NovelToon NovelToon
Sekte Nomor Satu Di Alam Semesta

Sekte Nomor Satu Di Alam Semesta

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Epik Petualangan / Reinkarnasi
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Chen, seorang pemuda modern, bertransmigrasi ke Benua Langit Bela Diri. Sialnya, ia terbangun di dalam tubuh Master Sekte "Puncak Awan" yang sedang sekarat. Sekte tersebut dulunya berjaya, namun kini hanya menyisakan gunung tandus, bangunan hancur, dan Lin Chen sebagai satu-satunya anggota yang tersisa. Saat sekte musuh datang untuk mengambil alih tanah tersebut, Lin Chen membangkitkan Sistem Pembangunan Sekte Terkuat. Mulai dari merekrut murid jenius yang dibuang, membangun fasilitas ajaib, hingga menaklukkan surga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Tanah Suci Baru dan Undangan Penguasa Regional

​Debu dari penggabungan dua pegunungan raksasa itu akhirnya mereda.

​Gunung Puncak Awan kini tidak lagi bisa disebut sebagai gunung tunggal. Wilayah itu telah meluas menjadi deretan pegunungan yang megah, diselimuti oleh kabut Formasi Awan Pembantai yang kini membentang menutupi radius lima puluh mil.

​Di pusatnya, berdiri Aula Utama Puncak Awan yang baru (yang sebenarnya adalah Aula Utama Sekte Api Biru yang telah "dipindahkan" secara paksa oleh Sistem dan diubah plakat namanya). Bangunan itu terbuat dari Kayu Spiritual Merah dan Atap Giok Biru, memancarkan kemegahan yang pantas untuk sebuah faksi besar.

​Di pelataran luas di bawah aula, seribu mantan murid Sekte Api Biru berlutut dengan rapi. Mereka telah menandatangani Kontrak Darah Kesetiaan, memastikan jiwa mereka terikat pada kehendak Lin Chen.

​Lin Chen duduk bersila di atas singgasana Master Sekte yang diukir dari batu naga, menatap ke bawah dengan ekspresi malas namun penuh wibawa. Di sisi kiri dan kanannya, berdiri Ye Fan, Su Yue, dan Lin Tian—tiga monster muda yang kini memancarkan aura Pembangunan Yayasan.

​"Mulai hari ini," suara Lin Chen bergema, diperkuat oleh energi Inti Emasnya hingga terdengar ke seluruh penjuru pegunungan. "Kalian seribu orang adalah Murid Pelataran Luar (Outer Disciples) dari Sekte Puncak Awan. Tugas kalian adalah menjaga kebersihan gunung, merawat Kebun Herbal Roh, dan menambang Batu Roh di sisa wilayah tambang."

​"Kami mematuhi perintah Master Sekte!" seru seribu orang itu serempak, menempelkan dahi mereka ke lantai giok. Meskipun mereka dipekerjakan seperti buruh, di dalam hati mereka merasa bersyukur masih bisa hidup, terlebih setelah melihat fenomena dewa memindahkan gunung kemarin.

​Lin Chen mengangguk puas. "Ye Fan, Su Yue, Lin Tian."

​"Hadir, Guru!" Ketiganya maju selangkah dan membungkuk.

​"Kalian bertiga diangkat menjadi Murid Inti (Core Disciples). Ye Fan sebagai Kakak Seperguruan Tertua, kau akan bertanggung jawab atas Paviliun Pedang Ilahi. Su Yue, kau bertanggung jawab atas formasi pertahanan lapis kedua. Lin Tian, awasi kepatuhan para Murid Pelataran Luar dan Paviliun Disiplin."

​"Murid laksanakan!"

​Setelah urusan administrasi sekte yang membosankan itu selesai, Lin Chen membubarkan kerumunan dan menyandarkan punggungnya di singgasana. Ia membuka antarmuka Sistem di benaknya.

​"Sistem, aku punya 15.000 Poin. Gunung kita sekarang sudah besar, tapi energi spiritual di udaranya masih terasa tipis, hanya sebatas kualitas Sekte Bintang Dua biasa. Apa kau punya solusi?"

​[Mendeteksi permintaan Tuan Rumah.]

[Rekomendasi Toko Sistem: 'Urat Nadi Spiritual Naga Bumi Tingkat Tinggi' - Harga: 10.000 Poin Sistem.]

[Deskripsi: Menanamkan Urat Nadi Naga Spiritual ke dasar pegunungan sekte. Akan memompa Energi Spiritual murni (Qi) secara otomatis. Meningkatkan kepadatan Qi di seluruh area sekte hingga 50 kali lipat. Efek samping: Menciptakan lingkungan setara Tanah Suci Kuno, mempercepat pertumbuhan herbal roh, dan menarik keberuntungan alam.]

​"Sepuluh ribu poin... kau benar-benar tahu cara merampok kekayaanku, Sistem," desah Lin Chen. Namun ia tahu ini investasi jangka panjang. "Beli dan tanamkan sekarang!"

​[Ding! Pembelian berhasil. Urat Nadi Spiritual Naga Bumi Tingkat Tinggi sedang ditanamkan...]

