Novel ini menceritakan tentang seorang gadis yang mencintai seorang teman kelas nya, namun cinta nya hanya bertepuk sebelah tangan, dan novel ini juga menceritakan tentang perubahan sikap kedua orang tua nya yang berubah semenjak kedatangan sepupu nya yang ikut tinggal bersama keluarga nya, ia sangat sakit dan terluka namun ia di sambut dengan hangat oleh lelaki yang selama ini melindungi nya dari kejauhan dan ia pun pergi tinggal bersama laki laki itu, ternyata laki laki itu adalah seorang CEO dan MAFIA, pada akhirnya laki laki yang ia cintai dan orang tua nya menyesal
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15 JALAN-JALAN KE SAROLANGUN
Pagi pun akhirnya tiba, Alletha terbangun dari tidur nya, ia baru tertidur saat jam menunjukkan 03.40 dan 06.07 ia terbangun.
Alletha pun berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka, karna ia saat ini malas mandi, karna pagi ini sangat lah dingin, namun walaupun begitu Alletha sama sekali tidak memiliki bau badan, walau jarang mandi, dan wajah nya pun tetap terlihat sangat sangat cantik, di tambah lagi ia memiliki kulit putih yg mulus, dan bulu mata yg lentik.
Alletha menatap handphone nya yg terletak di atas meja samping ranjang tidur nya.
"Hum, nanti saja deh ku diskusikan sama teman teman, mungkin mereka punya solusi." Ucap Alletha, dan ia pun berjalan keluar kamar nya.
Sesampainya di lantai bawah Alletha melihat mamah dan papah nya sedang duduk di sofa ruang tamu.
"Baru bangun sayang." Tanya pak raider lembut
Alletha hanya mengangguk
"Isss anak mamah, udah gadis aja bangun kesiangan." Ucap Bu iris
Alletha yg mendengar kan itu pun langsung melihat ke arah jam dinding yg berada di dekat nya.
"Bukan Alleth yg kesiangan, mamah sama papah aja yg kepagian." Ucap Alletha dan berjalan menuju ke arah dapur
Bu iris dan pak raider yg mendengar kan itu pun langsung saling tatap dan tertawa kecil.
"Haha Alleth dari dulu GK pernah berubah ya pah." Ucap Bu iris sambil tertawa kecil.
"Iya mah, anak kita itu Masi saja sama seperti dulu, Masi pantas di bilang anak yg bar bar." Ucap pak raider
"Tapi sekarang dia udah gak bar bar lagi pah." Ucap Bu iris
Pak raider hanya mengangkat bahu nya kecil.
Alletha yg sudah masuk ke area dapur pun melihat mbok Jum yg sedang memasak.
"Mbok masak apa." Tanya Alletha pelan
"Eh Enon, ini non masak sup ayam sama gulay tempoyak ikan patin." Ucap mbok Jum
"Wah pasti enak banget ya bik." Jawab Alletha antusias
"Wah jelas dong non, masakan siapa dulu." Ucap mbok Jum dengan percaya diri nya
Alletha yg melihat itu pun hanya tersenyum kecil.
"Non mau apa, biar mbok buatin." Ucap mbok Jum
"Mau buat susu mbok, gak usah mbok biar alleth aja, mbok pokus masak aja dulu." Ucap Alletha
"Owh siap non." Jawab mbok Jum dengan tingkah lucu nya
Sedangkan di tempat lain, Nathanael sudah pergi untuk berolahraga ringan, berlari kecil dari rumah nya dan ke jalan jalanan di sekitar rumah nya.
Nathanael pun berhenti di warung kecil yg jual minum minuman dingin dan juga ada beberapa menu makanan.
"Bi, ada jual powerff GK di sini." Tanya Nathanael
"Ada, ambil saja di dalam kulkas." Ucap bibi yg punya warung.
Nathanael pun masuk dan membuka kulkas itu.
"Habis olahraga ya dek." Ucap ibuk ibuk yg membeli makanan.
"Iya Bu." Jawab Nathanael
"Apa gak mau beli makanan nya dek." Tanya bibi warung.
