Kembali lagi dalam kisah seru perjalanan hidup seorang wanita dari keluarga Nugraha, siapa dia?, yuk ikuti ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rekan Bisnis
Sera melangkahkan kakinya dengan penuh keyakinan, yah walaupun sedikit galau tentu saja, di paksa menjadi CEO dadakan, tentu saja tidak semudah saat dia harus teriak minta transferan uang ke sang Oma.
Sebelum masuk ke dalam mobil mewahnya, berhenti sejenak dan menatap pantulan dirinya dari body mobil yang ada di depannya.
"Okey, baju piyama kembang-kembang nan indah, sandal bulu yang mempesona, setidaknya ada jam tangan dan Tas branded ikut menemaniku bekerja di hari minggu pagi, oh ya Tuhan, ini konyol sekali!" teriaknya, dan segera masuk ke dalam mobil yang sudah di bukakan pintunya.
"Setidaknya saya sudah bersama dengan seorang CEO muda yang pantang menyerah sekarang" sahut Mega mungkin untuk meringankan beban perasaan Sera.
"Mudah-mudahan" jawabnya.
Sementara di belakang sana, nampak senyuman bangga dari sang Oma yang sudah pasti akan terus mengawasinya.
Ibu kota yang mendung, sepertinya ikut merasakan kekacauan hati Sera saat ini, mobil mewah berwarna hitam metalik kini sudah membawanya.
Tapi Sera tau benar satu hal, dia sekarang ini sudah duduk di dalam mobil mewahnya, menjadi CEO perusahaan yang memang adalah hak nya, bukan lagi di pinggir pantai, menikmati sepoi angin sambil menulis puisi, jadi_, semua harus dijalani, mau tidak mau, ya harus mau.
Kepala bersandar di kursi mobil, melihat kebawah dimana kakinya masih memakai sandal bulu berwarna merah marun, ada senyuman tipis di bibirnya.
Sementara wajahnya menunjukkan aura kebingungan dan ketidakpercayaan akan hari naasnya, benar-benar tidak percaya bagaimana bisa dunianya jungkir balik dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
Di kursi depan ada Mega yang sudah mulai angkat bicara, dengan wajah serius persis seperti dosen pembimbingnya yang minta ampun susahnya kalau untuk di temui saat konsultasi skripsi.
"Nona Sera, semua hal dan juga dokumen yang harus anda pelajari sudah saya kirimkan lewat email, dan ini ada berkas yang barangkali bisa membantu jika anda ingin membacanya sekarang" Mega menyerahkan beberapa berkas dalam map yang tebalnya bisa bikin pingsan jika di lemparkan mengenai kepala orang.
"Iya, aku lebih milih dokumen ini dari pada harus buka Ponsel dan melihat tulisan kecil yang sangat banyak, pening" Sera mengambil alih semua dokumen yang diberikan, Ya Tuhan, berat sekali ini, batinnya.
Namun demikian, Mega tetap tenang, stay cool ditempatnya seolah tidak terjadi apapun saat ini, melupakan wajah sang atasan yang nampak kesal sekali.
"Ck, banyak sekali, aku juga gak suka baca kalimat yang panjang dan gak bisa sepenuhnya bisa masuk ke kepala, ribet!"
Kali ini, Mega baru menarik nafas panjangnya, perlahan seolah mengatakan untuk, Sabar Mega sabar, yang lagi bikin ribet ini adalah penguasa masa depan gajian lo, jadi harap selalu tenang, begitulah kira-kira.
"Jadi anda ingin saya merangkum seluruh dokumen penting, lalu mempresentasikan ke Anda dan seperti sebuah seminar pribadi?"
"Yap, tepat sekali" Sera segera mengangguk cepat, "Beri aku beberapa slide, kasih analog nya, penjelasan yang singkat dan padat, kasih contoh riel dan kalau bisa contoh langsung yang membuat ku cepat paham"
"Emm, baik, saya rasa itu cukup rumit, tapi tidak masalah, semua akan saya kerjakan dan_, anda tinggal menerima"
"Right, good girl!" Sera puas dengan apa yang dimengerti oleh asisten pribadinya.
Begitu sampai di gedung Megatan Company, Sera segera keluar dari mobilnya, diikuti oleh Mega yang setia di sampingnya.
"Ada apa Nona Sera?" tanya Mega saat tiba-tiba saja Sera menghentikan langkahnya, nampak diam dan hanya memperhatikan apa yang ada di depannya.
