NovelToon NovelToon
Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:26.6k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Demi cinta, Hanum menanggalkan kemewahan sebagai pewaris tunggal Sanjaya Group. Ia memilih hidup sederhana dan menyembunyikan identitas aslinya untuk mendampingi Johan, pria yang sangat membenci wanita kaya. Lima belas tahun lamanya Hanum berjuang dari nol, membangun bisnis otomotif hingga Johan mencapai puncak kesuksesan.

Namun, di tengah gelimang harta, Johan lupa daratan. Ia terjebak dalam perselingkuhan dengan sekretarisnya sendiri. Luka Hanum kian mendalam saat pengabdiannya merawat ibu mertua yang lumpuh justru dibalas pengkhianatan, sang ibu mertua malah mendukung perselingkuhan putranya.

Kini, demi masa depan si kembar Aliya dan Adiba, Hanum harus memilih,tetap bertahan dalam rumah tangga yang beracun, atau bangkit mengambil kembali tahta dan identitasnya sebagai "Sanjaya" yang sesungguhnya untuk menghancurkan mereka yang telah mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

perang di meja hijau part 1

Demi menjaga kerahasiaan identitas dan strategi yang sedang disusun rapi, Hanum memutuskan untuk memesan taksi online. Ia tidak ingin Johan melihat mobil mewah keluarga Sanjaya atau mencurigai bahwa dirinya kini telah kembali ke pelukan sang ayah yang kuat.

"Ini keputusan yang tepat, Num. Biarkan dia mengira kau masih hidup luntang-lantung," ujar Alvaro sambil membantu membawakan tas sekolah Aliya dan Adiba. "Jangan tunjukkan siapa dirimu sebenarnya sampai waktunya tiba."

Hanum menatap kedua putrinya dengan tatapan yang berat. "Sayang, dengarkan Bunda. Untuk sementara waktu, tolong rahasiakan bahwa kalian sudah bertemu Kakek dan juga Kak Al, jangan ceritakan apa pun soal rumah ini kepada Ayah atau Nenek, ya?"

Aliya dan Adiba mengangguk patuh, meskipun wajah mereka tampak sangat sedih. "Kami janji, Bun, tapi Bunda harus janji juga, cepat jemput kami dari rumah itu. Kami benci melihat Tante Monica di sana," bisik Aliya parau.

Hanum memeluk mereka erat. "Bunda janji. Bunda akan berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkan hak asuh kalian. Kita akan segera berkumpul lagi di sini."

Alvaro yang berdiri di belakang mereka menimpali dengan suara bariton yang penuh keyakinan. "Om yang akan menjamin itu, hak asuh kalian akan jatuh ke tangan Bunda Hanum, dan tidak ada yang bisa menghalangi itu."

Tuan Sanjaya, dari atas kursi rodanya, mengangguk bangga menatap putra angkatnya.

"Papah percaya padamu, Al. Kau selalu bisa diandalkan, bahkan melebihi siapapun."

*

*

Saat taksi online masuk ke area halaman rumah dan menjemput mereka, Aliya dan Adiba berpamitan secara takzim kepada sang kakek. Hanum masuk ke dalam mobil tersebut dengan perasaan yang bergemuruh.

Namun, Alvaro tidak membiarkan mereka pergi begitu saja. Begitu taksi itu keluar dari pintu gerbang, Alvaro segera masuk ke dalam mobil pribadinya yang berkaca gelap. Ia membuntuti taksi tersebut dari jarak yang aman. Hatinya tidak akan tenang sebelum memastikan Johan tidak menyentuh Hanum dengan kekerasan.

Beberapa puluh menit kemudian, taksi berhenti tepat di depan gerbang rumah Johan. Dari kejauhan, Alvaro melihat Johan sudah berdiri di sana, mondar-mandir dengan wajah merah padam.

Hanum turun dari taksi dan membukakan pintu untuk kedua putrinya. Begitu Aliya dan Adiba melangkah keluar, Johan langsung menyambar lengan Aliya dengan kasar.

"Masuk ke dalam!" bentak Johan pada anak-anaknya. Tanpa menoleh lagi, Aliya dan Adiba terpaksa masuk dengan langkah gontai, meninggalkan Hanum yang kini berdiri berhadapan dengan mantan suaminya.

Johan melangkah mendekat, menatap Hanum dengan hinaan yang nyata di matanya. "Berani-beraninya kau membawa mereka pergi tanpa izin, hah! Lihat dirimu saat ini, Hanum. Datang naik taksi murahan begini, lalu mau sok jadi pahlawan untuk anak-anak?"

Hanum menarik napas panjang, menatap lurus ke mata Johan tanpa rasa takut yang dulu selalu menghantuinya. "Aku hanya ingin menghabiskan waktu dengan anak-anakku, Johan, itu hakku sebagai ibu mereka."

