NovelToon NovelToon
Se Atap Dengan Mantan Suami

Se Atap Dengan Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mantan
Popularitas:14.5k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Jasmine, menikah dengan Aksa adalah mimpi buruk yang ingin ia kubur dalam-dalam. Sebagai anak yatim piatu yang miskin, Jasmine hanya dianggap sampah dan pembantu gratisan oleh keluarga Aksa yang terpandang. Puncaknya, sebuah fitnah kejam membuatnya terusir dari rumah megah itu tanpa membawa sepeser pun uang.

Tiga tahun berlalu, Jasmine bertahan hidup sebagai Professional Housekeeper di sebuah agen elit. Tugas terbarunya adalah mengurus sebuah penthouse mewah milik klien misterius yang sangat menuntut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

Jarum jam menunjukkan pukul tiga pagi. Suasana di dalam kamar utama penthouse itu masih sangat sunyi, hanya menyisakan temaram lampu tidur yang berpendar kekuningan. Seperti sudah menjadi kebiasaan lama yang sulit dihilangkan, Jasmine tersentak bangun dari tidur lelapnya.

Nyawanya belum terkumpul sepenuhnya, matanya masih terasa berat. Namun, saat ia mencoba bangkit untuk duduk, ia merasakan ada sesuatu yang kokoh dan berat melingkar di perutnya.

Jasmine mengerutkan dahi, jantungnya mulai berdegup kencang. Ia perlahan berbalik untuk mencari tahu siapa yang berada di sisinya. Begitu matanya menangkap sosok pria yang sedang terlelap di sampingnya, napas Jasmine seketika tertahan.

"Aksa?" bisiknya nyaris tak terdengar.

Pikiran Jasmine berputar hebat. Ia mencoba mengingat-ingat kejadian semalam. Seingatnya, ia tertidur di meja makan karena kelelahan. Tapi kenapa sekarang ia bisa ada di kamar pria ini?

Dan yang lebih membingungkan lagi, bukankah Aksa seharusnya masih berada di luar kota? Bukankah pria itu sendiri yang mengatakan ada urusan bisnis yang tidak bisa ditinggalkan?

Jasmine menatap wajah Aksa yang tampak sangat tenang dalam tidurnya. Ada gurat kelelahan yang nyata di sana. Tanpa sadar, Jasmine mengulurkan tangan, ingin menyentuh rahang tegas itu, namun ia segera menariknya kembali saat akal sehatnya pulih.

"Aku harus keluar dari sini sebelum dia bangun", batin Jasmine.

Jasmine mencoba melepaskan lengan kekar Aksa yang melilit pinggangnya dengan sangat hati-hati. Ia mengangkat tangan pria itu perlahan-lahan, berusaha menggesernya agar ia bisa menyelinap keluar dari ranjang.

Namun, baru saja tangan itu terangkat beberapa sentimeter, Aksa justru bergerak. Alih-alih terlepas, pria itu malah semakin mengeratkan pelukannya, menarik tubuh Jasmine hingga punggung wanita itu menempel sempurna di dada bidangnya.

"Mau ke mana?" suara serak dan berat Aksa terdengar tepat di telinga Jasmine, membuat bulu kuduknya meremang.

Jasmine berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri, meskipun jantungnya berdegup kencang hingga terasa ke ujung jari. Ia merasa berada di tempat yang salah, di posisi yang seharusnya tidak lagi ia tempati.

"Tuan... lepaskan. Saya harus keluar. Ini sudah jam tiga, saya harus menyiapkan semuanya," bisik Jasmine.

Namun, alih-alih melepaskan, Aksa justru bergerak dengan sigap. Hanya butuh satu sentakan lembut namun dominan bagi Aksa untuk membalikkan tubuh Jasmine hingga kini mereka saling berhadapan. Jasmine tersentak, napasnya tertahan saat matanya bertemu langsung dengan manik mata Aksa yang gelap dan dalam di bawah remang lampu tidur.

Aksa tidak mengatakan apa-apa. Ia justru menarik tubuh Jasmine lebih merapat, lalu menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Jasmine, menghirup aroma tubuh wanita itu yang selalu berhasil menenangkan syaraf-syarafnya yang tegang.

"Tuan..." Jasmine mencoba mendorong bahu kokoh itu.

"Diamlah, Jasmine. Sebentar saja," gumam Aksa.

Aksa memejamkan matanya, merasai detak jantung Jasmine yang tidak beraturan di bawah kulit lehernya.

"Aku nggak bisa tidur nyenyak sebelumnya," bisik Aksa lagi, suaranya terdengar sangat lelah.

"Baru kali ini aku bisa tidur senyenyak ini. Hanya karena ada kamu di sini."

Aksa tidak berhenti. Sentuhan bibirnya di leher Jasmine terasa panas, kontras dengan kulit Jasmine yang dingin karena gugup. Setiap kecupan kecil yang mendarat di sana seolah ingin menghapus jarak tiga tahun yang menyiksa di antara mereka.

"Tuan... kumohon, jangan seperti ini," ucap Jasmine dengan suara bergetar. Ia mencoba memalingkan wajah, kedua tangannya terkepal di dada bidang Aksa, berusaha menciptakan pembatas yang rapuh.

"Kita sudah bukan siapa-siapa lagi. Status saya di sini hanya pelayan Anda."

Aksa menghentikan gerakannya sejenak. Ia mengangkat wajahnya, menatap lekat-lekat ke dalam manik mata Jasmine yang berkaca-kaca di bawah temaram lampu tidur. Napas mereka memburu, saling beradu di udara yang terasa semakin tipis.

