NovelToon NovelToon
"Aku Kangen, Tapi Tuhan Tau "

"Aku Kangen, Tapi Tuhan Tau "

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi / Penyelamat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Andri Yuliantina

Indry gadis religius yang lembut dan terlalu baik pada semua orang.

Zaki lelaki yang selalu hadir dan memberi namun perbedaan keyakinan selalu menjadi tembok pemisah yang tak terlihat diantara mereka.

pertemuan di stasiun tegal setelah 15 Tahun berpisah, menjadi awal dari kisah yang entah apa ujung nya.

tawa kecil, telfonan larut malam dan rasa nyaman pelan pelan berubah jadi kangen dan terbiasa.

tapi bagaimana jika cinta saja tak cukup?
bagaimana kalau Tuhan punya rencana lain....
dan satu keputusan yang harus dipilih,
melanjutkan.... atau melepaskan....


karna kadang, kangen terbesar adalah kangen yang hanya Tuhan yang tau....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andri Yuliantina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 28 PERSIAPAN KE KALIMANTAN

*Ep 28: PERSIAPAN KE KALIMANTAN*

_Jumat siang. Jam 12:47. Rumah Berkat Karawaci._

Grup WA “Keluarga AndreBetari” nggak berhenti notif. 1 menit 47 pesan.

Meta kirim foto paspor Mr Bule.

Meta: “GUE DAPAT CUTI 8 HARI!!! MR BULE JUGA!!! GUE MAU KETEMU KELUARGA KALIAN!!!”

Carel: “AKU JUGA!!! BOS KASIH LIBUR!!!”

Paul: “Gila sih. Kerja pemerintah susah cuti. Tapi .atasan aku bilang ‘ini acara keluarga, izin’. ALHAMDULILLAH.” "PUJI TUHAN!! ALLELUIA"

jarang jarang Paul berekspresi kek Meta.

Mauba: “AKU DAPAT!!! DARA gak bisa ikut, gak dapat Izin pak Ustadz. padahal aku sekalian mo ajak dia eksplore Kalimantan !!!”

Ogah: “KAK!!! AKU UDAH PACKING!!! AKU MAU ZIARAH!!!”

Indry baca semua. Air mata jatuh.

Indry: “Tuhan… Engkau lancarkan semua.”

Zaki kirim voice note. Suara pelan tapi tegas.

Zaki: “Kakek Rahmat udah siapin tiket semua. Adminnya yang urus. Kalian tinggal pilih jadwal. Kecuali Pak Haji Ustman sama keluarga, aku yang urus. Jangan mikirin biaya. Kita fokus berangkat.”

Paul: “Kak Zaki… makasih. Aku turut bahagia kakak di terima dan disayang keluarga kak Zaki juga. aku gak bisa bales, kak..Tuhan yang bales semua perhatian kakak. maaf kemarin aku agak raguin kakak 🙏.”

Zaki: “Nggak usah bales. kita akan saling sayang, saling hormat, saling bantu nanti. Kakak ngerti kamu sayang ama Indry.”

 

.Puncak di Tegal. Villa Kakek Rahmat

Kakek Rahmat duduk di kursi roda. Depan dia laptop. Admin muda 23 tahun berdiri sopan.

Kakek: “Kirim uang ke Carel. Ke Paul. Ke Mauba. Ke Meta. Ke Ogah. Ke Indry. Semua 10 juta. Buat tiket, makan, oleh-oleh.”

Admin: “Siap, Pak. masing masing no Reg sudah saya rekap. Sekalian ke Zaki?”

Kakek: “Zaki nggak usah. Dia udah punya. Tapi kirim ke Pak Haji Ustman 15 juta. Keluarga besar.”

Admin: “Siap, Pak.”

Kakek senyum. “Ayah Zaki dulu gengsi."

Mbathin,.....'Anggap aja ini permintaan Ayah, karna pernah gak restui kamu, Nak. Semoga kamu sekarang di Surga Nya Allah.'