​WUSSHHH!

​Tiba-tiba, dari dalam perut bumi Gunung Puncak Awan, terdengar suara raungan naga purba yang teredam. Sesaat kemudian, pilar-pilar kabut spiritual berwarna keemasan menyembur keluar dari tanah, pepohonan, dan mata air di seluruh pegunungan.

​Udara yang awalnya biasa saja mendadak menjadi begitu kental dan basah oleh embun spiritual. Di kebun herbal, tanaman berusia sepuluh tahun tumbuh gila-gilaan menjadi tanaman berusia ratusan tahun dalam hitungan menit!

​Para Murid Pelataran Luar yang sedang menyapu halaman tiba-tiba merasakan lautan Qi mereka bergolak, dan beberapa dari mereka bahkan langsung menerobos tingkat kultivasi saat itu juga hanya dengan menghirup udaranya!

​"I-Ini... Hujan Spiritual! Kepadatan Qi ini... seratus kali lipat lebih tebal dari Sekte Api Biru!" salah satu tetua tawanan menangis haru. "Tanah Suci! Kita benar-benar telah bergabung dengan Tanah Suci!"

​Ye Fan, Su Yue, dan Lin Tian di dalam Aula Utama juga merasakan lonjakan energi tersebut. Mereka menatap Guru mereka dengan kekaguman yang sudah mencapai batas fanatisme. Guru bahkan bisa memanipulasi fondasi bumi dengan satu tarikan napas!

​Lin Chen hanya tersenyum tipis, pura-pura menyeduh teh untuk menyembunyikan rasa sakit di hatinya karena kehilangan 10.000 Poin Sistem.

​Tepat pada saat sekte itu sedang menikmati keajaiban tersebut, sebuah ledakan sonik terdengar dari luar Formasi Awan Pembantai.

​"Master Sekte Puncak Awan! Keluar dan terima dekrit dari Sekte Bintang Tiga, Istana Matahari Ungu!"

​Suara arogan itu menembus kabut ilusi. Lin Chen mengangkat alisnya. Istana Matahari Ungu? Penguasa Wilayah Selatan yang sesungguhnya? Sepertinya fenomena memindahkan gunung kemarin akhirnya menarik perhatian hiu besar.

​"Lin Tian," panggil Lin Chen santai. "Buka sedikit formasi kabut, biarkan anjing pengantar surat itu masuk ke pelataran depan. Jangan biarkan dia masuk ke aula."

​"Baik, Guru." Lin Tian melangkah keluar dengan mata berbinar dingin.

​Di pelataran luar, kabut terbelah. Sebuah kereta terbang yang ditarik oleh empat ekor burung bangau emas mendarat dengan sombong. Dari dalam kereta, turun seorang pria paruh baya dengan jubah ungu mewah bermotif matahari. Ia adalah Utusan Istana Matahari Ungu, memancarkan aura Pembentukan Inti Lapis Awal (Core Formation)!

​Bagi sekte-sekte di Wilayah Selatan, seorang ahli Pembentukan Inti adalah eksistensi setingkat dewa yang membuat raja-raja fana berlutut.

​Sang Utusan melangkah keluar dengan dagu terangkat. Matanya menyapu sekilas ke arah para Murid Pelataran Luar yang sedang menyapu.

​"Hmph. Sekte antah berantah ini sepertinya telah menggunakan formasi pemindah ruang kuno untuk mencuri pegunungan Sekte Api Biru. Pemandangan yang lumayan, tapi fondasinya tetaplah sampah," gumam Sang Utusan arogan.

​Lin Tian, Ye Fan, dan Su Yue telah menunggunya di depan tangga Aula Utama. Ketiganya menatap Utusan itu dengan tatapan datar, sama sekali tidak terpengaruh oleh aura Pembentukan Inti yang sengaja ditekan keluar oleh pria itu.

​"Di mana Master Sektemu?!" tegur Sang Utusan dengan alis berkerut, merasa terhina karena hanya disambut oleh tiga bocah Pembangunan Yayasan. "Aku membawa dekrit langsung dari Tuan Istana Matahari Ungu! Berani-beraninya dia tidak menyambutku dengan berlutut?!"

​Dari dalam aula, suara tawa meremehkan Lin Chen terdengar mengalun pelan.

​"Bahkan Tuan Istanamu pun harus bersujud jika ingin bertemu denganku. Hanya seorang utusan rendahan berani meminta Master Sekte ini keluar? Bacakan suratmu dari situ, atau aku akan memotong lidahmu dan mengirimnya kembali ke istanamu."

​"KAU CARI MATI!" Utusan itu meledak dalam amarah. Aura Pembentukan Inti miliknya meletus, bersiap meratakan tangga batu di depannya.

​Namun, sebelum auranya bisa menyentuh Lin Tian dan yang lainnya...

​ROAAAAAAR!

​Sebuah auman singa yang begitu dahsyat dan purba meledak dari balik puncak gunung belakang. Udara memanas hingga mendidih. Langit seketika berubah menjadi warna merah lava.

