NovelToon NovelToon
Selamat Tinggal Orang Yg Kusayang

Selamat Tinggal Orang Yg Kusayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Dunia Masa Depan
Popularitas:778
Nilai: 5
Nama Author: Arsih Mom

"Bukan berarti apa yang dekat dengan kita adalah yang terbaik, bisa jadi kebaikan itu ada jauh dari kita ataupun tidak terlihat"
Aku pergi karena sangat menyayangi kalian, suatu saat nanti jika masih ada kesempatan aku akan menjemput kalian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arsih Mom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semua menjadi kacau

Begitu keluar dari Bandara, Santana tidak langsung kembali ke hotel. Dia meminta Tio untuk mengantarnya ke kantor. Suasana yang begitu tenang tapi menyimpan amarah yang mungkin bisa meledak sewaktu-waktu itu membuat Tio tidak berani bertanya ataupun mengajak ngobrol Tuannya. Dia hanya terlihat fokus dengan setang bundarnya. 

Wajah muram pun terlihat pada diri Anita. Tidak ada sepatah katapun yang terucap dari mereka selama dalam perjalanan menuju kantor. 

Hingga tiba di kantor, Anita yang masih berjalan mengikuti Santana dengan langkah cepat masuk ke ruang kerjanya. Sudah tidak tahan lagi dengan diam nya Sang pujaan hati, Anita mendekat dan menarik tangan Santana. 

"Mas... cukup! Aku yang seharusnya marah karena sikap kamu! Dengan seenaknya sendiri kamu membatalkan pertunangan itu Mas! Kamu mengacaukan semuanya!"

'BRAKK.. ' bukan jawaban ataupun sanggahan dari Santana, tapi sikap kasarnya yang merespon ucapan Anita.

Tio perlahan mundur dan keluar dari ruang kerja Tuannya saat melihat semua dokumen dan alat tulis jatuh tidak beraturan di bawah lantai ruang kerjanya karena ulah Santana. 

(Gawat, sepertinya Tuan marahnya sudah tingkat dewa. Apa yang terjadi di sana pada mereka sebenarnya) 

Tidak menyerah Anita tetap mencari celah mendekati Santana untuk membujuknya agar tidak marah lagi. 

"Apa sih Mas kelebihan dari wanita itu hingga sampai saat ini kamu masih saja mencari dan mengharapkannya?"

"Dengar ya Anita, kamu sama sekali tidak sebanding dengan nya. Terlalu jauh dan sulit buatmu untuk bisa menggantikan posisinya dalam hidupku!"

"Oke.. kita lihat saja mau sampai kapan kamu hidup dengan khayalan kamu tentang Dia Mas! Dan mungkin saja Dia sudah berada di kehidupan yang lain!"

Anita dengan amarahnya pergi meninggalkan Santana sendiri.

Melihat Anita sudah keluar dari ruang kerja Tuannya, Tio kembali masuk menemui Santana. 

"Tuan apa ada yang perlu saya kerjakan saat ini?"

"Tio... Aku sangat kecewa dengan cara kerjamu, pertemuan dengan klien penting sudah gagal dan kamu sama sekali tidak memberiku informasi tentang anak dan istriku!"

Tio berusaha menjelaskan alasan gagalnya pertemuan dengan klien penting itu , bukan karena Dia tapi karena pihak klien lah yang menundanya hingga saat ini. Sedangkan untuk perkembangan kabar tentang istri dan anak Santana, Dia benar-benar menemui jalan buntu. 

Santana menyuruh Tio meninggalkan ruangan nya, Dia merasa tidak puas dengan jawaban yang Tio sampaikan. 

"Pergilah... Aku ingin sendiri!" (Apa yang salah dengan hidupku, baik aku bersama Santika atau tidak kenapa tidak pernah kutemukan kebahagiaan yang sempurna, apakah ini karma yang harus kujalani) 

Raut wajah Santana terlihat kusam dan berantakan. Dia menyandarkan tubuhnya di dinding ruang kerjanya sambil menggenggam erat gelang tali buatan Santika dulu. 

Di luar Tio mendapat telepon dari seseorang yang sepertinya penting. Dia sedikit menjauh dari ruang kerja Santana. 

"Baik, saya ke sana sekarang!"

Sebenarnya sebelum pergi menemui seseorang itu, Tio ingin sekali masuk ke ruang kerja Santana untuk memberi kabar yang mungkin akan membuat Tuannya sedikit lega. Tapi Dia mengurungkan niatnya lagi saat tangannya mengetuk pintu dan tidak mendapat sambutan sama sekali. 