" Zaki, Sekarang giliran kakek yang bantu.”

 

Rumah Paman Marsel, kampung Dayak Bisomu.

HP Paman Marsel berdering. Video call berjamaah.

Di layar: Zaki, Indry, Mama Zaki, Paman Marsono, Pak Haji Ustman.

Di kampung: Paman Marsel, istri Paman, Bibi Rina, Om Yos, Kakek Laban, Nenek Maria, dan 15 keluarga besar. Duduk melingkar.

Lampu petromak nyala.karna di Tanah Lapang ngumpulnya.

Istri Paman Marsel: “Halo! Halo! Kedengeran nggak?!”

Mama Zaki: “Kedengeran, Bu! Kami dari Tegal!”

Keluarga kampung tepuk tangan.

Paman Marsel: “Zaki! Indry! Kalian siap?”

Zaki: “Siap, Paman. Kami datang bawa keluarga besar. Mau lamaran resmi.”

Indry: “Paman, maaf kami nggak bisa adat lengkap sekarang. Tapi kami mau silaturahmi dulu. Biar keluarga kenal.”

Paman Marsel: “Bagus. Kami udah kumpul keluarga. Besok kami gotong royong buat Tenda sambil Nunggu datang.Rumah Ibu mu sudah dibersihkan siapa tau kalian mau lihat, Rindu masuk Rumah.

Nanti kalian semua di Rumah Paman .Kami kumpul terus Biar siap nyambut tamu.”

Kakek Laban: “Zaki, kamu laki-laki baik. Jaga cucu saya.”

Zaki: “Siap, Kek. Saya janji.”

Nenek Maria: “Indry, kamu anak kuat. Kami bangga.”

Indry nangis. “Makasih, Nek.”

Video call bubar jam 10 malam. Tapi grup WA keluarga kampung masih ramai. “Besok masak babi! Masak sayur pakis! Bikin kue cucur, Buat lopet Ubi, Memang. Masak Rupong, Masak SaksangGuk!”

 

_Hari Keberangkatan.

Tegal, Jakarta, Bandung, Karawaci.Malang. semua siap dengan penerbangan masing masing. Titik temu di Supadio.

Semua yang berangkat mulai bergerak.

Zaki jemput Ibu, Paman Marsono, Pak Haji Ustman.

Ogah sama Indry naik Grab

Meta dan Mr Bule naik grab

berempat dari tempat masing masing menuju ke Bandara Soekarno-Hatta.

Kakek Rahmat kirim pesan ke Group "OTW KalBar" “Selamat jalan. Jaga diri. Foto-foto kirim ke saya.”

Ya... Zaki begitu tau udah pasti berangkat lansung buat Group OTW KalBar yang isinya Keluarga yang berkaitan dengan perjalanan itu, tak lupa kakek sebagai Donatur Utama.

***** Bandara Supadio*****

Ketemu. Semua.

Zaki, Ibu, Paman Marsono, Pak Haji Ustman.

Indry, Carel, Paul, Mauba, Ogah.

Meta gandengan Mr Bule. Mr Bule tinggi, kulit putih, senyum malu-malu.

Mr Bule: “Hello Big family! Nice to meet you!”

3 orang supir Travel yang nunggu di bandara.

Ogah: “KAK!!! ITU BULE!!! Gantengan aku sih, kak Meta, Produk Original tanpa campuran susu!!!”

Semua ketawa.

Travel 3 mobil udah nunggu. Dibooking Meta.

Kartu Mr Bule yang gesek.

Mr Bule: “Whatever for family.”

Meta peluk. “INI DIA SUAMIKU NANTI!!!”

 

*"*""Hotel di Pontianak****

Bookingan Indry. 5 kamar.

Zaki kirim uang 25 juta ke Indry. Indry kaget.

Indry: “Zak, kebanyakan!”

Zaki: “Justru merasa masih kurang. Ntar nambah lagi.”

Indry: “Kamu ihhh…”

Zaki: “Aku mau kamu tenang. Nggak mikirin duit pas nyambut keluarga.”