Mengerjap perlahan, Sera memperhatikan perusahaannya yang megah, ada logo yang begitu begitu terpampang nyata di sana, menonjolkan kekuasaan yang nyata, dan esok hari Sera sudah harus menjadi orang nomor satu di dalamnya.
Pintu utama bergeser pelan, membuka lebar hingga menampilkan lobby yang begitu luas di dalam sana, walau terlihat sepi.
Jelas saja tak ada orang yang lalu lalang seperti biasanya, karena jika diingat memang ini adalah hari libur untuk semua karyawan.
Tak berapa lama setelah Sera melangkah masuk, terlihat beberapa orang berjalan, nampak wajah serius dan diam, jelas mereka adalah para petinggi perusahaan yang akan ada di bawah perintahnya.
"Mereka bekerja juga di hari libur?" tanya Sera.
"Sesuai perintah anda Nona"
"Aku tidak memerintahkan apapun Mega"
"Emm, lebih tepatnya Nyonya Alena, Oma anda"
"Oh ya Tuhan!" Sera melanjutkan langkah dengan sedikit gelengan, gak habis pikir bagaimana orang yang sudah berusia setengah abad itu bisa menggunakan semua energinya hingga tak ada yang berani membantah perintahnya.
"Kami semua ada untuk anda Nona Sera, untuk Megatan Company tentunya" sahut Mega.
"Dan aku harus meneruskan kepemimpinan Oma dengan cara menyuruh kalian semua kerja di hari minggu?"
"Kalau itu, bisa anda pertimbangkan kembali"
"Syukurlah kau masih waras Mega"
"Orang gila tidak akan di biarkan berkeliaran di dekat anda Nona Sera"
"Pandai sekali kau menjawabnya"
"Kecerdasan ku sangat anda butuhkan bukan?"
"Diam!" Sera semakin pusing jika berbincang dengan asistennya, tak tau ujung dan pangkalnya, terus saja bersambung tak ada hentinya.
Sampai diruangan yang sangat besar, Sera masuk dan nampak terkejut melihat apa yang ada dalam sana.
"Okey, begini, karena sekarang ini adalah aku CEO di sini, maka dengar baik-baik" Sera men jeda sesaat sebelum mengeluarkan titah pertamanya.
"Selama aku menjabat sebagai CEO di Megatan Company, maka aku putuskan bahwa hari Minggu adalah hari keramat, hari dimana semua harus libur untuk meredam orak semua orang yang mungkin sudah akan meledak, jadi tidak ada kerja, tidak ada laptop dan tidak ada deadline, okey!"
"Kalau ada urusan penting?, soal perusahaan yang sifatnya urgen, bagaimana?"
Ada senyuman di bibir Sera saat dengan perlahan duduk di kursi kerjanya.
"Tunggu sampai hari besoknya, hari Senin, gampang kan?"
"Mungkin, tapi sepertinya tidak juga, karena Nyonya Alena sudah mengatur jadwal kerja hari ini untuk anda, meeting dengan sebuah perusahaan lebih pastinya"
Sera terdiam, sedikit berpikir dan ada perasaan tak enak merayapi benaknya.
"Ada meeting di hari minggu, dan aku harus datang pagi-pagi sekali, katakan, apa ini kerjasama yang nilainya_?"
"Tak terhingga"
"My good, pantas saja, lalu kita akan bekerjasama dengan apa, Mahluk luar angkasa?" tanya Sera seenaknya, mungkin efek dari harus di paksa kerja di hari liburnya.
"Sayangnya mereka masih manusia Nona Sera, jadi anda jangan khawatir, dan perusahaan itu dipimpin oleh Graven Rudolf"
Sera terkejut seketika, siapa yang tak kenal dengan Rudolf Company, perusahaan besar yang ada di mana-mana, perusahaan dengan kekuasaan yang tak terhingga.
"Apa?!, maksud mu CEO Rudolf Company?"
"Yap, benar sekali, tapi seperti yang kita ketahui, mereka cukup keras dan tegas"
Sera terdiam, antara takut dan juga waspada tentunya, kerjasama yang akan dilakukan harus bisa di pastikan akan berjalan baik hari ini, dan_
"Jam delapan tepat kita harus berada di dalam ruangan, bertemu dengan mereka Nona Sera"
Sera masih terdiam, kini meminta semua berkas yang ada, dan dengan cepat mempelajari sebisanya.
"Ya Tuhan, ini gila!" umpatnya saat banyaknya neraca yang tidak bisa dia mengerti sepenuhnya.
Bersambung.
Yuk jangan lupa Komen, like dan Vote nya.
tp tdk lepas jg dr titisan gestrek omanya 🤭🤭