Di dunia di mana takdir ditentukan oleh kemurnian akar spiritual, Wang Tian terlahir sebagai kutukan. Memiliki lima elemen dasar yang saling bertabrakan, ia dicap sebagai "sampah abadi" dan dibuang ke Perpustakaan Terlarang yang terlupakan. Namun, di balik debu sejarah, ia menemukan Sutra Kaisar Sembilan Unsur—sebuah teknik terlarang yang mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan berasal dari kemurnian, melainkan dari kekacauan primordial.
Demi mengubah nasib, Wang Tian menempuh jalan yang diharamkan: menghancurkan pusat energinya sendiri untuk membangun Pusaran Primordial yang mampu melahap segala elemen alam semesta. Dari murid pelayan yang dihina, ia bangkit menjadi anomali yang mengguncang tatanan langit.
Perjalanannya penuh darah dan pengkhianatan. Ia harus menyembunyikan kekuatannya dari 12 Klan Kuno yang angkuh dan 4 Sekte Penguasa Arah Angin yang mengincarnya sebagai ancaman dunia. Di tengah pelariannya, ia dipertemukan dengan empat wanita luar biasa—termasuk sang Ratu Kegela
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abai Shaden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 4 : Penyelamatan dan Perjanjian Tak Terduga
Debu dan serpihan batu beterbangan di udara saat Harimau Angin itu berguling di tanah, melolong kesakitan karena serangan batu berlapis elemen milik Wang Tian. Lin Xuelan, sang jenius dari Sekte Angin Timur, tertegun di tempatnya. Napasnya tersengal, dadanya naik turun dengan cepat di balik jubah putihnya yang kini ternoda tanah dan darah. Matanya yang indah membelalak, menatap sosok pemuda yang tiba-tiba muncul dari kegelapan hutan bambu.
Wang Tian berdiri dengan tenang, meski jantungnya berdegup kencang. Ini adalah pertama kalinya ia berhadapan langsung dengan binatang buas setingkat puncak Ranah Pemurnian Qi. Secara logika, seorang kultivator Ranah Pembersihan Tubuh Tingkat 1 sepertinya harus segera lari. Namun, energi primordial di dalam Pusaran Primordialnya justru bergejolak penuh semangat, seolah-olah menantang otoritas harimau tersebut.
"Siapa... siapa kamu?" suara Lin Xuelan bergetar. Ia melihat pakaian pelayan yang dikenakan Wang Tian, namun aura yang dipancarkan pemuda itu sama sekali tidak mencerminkan seorang budak rendahan. Ada sesuatu yang purba dan menekan di sekitar Wang Tian.
Wang Tian tidak menjawab. Harimau Angin itu bangkit kembali, mata kirinya hancur dan mengalirkan darah hitam, membuatnya terlihat sepuluh kali lebih mengerikan. Binatang itu mengeluarkan geraman rendah yang menggetarkan dedaunan di sekitar mereka. Pusaran angin yang mengelilingi tubuh harimau itu menguat, menjadi bilah-bilah udara transparan yang sanggup memotong baja.
ROAARR!
Harimau itu melesat. Kecepatannya meningkat dua kali lipat karena kemarahan yang membabi buta. Lin Xuelan mencoba mengangkat pedang tipisnya, namun luka di lengan kirinya membuatnya kehilangan keseimbangan.
"Menjauh!" teriak Wang Tian. Ia merangsek maju, bukan mundur.
Wang Tian memusatkan seluruh energinya ke kaki. Elemen Tanah memberikan daya dorong yang kokoh, sementara elemen Angin yang ia serap samar-samar dari atmosfer membantu mengurangi gesekan udara. Dalam sekejap, ia berada di depan Lin Xuelan.
Ia mengepalkan tinju kanannya. Kali ini, ia tidak hanya menggunakan satu atau dua elemen. Ia menarik energi Logam untuk memperkeras tulang tangannya, Api untuk memberikan daya ledak, dan Petir kecil yang ia picu dari gesekan energi primordialnya. Tinju itu berkilau dengan cahaya perak kebiruan yang membara.
BOOM!
