NovelToon NovelToon
DEWA PERANG DAN KUCING BENCANA

DEWA PERANG DAN KUCING BENCANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:875
Nilai: 5
Nama Author: Argo Sujendro

Di dunia di mana batas tertinggi manusia hanyalah Saint Rank, Sander Duster—putra ketiga keluarga militer terkuat di Elegrand Kingdom—dianggap gagal karena tidak memiliki bakat Life Energy seperti para ksatria lain. Namun takdirnya berubah saat ia menyelamatkan seekor kucing hitam misterius di tengah badai salju.

Kucing itu ternyata adalah Behemoth, salah satu Legendary Beast pemegang Hukum Devouring yang hampir memusnahkan dunia di masa lalu.

Melalui ikatan Soul Resonance yang tak disengaja, Sander perlahan memperoleh kekuatan fisik abnormal yang melampaui logika manusia biasa. Di balik kehidupan akademi, intrik politik bangsawan, ancaman perang antar kerajaan, dan kebangkitan monster legendaris mulai mengguncang dunia.

Saat semua orang memperebutkan kekuasaan, Sander justru berjalan menuju sesuatu yang belum pernah dicapai siapa pun dalam sejarah—

God Rank, ranah sang Dewa Perang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Argo Sujendro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Batasan Pengujian Jiwa

Waktu berjalan seperti roda politik yang terus berputar tanpa henti di wilayah utara yang dingin. Lima tahun telah berlalu sejak malam badai salju yang mempertemukan Sander Duster dengan mahluk kecil misterius di bawah pohon es. Kastil Aethelgard masih berdiri dengan keagungan yang sama, menantang angin beku perbatasan yang tidak pernah melunak sedikit pun. Namun, di dalam dinding-dinding batu hitam tersebut, anak-anak klan Duster telah tumbuh dan berkembang mengikuti takdir mereka masing-masing.

Sander kini telah menginjak usia empat belas tahun. Dia tidak lagi terlihat seperti anak kecil yang rapuh yang mudah tumbang di atas lapangan salju. Tubuhnya tumbuh menjadi sosok pemuda yang kokoh, memiliki postur tubuh yang tegap dengan bahu yang melebar khas garis keturunan klan Duster. Rambut hitamnya dipotong rapi, dan sepasang mata hitamnya kini memancarkan tatapan yang cenderung pendiam, tenang, dan penuh dengan kedalaman emosi yang sulit ditebak oleh orang luar.

Namun, ada satu pemandangan yang tidak pernah berubah selama lima tahun terakhir ini di mana pun Sander berada. Di atas bahu kirinya, selalu bertengger dengan setia seekor kucing hitam domestik berbulu lebat dengan sepasang mata berwarna emas yang menyala redup. Mahluk itu tidak lain adalah Behemoth. Selama setengah dekade ini, Behemoth telah pulih dari luka-luka fisiknya, meskipun segel kutukan di jiwanya masih mengunci rapat sebagian besar Hukum Devouring miliknya. Hubungan antara Sander dan kucing hitamnya telah melampaui batas hubungan majikan dan peliharaan biasa; mereka telah menjadi sepasang sahabat yang tidak terpisahkan.

Hari ini adalah hari yang sangat krusial dan sakral bagi seluruh klan Duster serta para pengikut setia mereka di wilayah utara. Aula utama Kastil Aethelgard yang luas kini dipenuhi oleh riuh rendah suara bisikan manusia. Karpet merah panjang dibentangkan dari pintu masuk hingga menuju altar tengah. Di sepanjang sisi aula, seluruh petinggi klan, para panglima militer perbatasan, tetua adat utara, serta perwakilan bangsawan tinggi termasuk Marquis Benedict Frost telah berkumpul dengan pakaian formal terbaik mereka.

Semua orang hadir untuk menyaksikan Upacara Pengujian Kelayakan Life Energy resmi. Upacara ini merupakan tradisi mutlak bagi setiap keturunan bangsawan Elegrand Kingdom yang telah menginjak usia empat belas tahun, berfungsi sebagai standarisasi dan tiket keberangkatan resmi untuk menempuh pendidikan di Elegrand Royal Academy yang terletak di Ibukota Aethergard. Di tengah altar, sebuah batu penguji mistis berukuran raksasa sewarna obsidian berdiri tegak, memancarkan aura magis kuno yang siap membaca sirkulasi internal siapa pun yang menyentuhnya.

