puing masa lalu?

~~~~~~
Happy reading 🦋🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#29

Sinar matahari pagi menembus celah gorden abu-abu gelap, membawa binar terang yang terasa menyengat kelopak mata Vexana.

Detik pertama kesadarannya kembali, dunia seolah berputar dengan kecepatan penuh.

Rasa pening yang luar biasa hebat menghantam bagian belakang kepalanya, berdenyut-denyut laksana ribuan jarum yang ditusukkan secara bersamaan.

Tenggorokannya terasa sekering padang pasir, dan setiap kali ia mencoba mengembuskan napas, aroma pekat alkohol dari sisa semalam masih terasa di pangkal lidahnya.

Vexana mengerang lirih, mencoba menggerakkan lengannya untuk menghalau cahaya matahari. Namun, tubuhnya menolak untuk patuh.

Seluruh persendiannya terasa remuk, kaku, dan seolah tidak bisa digerakkan. Rasa linu yang teramat sangat menjalar dari bahu hingga ke ujung kakinya.

Tunggu...

Dahi Vexana berkerut dalam. Sentuhan kain yang menyelimuti tubuhnya terasa berbeda.

Ini bukan selimut bulu angsa berwarna putih miliknya di mansion Bel-Air. Ini adalah sprei sutra tebal berwarna maskulin yang terasa dingin di kulitnya.

Dan aroma ruangan ini... ini bukan wangi mawar dan vanilla kamarnya. Ini adalah perpaduan aroma kayu cendana, mint yang tajam, dan wangi maskulin yang sangat ia kenali—wangi yang selama bertahun-tahun menghantui mimpi buruknya.

Jantung Vexana mendadak berdegup kencang, memompa adrenalin yang seketika membunuh sisa-sisa efek alkohol di otaknya.

Sebelum ia sempat mencerna situasi, ia merasakan sesuatu yang berat dan hangat menimpa perut dan pinggangnya.

Sebuah lengan kekar dengan urat-urat menonjol sedang mendekapnya dari belakang, menarik tubuhnya begitu erat hingga hampir tidak ada jarak yang tersisa di antara mereka.

Oh, tidak. Seseorang sedang mendekapku.

Ketakutan melanda batin Vexana. Ia mencoba mengintip ke bawah selimut, dan seketika itu juga seluruh dunianya seolah runtuh ke dasar jurang yang paling dalam.

Vexana menyadari bahwa dirinya berada dalam kondisi telanjang bulat. Tidak ada sehelai benang pun yang melekat di tubuhnya.

Dengan rasa panik yang membakar dada, Vexana mencoba berbalik secara perlahan, mengabaikan rasa remuk dan perih yang luar biasa di sekujur tubuhnya. Begitu wajahnya berhasil berputar menghadap ke sisi lain ranjang, napasnya tercekat di tenggorokan.

Seorang pria sedang tertidur lelap di sampingnya.

Wajah tampan dengan rahang tegas yang sedikit ditumbuhi bayangan jenggot tipis, rambut hitam acak-acakan yang berantakan di atas bantal, dan napas teratur yang hangat menerpa wajah Vexana.

Pria itu adalah Landon Desmon. Pria yang beberapa hari lalu ia sepakati untuk menjadi orang asing di koridor kampus, kini sedang tidur tanpa busana di atas ranjang yang sama dengannya.

Tepat saat Vexana sedang membeku dalam kehancuran batinnya, kelopak mata Landon bergerak perlahan. Sepasang manik mata legam yang tajam itu terbuka, menatap langsung ke dalam manik mata bulat Vexana yang dipenuhi kepanikan.

"Kau sudah bangun?" tanya Landon, suaranya terdengar sangat parau dan dalam khas orang yang baru bangun tidur. Nada suaranya begitu lembut, tanpa ada jarak, seolah-olah perpisahan enam tahun lalu tidak pernah terjadi.

Deg.

Hancur sudah seluruh harga diri Vexana Valerio pagi ini.

Sisa-sisa keangkuhan seorang putri konglomerat runtuh tak berbekas di atas ranjang ini.