"Tidak bi, tadi sudah sarapan di rumah." Ucap Nathanael berbohong, padahal dia subuh subuh tadi sudah pergi berolahraga.
"Owalah." Ucap bibi warung tersebut.
"Pantesan badan nya bagus dek, ternyata rajin olahraga." Ucap ibu ibu tadi lagi.
"Ya begitu lah bu." Jawab Nathanael, karna tidak ingin berlama lama, ia pun langsung membayar minuman yg ia beli, dan berlalu pergi, karna kalau ia ladeni terus ia jadi tidak bisa pergi dari sana karna bakal di ajak ngobrol terus.
Nathanael pun melanjutkan olahraga pagi nya dengan berlari kecil.
Namun saat ia sedang pokus tiba tiba ada yg memanggil nya dari belakang.
"Hay Nathanael." Ucap org tersebut
Nathanael pun berhenti dan membalikan badannya melihat ke arah belakang.
"Hay juga." Ucap nya dingin.
"Boleh gabung gak, soalnya sedari tadi aku juga sudah joging dari rumah sampai ke sini, biar badan ku jadi sehat." Ucap org itu lagi
"Hm silahkan." Ucap Nathanael dan melanjutkan lari nya
Org itu pun tersenyum kecil dan mengikuti langkah kaki Nathanael.
"Ternyata kamu suka olahraga juga ya." Ucap org itu lagi
"Ya." Jawab Nathanael
"Aku pun juga suka berolahraga, salah satu nya ya lari pagi ini." Ucap org itu lagi
"Kapan kamu pulang." Tanya Nathanael cuek
"Semalam, aku udah GK betah di rumah sakit, karna banyak banget bau obat obatan dan membuat kepala ku pusing." Ucap Fitri manja, ya org itu tak lain adalah fitri.
"Owh." Jawab Nathanael singkat
Sebenarnya Nathanael tidak mempercayai ucapan Fitri, karna baginya itu sungguh tidak masuk akal, karna rumah Nathanael dan rumah Fitri sangat lah jauh, tidak mungkin Fitri bisa sampai di baru aja di tinggal sebentar ke warung malah udah GK ada di dalam mobil." Ucap mamah nya Fitri sedang kan sopir pribadi mereka hanya diam saja.
"Tadi Fitri ngejar Nathanael mah." Ucap Fitri tanpa rasa bersalah.
"Maksudnya?." Tanya mamah nya Fitri bingung.
Fitri menghela nafas.
Flashback on
Saat mobil berhenti karna mamah nya ingin mampir ke warung bibi nya yg ada di sekitar sini, Fitri melihat seseorang yg sedang joging pagi pun langsung menatap kagum, org itu sangat ia kenali, dan itu adalah Nathanael.
"Wah pagi pagi gini sudah di suguhi sama pemandangan indah." Gumam Fitri pelan dan ia pun melihat Nathanael berhenti di sebuah warung yg berada agak sedikit jauh di depan sana.
Fitri pun langsung memiliki ide, ia menyuruh pak sopir pribadi nya untuk turun dari mobil, karna kebetulan banget tadi ia membawa celana lejing dan baju kaos, ia pun segera berganti pakaian dan turun dari mobil, ia lupa memberi tahukan kepada pak sopir.
"Ihhh dia sudah jauh, ku lari aja kali yah." Ucap nya dan langsung berlari lebar mengejar Nathanael.
Flashback off
Mamah nya Fitri yg mendengar kan cerita dari anak nya pun langsung menepuk jidatnya.
"Kenapa harus sampai sebegitu nya si fit, bikin capek diri sendiri saja." Ucap mamah nya
"Yah mau gimana lagi dong mah." Jawab Fitri
"Sudah pak, ayo jalan." Ucap mamah nya Fitri
Fitri yg hanya di cuekin pun langsung cemberut.
"Loh kamu dari mana saja Nathanael." Tanya pak cakkra
Ya sedari bangun tidur ia pun tidak melihat keberadaan anak nya itu.
"Habis joging pagi pah." Jawab Nathanael
"Ha ya sudah, sana mandi, liat tu udah banyak banget keringat di badan mu, habis mandi langsung turun, kamu belum sarapan." Ucap pak cakkra.