"Hakmu?" Johan tertawa sinis, tawanya terdengar menjijikkan di telinganya Hanum. "Kau tidak punya hak apa-apa lagi sejak kau menjadi wanita pezina! Nikmati sisa waktumu sebagai gelandangan, Hanum. Karena setelah sidang nanti, kau tidak akan pernah bisa melihat wajah mereka lagi."

Di dalam mobilnya yang terparkir beberapa meter dari sana, tangan Alvaro mencengkeram kemudi hingga buku-buku jarinya memutih. Ia melihat bagaimana Johan membentak Hanum, ia hampir saja keluar dari mobil untuk menghajar pria itu, namun Alvaro mencoba untuk bisa menahan diri.

'Teruslah bicara sombong, Johan,"'batin Alvaro dengan mata yang berkilat tajam. 'Setiap kata makian yang telah kau lontarkan hari ini akan menjadi paku di peti mati mu nanti. Aku akan memastikan kau merangkak di kaki Hanum untuk memohon ampun.'

Hanum tidak membalas makian itu. Ia berbalik dan masuk kembali ke dalam taksi dengan tenang, meninggalkan Johan yang masih mengomel di depan pagar. Ia tahu, perlawanannya yang sebenarnya bukan di sini, melainkan di meja hijau yang akan segera tiba.

Di dalam taksi yang melaju dan mulai menjauh dari kediaman Johan, pertahanan Hanum runtuh. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya, membiarkan tangisnya pecah tanpa suara. Setiap kata yang dilontarkan Johan tadi terasa seperti sembilu yang menyayat jantungnya.

"Wanita pezina?" gumam Hanum parau di sela isakan nya. "Kau pintar sekali memutarbalikkan fakta, Johan. Kau tuduh aku pezina, padahal itu jelas tuduhan yang pantas untukmu. Selama ini kau yang diam-diam berselingkuh dengan Monica!"

Hanum teringat betapa seringnya ia mencium aroma parfum wanita yang asing di kemeja Johan dan malam itu ia melihat noda lipstik yang coba disembunyikan pria itu. "Aku yakin kau dan wanita itu sudah berhubungan sangat jauh. Semua bukti itu sudah cukup membuktikan bahwa kaulah si pezina itu, bukan aku!"

Tanpa ia sadari, di belakang sana, Alvaro terus mengawal taksi itu. Ia bisa merasakan duka Hanum meski terhalang kaca kendaraan. Tangannya mengepal erat pada kemudi, mengukir janji dalam hati bahwa ini adalah air mata terakhir yang akan Hanum teteskan karena pria itu.

*

*

Beberapa hari kemudian, hari yang dinantikan pun telah tiba. Pengadilan Agama Jakarta Selatan menjadi saksi bisu pertemuan pertama Hanum dan Johan di medan laga. Keduanya sama-sama mengajukan gugatan cerai dengan alasan yang sama kuat yakni perselingkuhan.

Johan datang dengan langkah angkuh, didampingi oleh Pengacara Jason. Di benaknya, ia sudah menang. Ia memiliki bukti foto Hanum di apartemen seorang pria, bukti yang telah disusun rapi oleh Jason. Namun, ia tidak menyadari bahwa pengacaranya sendiri kini adalah bom waktu yang siap meledak.

Hanum tiba dengan balutan setelan blazer formal berwarna putih, melambangkan kemurnian dan kekuatan barunya. Ia tidak lagi tampak seperti wanita yang lemah. Ia didampingi oleh Hendrawan, salah satu pengacara hukum terbaik yang disewa secara khusus oleh Alvaro.

Alvaro sendiri memilih untuk tidak muncul di ruang sidang. Ia duduk di dalam mobilnya yang terparkir di sudut halaman pengadilan, memantau segalanya lewat laporan dari asisten Adam. Ia ingin menjadi kejutan terakhir bagi Johan.

Sebelum Hanum memasuki ruang sidang, Alvaro sempat menemuinya di sebuah ruangan privat. Ia memegang kedua bahu Hanum, menatap matanya dalam-dalam untuk menyalurkan keberaniannya.

"Num, hari ini adalah awal dari kebebasanmu," ujar Alvaro dengan suara baritonnya yang mantap. "Jangan gentar sedikit pun saat melihat wajahnya. Ingat, kau adalah putri dari Tuan Sanjaya. Kebenaran ada di pihakmu, dan aku ada di belakangmu."

Hanum mengangguk, menarik napas dalam-dalam. "Aku siap, Kak. Aku akan mengambil kembali hak asuh anak-anakku."

Alvaro tersenyum tipis, sebuah senyum penuh arti. Ia mengangkat sebuah file tebal berisi bukti-bukti kejahatan Johan, mulai dari bukti pembelian apartemen untuk Monica, rekaman suara perencanaan jebakan, hingga pengakuan saksi bayaran.

'Kita lihat siapa nanti yang akan memenangkan pertarungan ini, Johan!'batin Alvaro saat melihat Johan melangkah masuk ke ruang sidang dari kejauhan.