Dengan susah payah dan menahan rasa sakit yang luar biasa, Vexana menyentakkan tubuhnya mundur, menjauh dari jangkauan tangan Landon. Ia menarik selimut sutra abu-abu itu dengan kasar untuk menutupi tubuh polosnya hingga sebatas dada.

"Kenapa... kenapa aku bisa berakhir di kamarmu?!" Suara Vexana bergetar hebat, bukan hanya karena amarah, melainkan karena rasa malu dan kehancuran yang bercampur menjadi satu.

Saat ia bergerak menjauh, rasa perih yang teramat sangat menyengat bagian intinya.

Rasa sakit yang spesifik, yang langsung memberikan jawaban mutlak atas apa yang telah terjadi di antara mereka semalam.

Ya Tuhan, melihat bagaimana mereka berdua sama-sama telanjang, badan yang remuk, dan bagian intinya yang perih... sepertinya mereka tidak hanya sekadar melepas rindu. Mereka telah melewati sebuah malam yang panas, sebuah pusaran gila yang menyerupai neraka duniawi.

Sekelebat bayangan ingatan semalam mendadak berputar di otaknya seperti rol film yang rusak.

Bayangan tentang dirinya yang tertawa di atas gendongan Landon tentang pesawat imajiner, ciuman menuntut yang berbau alkohol di depan pintu penthouse, hingga sentuhan-sentuhan kasar namun penuh keputusasaan di atas ranjang ini... semuanya kembali tanpa permisi.

Vexana mengingat bagaimana dirinya yang mabuk terus memanggil nama Landon, memohon pria itu untuk tidak melepaskannya semalam.

Rasa malu yang luar biasa membakar wajah Vexana hingga memerah. Namun, keangkuhan Valerio di dalam dirinya menolak untuk tunduk. Ia tidak mau terlihat seperti dirinya yang bersalah hanya karena telah mabuk dan kehilangan kontrol. Ia harus melimpahkan seluruh kesalahan ini pada pria di depannya.

"Brengsek!!!" teriak Vexana, air mata kemarahan dan harga diri yang terluka mulai menggenang di sudut matanya. "Kau meniduriku tanpa rasa kasihan?! Ini benar-benar menyakitkan, Landon! Kau memanfaatkan kondisiku yang mabuk!"

Landon langsung terduduk di atas ranjang. Ia mengabaikan fakta bahwa tubuh bagian atasnya yang atletis terekspos sepenuhnya, menampilkan beberapa bekas cakaran tipis di dadanya—bukti betapa gila dan intensnya malam mereka.

Mendengar tuduhan Vexana dan melihat raut wajah wanita itu yang kesakitan, gumpalan rasa bersalah langsung memenuhi dada Landon.

"Maaf, Bee... aku minta maaf," ucap Landon, suaranya terdengar penuh penyesalan yang tulus. Ia memajukan tubuhnya, mencoba meraih jemari Vexana yang mencengkeram selimut.

"Apakah... apakah benar-benar sesakit itu? Maafkan aku, semalam aku benar-benar kehilangan kendali saat kau terus memanggil namaku."

"Jangan panggil aku Bee! Dan jangan berani-berani menyentuhku!" jerit Vexana histeris.

Rasa sesak di dadanya semakin memuncak. Kenyataan bahwa ia telah menyerahkan tubuhnya kembali pada pria yang telah membuangnya enam tahun lalu terasa seperti belati yang menusuk jantungnya berkali-kali.

"Beraninya kau menyentuhku saat aku tidak berdaya! Kau sengaja, kan?! Kau sengaja ingin merendahkanku!"

BUGH! BUGH! BUGH!

Tanpa memedulikan rasa remuk di tubuhnya, Vexana memukulkan kepalan tangannya bertubi-tubi ke dada tegap Landon.

Selimut yang menutupi tubuhnya sempat melonggar, namun ia tidak peduli. Ia meluapkan seluruh rasa frustrasi, kehancuran, dan rasa malunya melalui pukulan-pukulan tidak beraturan itu.

"Dasar penjahat kelamin! Kau benar-benar brengsek, Landon Desmon! Aku membencimu! Aku membencimu karena kau selalu menghancurkan hidupku!" raung Vexana di sela tangisnya yang akhirnya pecah.