"Hmm ya." Jawab Nathanael singkat
Pak cakkra hanya geleng geleng saja mendengar jawaban dari anak nya itu.
"Nathanael sudah pulang pah." Tanya Bu Clara yg baru keluar dari dalam dapur.
"Tuh baru saja pulang." Jawab pak cakkra
"Dasar anak itu." Ucap Bu Clara
"Pah tadi mamah udah bikinin kopi untuk papah, itu mamah Tarok di atas meja ruang tamu." Ucap Bu Clara
Ntah mengapa keluarganya lebih suka berkumpul di ruang tamu dari pada di ruangan pribadi keluarga.
"Mamah emang istri yg baik." Ucap pak cakkra, ia sangat bersyukur dan merasa beruntung memiliki istri seperti Bu Clara, karna walaupun ia sudah memiliki banyak uang, istrinya itu tidak mau melupakan kewajiban nya sebagai seorang istri dan seorang ibu, meskipun sudah memiliki pembantu, tetap saja istri nya ingin memasak untuk anak dan suaminya meski tidak untuk setiap saat.
Bu Clara yg mendengar kan itu hanya tersenyum saja.
Pak cakkra pun berjalan menuju ruang tamu dan di ikuti oleh Bu Clara.
Alletha sedari tadi hanya duduk diam di dalam kamar nya, ia Masi memikirkan apa maksud dari org yg tidak ia ketahui siapa org nya.
"Ha bikin pusing saja." Ucap Alletha
Ia pun membuka ponsel nya dan membuka grup untuk melihat pesan dari disha dan yg lainnya.
"(Alleth jam berapa kita pergi nya)." Tanya Irma di dalam grup
"(Iya nih, sekarang sudah jam 9, dan kamu belum ngasi tau pergi jam berapa ke Sarolangun nya)." Balas disha
Alletha yg membaca pesan dari 2 teman nya tersebut pun langsung terdiam.
"Haduh, kenapa aku bisa lupa si." Gumam Alletha
"(Jam 10 kita berangkat, kalian bersiap siap lah, nanti ku jemput bersama pak Asep sopir pribadi mamah ku)." Balas Alletha, dan ia pun langsung mematikan data ponsel nya dan langsung bergegas ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi ia langsung bersiap siap dan berdandan tipis, Alletha sangat cantik jika memakai gamis, di tambah lagi badan nya yg langsing dan putih.
Alletha pun langsung keluar dari kamar nya dan langsung menuruni tangga dengan langkah cepat.
Ia melihat mbok Jum yg ingin masuk ke dapur.
"Mbok di mana mamah dan papah." Tanya Alletha
Mbok Jum langsung melihat ke arah Alletha.
"Tuan lagi di ruang kerja nya non, kalau nyonya seperti nya lagi di dalam kamar." Jawab mbok Jum, sambil melirik ke arah Alletha yg terlihat sangat cantik dan rapi
"Nok mau ke mana." Tanya mbok Jum
"Mau jalan jalan mbok, sama kawan kawan Alleth ke Sarolangun, mbok nanti mau di bawakan apa." Ucap Alletha
"Wah ke Sarolangun ya non, mbok sudah lama tidak main ke Sarolangun, apa lagi mbok tidak pernah ke jembatan Beatrix, hanya cuma di sekitar yg lainnya saja." Ucap mbok Jum
Alletha yg mendengar kan itu hanya tersenyum.
"Kapan kapan Alletha ajak mbok main ke sana." Ucap Alletha lembut
"Mbok mau Alleth bawakan apa." Tanya Alletha sekali lagi.
"Wh tidak usah repot-repot non, non baik baik aja mbok udah bahagia." Ucap mbok Jum
"Humm kalau gitu biar Lena bawakan apa saja nanti, mbok tolong panggilkan papah ya, Lena mau panggilin mamah dulu." Ucap Alletha
Mbok Jum langsung mengangguk.
"Siap non." Ucap mbok Jum dan berlalu pergi
Alletha berjalan menuju kamar org tua nya.
"Mah." Panggil Alletha dari luar "Iya nak ada apa." Jawab Bu iris dari dalam sambil berjalan membukakan pintu
Ceklek
Setelah membuka kan pintu Bu iris langsung melihat penampilan Alletha.