Tinju Wang Tian beradu langsung dengan cakar angin harimau tersebut. Ledakan energi terjadi, menciptakan gelombang kejut yang meratakan rumput di radius sepuluh meter. Wang Tian merasakan tekanan yang luar biasa; tulang lengannya berderit, hampir patah di bawah kekuatan binatang buas itu. Namun, elemen Logam yang melapisi tulangnya menahan benturan tersebut, sementara elemen Api dan Petir menjalar masuk melalui cakar harimau, membakar saraf dan dagingnya dari dalam.
Harimau itu terpelanting ke belakang, dadanya hangus terbakar. Wang Tian sendiri terdorong mundur beberapa langkah, jejak kakinya tertanam dalam ke tanah. Darah merembes dari sela-sela giginya. "Kuat sekali... jika bukan karena Pusaran Primordial, tanganku pasti sudah hancur," batinnya.
Melihat harimau itu bersiap untuk serangan terakhir yang bersifat bunuh diri, Lin Xuelan berteriak, "Gunakan ini! Puncak pedangnya adalah titik lemah energi anginnya!" Ia melemparkan sebuah belati giok kecil ke arah Wang Tian.
Wang Tian menangkap belati itu di udara. Ia tidak menggunakan teknik pedang apa pun, karena ia memang tidak pernah mempelajarinya. Namun, ia memiliki insting tempur yang tajam. Ia melapisi belati giok itu dengan elemen Air yang ia padatkan menjadi setajam silet, lalu membungkusnya dengan elemen Angin yang ia curi dari sisa-sisa serangan harimau tadi.
Dalam satu gerakan mengalir, Wang Tian melompat menghindari terjangan harimau dan menancapkan belati itu tepat di ulu hati binatang tersebut—pusat di mana inti energinya berada.
SLASH!
Energi angin yang liar di dalam tubuh harimau itu meledak keluar karena jalurnya terganggu oleh elemen air Wang Tian. Tubuh harimau itu hancur dari dalam, hancur menjadi serpihan daging dan cahaya biru yang perlahan meredup.
Keheningan kembali menyelimuti lembah. Wang Tian berdiri terengah-engah, tubuhnya gemetar karena kelelahan ekstrem. Ia menoleh ke arah Lin Xuelan yang masih terduduk di tanah dengan wajah penuh ketidakpercayaan.
"Kamu... kamu membunuhnya?" bisik Lin Xuelan. "Seorang murid pelayan... membunuh Harimau Angin puncak Pemurnian Qi?"
Wang Tian segera menarik kembali auranya, kembali ke mode "sampah" yang lesu. Ia menyeka darah di bibirnya dengan kasar. "Keberuntungan, Nona. Binatang itu sudah terluka oleh Anda sebelumnya. Saya hanya mengambil kesempatan."
Lin Xuelan menyipitkan mata. Ia bukan orang bodoh. Serangan terakhir tadi bukanlah keberuntungan; itu adalah kontrol energi yang sangat presisi. Namun, sebelum ia sempat bertanya lebih lanjut, lukanya mulai mengeluarkan racun hijau. Harimau Angin tadi ternyata memiliki kuku yang telah terkontaminasi oleh tanaman beracun di lembah.
"Sial..." Lin Xuelan jatuh pingsan, kepalanya terkulai ke samping.
Wang Tian ragu sejenak. Jika ia meninggalkannya, gadis ini akan mati. Jika ia menyelamatkannya, ia akan terlibat dalam urusan Sekte Angin Timur yang rumit. Namun, suara kuno di kepalanya kembali bergema.
"Gadis itu memiliki Akar Spiritual Angin Surgawi. Darahnya murni. Jika kamu menyelamatkannya dengan energimu, kamu akan menanamkan benih keterikatan yang akan membantumu memahami elemen Angin lebih cepat. Selamatkan dia."
Wang Tian menghela napas. Ia mendekati Lin Xuelan, meletakkan tangannya di atas luka di lengan gadis itu. Ia tidak memiliki pil penawar, tapi ia memiliki elemen Kayu (untuk penyembuhan) dan Air (untuk membasuh racun). Ia mulai mengalirkan energi primordialnya dengan sangat lembut.