"Kenapa?" bisik Aksa rendah, suaranya serak penuh tuntutan.

"Kenapa aku tidak boleh menyentuh milikku sendiri?"

"Tuan...."

"Bukankah kau masih mencintaiku, Jasmine?" potong Aksa cepat, mengunci tatapan wanita itu agar tidak bisa mengelak.

"Aku tahu itu. Tatapanmu, cara kamu menjagaku... semuanya bicara. Dan aku... aku juga masih sangat mencintaimu. Sangat."

"Makanya waktu itu aku menawarkan rujuk untukmu," lanjut Aksa lagi, jemarinya kini merayap naik, mengusap lembut pipi Jasmine yang mulai basah oleh air mata.

"Aku tidak pernah main-main dengan ucapan itu. Aku ingin kamu kembali, bukan sebagai pelayan, tapi sebagai istriku. Sebagai satu-satunya wanita di rumah ini."

"Dunia kita berbeda sekarang."

"Persetan dengan dunia," desis Aksa posesif. Ia kembali merapatkan tubuh mereka hingga tak ada celah tersisa.

......................

Di sisi lain, di sebuah bar mewah yang terletak di pusat kota, denting gelas kristal beradu dengan musik jaz yang mengalun rendah. Sonia Mahendra duduk dengan anggun, namun sorot matanya yang tajam tidak bisa menyembunyikan badai amarah yang masih berkecamuk di dalam dadanya.

Di hadapannya, Clarissa menyesap wine merahnya dengan raut wajah yang sama gelapnya. Maskaranya yang tadi sempat luntur kini sudah diperbaiki, namun kebencian di matanya tetap permanen.

"Tadi dia benar-benar membentakku di depan kantor, Tante," adu Clarissa dengan suara bergetar, mencoba memancing simpati Sonia.

"Aksa berubah total. Dia bahkan tidak segan-segan mempermalukanku di depan asistennya sendiri."

Sonia meletakkan gelasnya dengan dentuman pelan ke meja marmer. "Dia bukan hanya membentakmu, Clarissa. Dia baru saja berani mengancamku di rumah sendiri. Dia bilang aku harus sadar siapa aku di rumah itu."

Clarissa terbelalak. "Apa? Aksa sampai bicara begitu pada Tante?"

"Ini semua karena wanita sialan itu," desis Sonia, jemarinya mencengkeram tangkai gelas hingga memutih.

"Jasmine. Aku tahu Aksa menyembunyikannya di suatu tempat. Dan aku yakin, selama wanita itu masih ada di sekitar Aksa, dia tidak akan pernah bisa kita kendalikan."

Clarissa mendekatkan tubuhnya ke arah Sonia, suaranya merendah penuh intrik. "Tante, kita tidak bisa membiarkan ini berlanjut. Kalau Aksa sampai benar-benar membawa wanita itu kembali ke keluarga Mahendra, posisi kita berdua akan terancam."

"Tenang saja, Clarissa. Aku sudah menyiapkan sesuatu," ucap Sonia tenang namun mematikan.

"Aku sudah menyuruh orang untuk memantau semua unit apartemen atas nama Aksa. Begitu aku tahu di mana dia menyembunyikan tikus kecil itu, aku sendiri yang akan menyeretnya keluar."

"Lalu bagaimana dengan rencana pertunangan kami, Tante?" tanya Clarissa tidak sabar.

"Kita akan mempercepatnya. Besok pagi, aku akan merilis berita ke semua media massa bahwa pewaris tunggal Mahendra akan bertunangan denganmu dalam waktu dekat. Biarkan dunia yang menekannya, dan biarkan wanita itu sadar bahwa dia tidak akan pernah punya tempat di sisi Aksa."

Sonia menyesap minumannya untuk terakhir kali, matanya berkilat penuh kemenangan. "Aksa mungkin merasa dia pemegang kuasa sekarang, tapi dia lupa... aku adalah orang yang mengajarinya bagaimana cara menghancurkan lawan tanpa sisa."

1
Redmi Nam
Jasmine jangan membangunkan singa tidur..
tuh singanya muaraaah😄😄😄
vita
knp cerita ini jarang update sih kak
Redmi Nam
jangan lama" punya thor🙏
Kaknia
suka jl ceritanya 👍👍😘
sunaryati jarum
Nah gitu jika cinta perjuangkan
sunaryati jarum
Kamu benar Yasmine ,Nak Aksa dengarkan Bara kau jangan mempersulit Yasmine, kasihan
sunaryati jarum
Kau jatuh cinta sama mantanmu
Aidil Kenzie Zie
ngapa nggak ambil kamar yang ada pintu penghubungnya
mini
hah,,, ikut plong aku😍
Kaknia
suka alur ceritanya
Kaknia
bucin Aksa 😂🤭
Kaknia
seruuuuuuu
partini
dihhh felakor
Kaknia
semakin seruuuu ceritax tapi nanggung banget masih penasaran😭
partini
tamat sudah kamu Jasmine
Kaknia
astagaaa semoga Jasmine TDK knp knp 😭
Kaknia
mantap ceritax
Kaknia
semoga Jasmine TDK knp knp dan semoga Aksa pembela terdepanx
Kaknia
Semoga Bisa Bersatu Kembali.......
Suka Ceritax Seruuuuu....
Risa Virgo Always Beau
Jasmine mending kamu bertahan saja kerja sama Aksa di banding kamu di denda seratus juta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!