NovelToon NovelToon
Kekasih Kontrak Ceo

Kekasih Kontrak Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:731
Nilai: 5
Nama Author:

Bianca berjalan seorang diri menyusuri taman yang mulai sepi pengunjung. Taman yang biasanya ramai lalu lalang orang-orang berolahraga lari ataupun jalan santai. Suasana dingin mulai menusuk kedalam jiwanya, Ia menengadahkan wajahnya ke langit yang terdapat beberapa bintang. Sesekali ia mengasihani dirinya sendiri, "Pekerjaan bagus,pendidikan bagus semua berjalan sesuai keinginan,tapi entah kenapa rasanya semua hampa.." gumamnya. "Bugh bugh bugh.." Terdengar suara pukulan tak jauh dari tempatnya berdiri,ia segera berlari sembunyi di salah satu pohon besar. "Aku ga salah denger kan,kaya ada yang sedang dihajar.." bathinnya dengan perasaan was-was. Hampir 10 menit ia duduk bersandar dibawah pohon tersebut,merasa aman dengan keadaan ia berjalan keluar sedikit berlari. "Tolonggg aakuuu.." Ucap seseorang dibalik semak-semak tak jauh dari tempat ia bersembunyi. "Astaagaaa.." "Kenapa ini..apa yang terjadii.." ucap bianca meraih tangan seseorang pemuda yang berjalan gontai menghampirinya. Pria tersebut langsung jatuh kepelukan bianca, Darah yang menetes dari sudut bibirnya menetes mengenai sisi bahu bianca.

Bab 24

Tepat di hari jum'at sepulang kerja bianca kembali ke apartemen jonathan dengan sedikit buru-buru,

Ia sudah berjanji dengan devan akan mengunjungi ibunya yang sedang sakit bersama nadisya.

Bianca mengambil kesempatan ini karna iapun tau bahwa jonathan akan pergi ke bali dan kembali di sabtu sore.

"Hallo nad..aku udah di stasiun nih.."

"Duh,maaf banget bi..

Kebetulan aku hari ini kebali..suamiku membelikanku tiket kesana tanpa bertanya dulu sama aku.."

"Ini aku juga lagi siap-siap tinggal nunggu taxi.."

"Eh taxinya dateng udah dulu ya bi.."

"bye..love youuuuu.."

Sambunga telfon terputus,

Sepanjang di dalam kereta bianca menggerutu tidak ada habisnya.

"Harusnya tuh ngabarin dari semalem atau pas dia dikasih tau sama aldi.."

"Tau gitu aku juga ga kesini.."

"Menyebalkan sekali.."

"Hai bianca.." teriak seorang pria yang berada di barisan pintu keluar tempat para driver online mencari penumpang atau keluarga yang ingin menjemput saudaranya.

Bianca berjalan menghampiri suara tersebut dengan perasaan kesal.

"Mmm.."

"Sini aku bawain.."

"Bawa apa ini.." tanya pria tersebut yang tak lain adalah devan.

"Udah yuk buruan,udah malem nih.."

"Sebelah sini mobilnya bi.." ucap devan setelah melihat riana berjalan ke arah sebaliknya.

"Aku sudah reservasi hotel,karna ini udah malam jadi antarkan aku ke hotel saja.."

"Loh bi..mama aku udah di rumah kok,dan dia sekarang lagi nungguin kamu.."

"Hah apa?.."

"Jadi kamu boongin aku soal mama kamu di.."

"Apaan si dev,kamu gila si ini..jauh lo ini aku.." bianca kini meninggikan suaranya.

Sepanjang perjalanan hanya terdengar suara mesin mobil,

Tidak ada suara manusia,tidak ada suara radio.

Bianca akhirnya menuruti kemauan devan untuk pulang kerumahnya.

Setelah hampir satu jam perjalanan,mobil kini memasuki area parkir beralaskan tanaman kecil yang tumbuh rata di halaman rumah orang tua devan.

Diambang pintu terlihat sesosok wanita paruh baya yang duduk di atas kursi roda dengan didampingi seorang asisten rumah tangga.

Bianca berjalan menghampiri wanita tersebut,menyalami lalu memberikan pelukan hangat yang mampu membuat air matanya sedikit keluar menetes di atas kedua pipinya.

Devan menghampiri ibu dan bianca sembari menenteng makanan yang biasa bianca bawa setiap kali berkunjung ke bandung.

"Bianca masih sangat hafal cemilan kesukaan mama.." ucapnya yang membuat bianca sesaat melirik sinis.

"Mari kita masuk semua.."

"Kamu sudah makan nak.."

"Sudah tante..kebetulan tadi di kereta aku makan dulu.."

"Yasudah kalau udah makan..istirahat dulu aja yaa.."

"Dev..antar bianca.." pinta ibunya yang langsung di jawab dengan anggukan oleh devan.

Malam ini dibandung terasa sejuk,

Rumah devan yang memang sedikit berada di pinggiran bandung membuat siapa saja yang datang akan merasa bernafas dengan baik.

Sudah menunjukkan pukul 23:00 tapi bianca belum juga bisa tidur,

Akhirnya ia memutuskan untuk keluar rumah seorang diri.

Ia berjalan kearah rumah-rumahan kecil atau bisa di sebut saung.

Banyak nyamuk memang,tapi ia tidak lupa memakai lotion sebelum keluar rumah tadi.

Sesekali ia mengambil gambar bulan yang terlihat dikelilingi bintang.

"Hmmm.." gumamnya sembari melipatkan keduan tangannya menyilang menyentuk bahunya sendiri.

