"Dad, biarkan aku melihat dunia luar. Aku sangat ingin menikmati masa remaja seperti gadis-gadis seusiaku" ucap Aurel.
"Enggak, Daddy tidak akan pernah mengizinkanmu keluar. Diluar sana banyak bahaya princess" ucap sang Daddy.
Aurellia Louisa Xavier, gadis manis berusia 16 tahun yang selalu di jaga dengan ketat oleh keluarganya.Sejak kecil, Aurel tidak pernah berada jauh dari keluarganya terutama kedua orang tuanya. Aurel selalu diperlakukan bak princess oleh keluarganya.Selain kedua orang tuanya, Aurel juga memiliki 4 kakak yang sangat sayang dan posesif padanya.
Bagaimana cara Aurel menghadapi sikap keluarganya yang sangat posesif padanya?.
ikuti terus kelanjutan cerita Aurel dan keluarga posesifnya ya 🤗 🙏 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bungabunga2929, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Setelah dirawat selama 2 hari, akhirnya hari ini Aurel diperbolehkan untuk pulang. Sebenarnya sejak awal Aurel tidak ingin menginap di rumah sakit. Tapi keluarganya terus memaksa agar dirinya di rawat.
Selama 2 hari ini juga Excel terus datang ke rumah sakit untuk menjenguk Aurel. Melihat apa yang Excel lakukan, membuat para pria keluarga Xavier semakin tidak menyukai Excel.
"Akhirnya bisa pulang juga, aku udah kangen banget sama kamarku" ucap Aurel sambil tersenyum.
"Wah yang mau pulang, senang banget ya princess" ucap mommy Alisa.
"Iya dong mom, aku udah bosan di rumah sakit" ucap Aurel.
"Yaudah kalau gitu kita tunggu Daddy ya. Sebentar lagi Daddy sampai kok" ucap mommy Alisa.
"Iya mom" ucap Aurel.
Tidak lama Daddy Dion datang bersama dengan Daren.
"Udah siap buat pulang princess?" tanya Daren.
"Udah dong" ucap Aurel.
"Yaudah kalau gitu ayo kita pulang" ajak Daren.
"Tunggu, kak Daniel mana?" tanya Aurel.
"Oh hari ini kakak kamu ada jadwal operasi. Semalam dia udah bilang sama mommy" ucap Alisa.
"Oh gitu, yaudah deh" ucap Aurel.
"Mau kakak gendong princess?" tawar Daren.
"Gak usah kak, aku jalan sendiri aja. Lagipula aku udah bukan anak kecil lagi tahu" ucap Aurel.
"Tapi di mata kakak kamu masih adik kecil kakak yang imut. Udah sini kakak gendong aja ya" ucap Daren.
"Enggak kak, aku mau jalan aja" ucap Aurel.
"Yaudah deh, kalau kamu mau jalan" ucap Daren.
Aurel dan keluarganya berjalan keluar dari rumah sakit. Sampai di depan rumah sakit seperti biasa sudah banyak mobil bodyguard sang Daddy yang sudah menunggu.
"Huft... Kenapa harus banyak orang kaya gini si dad" ucap Aurel.
"Kenapa sayang, kamu kurang nyaman" ucap Daddy Dion.
"Em... Kalau boleh jujur iya. Lagipula gak akan ada yang mau sakit-in aku dad. Aku kan gak punya musuh".
"Lihat aja kemarin saat aku hilang, aku gak papa kan. Bahkan aku bertemu orang baik yaitu kak Excel" ucap Aurel.
"Kamu gak tahu aja di luar sana itu sangat berbahaya princess. Banyak musuh bisnis keluarga kita yang mengincar kamu".
"Kemarin kamu bisa ditemukan tanpa kurang satu apapun itu merupakan sebuah keberuntungan. Tapi keberuntungan itu tidak akan datang setiap hari" batin Daddy Dion.
"Dad kok diam aja?" tanya Aurel.
"Eh gak papa princess. Udah kamu gak usah memikirkan mereka semua. Lebih baik sekarang kita pulang yuk".
"Kamu bukannya udah gak sabar ingin pulang" ucap Daddy Dion.
"Oh iya benar, aku udah kangen banget sama kamar aku" ucap Aurel.
"Nah makannya sekarang kita masuk kedalam mobil dan langsung jalan pulang biar cepat sampai" ucap Daddy Dion.
"Iya ayo dad" ucap Aurel dengan antusias.
Aurel duduk di belakang bersama sang mommy. Sedangkan di depan ada Daren juga sang Daddy. Kali ini Daren sendiri yang mengemudikan mobil.
Saat di perjalanan pulang Aurel tiba-tiba teringat dengan keinginannya.
"Oh iya aku belum bilang soal aku yang ingin sekolah umum. Tapi kira-kira mereka semua izinin aku gak ya".
