NovelToon NovelToon
Perjalanan Dewa Jahat Menentang Langit

Perjalanan Dewa Jahat Menentang Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Dikelilingi wanita cantik / Epik Petualangan
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Yun Zhu hanyalah seorang murid rendahan dari Sekte Qingyun. Tanpa orang tua, tanpa latar belakang yang berarti—ia hanya bisa masuk sekte itu secara kebetulan setelah sebuah bencana menghancurkan hidupnya.

Akar spiritualnya lemah, bakatnya pun nyaris tak terlihat. Di mata orang lain, ia tak lebih dari sampah yang tak layak diperhitungkan. Tatapan meremehkan dan hinaan telah menjadi bagian dari kesehariannya.

Namun takdir mulai berbalik arah ketika Yun Zhu secara tak terduga memperoleh sebuah kekuatan misterius—kekuatan yang perlahan akan mengubah nasibnya… dan mengguncang dunia yang selama ini merendahkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Akhir Keluarga Fu

Di dalam aula utama kediaman keluarga Fu yang kini sunyi mencekam, Yan Chu berdiri mematung di tengah hamparan mayat.

Gaun merahnya kini telah ternoda oleh bercak darah yang mulai mengering, memberikan kesan kontras yang mengerikan pada kulitnya yang putih.

Napasnya terdengar pendek dan cepat, bahunya naik-turun seiring dengan rasa lelah yang mulai menggerogoti tubuhnya.

​Di sekelilingnya, jasad-jasad anggota klan Fu berserakan tak bernyawa. Tanpa bantuan siapa pun, ia telah membantai mereka semua, mengandalkan amarah murni yang menyatu dengan kekuatan kultivasinya.

​Perlahan, kekuatan di kakinya seolah menghilang. Yan Chu jatuh terduduk di atas lantai yang dingin, kedua kakinya terlipat dengan lemah.

Rambut hitamnya yang panjang jatuh menjuntai menutupi sebagian wajahnya, sementara mata emasnya berkedip pelan, menatap kosong ke arah genangan darah di depannya.

​"Ayah, Tuan Muda, semua orang... aku telah menghabisi keluarga Fu untuk kalian," ucapnya pelan dengan suara yang parau.

​Setetes air mata jatuh membasahi pipinya, namun kali ini raut wajahnya tampak jauh lebih tenang. Beban berat yang menghimpit jiwanya seolah sedikit terangkat.

​Beberapa saat kemudian, pintu aula yang hancur terbuka lebar. Yun Zhu melangkah masuk dengan tenang, tangannya menjinjing kepala Fu Han yang masih meneteskan darah.

Tanpa sepatah kata pun, ia melemparkan kepala itu hingga mendarat tepat di depan Yan Chu.

​"Balas dendammu, telah kuselesaikan."

​Ucapan Yun Zhu yang datar namun tegas itu memberikan rasa aman yang luar biasa bagi Yan Chu.

Yun Zhu kemudian mengibaskan tangannya pelan di udara, menarik semua bola cahaya inti jiwa milik keluarga Fu ke dalam cincin penyimpanannya dengan efisien.

Malam itu berakhir tanpa suara. Hanya bau darah yang tertinggal, dan dua sosok yang berjalan menjauh dari kehancuran.

S​ejarah Kota Peiling mencatat tragedi besar, dua keluarga paling berpengaruh hancur dalam waktu singkat.

​Keesokan harinya, suasana di kediaman Yun Zhu dan Yan Chu terasa jauh lebih tenang.

Sinar matahari pagi yang cerah menembus jendela, memberikan cahaya hangat yang menyapu debu-debu halus di udara. Angin sepoi-sepoi bertiup pelan, memainkan dedaunan di luar dengan irama yang damai.

​Di dalam kamarnya, Yun Zhu duduk bersila di atas ranjang. Kedua tangannya diletakkan di atas lutut, mencoba menyatukan kembali energi spiritualnya yang kacau. Namun, hanya dalam hitungan detik, matanya tiba-tiba terbuka lebar.

​CRAAAK!

​Darah segar menyembur dari mulutnya, membasahi sprei putih yang bersih itu dengan noda merah yang pekat. Tubuhnya bergetar hebat saat ia mencoba menahan gejolak di dalam dadanya.

​Yan Chu yang baru saja masuk ke kamar segera berlari mendekat dengan wajah yang pucat pasi karena khawatir.

​"Kau kenapa?"

​Ia segera duduk di tepi ranjang dan memegangi tangan Yun Zhu yang dingin.

