Dimasa lalu..
Lelaki berbaju kokoh merah maroon itu berusaha menarik tangan perempuan yang baru saja melompat dari gedung lantai dua.tatapan pria itu tajam menatap perempuan yang berusaha melepaskan genggaman tangannya.
Pria itu seharusnya menjaga tatapannya,menjaga diri agar tidak menyentuh wanita yang bukan muhrimnya.tapi ia harus melakukan ini.ini semua darurat.ia tidak bisa begitu saja membiarkan seorang wanita melompat dihadapannya begitu saja.
" Lepaskan saya lebih baik saya mati."
" Sadarlah nona bunuh diri itu perbuatan dosa,anda tidak akan diterima dibumi maupun dilangit.arwah anda akan mengantung diantaranya."
Wanita itu tetap kekeh,ia berusaha melepaskan tangan laki laki itu.keringat menetes didahi pria tampan itu.ia menatap perempuan itu terjatuh dihadapannya.adnan Al Fahri putra dari kiay Husen pemilik pondok pesantren yang sangat dihormati dikota ini.
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya ia menatap perempuan dengan begitu dalam.dan untuk pertama kali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab35
Hampir tiap hari Ayla memarahi Devan dengan alasan yang tidak jelas, memerintah Devan ini dan itu.berharap Devan membencinya bahkan Ayla tidak sungkan memerintah Devan walaupun ada ummi nadya.karna ayla tahu ummi Nadya membenci anaknya dia tidak akan mungkin protes jika anaknya diperlakukan dengan tidak baik oleh istrinya. tapi tidak semudah itu.semakin Ayla marah marah semakin Devan gemas terhadap ayla.dan semakin Ayla menerintahnya semakin Devan akan mengabulkan setiap permintaan Ayla.
Dimalam hari Ayla akan pura pura terkena REM sleep behavior disorder.hingga terkadang Devan jatuh dari tempat tidur karena tendangan dari Ayla.hingga berakhir Devan memilih tidur disofa.padahal selama ini ayla tampak tenang ketika tidur dan sepanjang malam saat ayla tertidur Devan akan menikmati wajah cantik istrinya itu tapi akhir akhir ini Ayla tidak bisa diam ketika sedang tidur membuat Devan harus rela tidur disofa.
Saat Devan memilih tidur disofa, ayla pura pura membuka matanya dan tersenyum karna merasa telah menjaili Devan.
Hingga satu saat Ayla merasa lelah dengan sikapnya kepada Devan yang menurutnya sudah sangat keterlaluan tapi alih alih marah kepadanya.Devan semakin terlihat suka dengannya sedangkan ia semakin frustasi.
Untuk menghilangkan rasa frustasinya Ayla memilih berjalan jalan disekitar pesantren.pesantren yang terasa sejuk disini banyak sekali terdapat kolam ikan dengan makanan ikan yang terlihat disediakan disana jadi siapapun bisa memberikan makanan kepada ikan itu.
Dihalaman pesantren banyak sekali pedagang kecil,mulai dari penjual cilok,bakso,eksrim.jajanan yang disukai oleh Ayla.
Ayla membeli satu porsi cilok dan duduk didepan kolam ikan.
Disaung yang tidak jauh dari tempatnya duduk saat ini terlihat devan berbaju kokoh marroon dengan peci dikepalanya.terlihat mengajar para santri yang terkadang melirik Ayla dengan senyuman tapi tidak sedikitpun Ayla membalas senyuman itu. Ayla mencibirkan bibir begitu frustasi menghadapi laki laki itu.
Ayla memalingkan muka tidak lagi menatap kearah devan.tapi saat ia fokus menatap kearah depan saja.ia malah menangkap sosok perempuan yang berjalan dengan anggung didepannya.
Ayla terpanah wanita itu terlihat anggun dengan aura wanita Sholehah yang begitu terpancar dari dalam dirinya.
Ayla tidak berkedip terus mengikuti langkah dari wanita itu.yang ternyata menghampiri Devan.
" Apa itu aisah.?"Batinya
" Jika wanita itu aisah, sungguh aku tidak ada apa apanya dibanding wanita itu.tapi kenapa Devan malah memilihku untuk menjadi istrinya,yang jelas jelas tidak paham agama,harusnya dia memilih aisah mereka tampak begitu serasi dan aku tentu saja cocoknya dengan Kay." Ayla begitu asyik ngebatin saat melihat aisah.
Dan lihatlah Devan tampak menunduk.ia terlihat sangatlah dingin seperti menjaga jarak dengan aisah.sedangkan pada ayla laki laki itu tidak pernah berkedip saat menatap Ayla bahkan selalu tersenyum saat berbicara dengan Ayla meskipun sedikit pun tidak pernah Ayla membalas senyuman itu.
Menyadari Ayla sedari tadi memperhatikannya dengan aisah.devan langsung pamit pada aisah ia begitu takut Ayla salah paham dengannya.
" Maaf Ustadzah saya harus pamit.sepertinya istri saya sedang menunggu saya."
" Hmm saya ingin sekali bertemu dengan istri ustadz Devan."
"Mohon Ustadzah jangan memangil saya Ustadz rasanya saya belum pantas dipanggil ustadz.nanti saya akan perkenalkan dengan istri saya."
" Ustadz Devan memang suka merendah."
" Saya permisi ustadzah aysah, assalamualaikum."
" waalAikum salam."
Ayla berdiri melangkahnkan kaki saat melihat Devan meninggalkan Ustadzah aisah dan berjalan kearahnya.
" Ay.tunggu aku."
" Ay kamu marah ya.kamu cemburu ya?"
" Idih apaan aku tidak cemburu sama sekali." Ucapnya terus melangkah tanpa memperdulikan Devan yang terus mengejarnya.
" Kamu cemburu?"
" Idih apaan.aku tidak cemburu."
"Kalau kamu tidak cemburu,lalu kenapa kamu terlihat marah."
Ayla tidak tahan ia berhenti dan menoleh kearah Devan dengan tatapan tajam.
" Ia aku benar benar marah sama kamu.kamu itu benar benar laki laki bodoh yang pernah kutemui.aku menghabiskan semua uang kamu, memerintah kamu,menyuruh nyuruh kamu tapi kenapa kamu itu masih saja tersenyum saat aku melakukan itu semua!kamu tahu kenapa aku.aku tuh capek ngahadapin kamu." Ungkapnya mengeluarkan semua unek uneknya.
Devan menatap Ayla lekat.
" Itu semua karena aku sangat mencintaimu Ayla."
Untuk sejenak ayla terhenti, untuk pertama kalinya ia menatap tatapan tegas dari laki laki laki yang kini menjadi suaminya.
"Maafkan aku devan.ini semua salahku.tapi aku sudah mencoba menerima kamu tapi tetap saja hati ini selalu lebih condong kekay."
Kalau kamu mau lepas dari Devan,lebih baik kamu jujur karna seberapa pun kamu ingin membuatnya kesal.dengan sikap kamu, itu tidak akan pernah terjadi.sama seperti ummi seberapa pun ummi pilih kasih terhadap Devan dan kanza.devan tidak akan pernah mempertanyakan kenapa ummi tidak sayang kepadanya.itu ucapan ummi Nadya kepada Ayla.
Mata ayla berkaca kaca saat mengatakan itu dan Devan hanya menatap wanita itu dengan tatapan rumit.
Ayla lalu melangkah menjauh dari Devan yang tidak berhenti menatapnya.mungkin Devan terdiam karna ia tidak mampu lagi menjabarkan kata untuk rasa sakit hatinya saat ini.