"Gimana kalau mereka semua melarang. Em tapi kalau gak di coba kan gak tahu. Lebih baik aku coba bilang deh sama Daddy" batin Aurel.
"Em dad" panggil Aurel.
"Iya princess, kamu butuh sesuatu. Atau kamu merasa gak enak badannya. Kita balik ke rumah sakit ya. Biar kamu bisa di periksa lagi" ucap Daddy Dion.
"Eh gak usah dad. Aku baik-baik aja kok. Em tapi itu dad...". Aurel merasa sedikit ragu untuk mengatakannya.
"Kenapa sayang, bilang sama Daddy" ucap Dion.
"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan. Tapi janji ya Daddy gak akan marah" ucap Aurel dengan sedikit takut.
"Ada apa princess. Kalau kamu butuh sesuatu langsung bilang aja oke. Memangnya kapan Daddy pernah marah sama kamu" ucap Dion.
"Enggak pernah si" ucap Aurel.
"Nah yaudah sekarang sebaiknya cepat katakan apa yang ada di pikiran kamu" ucap Daddy Dion.
"Iya sayang, memangnya apa yang ingin kamu katakan pada Daddy. Sampai kamu terlihat gelisah gitu" ucap mommy Alisa.
"Iya princess, kalau kamu ingin sesuatu katakan saja. Jangan takut" ucap Daren.
"Em sebenarnya....".
"A-aku ingin sekolah dad" cicit Aurel.
"Ya ampun princess, Daddy kira ada apa. Nanti ya kalau kamu udah benar-benar sembuh baru mulai sekolah lagi" ucap Daddy Dion.
"Astaga mommy kira ada apa sayang. Kamu tuh ya bikin mommy takut aja" ucap Alisa sambil mengelus rambut Aurel.
"Tapi aku mau sekolah kaya kak Diego dad" ucap Aurel.
"Apa?".
"Cit!".
Semua orang langsung terkejut mendengar ucapan Aurel. Bahkan Daren yang sedang mengemudi langsung menghentikan mobilnya.
"Ya ampun, hati-hati Daren" ucap mommy Alisa.
"Maaf mom, aku kaget denger permintaan princess".
"Coba princess coba ulangi lagi permintaan kamu tadi" pinta Daren.
"Ih tuh kan kalian marah" ucap Aurel.
"Kita gak marah, cuma kaget aja dengar permintaan kamu" ucap Daren.
"Betul kata kakak kamu. Kenapa tiba-tiba kamu menginginkan itu?" tanya Daddy Dion.
"Sebenarnya keinginan ini udah lama aku inginkan dad. Cuma baru sekarang aja aku berani mengungkapkan" ucap Aurel.
"Huft...".
"Kita bicarakan hal ini nanti setelah sampai di mansion".
"Daren, ayo lanjutkan perjalanan" ucap Daddy Dion.
"Iya dad" ucap Daren.
Aurel yang melihat ekspresi sang Daddy langsung menunduk takut.
"Mom, Daddy marah ya" ucap Aurel.
"Daddy gak marah sayang. Udah kamu gak usah khawatir gitu. Kita bahas permintaan kamu itu setelah sampai di mansion aja ya,x ucap mommy Alisa.
"Iya mom" ucap Aurel.
Daren sendiri terus memikirkan permintaan sang adik. Dirinya merasa bingung kenapa adiknya bisa meminta hal seperti itu.
"Tunggu, jangan-jangan ini ada hubungannya sama Excel. Iya pasti karena dia princess jadi punya keinginan seperti itu".
"Emang ya dia itu bawa pengaruh buruk untuk princess. Makanya aku gak suka dia dekat-dekat dengan princess" batin Daren.
Sedangkan mommy Alisa juga ikut memikirkan permintaan putrinya.
"Apa keputusan mas Dion ya. Apa dia akan mengizinkan princess atau malah sebaliknya. Tapi kalau dipikir-pikir selama ini princess jarang meminta sesuatu".
"Tapi sekalinya princess ada permintaan, itu bikin kita semua terkejut" batin mommy Alisa.
"Apa permintaanku terlalu berat ya. kenapa reaksi mereka sampai seperti itu".
"Aduh gimana nih, kalau Daddy gak setuju gimana ya" batin Aurel.
"Selama ini putriku jarang sekali meminta sesuatu. Tapi sekalinya punya permintaan membuatku sangat terkejut".
"Tapi kenapa tiba-tiba princess ingin sekolah umum ya" batin Daddy Dion.
Semua orang langsung sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing tentang permintaan mengejutkan Aurel.
bagus sekali alurnya sama gak sabar nunggu bagaimana reaksinya saat pertama kali masuk kelas
akhirnya bisa sekolah umum ya😄