Yan Chu menyalurkan energi spiritualnya dengan lembut melalui telapak tangannya, mencoba menenangkan aliran Qi di dalam tubuh Yun Zhu.

​"Dampak dari terlalu banyak menggunakan teknik," ucap Yun Zhu dengan suara yang sangat pelan, menahan rasa sakit yang menusuk di dadanya. "Kelihatannya sebelum mencapai Golden Core sangat sulit bagiku mengeluarkan teknik berkali-kali."

​Yan Chu segera bergeser lebih dekat hingga bahu mereka bersentuhan. Dalam kekhawatirannya, ia memeluk lengan Yun Zhu dengan erat, membuat kedua puncak kembarnya yang lembut tertekan secara tidak sengaja pada lengan pemuda itu.

Kehangatan tubuh Yan Chu meresap ke dalam kulit Yun Zhu, memberikan sedikit rasa nyaman.

​"Kau berusaha begitu keras untuk melakukannya. Aku benar-benar berterima kasih untuk itu."

​Suara Yan Chu kini terdengar sangat lembut, tidak ada lagi jejak kedinginan atau amarah yang biasanya ia tunjukkan. Ia menatap Yun Zhu dengan pandangan yang penuh rasa syukur.

​"Tentang teknik api itu."

​Sebuah cahaya samar berkedip dari cincin penyimpanan milik Yan Chu. Detik berikutnya, sebuah gulungan kuno dengan aura hangat muncul di tangannya.

​"Ini adalah teknik api keluarga kami. Semuanya sudah lengkap di dalam sana."

​Ia menyerahkan gulungan itu kepada Yun Zhu, menyerahkan rahasia terbesar keluarganya kepada pria yang kini menjadi satu-satunya sandarannya.

Yun Zhu tanpa ragu menerima gulungan kuno itu dengan jemarinya yang masih sedikit gemetar akibat luka dalam.

Ia menatap permukaan gulungan yang menyimpan rahasia besar keluarga Yan tersebut, menyadari bahwa inilah puncak dari segala kerja keras dan risiko nyawa yang telah ia tempuh.

​"Makasih."

​Suara Yun Zhu terdengar tulus. Yan Chu tetap berada di sisinya, memandangi wajah pemuda itu dengan tatapan yang kini sulit diartikan.

​"Setelah ini, kau akan ke mana? Persiapan apa yang akan kau lakukan?" tanya Yan Chu dengan nada suara yang mengandung sedikit kecemasan.

​"Makam Abadi. Aku ingin memasukinya, kelihatannya itu tempat yang sangat cocok untuk membentuk inti."

​Mendengar nama tempat itu, Yan Chu sedikit mengernyitkan dahi. Ia meletakkan jari telunjuknya yang lentik di dagu, tampak sedang menimbang sesuatu dalam benaknya.

​"Makam Abadi... tempat yang sangat berbahaya. Namun juga mengandung energi spiritual tinggi."

​Tanpa sadar, Yan Chu semakin mengikis jarak di antara mereka. Ia menggeser duduknya hingga paha mereka bersentuhan erat, lalu mencondongkan tubuhnya ke depan.

Wajah cantik sang putri kini berada sangat dekat dengan wajah Yun Zhu, hingga ujung hidung mereka hampir bersentuhan.

​Kedua pasang mata mereka bertemu dalam jarak yang begitu intim. Namun, kali ini tidak ada lagi kecanggungan yang menghalangi.

Seolah-olah badai darah yang mereka lalui kemarin telah meleburkan semua dinding pembatas. Yun Zhu bahkan bisa menghirup aroma wangi tubuh Yan Chu yang seperti bunga musim semi bercampur sedikit aroma sisa dupa.

​"Lalu bagaimana denganku? Kau akan meninggalkan istrimu di sini begitu saja? Bukankah itu terlalu jahat."

​Yan Chu mengucapkannya dengan nada manja yang dibuat-buat, namun matanya menatap Yun Zhu dengan dalam, seolah menuntut pertanggungjawaban.

​'Istri?'

​Yun Zhu bertanya-tanya pada dirinya sendiri dalam hati. Ia sedikit tertegun mendengar sebutan itu keluar begitu saja dari bibir Yan Chu.

​"Aku yang sekarang terlalu lemah. Jika membawamu mungkin tidak bisa melindungimu."

​Mendengar alasan itu, Yan Chu memalingkan wajahnya sedikit, bibir bawahnya maju beberapa milimeter membentuk ekspresi cemberut yang menggemaskan.

Ia melepaskan pelukan tangannya di lengan Yun Zhu dengan gerakan merajuk.