Sebelum giliran Sander tiba, kedua kakak tertuanya telah maju terlebih dahulu untuk memperbarui catatan publik mengenai ranah kekuatan mereka demi memberikan dorongan moral bagi pasukan utara.

Aron Duster maju dengan langkah kaki yang mantap dan kaku. Begitu telapak tangannya menyentuh permukaan batu penguji, gelombang hawa dingin yang luar biasa masif langsung meledak di dalam aula, diikuti oleh pendaran cahaya perak yang sangat terang dan berkilau dari dalam batu obsidian tersebut. Batu itu memancarkan simbol pedang kembar dengan kerapatan energi yang sangat padat. Aron telah dikukuhkan sebagai ksatria muda ranah Silver Rank yang sangat cemerlang di usianya yang dua puluh tujuh tahun, sebuah pencapaian yang membuat para veteran perang mengangguk penuh rasa hormat.

Berikutnya adalah Brian Duster. Pemuda berusia dua puluh dua tahun itu melangkah dengan seringai percaya diri yang khas. Ketika tangannya menyentuh batu, pendaran cahaya biru muda yang bergerak liar seperti badai topan langsung menyelimuti altar, memperlihatkan simbol tombak yang berputar cepat. Brian juga berhasil membuktikan dirinya berada di puncak ranah Silver Rank yang kuat dan energetik. Tepuk tangan riuh menggema di seluruh penjuru aula, memuji kehebatan dua putra sulung Grand Duke Gabriel yang sewaktu-waktu siap memimpin lini depan perbatasan.

"Selanjutnya, putra ketiga klan Duster, Sander Duster," suara pembawa acara kerajaan menggema lantang melalui pengeras suara magis, seketika membungkam seluruh keriuhan di dalam aula.

Atmosfer di dalam ruangan mendadak beralih menjadi sangat tegang dan dipenuhi oleh rasa penasaran yang bercampur dengan keraguan tersembunyi. Selama lima tahun terakhir, rumor mengenai anak ketiga Grand Duke yang tidak memiliki bakat sihir atau manipulasi aura tradisional telah menyebar secara berbisik di antara para tetua perbatasan. Mereka semua ingin melihat dengan mata kepala mereka sendiri apakah rumor tersebut benar ataukah klan Duster menyembunyikan sebuah kartu as.

Sander menarik napas dalam-dalam, mengabaikan ratusan pasang mata yang kini tertuju padanya. Behemoth yang berada di bahunya mengepalkan cakar kecilnya sedikit erat, memberikan beban kesadaran pasif agar Sander tetap tenang. Sander melangkah menaiki tangga altar batu dengan ritme yang teratur, wajahnya tetap datar tanpa menunjukkan kepanikan atau rasa rendah diri sedikit pun.

Sander berdiri di hadapan batu penguji raksasa tersebut. Dia mengangkat tangan kanannya yang kokoh, lalu menempelkan seluruh permukaan telapak tangannya ke atas permukaan batu obsidian yang dingin.

Sander mulai mendorong sirkulasi internalnya, mencoba memicu getaran energinya seperti yang dilakukan oleh Aron dan Brian sebelumnya. Namun, seperti yang sudah terjadi ribuan kali selama masa latihannya, sirkulasi internal tubuhnya yang unik tetap menolak mentah-mentah segala bentuk sirkulasi Life Energy elemental tradisional. Pusaran energinya tetap terasa kosong, luas, dan menolak beresonansi dengan sihir dasar dunia fana yang dikenal sebagai sistem Pawn Rank.

Satu detik berlalu. Dua detik berlalu. Hingga setengah menit berlalu, batu penguji raksasa itu tetap diam, gelap gulita, dan tidak memancarkan setitik pun pendaran cahaya atau memunculkan simbol ranah apa pun. Batu itu tetap mati, menandakan bahwa Sander Duster secara resmi dikategorikan sebagai manusia tanpa elemen, tanpa aura, dan berada di luar hierarki ksatria tradisional dunia fana.

Seketika itu juga, keheningan di dalam aula pecah oleh suara bisikan miring yang mulai menggema di antara barisan para tetua kastil dan pejabat perbatasan.

"Astaga, jadi rumor itu benar? Putra ketiga Grand Duke sama sekali tidak memiliki setetes pun Life Energy?" bisik seorang tetua adat dengan wajah kecewa.

