NovelToon NovelToon
Ekuilibrium:Antara Janji Dan Jarak

Ekuilibrium:Antara Janji Dan Jarak

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Anime
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: byyyycaaaa

"Di ruang sidang aku memenangkan keadilan, tapi di stasiun kereta, aku nyaris kalah oleh rindu."
Afisa Anjani bukanlah lagi gadis rapuh yang menangis karena diabaikan. Tahun 2021 menjadi saksi transformasinya menjadi associate hukum tangguh di Jakarta. Di sisinya, ada Bintang—dokter muda yang kehangatannya perlahan menyembuhkan trauma masa lalu Afisa.

Namun, saat janji suci diucapkan di tahun 2022, semesta justru memberi ujian baru. Afisa dipindahtugaskan ke Semarang untuk menangani kasus-kasus besar yang menguji integritasnya. Jakarta dan Semarang kini bukan sekadar nama kota, melainkan jarak yang menguji Ekuilibrium (keseimbangan) antara karier dan hati.

Di Semarang, Afisa berhadapan dengan dinginnya ruang sidang dan gedung Lawang Sewu, sementara di Jakarta, Bintang bergelut dengan detak jantung pasien di rumah sakit. Keraguan lama Afisa kembali muncul: Apakah Bintang akan bosan? Apakah cinta sanggup bertahan saat komunikasi hanya lewat layar ponsel ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon byyyycaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Sabtu, 1 Januari 2022.

Sinar matahari pagi menyelinap malu-malu di balik gorden apartemen Afisa. Namun, bagi Afisa, cahaya itu terasa terlalu silau. Ia masih duduk di kursi kerjanya dengan piyama yang sama sejak semalam. Matanya perih, bukan karena lembur berkas, tapi karena surat mutasi ke Semarang yang masih tergeletak di samping cangkir kopi yang sudah dingin.

Tring!

Sebuah notifikasi masuk. Dari Bintang.

Bintang 🌻: "Pagi, Calon Nyonya Bintang. Maaf ya, aku harus langsung stand-by di IGD pagi ini. Ada kecelakaan beruntun semalam, pasien masuk terus. Kamu istirahat ya, jangan sentuh berkas hukum dulu. Tadi Mama nanya, mau mulai survey gedung kapan? Love you."

Afisa memejamkan mata rapat-rapat. Jantungnya mencelos. Pertanyaan tentang "gedung" terasa seperti hantaman palu sidang di kepalanya. Bagaimana bisa ia membahas gedung pernikahan di Jakarta, sementara surat di depannya memerintahkan ia berada di Semarang dalam dua minggu ke depan?

Sebagai pengacara, Afisa mencoba berpikir logis. Ia membuka laptopnya, bukan untuk mengerjakan kasus, tapi untuk mencari celah. Apakah ada alasan hukum atau kebijakan kantor yang bisa ia gunakan untuk menunda mutasi ini? Ia membedah kontrak kerjanya, mencari klausul tentang penolakan mutasi.

Namun, hasilnya nihil. Sebagai Associate yang sedang dipromosikan, menolak mutasi strategis seperti ini sama saja dengan mematikan kariernya sendiri yang baru saja bangkit dari reruntuhan masa lalu.

"Ekuilibrium..." gumam Afisa lirih, menatap cincin berlian di jarinya yang berkilau terkena cahaya laptop. "Kenapa saat aku baru saja menemukan keseimbangan hidupku bersama Bintang, semesta malah narik aku menjauh?"

Pukul 10 pagi. Suara bising Jakarta di hari libur mulai terdengar sampai ke lantai apartemennya. Afisa meraih ponselnya, berniat menelepon Bintang hanya untuk mendengar suaranya. Tapi ia urungkan. Ia tahu Bintang pasti sedang berlumuran darah atau sedang fokus penuh di ruang operasi. Ia tidak ingin menjadi beban tambahan bagi pria itu.

Afisa akhirnya berdiri, melangkah ke arah jendela besar yang menampilkan siluet gedung-gedung Jakarta. Di satu sisi, ada Bintang dan masa depan yang hangat. Di sisi lain, ada Semarang dan puncak karier yang ia mimpikan.

"Dua minggu lagi," bisiknya pada kaca jendela yang berembun. "Aku punya waktu dua minggu untuk jujur, atau aku akan kehilangan 'rumah' yang baru saja kutemukan."

Afisa mengambil napas panjang, merapikan surat mutasi itu dan menyimpannya di laci paling bawah. Hari ini ia memutuskan untuk tetap menjadi Afisa yang bahagia di depan Bintang, setidaknya sampai dokter itu pulang dengan selamat dari IGD nanti malam.

Setelah pertempuran batin yang melelahkan di depan meja kerja, Afisa memaksakan dirinya bangkit. Ia butuh air dingin untuk membasuh kekalutan di kepalanya. Di bawah guyuran shower, Afisa membiarkan bulir-bulir air menyamarkan air mata yang akhirnya luruh. Ia merasa seperti sedang berada di persidangan di mana ia adalah terdakwa sekaligus pembelanya sendiri, namun tak ada pasal yang bisa membebaskannya dari dilema ini.

Pukul 11.30 siang, Afisa sudah rapi dengan blus santai dan celana kain, mencoba menutupi gurat kelelahan di wajahnya dengan riasan tipis. Ia meraih kunci mobil, memutuskan untuk mengunjungi rumah orang tuanya di Jakarta Selatan. Jika ada satu tempat yang bisa memberinya sedikit ketenangan sebelum ia menghadapi Bintang, itu adalah pelukan Bundanya.