*

*

Di dalam ruang sidang, suasana sangat tegang, Hakim mulai membuka persidangan. Johan melirik Hanum dengan tatapan meremehkan, seolah-olah Hanum hanyalah serangga kecil yang mudah diinjak.

"Yang Mulia," buka Pengacara Jason, namun suaranya terdengar sedikit bergetar, tidak setegas biasanya. "Kami memiliki bukti kuat bahwa Nyonya Hanum telah melakukan tindakan asusila dengan pria lain, yang menjadi dasar kuat bagi klien kami untuk mendapatkan hak asuh penuh atas kedua putrinya."

Johan tersenyum licik, namun senyum itu mendadak hilang saat pengacaranya Hanum, yakni Hendrawan, berdiri dengan tenang.

"Keberatan, Yang Mulia," sahut Hendrawan tegas. "Sebelum kita membahas tuduhan palsu tersebut, kami ingin mengajukan bukti serangan balik berupa data digital mengenai rencana persekongkolan yang dilakukan oleh saudara Johan untuk menjatuhkan martabat klien kami demi menutupi perselingkuhan aslinya dengan seorang wanita bernama Monica."

Mendengar nama Monica disebut di awal sidang, Johan tersentak. Ia menoleh ke arah Jason, berharap pengacaranya itu akan membelanya, namun Jason hanya terdiam sambil menunduk, tak berani menatap mata Johan.

Perang sebenarnya baru saja dimulai.

Bersambung...

1
Ma Em
Ayo Hanum gaskeun sebelum Alvaro diambil Deva 😄😄
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: gak akan Bun 🤭
total 1 replies
Teh Yen
kapan jujurnya ini c Hanum duh mau ngelak sampai kapan tentang perasaanmu ke Alvaro Num
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sabar kak, nunggu waktunya tiba
total 1 replies
Nar Sih
mantapp rencana mu deva ,moga berhasil membuat mereka bersatu
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: Aamiin 😁
total 1 replies
Nar Sih
deva dan alvaro pinter memancing hanum biar cemburuu wahh lsnjut kan rencana kalian moga berhasil👍
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: pinter dong kak, biar Hanum sadar 🤣🤣🤣
total 1 replies
vania larasati
lanjut kak
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Good//Good//Good/
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
Hanum....... bagaikan kura
2 dalam perahu,diluar malu padahal didalam hatinya mau, saking nyaman sama Alvaro,Hanum nggak sadar nyender ke Alvaro 🤔🤔🤔
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sepertinya gak sadar kak, karena kebiasaannya dulu kalau takut suka seperti itu dengan kakaknya 🤣
total 1 replies
neny
saking seru nya baca,,ampe lp kasih penilaian,,semangat kak💪😘
neny: sama2 akak,,semangat terus pokok nya🤍
total 2 replies
neny
cie,,cie yg udh nyaman,,dpt wa dr Deva langsung berbinar deh muka nya🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul sekali kak, bahagianya Hanum 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ariany Sudjana
makanya kamu juga harus turunkan ego kamu Hanum, kamu harus mengakui jatuh cinta sama Alvaro
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤭
total 1 replies
Teh Euis Tea
Deva sukses deh menyatukan mereka😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip 😁😊
total 1 replies
Teh Euis Tea
eehh salah kirain Deva sejenis blatung nangka ga taunya niat mau bantu Alvaro dekat sm Hanum 😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul, dia bukan spesies ulat yg menggatal kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Nyonya Gunawan
Lucu bget sich hanum,,,suka tpi malu..😄😄
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah betul itu kak, salah satu pengalaman ku dulu saat masih duduk di bangku SMU, suka tapi malu 🤭🤣
total 1 replies
Ariany Sudjana
Hanum kamu bodoh, kamu jatuh cinta sama Alvaro, tapi ego kamu setinggi langit
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul sekali kak 🤭
total 1 replies
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
johan benar benar ga tahu diri yaa sok banget🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ember 🤣🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
lebih baik jujur sja al dari pada nanti jdi slh paham biar semua jls
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 😁
total 1 replies
vania larasati
lanjut kak
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Good//Good//Good/
total 1 replies
Teh Yen
ih Hanum knp pake engg enakan sama ornag lain sih Deva kan bukan siapa siapa kamu huuh ,, ayo aliya Adiba gagalkan rencana teman ibu kalian yg ingin ngejar om Al yah
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Good//Good//Grievance/
total 1 replies
Ma Em
Hanum bodoh atau gimana sih , biar Alvaro jln sama wanita lain biar Hanum cemburu .
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Teh Euis Tea
Hanum cubit nih, malah nyomblangin di Deva, gemes aku sm othornya awas aj klu Alvaro jadian sm si Deva ta cubit othornya 😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: wah, kacau 🤣🤣🤣
total 5 replies
Uba Muhammad Al-varo
ayo jawab jujur Alvaro apa yang dikatakan Deva, supaya Hanum tahu bahwa cintanya ke Alvaro tidak bertepuk sebelah tangan 😏😏😏
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Applaud//Applaud//Applaud/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!