NovelToon NovelToon
Kekasih Yang Tak Akur

Kekasih Yang Tak Akur

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Romantis
Popularitas:314
Nilai: 5
Nama Author: I Putu Merta Ariana

Nono dan Ayu adalah sepasang kekasih yang unik. Mereka sering bertengkar soal hal-hal kecil—mulai dari soal baju, jalan mana yang lebih cepat, sampai soal makanan. Tetangga bilang mereka kayak air dan minyak, nggak pernah akur. Tapi siapa sangka, di balik setiap pertengkaran dan perdebatan, tersimpan rasa sayang yang besar dan perhatian yang tulus. Bagaimana kisah mereka bertahan dan tetap bersama meski sering beda pendapat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I Putu Merta Ariana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Langkah Awal yang Penuh Warna

Beberapa minggu berlalu sejak hari di mana Ayu menunjukkan buku catatan berisi rencana masa depan mereka. Sejak saat itu, suasana hubungan antara Nono dan Ayu terasa berbeda. Masih ada saja perdebatan kecil yang mewarnai hari-hari mereka, tapi sekarang ada semangat baru yang lebih besar di antara mereka. Mereka tidak lagi hanya berantem soal hal-hal sepele, tapi mereka berantem—atau lebih tepatnya berdiskusi—demi tujuan yang sama: mewujudkan impian-impian yang tertulis rapi di buku catatan kecil itu.

Hari ini adalah hari yang spesial. Hari di mana Nono akan mulai melangkah mewujudkan salah satu poin penting dalam rencana mereka: membuka usaha kecil-kecilan. Setelah berdiskusi panjang lebar—yang tentunya diwarnai dengan beberapa perdebatan seru—mereka akhirnya memutuskan untuk membuka sebuah kedai kopi kecil yang unik. Konsepnya sederhana tapi menarik: kedai kopi yang juga menjual aneka camilan rumahan buatan Ayu, dan dihiasi dengan dekorasi yang hangat dan nyaman.

"Yu, kamu yakin dekorasi dindingnya warnanya kuning muda gitu? Bagusnya warna biru muda aja deh, kan lebih tenang," kata Nono sambil menatap dinding kedai yang baru saja dicat. Mereka sedang berada di ruang kedai yang hampir selesai direnovasi.

Ayu yang sedang memegang kaleng cat sisa mengecat langsung menoleh dengan tatapan tajam. "Eh, jangan ngeyel dong, No! Kan udah kita bahas berkali-kali. Warna kuning muda itu bikin suasana jadi ceria dan hangat, cocok banget buat kedai kopi. Kalau biru muda, nanti malah kelihatan dingin. Kamu tuh ya, ngerti apa soal dekorasi!" seru Ayu, tangannya menolak pendapat Nono dengan tegas.

Nono tertawa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Ya ampun, Yu. Aku cuma nawarin aja kok. Iya deh, iya deh, kuning muda. Kuning muda emang paling bagus. Puas Tuan Putri?"

Ayu mendengus, tapi sudut bibirnya terangkat membentuk senyum kecil. "Hmph, baru tahu kamu. Dasar keras kepala. Untungnya aku yang ngatur bagian dekorasi, kalau kamu, bisa-bisa kedai ini kelihatan kayak gudang."

Mereka pun tertawa bersama. Di tengah kesibukan mempersiapkan kedai, momen-momen seperti ini justru menjadi penyegar. Mereka sadar, perbedaan pendapat mereka justru membuat hasil akhirnya menjadi lebih baik karena mereka saling melengkapi. Nono yang teliti soal perhitungan dan struktur, dan Ayu yang punya selera bagus soal warna dan suasana.

Hari demi hari berlalu dengan kesibukan yang padat. Nono sibuk mengurus perizinan, membeli peralatan kopi, dan melatih diri membuat kopi yang enak. Sementara itu, Ayu sibuk menguji resep-resep camilan baru, mulai dari pisang goreng keju, roti bakar dengan aneka topping, sampai kue-kue kering yang lezat. Tentu saja, setiap kali Ayu membuat camilan baru, Nono selalu menjadi penicipertama yang setia—meskipun seringkali ada komentar-komentar yang memicu perdebatan lucu.

"Eh, Yu, ini kue nastarnya kurang manis deh menurutku. Bagusnya ditambahin gula lagi dikit," kata Nono sambil memakan potongan kue nastar buatan Ayu.

Ayu langsung memukul lengan Nono pelan. "Eh, jangan asal ngomong dong! Ini udah pas banget manisnya. Kalau ditambahin gula lagi, nanti malah enek. Lidah kamu tuh ya, kurang peka sama rasa yang elegan!" seru Ayu, tapi dia tetap mencatat saran Nono di otaknya, dan besoknya dia mencoba membuat variasi rasa yang berbeda.

Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Hari pembukaan kedai kopi mereka. Kedai itu diberi nama yang unik dan penuh makna: "Kedai Ombak & Senyum". Nama itu diambil dari kebiasaan mereka yang sering berdebat seperti ombak yang bergulung, tapi selalu diakhiri dengan senyum dan perdamaian.

Kedai itu terlihat sangat indah dan mengundang. Dindingnya berwarna kuning muda cerah seperti yang diinginkan Ayu, dipadukan dengan perabotan kayu yang hangat. Di sudut ruangan, ada rak buku yang diisi dengan buku-buku cerita, dan di dinding-dindingnya terpajang foto-foto indah pemandangan alam. Aroma kopi yang segar dan aroma camilan yang lezat bercampur menjadi satu, menciptakan suasana yang sangat nyaman.

"Wah, Yu! Keren banget hasilnya. Kita berhasil bikin ini semua bareng-bareng," kata Nono sambil menatap kedai mereka dengan mata berbinar kagum. Dia merangkul bahu Ayu erat-erat.

Ayu tersenyum lebar, matanya juga berkaca-kaca melihat hasil kerja keras mereka. "Iya, No. Aku nggak nyangka kita bisa bikin kedai seindah ini. Semua ini karena kita kerja bareng-bareng."

Tepat saat matahari mulai naik tinggi, pintu kedai pun dibuka. Pelanggan pertama datang, lalu disusul oleh pelanggan-pelanggan lainnya. Teman-teman, keluarga, dan tetangga datang untuk memberi ucapan selamat dan mencoba menu di kedai mereka. Suasana menjadi ramai dan meriah. Nono dengan sigap menyeduh kopi, sementara Ayu dengan ramah melayani pelanggan dan menawarkan camilan buatannya.

Di tengah keramaian itu, Nono sempat berhenti sejenak dan menatap Ayu yang sedang tertawa sambil melayani pelanggan. Hatinya terasa penuh dengan rasa syukur dan cinta. Dia menyadari bahwa perjalanan mereka masih panjang, dan pasti akan ada banyak lagi tantangan yang datang. Tapi dia juga yakin, selama mereka berdua saling mendukung, saling mengerti, dan tetap menjadi "Kekasih yang Tak Akur" yang saling menyayangi, mereka bisa melewati semuanya dan mewujudkan semua impian mereka.

"Selamat buat kita, Yu," bisik Nono pelan dalam hati. "Ini baru langkah awal, dan aku yakin langkah-langkah kita selanjutnya bakal penuh dengan kebahagiaan."

1
Ayu Suryani
Bagus Banget Kak🥰
Ayu Suryani
Bagus kak😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!