Warna hijau beracun itu perlahan memudar, berganti dengan cahaya hijau muda yang hangat. Selama proses ini, Wang Tian merasakan aliran energi angin yang sangat murni dari tubuh Lin Xuelan mengalir ke arahnya secara pasif. Pusaran di Dantiannya berputar lebih cepat, seolah-olah sedang melahap pengetahuan tentang cara kerja elemen angin yang belum pernah ia miliki sebelumnya.
Tiba-tiba, dari bayang-bayang pepohonan yang gelap, sebuah suara dingin yang membuat bulu kuduk berdiri menyapa Wang Tian.
"Menyelamatkan domba di sarang serigala... kau sangat naif, Wang Tian."
Wang Tian tersentak dan segera berdiri, memasang posisi waspada. Di depannya, kabut hitam mulai memadat membentuk sosok wanita dengan gaun sutra hitam yang elegan namun memancarkan aura kematian. Itulah Lin Xia, Ratu Kegelapan.
"Siapa Anda? Bagaimana Anda tahu namaku?" tanya Wang Tian dengan nada waspada yang tinggi.
Lin Xia berjalan mendekat, setiap langkahnya tidak mengeluarkan suara sedikit pun di atas daun kering. "Aku telah mengawasimu sejak kau menyentuh sutra terlarang itu. Kau memiliki potensi, namun kau terlalu lemah. Gadis sekte angin ini... dia akan menjadi beban bagimu jika kau tidak tahu cara mengendalikan takdirnya."
Lin Xia mengulurkan tangannya, dan sebuah kristal hitam kecil muncul di telapak tangannya. "Berikan ini padanya saat ia bangun. Katakan ini adalah penawar dari 'seorang pengembara'. Ini akan mengikat auranya dengan auramu. Ke mana pun ia pergi, kau akan tahu. Dan suatu saat, ia akan mencarimu kembali untuk membalas budi—atau lebih dari itu."
"Kenapa Anda membantuku?" Wang Tian menatap mata ungu gelap Lin Xia yang misterius.
Lin Xia tersenyum tipis, sebuah senyuman yang tampak cantik sekaligus mengerikan. "Karena dunia ini sudah terlalu lama bosan dengan aturan 12 Klan Kuno. Aku ingin melihat apa yang bisa dilakukan oleh seorang 'sampah' yang menggenggam sembilan unsur. Jangan mati terlalu cepat, Wang Tian. Kita akan bertemu lagi saat kau mencapai Ranah Penguatan Tulang."
Dengan kepulan asap hitam, Lin Xia menghilang, meninggalkan aroma kayu cendana dan kematian yang samar di udara.
Wang Tian menatap kristal hitam di tangannya, lalu menatap Lin Xuelan yang mulai bergerak perlahan. Ia menyadari bahwa hidupnya tidak akan pernah sederhana lagi. Di satu sisi, ada klan-klan kuno yang akan membencinya, dan di sisi lain, ada penguasa kegelapan yang menjadikannya sebagai "proyek" hiburan.
Ia memasukkan kristal itu ke dalam saku Lin Xuelan, mengambil tiga helai Rumput Roh Api yang diperintahkan Li Chen (dan beberapa helai tambahan untuk dirinya sendiri), lalu bersembunyi kembali di kegelapan sebelum gadis itu benar-benar terjaga.
Perjanjian tak terduga antara cahaya (Lin Xuelan) dan kegelapan (Lin Xia) dalam hidup Wang Tian telah dimulai.
Statistik Bab 4:
Karakter Penting: Lin Xuelan (Penyelamatan), Lin Xia (Interaksi Pertama).
Hasil: Inti Harimau Angin didapatkan, Lin Xuelan berhutang nyawa.
Status: Wang Tian mencapai batas Ranah Pembersihan Tubuh Tingkat 1, siap menembus Tingkat 2.
Elemen Baru: Mulai memahami dasar elemen Angin.
jalur kultivasi lebih panjang,adegan baku hantam,,,,tar kita bikin dia berdarah