"Bagaimana mungkin klan ksatria terkuat di utara memiliki keturunan yang bahkan tidak bisa mencapai ranah Pawn Rank terendah? Ini adalah sesuatu yang sulit dipercaya," sahut seorang pejabat militer dari distrik luar dengan nada suara yang merendahkan secara halus.

Bisikan-bisikan miring tersebut semakin lama semakin berisik, menciptakan tekanan mental yang luar biasa berat di tengah altar utama bagi seorang pemuda berusia empat belas tahun. Namun, sebelum suasana menjadi semakin liar, sebuah perubahan atmosfer yang mengerikan mendadak menyapu seluruh isi aula utama Kastil Aethelgard.

Sebuah tekanan aura putih keperakan yang sangat padat dan dingin khas seorang petarung Saint Rank mendadak meledak secara pasif dari arah kursi utama. Grand Duke Gabriel Duster berdiri dari duduknya, wajahnya yang tegas kini memancarkan aura intimidasi yang sanggup menghentikan detak jantung para pengkritik dalam sekejap. Seluruh bisikan miring di dalam aula langsung lenyap seketika, digantikan oleh rasa ketakutan yang membuat para tetua menundukkan kepala mereka dalam-dalam.

Gabriel melangkah menuruni podium utama dengan langkah yang menggetarkan lantai batu, diikuti oleh Grand Duchess Lyora Duster yang berjalan di sampingnya dengan keanggunan yang tidak terusik oleh situasi tersebut. Mereka berdua berjalan melewati kerumunan bangsawan, lalu menaiki altar pengujian tepat di mana Sander sedang berdiri menatap tangannya sendiri.

Di depan umum, di hadapan seluruh petinggi wilayah utara yang sedang menonton, Gabriel dan Lyora langsung maju dan memeluk tubuh Sander dengan sangat erat dan hangat. Gabriel meletakkan tangan raksasanya di atas kepala Sander, sementara Lyora mendekap pundak anaknya dengan penuh kasih sayang seorang ibu. Aron dan Brian juga segera melangkah maju ke atas altar, berdiri tegak di sisi kiri dan kanan Sander seperti sepasang pilar pertahanan yang siap menghancurkan siapa saja yang berani menghina adik mereka.

"Dengarkan aku, seluruh pemimpin utara!" suara Gabriel menggema menggelegar di seluruh sudut aula, penuh dengan otoritas absolut yang tidak bisa diganggu gugat. "Nama besar Duster yang melekat pada tubuh anakku tidak pernah diukur atau ditentukan oleh warna cahaya dari sebuah batu penguji fana! Sander adalah putra kandungku, seorang Duster sejati, dan tidak ada satu pun dari kalian yang berhak mempertanyakan kelayakannya untuk melangkah ke mana pun yang dia inginkan di bawah langit ini!"

Penegasan luar biasa dari ayahnya dan pelukan hangat dari ibunya membuat rasa dingin di hati Sander menguap habis. Meskipun dia dinilai gagal oleh sistem dunia, dia tahu dia memiliki keluarga yang mencintainya tanpa syarat. Marquis Benedict Frost yang menyaksikan hal itu dari barisan depan segera membungkuk hormat, diikuti oleh seluruh isi aula yang kembali menyatakan kepatuhan mereka kepada keputusan sang Grand Duke.

Beberapa jam setelah upacara menegangkan itu selesai, malam pun tiba menyelimuti seluruh wilayah perbatasan utara.

Bab ditutup dengan pemandangan di dalam kamar tidur Sander yang sepi. Pemuda berusia empat belas tahun itu sedang berdiri di depan jendela kamarnya yang terbuka lebar, membiarkan angin malam musim dingin menerpa wajahnya. Di atas bahunya, Behemoth tetap bertengger diam. Sander menatap hamparan bulan purnama yang bersinar terang di langit malam yang bersih, merefleksikan bayangan dirinya di kaca jendela dengan tatapan melamun namun penuh dengan tekad misterius yang mendalam. Dia tahu, keberangkatannya ke Ibukota esok hari adalah awal dari sebuah babak baru di mana dia harus membuktikan jati dirinya yang sesungguhnya kepada dunia luar.

1
Manusia Ikan 🫪
bagus bagus, aku kasih nawar untuk kamu/Chuckle//Rose/

folback aku yah ehehe
Argo Sujendro: termakasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!