​"Heee. Jadi aku hanyalah beban."

​Melihat reaksi itu, Yun Zhu tidak punya pilihan lain. Cincin penyimpanannya kembali berkedip redup, dan sebuah kotak kayu kecil berwarna hijau zamrud keluar dari sana.

​"Tapi jika kau ingin ikut, kau bisa tinggal di dalam kotak ini. Kotak ini membawa dunia kecil, kelengkapan untuk hidup juga ada di dalamnya, obat-obatan, makanan, energi spiritual."

​Yun Zhu perlahan membuka tutup kotak itu. Yan Chu yang penasaran segera mendekatkan kepalanya, mengintip ke dalam lubang dimensi kecil yang memancarkan cahaya hijau menenangkan.

​"Gila!" Ia menutup mulutnya sendiri dengan telapak tangan karena saking terkejutnya. Matanya membelalak melihat hamparan kebun obat dan rumah kayu di dalam kotak tersebut. "Harta apa ini, kau bahkan punya harta berharga seperti ini?"

​Yun Zhu hanya mengangkat kedua bahunya dengan santai, meski hatinya sedikit lega melihat kekaguman Yan Chu.

​"Hanya beruntung."

​Tangan Yun Zhu bergerak perlahan, tanpa sadar ia mengangkat jemarinya dan menyentuh pipi halus Yan Chu dengan gerakan yang sangat lembut. Kulit Yan Chu terasa selembut sutra di bawah ujung jarinya.

​"Apa yang kau lakukan?" tanya Yan Chu pelan, namun ia tidak menjauh.

​Yun Zhu meneruskan belaiannya ke arah garis rahang sang putri.

​"Hanya penasaran."

​Saat Yun Zhu mulai menarik tangannya kembali karena merasa tindakannya sedikit berlebihan, Yan Chu justru bergerak cepat.

Ia menangkap pergelangan tangan Yun Zhu dengan jemarinya, lalu menempelkan kembali telapak tangan pemuda itu ke pipinya sendiri, seolah ingin merasakan kehangatan itu lebih lama.

​"Kau bisa menyentuhnya sepuasnya. Lagipula aku istrimu."

​Yan Chu mengatakannya dengan nada final, matanya menatap Yun Zhu dengan binar kemenangan yang nakal.

​Yun Zhu hanya bisa memiringkan kepalanya, menatap wanita yang baru saja kehilangan seluruh keluarganya namun kini justru mengikatkan dirinya dengan begitu kuat kepadanya.

​'Sejak kapan dia jadi istriku,' pikirnya dalam hati.

Namun, melihat wajah Yan Chu yang kini tampak lebih hidup dan bahagia, ia memilih untuk tidak mengucapkan kalimat itu dan membiarkan jemarinya tetap berada di sana.​

1
Chen Xi
nextt~/Determined//Determined/
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Cantik, pingin lihat versi mominya/Doge/
Cecilia: eithhh
total 1 replies
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Wah, saking cantiknya sampai deskripsinya sepanjang ini😌
Cecilia: beda bangun kalau deskripsiin cwo🗿
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
thor cepat bantai klan wang
Fajar Fathur rizky
thor cepat bantai klan wang dengan cara paling kejam termasuk wangchen
Cecilia: sip, sedang ditulis🔥🔥
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
thor istri mcnya berapa
Cecilia: dua yg paling disayangi, satu tianqiong, satunya udh muncul cuma blum interaksi. sisanya cuma tambahan aja
total 3 replies
Fajar Fathur rizky
habis klan wang bantai juga klan Qin thor ambil sumber daya mereka
Huo Ling'er
upp
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
kayak milih suami aja🤣
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Saatnya memerah sapi, eh, keuntungan maksudnya /Pray//Doge/
Cecilia: yep, tpi lama sih
total 5 replies
Nadia Annazwa
/Determined//Determined//Determined/
Nadia Annazwa
alamakkk bahaya nihh
Chen Xi
nextt~
Fajar Fathur rizky
thor cepat naikin ranah kultivasi mcnya habis itu bantai klan wang
Cecilia: udh kutulis kok, tinggal up aja, nunggu waktunya
total 1 replies
Chen Xi
nexttt/Determined//Determined/
Nadia Annazwa
yoshaa🔥
Huo Ling'er
yeyy cwk baruuu
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Infokan cara bungkus istri kayak gini 🙃
Cecilia: aku jga mw
total 1 replies
[?.?.?]
yandere kah?🗿
Chen Xi
next bantai²
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!