Landon tidak menghindar. Ia membiarkan setiap pukulan keras Vexana mendarat di dadanya, menerima seluruh amarah dan rasa sakit wanita itu sebagai hukuman yang layak untuknya.

Baginya, rasa sakit fisik akibat pukulan Vexana sama sekali tidak sebanding dengan kepedihan melihat dinding pemisah yang kembali tegak di antara mereka, tepat setelah mereka sempat menyatu dalam kehangatan yang paling intim semalam.

Kamar mewah itu kini kembali berubah menjadi medan perang, menyisakan sisa-sisa malam panas yang menyisakan kepahitan luar biasa di pagi hari.

1
Mei TResna Rahmatika
ngakak bangett🤣dady maximilian ada aja idenya ngerjain landon🤣
Ros 🍂: susuai reques pembaca 🤭😭😭😭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
satu kata buat pak Desmon"MAMPUSSS" ketawa jahat dulu aku Thor hahahahaha aduh sampai kering ini gigi ketawa Mulu dari tadi🤣🤣🤣🤣
Ros 🍂: huhuhu terharu loh aku kak, Kalo Cerita bikin ketawa 🤭🤣🤣🤣
btw ini kenapa pada musuhan sama bapak Desmon 😭
total 1 replies
nayla tsaqif
Baru bogem daddy max nihh,,, mana nih grandpa kensingtone,, gk mau kasih salam bogem jg,, 😌
Ros 🍂: entah kenapa Saya sulit menghadirkan para Tetua kak 🤭🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
belum puas cuma tiga kali doang harusnya sampai masuk UGD🤭🤣🤣
Ros 🍂: kak astagaaa 🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Vibesnya kayak ketemu musuh bebuyutan waktu masa kcil lihat mommy Eleanor dan daddy max,, 🤣
Ros 🍂: Udahlah kak Author nggak tanggung-jawab sama mereka 🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Hukumannya ringan itu,, harusnya larinya pake baju balet warna pink,,,!!
Ros 🍂: kak😭 ngakak aku kak🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
aaah cuma sepuluh kali doang harusnya hukumannya yg lebih berat misal nyapu halaman mansion,nyabutin rumput mansion🤭🤣🤣🤣🤣🤣 itu terlalu ringan Thor mohon tambahkan hukuman pak Desmon🤭🤣
Ros 🍂: hahaha sesuai request para Reader 🤭🤣🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
emaknya Mr. Desmon kocak asli🤣🤣🤣🤣
Ros 🍂: Reader suka nggak ?🤭😅
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
akhirnya😍 gak sia" perjuangan landon🤣
Ros 🍂: Wkwkw 🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Nunggu daddy max ngasih bogem dan khotbah sama landon,, 😌
Ros 🍂: wah ide bagus itu kak🤭 sesuai request 🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
wahh landon siap bertarung ngadepin daddy max
Ros 🍂: semangatin kak🤭🤣
total 1 replies
Agus Hidayat
jreng jreenngggg akhirnya pak Desmon bisa liat jagoannya juga😍😍😍
Ros 🍂: Yahoooo🤭🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
akhirnya bomnya meledak juga
Ros 🍂: wkwkwk🤭
total 1 replies
Yunie
akhirnya mulai terungkap
Ros 🍂: iya kak🫶
total 1 replies
Yunie
ada apa selama 2 tahun?
Vanni Sr: ohh Aj ank ny vexa dn london , tp daddy ny nutupin seolah itu makam ank mereka , mkny london benci vexa.
total 2 replies
Mei TResna Rahmatika
pliss thorr abis ini bkin mereka sama" mengakui masih cinta😭 nyesek bangett baca dr bab 1 nangisin mereka mulu
Ros 🍂: huhuhu Maafkan author yaa kak 🤭🙏🏻 nanti dibuat sesuai request 😅
total 1 replies
N I S
kak ceritamu bagus banget😍
Ros 🍂: ma'aciww ya Kak 🫶🥰
total 1 replies
Thee-na Tooth
ayoo kak up maraton 🤭
Ros 🍂: siap ya kak🫶
total 1 replies
Kristina NellaWara
semngt up thorrr
Ros 🍂: ma'aciww kak🫶🥰
total 1 replies
Kristina NellaWara
lnjut thor
Ros 🍂: siap kak 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!