Mereka debat kecil 5 menit. Ujungnya Indry ketawa.

Indry: “Kamu keras kepala ya.”

Zaki: “Kamu juga.”

Indry, " Ma kasih, Zaki." Cium tangan. Cup.

Zaki, "Iya sayang.. " Cup. cium Tangan. Cuppp cium kening.

****Semua masuk Kamar.***

Paman Marsono dan Pak Haji Ustman 304

Paul, Mauba, 303

Ibu dan Carel 301

Ogah dan Mr Bule 306

Meta, Indry, Zaki 308, 1 kamar.

awalnya debat, Ogah gak mau sekamar sama Mr Bule karna gak ngarti aksen British. alias ngomong English.

Meta yang ngotot sekamar sama Indry tapi Zaki gak mau ngalah kali ini.... jadilah Pak Ustadz yang menengahi.

Zaki boleh sekamar dengan Indry kalau ada Meta diantara mereka. Ogah harus sama Mr Bule karna kalo nggak harus bayar sendiri. 🤣🤣🤣🤣

Indry: “Tidur ya. Besok subuh kita ke kampung,Jalannya jauh banget dan medannya cukup akan melelahkan. .”

Zaki: “Siap. Aku jaga kamu.” "aku gak sabar liat tempat dimana kamu ngilang segitu lama nya. "

Malam itu, semua tidur awal. Besok perjalanan 6 jam ke kampung.

-***Jam 4 pagi. Hotel Pontianak***

Semua bangun. Mandi. Sarapan udah ready d kamar masing masing.

Kumpul di Kamar Pak Ustadz, Doa keberangkatan. Doa sesuai kepercayaan masing-masing, dipimpin Pak Ustadz.

Mauba Tukang Dokumentasi lapor Group Pak Donatur 🤣Kamera dlu ready setiap moment gak ketinggalan. sampai Wajah mangap Meta di Travel pun masuk laporan, ada iler nya lagi. Sumpeee.... Meta bangun pasti Ngamuk muke jelek diliat Mas Bule.

Paul diam diam Dokumentasikan Kebersamaan kak Indry.

Mobil travel jalan. Jalanan masih gelap.

Ogah tidur di pangkuan Mama Zaki.

Meta VC Mr Bule yang duduk di mobil depan: “BABE, KAMU GEMETAR NGGAK?”

Mr Bule: “A little nervous. But happy.”

Carel: “Kak Zaki, gimana perasaan?”

Zaki: “Nggak bisa jelasin. Campur aduk.”

Indry pegang tangan Zaki.

Indry: “Kita kuat, Zak.”

 

setelah sekian Kilometer perjalanan. Singgah di beberapa tempat. Isi Bensin. Makan. Beli Oleh Oleh.

Pemandangan Hutan Kalimantan yang masih Asri. Berbagai Pikiran dan Perasaan masing-masing Pribadi dalam Travel itu.

Jalanan mulai sempit.

Aspal Putus putus

masuk Jalan Batu

Mulai Jalan Tanah

Jalanan makin Rusak dan becek.

Juga di masing masing Travel perbincangan terkadang seru, terkadang suasana sepi.

Tiap Mobil ada Pemandu Jalan. Ogah, Paul, Indri

Meta dan Mr Bule sangat antusias. Zaki makin kesini makin Deg degan.

Akhirnya.... perjalanan panjang sampai Desa Kecil. Sungi. Sampai juga.

Semua Turun dari mobil disambut keluarga dengan "Betere" minum air Tuak khas Dayak terbuat dari Fermentasi Ketan.

Paman Ikra berpakaian adat lengkap dengan Kalung Taring dan Tulang belulang juga ikat kepala...

mulai tabur beras kuning diatas kepala kita semua yang datang. Termasuk abang abang sopir Travel. Lantunan Mantra diucapkan. katanya Buang Sial. Pak Ustadz mangut aja menghormati begitu pun Zaki dan Lainnya.