"Ehem cantik gak mah." Tanya Alletha
Bu iris pun tersenyum.
"Anak mamah selalu cantik." Jawab Bu iris
"Kamu mau ke mana Alleth." Tanya Bu iris
"Ayok kita bicara di ruang tamu saja mah." Ucap Alletha
Mereka pun akhirnya berjalan ke ruang tamu dan di sana sudah ada pak raider yg melihat ke arah mereka.
Setelah Alletha dan Bu iris duduk, pak raider pun berbicara.
"Alleth kamu mau ke mana." Tanya pak raider, dan ia menatap ke arah istri nya dan hanya mendapat angkatan bahu dari istrinya tanda Bu iris pun juga tidak tahu
"Alletha mau izin sama papah dan mamah, Alletha mau jalan jalan sama kawan kawan Alletha ke Sarolangun." Ucap Alletha
"Pakai motor?." Tanya Bu iris, ia khawatir jika anak nya hanya menggunakan motor karna ia takut terjadi sesuatu.
"Gak mah, Alleth niat nya si pengen pake mobil sama pak Asep." Jawab Alletha
Pak raider yg mendengar kan itu pun langsung mengangguk.
"Nah kalau kamu pergi nya sama pak Asep, papah izinkan, tapi jangan sampe sore pulang nya." Ucap pak raider
"Iya pah, Alletha tau kok." Ucap Alletha
Pak raider pun membuka dompet nya dan memberikan uang lima ratus ribu kepada Alletha.
"Ini nak, untuk pegangan kamu di jalan nanti." Ucap pak raider
"Gak usah pah, Alletha Masi ada uang." Ucap Alletha, ya Alletha memang anak yg rajin menabung, dia tidak suka berfoya-foya yg Tidak jelas yg hanya menghabiskan uang sia sia.
"Ambil saja nak, anti beli apa pun yg kamu pengen, jangan di tabung terus, menabung itu boleh, tapi jangan setiap waktu sampai Tidak bisa membelikan apa yg kamu inginkan." Ucap Bu iris gemes dengan anak nya ini
Alletha pun langsung mengambil uang yg pak raider pegang.
"Terimakasih pah, mah." Ucap Alletha sambil memeluk papah nya itu, dan juga memeluk mamah nya.
"Sama sama nak." Ucap pak raider dan Bu iris
Pak raider pun bangkit dan berjalan keluar dari rumah, ia ingin memanggil pak Asep, dan ternyata pak Asep sedang duduk bersama pak satpam di depan gerbang rumah nya.
"Pak Asep." Panggil pak raider
Pak Asep pun langsung berlari mendekat ke arah pak raider.
"Iya tuan, ada yg bisa saya bantu." Jawab pak Asep
"Ya ada, Alletha ia ingin jalan jalan bersama kawan kawan nya, dan tolong pak Asep jaga anak saya, jangan sampai Alletha kenapa Napa." Ucap pak raider tegas
"Owh iya tuan, siap." Jawab pak Asep
"Dan jangan terlalu ngebut bawa mobil nya, pelan pelan saja." Ucap pak raider lagi
"Okey siap tuan, kalau begitu saya mau ke garasi mobil dulu tuan." Jawab pak Asep, dan di angguki oleh pak raider.
Pak raider pun kembali masuk ke dalam rumah nya.
Alletha pun sudah di perjalanan menuju rumah disha, karna Irma, Oliv dan Siti sudah berada di rumah disha, karna mereka tidak ingin membuat Alletha repot untuk menjemput satu satu dari mereka.
"Wah itu mobil Alleth yah, mewah banget njir." Ucap Irma
"Iya tuh, gk nyangka punya teman sekaya itu, tapi gak sombong." Jawab Oliv
Sedangkan disha dan Siti hanya diam saja.
Tit tit
Suara klakson mobil.
Alletha pun turun dari mobil dan berjalan masuk ke rumah disha.