(Sudahlah, biar aku sendiri saja yang berangkat) 

Janji temu yang dibuat Tio bersama tim dari perusahaan Darmawan group itu untuk membahas dan menandatangani kesepakatan proyek yang akan dilaksanakan di Singapura. 

Sampai di restauran yang tidak jauh dari Bandara, sudah menunggu Pak Nono bersama perwakilan dari tim Darmawan group. Sambutan yang baik dari mereka membuat Tio menjadi kurang percaya diri dan sedikit ada rasa segan.

(Astaga... begitu baiknya mereka dalam menghargai kerjasama ini, kenapa aku tidak berfikiran sama sekali untuk mengajak sekretaris Tuan Santana) 

Senyum yang ramah terpancar dari tim Darmawan group. 

"Pak Tio bukan? Silahkan duduk!"

Tio duduk dan bergabung di meja yang sudah mereka pesan sebelumnya. Perbincangan dan diskusi mengenai proyek itu pun sudah mulai dilakukan dalam suasana yang tenang. Tidak perlu waktu lama untuk menghasilkan kesepakatan diantara kedua belah pihak. Dan terlihatlah Tio menandatangani surat kontrak kesepakatan antara mereka. 

"Saya sebagai perwakilan dari Laksana Group mengucapkan selamat datang, selamat bergabung dan terima kasih pada Darmawan Group untuk kerjasama ini. Oh ya kalau boleh tahu dari pihak Darmawan siapa yang akan bertanggung jawab dengan proyek ini?"

Tidak terdengar jawaban dari pihak Darmawan Group, tapi dengan hadirnya Santika sebagai CEO wanita , semua tanggung jawab akan dipegangnya. 

"Boleh saya duduk?"

Wajah anggun Santika membuat semua mata terpaku melihatnya. 

Santika menandatangani perjanjian itu sambil mengumbar senyum manisnya. 

"Kenalkan Pak Tio, saya CEO yang akan mewakili tim Darmawan Group untuk proyek ini. Maaf kebetulan saya nanti malam ada acara di Singapura jadi tidak bisa menemani kalian sampai akhir."

Tatapan Tio tidak bisa lepas dari sosok Santika sampai benar-benar wanita itu tak terlihat lagi. 

(Wanita yang begitu anggun dan berkharisma, andai saja Dia tunangan Tuan Santana pasti tidak mungkin ditolak) 

Pak Nono mendekati Tio dan membuyarkan lamunannya. 

"Pak Tio apa masih ada yang perlu ditanyakan lagi?"

"Ohh... tidak... tidak... sudah cukup!"

"Kalau begitu kami pamit dulu."

Tidak lama setelah tim dari Darmawan Group pergi, Tio pun menyusul meninggalkan restauran. 

Dalam perjalanan pulang ke kantor, Tio masih teringat dengan sosok CEO wanita dari Darmawan Group itu. 

(Kenapa Dia tadi tidak menyebutkan namanya ya? Hah... sudahlah lagian nanti juga akan bertemu lagi) 

Sampai di halaman parkir perusahaan, pandangan Tio tertuju pada sebuah mobil yang tidak asing menurutnya. Terus mengamati dari jauh, Tio merasa aneh melihat Rosa masuk dengan langkah yang terburu-buru.

Tidak mau membuang waktu lagi, Dia segera memarkirkan mobilnya dan masuk ke kantor Tuannya. Sampai di depan meja receptionist, Tio dipanggil salah satu security.

"Pak Tio, tadi ada wanita muda yang datang mencari Bapak."

Tio terdiam, Dia sudah mengira kalau wanita yang dimaksud adalah Rosa.

(kenapa Dia mencariku, mungkinkah Dia salah paham dan menganggap apa yang kukatakan kemarin sungguhan? Oh.. payah)

Security memandang Tio dengan tatapan bingung. Dia memberitahu Tio kalau wanita yang mencarinya sudah menunggu di ruangan nya.

Tanpa basa-basi lagi Tio bergegas menemui Rosa.

Sedikit grogi Tio mendekat pada Rosa yang berdiri didekat bingkai foto Santana bersama keluarga besarnya.

"Rosa.... untuk apa kamu mencariku?"

Rosa membalikan badannya dan melempar senyum manis nya untuk Tio.

"Hai... Emm maaf aku tidak bilang dulu kalau mau datang menemuimu."

"Ohh... duduklah, bagaimana kamu bisa tahu aku kerja di sini?"

Sambil duduk Rosa menceritakan tujuannya datang mencari Tio. Dia juga mengatakan kalau informasi yang Dia dapat berasal dari sekolah Antoni.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!