Mauba Gak Lupa update berita terkini di Group tak lupa Vidio part Penting dan skral nya.

Setelah prosesi Terima tamu, Musik lagu Dayak berkumandang dan semua orang menari. Tamu pun Turut menari. kecuali pak Ustadz yang goyang kalem. 😅🤭🤭🤭

Meta jangan dikata... Goyang Maut Heboh nya gak ada Rem... Mr Bule menari mengikuti Mode Tarian Paman Ikra yang 'sampai bawah'. 🦹‍♀️

Suasana sangat akrab dan Bahagia.

Kampung Dayak Bisomu._

Kampung ramai. Bendera kecil dipasang. Anak-anak lari-lari.

Paman Marsel berdiri di depan rumah.

Paman: “WELCOME TO OUR HOME!” Bahasa Inggris sengaja disiapkan karna ada Bule. kebetulan Paman Juga Guru SD yang senang Bahasa Inggris.

Keluarga besar peluk-pelukan. Nangis. Ketawa.

Kakek Laban peluk Zaki. “Anak baik. Kamu jaga Indry.”

Nenek Maria peluk Indry. “Anak kami pulang.”

Mama Zaki bawa Oleh oleh. Turun satu-satu dari mobil.

Paman Marsel dan Keluarga Lain menerima dengan bahagia. Oleh oleh dibagi bagi buat semua nyicipin.

Semua orang sangat Bahagia terlebih Indry dan Zaki. dengan pikiran masing masing.

setelah puas menari barulah mereka masuk ke Rumah.

Lelah pasti. keluar dari Travel harus menari pula. Tapi Ibu Zaki kelihatan sangat menikmati suasana. Gitu juga yang lainnya.

 

_Rumah Paman Marsel._

Makan bersama. Babi panggang, sayur pakis, kue cucur, bakpau Tegal.

Keluarga kampung coba bakpau. “Enak!”

Keluarga Tegal Mohon Izin gak makan Babi. dan mereka tidak memaksa.

Ngak ada yang ribut soal beda iman. Yang ada cuma ketawa, makan, foto.

Meta ajak Mr Bule kenalan satu-satu.

Mr Bule: “Hello auntie! Hello uncle!”

Nenek Maria cubit pipi Mr Bule. “Ganteng! Cocok sama Meta!”

Mr Bule merah.

 

_Selasa malam. Jam 8 malam. Teras rumah Paman Marsel._

Zaki dan Indry duduk. Bintang banyak.

Zaki: “Sayang… capek ya?”

Indry: “Capek. Tapi bahagia.”

Zaki: “Keluarga kita udah ketemu. Nggak ada tembok.”

Indry: “Iya. Keluarga itu jembatan.”

Zaki: “Ntar kita nikah di sini ya? Kampung kamu.”

Indry: “Nanti kita atur. Sekarang tahan dulu.”

Zaki ketawa. “Tahan lagi.”

Indry: “Iya. Demi yang halal.”

Di belakang, Mama Zaki lihat mereka. Senyum.

Mama: “Ya Allah… jaga mereka.”

 

_Rabu pagi. Jam 6 pagi. Pemakaman kampung._

Ogah, Carel, Paul, Mauba ,Indry ziarah.

Ogah taruh bunga di makam Mama, Ayah, Deoni.

Ogah: “Mama, Ayah… kakak mau nikah. Doain ya.”

Carel peluk Ogah. “Kita kuat, Ga.”

Zaki dan Ibu berdiri agak pinggir. Nggak ganggu. Cuma doa pelan.

Zaki: “Pak Andre, Bu Betari… saya jaga anak kalian.”

Ibu, "Pak.Bu . salam Kenal. Doain anak anak kita ya. "

Aku bahagia. Tuhan tau

1
Aiko Yuki
air mataku ikut netes kak 😭
AnYu: terima kasih sudah membaca... ini karya pertama ku... masih tahap nulis blm d revisi mungkin masih banyak typo
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!