"Assalamualaikum." Ucap Alletha
"Waalaikumsalam." Ucap mereka serempak
"Maaf ya lama, pasti kalian sudah dari tadi ya." Ucap Alletha merasa bersalah
"Tidak apa apa Len, santai aja kalik, kan kita jalan jalan nya pakai mobil elo, jadi kenapa kita yg marah." Jawab disha
"Iya, santai aja kalik, malahan kita senang ternyata lo gak bohong sama kita." Jawab Siti
"Yaudah yok kita berangkat sekarang." Ucap Alletha
Alletha pun pamit dengan org tua disha begitupun dengan yg lainnya.
Skip
Mereka pun sudah di perjalanan, dan sebentar lagi pun sampai.
"Eh ngomong ngomong kita mau ke mana aja nih." Tanya Alletha
"Ya kita mah ngikut kamu aja si Len." Jawab disha
"Iya kita mah ngikut aja." Ucap yg lainnya kompak
"Hum okey." Jawab Alletha
Akhirnya mereka sampai di kota Sarolangun
{Selamat datang di kota Sarolangun}
"Pak kita ke kantor bupati ya." Ucap Alletha
"Siap non."
"What? Ke kantor bupati, ngapain njir." Ucap Irma
"Iya Len, ngapain kita ke kantor bupati, kita bukan pejabat njir." Ucap Oliv
"Ehem, ya di sana ada markas PMI (palang merah remaja) dan juga wisata untuk kita berfoto foto dulu." Ucap Alletha
"Emang ada." Tanya Siti
"Iya tuh, kita belum Pernah ke sana soalnya." Jawab Oliv
"Ada kok, nanti kalian liat aja." Ucap Alletha dan kembali pokus ke depan
"Waw, perjalanan menuju ke sana aja sudah seindah ini ya, apa lagi sudah sampai nanti." Ucap Irma dengan girang nya
"Iyah nih, wah ini harus di vidio ni." Ucap Siti
Sedangkan yg lainnya hanya diam sambil melihat pemandangan yg sejuk untuk di pandang.
Singkat cerita
Akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.
"Wih gila, bagus bangat tempat nya, lapangan nya juga besar." Ucap disha
"Wih gak nyesel si gw ikut lo len." Ucap Oliv
"Kalian kalau mau foto foto duluan aja ya, itu jalan nya, tinggal masuk aja." Ucap Alletha
"Lah Lo mau ke mana emang nya." Tanya disha
"Iya nih masa cuma kita aja, dan Lo gak gitu." Ucap Irma
"Nanti aku nyusul, aku mau beli makanan dulu, aku mau mengunjungi kaka kaka yg ada di markas." Ucap Alletha
"He he maaf Len, kita sampai lupa kalau kamu anggota PMI." Ucap Siti cengengesan
Akhirnya mereka pun berpisah
Disha dan yg lainnya pergi untuk berfoto foto ke wisata yg di tunjuk oleh Alletha, sedangkan Alletha dan pak Asep pergi untuk mencari makanan karna tadi ia lupa..
Di perjalanan Alletha kebingungan ingin membelikan makanan apa.
"Pak kira kira apa ya yg harus Alleth beli." Tanya Alletha ke pak Asep
Pak Asep berbicara sambil tetap pokus menyetir mobil.
"Hum menurut bapak si beli makanan yg bikin kenyang non." Ucap pak Asep
Alletha yg mendengar kan itu pun cemberut
"Bapak mah, Alleth juga tau kalau Alleth harus beli makanan yg bikin kenyang, tapi maksud Alleth makanan nya itu apa, apakah sate, apa bakso, apa nasi uduk, dan yg lain lain." Ucap Alletha sebal
Pak Asep tertawa kecil
"Ha haa, maaf non, hum beli ayam geprek yg ada nasi dan lalap lalapan nya aja non." Ucap pak Asep
Alletha yg pokus ke jalan pun melihat rumah makan yg jualan ayam geprek dan nasi dan lalapan seperti yg pak Asep bilang.
"Wah kebetulan, ayok ke sana pak di situ ada." Ucap Alletha
Pak Asep pun langsung membelokan mobil dan masuk ke arah yg Alletha tunjuk
"Kok bisa kebetulan gini ya non." Ucap pak Asep heran
Alletha yg Masi sebal pun menghiraukan ucapan pak Asep, dan ia langsung berjalan ke arah rumah makan tersebut.