Ddrrrtttt ddrrttt ddrrrttt

"Iyaa jo..ada apa?.."

"Kok belum tidur.." terdengar jelas suara jonathan dari ponsel bianca.

"Mmm gapapa,lagi pengen aja.."

"Pengen? Pengen apa..."

"Ya pengen berjalan-jalan keluar rumah.."

"Semakin malam suasananya semakin sepi..enak banget.." ucapnya sembari menghirup dan membuang nafasnya.

"Biasanya kalau seperti itu lama-lama pasti akan merindukan seseorang.."

"Udah masuk sana tidur.." kini suara jonathan terdengar lebih berat.

Ucapannya yang terdengar biasa namun ntah mengapa akhirnya bianca mengiyakan untuk kembali kedalam rumah.

"Darimana bi.."

Bianca sedikit teriak begitu melihat sosok bayangan hitam muncul dari arah dapur.

"Devan.."

"Aku bertanya darimana kamu.." kini terdengar suara devan seperti sedang menahan amarah.

"Dari luar...kenapa emangnya.." ucapnya lalu segera berjalan menuju kamar tamu.

Belum juga bianca meraih gagang pintu devan sudah terlebih dahulu menggenggam tangan bianca dan sedikit memaksa untuk mencium bianca.

Dengan sedikit kesakitan bianca kini berhasil melepaskan pegangan tangan devan dan plak.

Satu tamparan keras mendarat di pipi devan.

Tanpa seucap kata bianca meninggalkan devan lalu mengunci pintu dari dalam.

"Sudah gila dia..emang seharusnya aku tuh ga kesini.."

"Aku kalau ga inget sama mamanya ga bakal aku mau kesini.."

"Nadisya ke bali,jonathan ke bali.."

"Tau gitu aku ikutt.." ucapnya sembari melebarkan selimut untuk menutupi tubuhnya.

Pov : jonathan.

"Aku kalau ga karna aldi dan bianca ga bakal kenal dia nadisya.."

"Dan tang ternyata memang sahabat bianca.." bathin jonathan setelah melihat nadisya berlari menghampiri aldi.

"Jadi ini proyek kamu..tega banget kamu jo.."

"Harusnya kamu sendiri yang ngerjain.."

"Kasian aldi lo..dia kan udah berkeluarga.." ucap nadisya sedikit meledek.

"Huusst jangan gitu ah.."

"Kalau bukan ceo ini kamu ga bakal mau kebali naik pesawat kelas vvip.."

"Ah iyaa ya..tadi kita satu pesawat tapi aku ga ngeh.."

"Sorry-sorry.."

"Hmm.." jonathan enggan menanggapi ucapan nadisya yang ga terkontrol itu.

"Kamu inget bianca kan??.."

"Beberapa kali kita ketemu..aneh juga pas kita lagi di coffee shop kok dia ngehindari kamu ya.." ucap nadisya kini ia menatap jonathan yang terpaku.

"Padahal aku tau itu kalian..dan aku hanya ingin menyapa.."

"Iyaa..dan bianca buru-buru ngajak pergi.."

"Terus pas aku telaah nih..orang yang bianca tolomg itu kamu kan jo.."

"Yang katanya sempat dibawa ke apartemen bianca.."

"Apa??.."

"Kapan..kok bisa di keroyok.." ucap aldi sedikit terkejut dengan ucapan istrinya.

Aldi tau betul jonathan tidak akan pergi sendirian ke club,apalagi sampai di keroyok.

Merasa ada sesuatu yang di tutupi kini aldi memicingkan matanya menatap jo.

"Terus bianca kemana..kok ga diajak.."

Ucap jonathan mengalihkan kecurigaan aldi.

"Sebenernya aku juga udah janji sama bianca mau nemenin dia ke bandung.."

"Tapi karna harus kesini..aku jadi ninggalin dia sendiri.."

"Bandung.."

"Tempat siapa.." selidik jonathan yang ia kini yakin sedang di bohongi oleh bianca.

"Jadi dulu dia punya pasangan namanya devan.."

"Setelah lala putus hubungan tiba-tiba dia dateng lagi dengan alesan mamanya sakit.."

"Aku si kalau jadi bianca ga sudi jauh-jauh kebandung buat nurutin kemauan si brengsek itu.." cerocos nadisya.

"Lohh jo..mau kemana.."

Kini aldi sedikit berteriak karna tiba-tiba jonathan keluar dari cafe tersebut.

"Angkat telfonnya bianca,angkat..."

"Bianca..kamu berani.." gerutu jonathan yang kini berada di dalam mobil menuju villa miliknya yang ada di bali.

Tepat di jam 4 dini hari jonathan sudah terbangun dari tidurnya.

Ia kembali melihat ponselnya yang belum ada notif balasan dari bianca.

"Aaarrghh.."

Siang ini di club baru milik jonathan akan melaksanakan peresmian yang akan di pimpin olehnya.

Ia berusaha menahan diri untuk tidak meluapkan amarahnya.

Ia ingin terlihat profesional.

Sepanjang rangkaian acara ia terus menerus melihat ponselnya.

Sebelumnya ia juga sudah meminta aldi untuk melanjutkan acara tersebut tanpa dirinya.

"Iyaa..nanti aku terbang jam 11 siang.."

"Kok tiba-tiba banget si jo..istriku sih nanti paling yang bakal ngoceh-ngoceh karna aku udah janji mau ngajakin jalan-jalan.."

"Tapi Semua aman kan.." tanya aldi.

"Tenang saja..semua aman.."

"Setelah memberikan sambutan dan menggunting pita..kamu yang akan disini.." tegas jonathan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!