Perjalanan menuju Jakarta Selatan siang itu relatif lancar karena sebagian besar warga Jakarta masih terlelap setelah pesta tahun baru. Begitu mobilnya memasuki halaman rumah yang asri dengan deretan tanaman hias koleksi Bundanya, Afisa menghirup napas dalam-dalam.

"Afisa? Kok nggak kasih kabar mau datang, Nak?" Bunda menyambutnya di teras, wajahnya berseri-seri penuh kemenangan. "Ayah! Lihat ini, calon pengantin kita sudah datang!"

Ayah muncul dari balik koran di ruang tengah, tersenyum lebar. "Selamat tahun baru, Associate hebat. Ayah baru mau telepon, Bintang sudah kirim foto semalam. Selamat ya, Fis. Ayah senang akhirnya kamu menemukan pelabuhan yang tepat."

Afisa berusaha tersenyum, meski rasanya bibirnya kaku. Ia menyalami kedua orang tuanya, merasakan kehangatan yang justru membuatnya semakin ingin menangis. Di meja makan, Bunda sudah menyiapkan opor ayam kesukaan Afisa.

"Bintang mana? Nggak ikut?" tanya Bunda sambil menyodorkan piring.

"Bintang lagi ada tugas darurat di IGD, Bun. Kecelakaan beruntun semalam," jawab Afisa pelan.

"Duh, kasihan ya. Baru juga tunangan sudah harus sibuk menyelamatkan nyawa," Bunda terkekeh, lalu menatap jari manis Afisa yang berkilau. "Cincinnya bagus sekali, Fis. Mama Bintang tadi pagi sudah telepon Bunda, katanya mereka ingin kita segera bertemu minggu depan untuk bahas gedung dan katering. Kamu sudah punya pilihan?"

Pertanyaan itu kembali datang, kali ini dari ibunya sendiri. Afisa meletakkan sendoknya, selera makannya hilang seketika. "Bun, Yah... kalau seandainya karir Afisa minta Afisa untuk pergi sebentar, bagaimana?"

Suasana di meja makan mendadak hening. Ayah melipat korannya, menatap putri tunggalnya dengan pandangan tajam namun bijak. "Pergi sebentar? Maksudmu mutasi, Fis?"

Afisa menunduk, memainkan ujung serbet. "Suratnya datang semalam, Yah. Semarang. Dua tahun."

Bunda terkesiap, tangannya menutup mulut. "Semarang? Tapi kamu baru saja janji sama Bintang, Fis. Bagaimana dengan rencana pernikahan kalian? Dua tahun itu bukan waktu yang sebentar untuk orang yang baru mau memulai hidup bersama."

"Itu dia, Bun. Afisa bingung," suara Afisa mulai bergetar. "Ini promosi yang Afisa mau, tapi waktunya... kenapa harus sekarang?"

Ayah menghela napas panjang, ia bangkit dan menepuk bahu Afisa. "Fis, Ayah selalu bangga dengan prestasimu. Tapi dalam hidup, terkadang ekuilibrium itu bukan tentang memilih salah satu, tapi tentang bagaimana kamu mengomunikasikannya. Kamu sudah bicara pada Bintang?"

Afisa menggeleng. "Belum, Yah. Bintang lagi berjuang di IGD. Afisa nggak sanggup."

"Kamu harus jujur, Fis. Sebelum orang lain atau media sosial yang memberitahunya," pesan Ayah tegas namun lembut. "Cinta yang kuat tidak akan hancur hanya karena jarak Jakarta-Semarang, tapi ia bisa retak karena ketidakterbukaan."

Afisa terdiam, menatap piring opornya yang mulai mendingin. Di rumah Jakarta Selatan ini, ia mendapatkan dukungan, namun ia juga mendapatkan beban baru: kejujuran yang tak bisa lagi ditunda.

1
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
lama nya upp nua
byyyycaaaa: up siangan ya
total 1 replies
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
Afisa sama bintang nikah sirih tor. yok tor bikin pesta nikahan Afisa semeriah mungkin bikin fita datang nikahan Afisa tor
byyyycaaaa
nanti ada saatnya,si Afisanya takut hamil,🌚
byyyycaaaa: updetnya besok lagi ya guys🙏🤗
total 1 replies
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
bikin hamil tor
byyyycaaaa
Guntur cocoknya sama authornya 🌚
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
bikin jadian guntur sama citra ator
byyyycaaaa: ada fotonya afisa dan juga Bintang 🤭
total 1 replies
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
trus bikin fita nyesal. dan citra nikah sama guntur dong biar guntur bahagia sama citra
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun: no tor citra sama guntur
total 2 replies
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
alhamdulilah udah pecah telorr dongg. bikin anak junior bintang🤣🤣🤣
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
bikin Afisa pecah telor sama bintang Thor. eh Thor tentang fita gi mana tor
byyyycaaaa: nanti di ceritain sama Guntur ya
total 1 replies
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
kapan Afisa pergi nikahan kaila
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun: ayo Thor bikin malam pertama Afisa sama bintang gk sabar. pengen liat nanti Afisa sukses muka fita gi mana yah hehe
total 2 replies
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
nikah nikah nikah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!