"Hallo dek selamat datang di rumah makan Ciara, adek mau pesan apa, es apa ayam geprek." Tanya mbak mbak yg jualan itu dengan ramah
"He he terimakasih mbak, humm aku mau pesan ayam geprek sekalian sama es nya juga." Ucap Alletha
"Owh iya, berapa dek." Tanya mbak mbak itu langsung bersiap siap untuk menyiapkan pesanan Alletha.
"50 mbak." Ucap Alletha
Mbak ciara yg tadi bicara dengan Alletha pun langsung terkejut, sekaligus senang, karna sedari pagi rumah makan nya sedikit sepi
"Serius dek." Tanya mba ciara, dan di angguki oleh Alletha
Jangan kan mba ciara para karyawan nya pun juga berbinar bahagia dan langsung cepat untuk membungkus pesanan Alletha, dengan berbagi tugas.
Alletha yg melihat itu pun jika ikutan senang, karna bisa membantu org lain.
"Em sekalian es nya juga ya mbak." Ucap Alletha
"Siap dek cantik." Ucap mba ciara
Setelah beberapa menit akhirnya pesanan yg ia pesan pun sudah siap.
"Berapa total nya mbak." Tanya Alletha
"370 dek." Ucap mba ciara
Alletha pun langsung memberikan uang 400 kepada mba ciara.
"Ini dek kembalian nya, terima kasi banyak ya dek." Ucap mba ciara
"Kembalian nya ambil saja mbak, sama sama mbak." Ucap Alletha, sedangkan pesanan nya tadi sudah di bawa eh para karyawan mba ciara ke dalam mobil
"Alhamdulillah terima sekali lagi dek, semoga adek selalu di berikan rezeki yg berlimpah." Ucap mba ciara penuh syukur
"Aamiin, terimakasih doa nya mbak." Ucap Alletha dan berlalu pergi
Mereka pun akhirnya melanjutkan perjalanan mereka.
"Wah banyak banget Nok makanan nya." Ucap pak Asep
"Iya pak, untuk kita juga." Ucap Alletha
"Emang banyak ya non, org org markas nya." Tanya pak Asep sambil tetap pokus menyetir mobil
"Gak tau si pak, biasa nya banyak kalau lagi kumpul, biasanya juga sedikit." Ucap Alletha
Dan pak Asep Hanya mengangguk tanda mengerti.
Akhirnya mereka sampai di tempat semula.
"Alleth, kamu lama banget si." Ucap Irma
"Iya nih, udah hampir 1 jam ni kita nungguin." Ucap Siti
"Aku kan sudah bilang, aku beli makanan, dan juga makanan untuk kalian." Ucap Alletha
"Wah yg benar nih." Ucap Irma antusias
"Iya, pak Asep tolong bawakan makanan nya ke markas." Ucap Alletha
"Ayo kita bantu." Ucap disha
"Kalian mau ikut juga." Tanya Alletha
"Aku gak ah, aku di sini saja." Jawab Irma
"Iya aku di sini juga." Ucap Oliv dan Siti
"Owh oke lah, ambil makanan kalian ini." Ucap Alletha
Mereka ber tiga pun langsung mengambil makanan dan minuman untuk mereka.
"Terimakasih Len." Ucap mereka kompak
"Iya sama sama." Jawab Alletha
"Ayok pak, dis." Ucap Alletha dan di angguki oleh pak Asep dan disha
Mereka pun berjalan memasuki area markas dan ternyata banyak org di sana.
"Loh kayak kenal." Ucap salah satu cowok di sana
"Assalamualaikum." Ucap Alletha, disha dan pak Asep
"Waalaikumsalam." Ucap org org yg ada di markas dengan kompak
"Loh Alleth to." Ucap mbak Nurul dengan antusias begitu pun dengan yg lainnya
"Ayo ayo masuk dek, Alhamdulillah akhirnya kamu datang juga ke sini, sudah lama banget kamu gak main ke sini." Ucap kk Subarjo
"Haduh banyak org, mana banyak yg cowok lagi, ganteng gengang banget." Gumam disha pelan