​Dari langit, sebuah kereta perang kuno yang memancarkan cahaya keemasan turun perlahan. Kereta itu tidak ditarik oleh burung atau kuda terbang, melainkan oleh dua ekor Singa Api Bersayap Sisik Naga—monster buas tingkat raksasa yang memancarkan aura Puncak Pembentukan Inti!

​Ini adalah hadiah Sistem: Kereta Singa Api Penyapu Awan (Tingkat Bumi)!

​Kedua singa raksasa itu mendarat di pelataran. Mata mereka yang menyala seperti miniatur matahari menatap tajam ke arah Utusan Istana Matahari Ungu. Nafas panas yang keluar dari hidung singa itu cukup untuk melelehkan baja.

​Utusan yang tadinya arogan itu langsung terpaku. Wajahnya seputih kertas. Keringat dingin sebesar biji jagung mengalir dari dahinya. Aura Pembentukan Inti Lapis Awal-nya langsung hancur lebur ditekan oleh dua monster buas penarik kereta tersebut!

​Dua... dua monster Puncak Pembentukan Inti?! Hanya sebagai penarik kereta?! Eksistensi monster purba macam apa yang bersembunyi di dalam aula ini?! batin Utusan itu menjerit histeris. Ia langsung sadar bahwa ia baru saja menendang pelat besi berlapis berlian!

​Tanpa menunggu lebih lama lagi, kakinya lemas dan ia langsung jatuh berlutut, menghantamkan dahinya ke lantai giok.

​"T-T-Tuan Master Sekte yang agung! M-mohon ampuni kelancangan hamba! Mata hamba buta tidak mengenali Gunung Tai!" Utusan itu tergagap ketakutan, arogansinya menguap tanpa sisa.

​Suara Lin Chen kembali terdengar dari dalam, kali ini terdengar sangat malas seolah baru bangun tidur.

​"Bacakan dekritmu. Kesabaranku setipis kertas."

​Utusan itu buru-buru mengeluarkan gulungan emas dari lengan bajunya dengan tangan gemetar.

​"B-berdasarkan titah Istana Matahari Ungu... m-mengingat kekuatan baru yang ditunjukkan oleh Sekte Puncak Awan, Istana mengundang Master Sekte beserta murid-murid inti untuk berpartisipasi dalam pembukaan Reruntuhan Kuno Bintang yang akan terjadi tiga hari lagi di Lembah Kabut Jatuh! Seluruh Sekte Bintang Dua ke atas diwajibkan hadir u-untuk... ahem... menyeimbangkan distribusi sumber daya wilayah..."

​Di dalam aula, mata Lin Chen berbinar. Reruntuhan Kuno Bintang? Ini adalah acara wajib di setiap novel fantasi! Tempat di mana harta karun tumpah ruah, jenius-jenius sekte lain berkumpul untuk dibantai, dan tentu saja, tambang Poin Reputasi yang sangat besar!

​"Reruntuhan Kuno," ucap Lin Chen. "Baiklah. Tinggalkan surat undangan itu dan enyah dari gunungku. Oh, dan beritahu Tuan Istanamu, pastikan dia menyiapkan sambutan yang layak saat aku tiba."

​"B-baik! Hamba undur diri!" Utusan itu meletakkan gulungan emas tersebut di lantai, bangkit, dan berlari pontang-panting kembali ke kereta bangaunya, melarikan diri dari Puncak Awan seolah dikejar iblis.

​Setelah utusan itu pergi, Ye Fan membawa gulungan tersebut ke dalam aula dan menyerahkannya pada Lin Chen.

​"Guru, Reruntuhan Kuno Bintang ini terkenal di Wilayah Selatan," jelas Ye Fan. "Tempat itu kabarnya adalah makam dari sekte kuno ribuan tahun lalu. Banyak harta karun dan warisan di dalamnya. Tapi, tempat itu memiliki batasan hukum alam: Hanya mereka yang berusia di bawah 25 tahun dan berada di tahap Pembangunan Yayasan ke bawah yang bisa memasukinya."

​"Batasan usia dan ranah?" Lin Chen tersenyum penuh arti. Ini benar-benar panggung yang dirancang khusus untuk murid-murid jeniusnya untuk flexing. "Sempurna."

​Lin Chen berdiri dari singgasananya, jubah awannya berkibar anggun. Ia menatap ketiga muridnya dengan senyum misterius.

​"Ye Fan, Su Yue, Lin Tian. Bersiaplah. Tiga hari lagi, Guru akan membawa kalian keluar dari gunung ini untuk pertama kalinya. Kita akan pergi ke Reruntuhan Kuno Bintang."

​Ketiga murid itu saling berpandangan, senyum buas yang identik mulai terbentuk di wajah mereka.

​"Kita akan pergi dan memberitahu seluruh Wilayah Selatan," lanjut Lin Chen sambil mengepalkan tangannya. "Bahwa di hadapan Sekte Puncak Awan, yang disebut sebagai para jenius dari Tanah Suci pun... hanyalah sampah yang menunggu untuk disapu."

1
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Ress
Kurang ajar memang🤣/Sob/
Deevy Tresiyana
💪Thor karya mu sangat kereeen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!