Susan siswa baru kelas 10 yang baru saja menyelesaikan ospeknya ternyata disukai oleh cowok populer disekolahannya sejak berada dibangku SMP. Levy berpacaran dengan Susan secara diam diam, Levy yang didepan para penggemarnya bersikap dingin namun tidak apabila dia didepan Susan. Levy selalu perhatian pada Susan hingga ada konflik besar yang menimpa keduanya namun semua itu tidak menggoyahkan rasa sayang mereka berdua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
aesthetic love
...Hujan pun datang dengan derasnya, gemuruh petir bersahutan. Pak Bardi menelpon Susan memberitahu bahwa Levy belum mau pergi bahkan Levy sekarang hujan hujanan di tengah halaman depan rumah....
...“Biarin dia disitu pak, dilihat sampai kapan dia bertahan disana dengan kondisi hujan deras seperti ini” ucap Susan dengan nada tegas....
...Susan yang berada di dalam kamar beranjak ke kamar mandi untuk mandi serta berganti baju. ...
...Seluruh badan Levy basah kuyup, bahkan tangan Levy gemetar wajah Levy pun mulai pucat. 2 jam hujan masih belum reda, Susan mengintip dibalik jendela kamarnya “dasar keras kepala” gumamnya....
...Susan mencoba untuk tidak memperdulikan, aktivitas kosongnya dia isi dengan membaca buku namun bukannya fokus malah pikirannya terlintas bayang bayang wajah Levy....
...“Aku akan terus disini sampai kamu mau nemuin aku san” gumam Levy yang bibirnya mulai gemetar....
...Dari samping Susan menghampiri Levy dengan memberikan payung padanya, “kamu pakai ini” ucap Susan dengan nada datar....
...“San” ...
...“Masuk kalau kamu sudah gak betah berdiri disitu tapi kalau masih betah ya silahkan” ucap Susan masuk rumah....
...Levy mengikuti langkah Susan masuk rumah, Susan memberikan satu stel baju untuk Levy “ganti baju” ucap Susan menyodorkan baju bekas papanya untuk Levy (dengan muka datar dan suara datar tanpa ekspresi)....
...Setelah ganti baju susan menyuruh Levy untuk makan terlebih dahulu, “mbok siapin makan buat dia” ucapnya dengan nada datar....
...“San” Levy mencoba menyentuh tangan Susan namun Susan enggan merespon....
...Levy mencoba bersabar, makanan yang disediakan langsung di santapnya....
...“Terimakasih kamu masih perhatian sama aku sayang” ucap Levy tersenyum pada Susan....
...“Setelah makan kamu bisa pulang mumpung hujannya juga sudah reda” ucap Susan beranjak pergi kekamar nya....
...Levy yang tak terima dengan ucapan Susan langsung mengejar Susan, saat Susan ingin menutup pintu kamar Levy menghalangi dengan badannya....
...“Gak ada yang perlu kita bahas, sudah jelas yang aku bilang di rumah sakit tadi. Kita putus!!!” Tegas Susan....
...“Tapi kenapa? Apa alasannya? Apa salahku? Coba jelasin? Kalau aku salah aku minta maaf, aku akan perbaiki semuanya” ucap Levy memegang dua sisi pundak Susan....
...Susan dan Levy saling bertatapan muka, Susan mulai meluapkan amarahnya. Dia membuka laci meja belajarnya mengambil foto lalu dilemparnya tepat di dada Levy, “kamu lihat” teriak susan matanya berkaca-kaca....
...Levy terkejut melihat foto yang dilempar oleh Susan, “Tante kamu, kenapa mesti tante kamu?” Teriak Susan....
...“Aku gak nyangka Tante kamu sehina itu” ucap Susan dengan suara mulai serak....
...“Tante ku gak mungkin lakukan itu” ucap Levy mengelak....
...“Sudah jelas buktinya, bisa kamu lihat sendiri tantemu merangkul bahkan mencium pipi papaku” teriak Susan....
...“Kamu pergi sekarang pergiiiii!!!!” teriak Susan menangis terisak-isak....
...Levy yang bingung ingin bicara apa dengan Susan langsung pergi menuju rumah sakit, ditengah jalan Levy merasa bingung campur rasa tak menyangka bahwa tantenya bisa melakukan hal tak benar “jangan jangan anak dikandungnya!!!” Ucap Levy dalam hati langsung melajukan motornya dengan kecepatan tinggi....
...“Aku gak nyangka tantemu bisa sejahat itu sama keluarga ku” gumam Susan menangis meringkuk diatas ranjangnya....
...Dirumah om Leon, dia menelepon anak buahnya memastikan apa yang dilakukan sesuai rencana. Om Leon membayangkan waktu dirinya bertemu dengan Rasti, dia memasukkan obat pencahar di minuman Rasti yang membuat Rasti sakit perut hingga berulang kali masuk kamar mandi karena tak kuat Rasti meminta Leon untuk mengantarnya ke rumah sakit untuk periksa. Permintaan Rasti disetujui Leon hingga membuat Rasti senang karena merasa diperhatikan oleh Leon, ditengah jalan Leon membelokkan mobilnya di tempat sepi jauh dari keramaian “jalan ini bukan jalan menuju rumah sakit” ucap Rasti sedikit gelisah bercampur curiga....
...“Aku kencing sebentar” ucap Leon beralasan....
...Rasti menunggu Leon di mobil dengan menahan rasa mulas di perutnya, “lama banget sih” gumamnya sambil menengok kanan kiri sekeliling mobil....
...Beberapa menit ada dua pria bertampang preman menggedor jendela kaca mobil “cepat buka pintu mobilnya” teriak salah satu preman membawa palu besar bergagang panjang....
...Rasti langsung panik seketika, “Leon Leon” dirinya berteriak memanggil Leon namun tak ada sahutan....
...Preman itu dengan rasa tak sabar langsung memecahkan kaca mobil milik Leon dengan palu, “aaaaaa” teriak Rasti ketakutan....
...Preman tersebut langsung membuka pintu mobil lalu menarik lengan Susan melempar badannya hingga tersungkur di atas tanah, “ahhhh” Rasti menahan rasa sakit....
...“Kalian mau apa?” Rasti memegang perutnya menahan rasa sakit....
...Tanpa alasan yang jelas, bahkan preman itu tak meminta uang sama sekali padanya yang tiba-tiba preman itu menghajar Rasti tanpa ampun....