NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Cinta Seiring Waktu / Fantasi
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Jaena19

Tidak pernah terpikirkan oleh Sarah bahwa dirinya akan diberi kesempatan kedua untuk kembali hidup.
Seumur hidup, hanya ia habiskan untuk berfoya-foya dan mengajar cinta Marvin yang tak pernah ia miliki hingga akhir hayatnya. Tak segan Sarah mencelakai wanita yang dicintai Marvin, Kayla. Namun di kehidupan sebelumnya, meskipun Sarah sering membawa kesialan dan membuat hidup Marvin dan Kayla menderita, mereka masih berbaik hati memberi Sarah bantuan ketika gadis itu sedang menghadapi masalah ekonomi karena ayahnya yang bangkrut.
Di kehidupan kali ini, Sarah hanya ingin mencoba membahagiakan dirinya sendiri dan melepas cinta pertama yang begitu membekas bagi dirinya.
Tapi siapa yang sangka kehidupan keduanya ternyata lebih rumit daripada yang Sarah bayangkan. Ia ditimpa bertubi-tubi kenyataan yang membuat logikanya tidak lagi berjalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5

Cahaya sore yang lembut menyelinap masuk melalui jendela kamar Sarah, menciptakan bayangan yang artistik di dinding. Gadis itu berdiri di depan tripod kameranya, matanya berkilat penuh antusiasme. Setiap sudut kamar tampaknya telah disulap menjadi studio foto mini.

Sarah mengganti pose; dari berdiri tegak dengan tangan di pinggang, hingga duduk di tepi tempat tidurnya dengan kaki yang elegan terlipat. Setiap gerakan yang dia lakukan, dia pastikan terlihat sempurna di lensa kamera. Konsentrasi penuh terpancar dari wajahnya, bibirnya terkatup rapat sambil sesekali menggigitnya, tanda dia sedang dalam tekanan kreatif.

Keringat mulai membasahi dahinya, menandakan bahwa dia telah berusaha keras dalam waktu yang lama. Namun, kelelahan itu tak membuatnya menyerah; malah semakin memotivasinya. Ia mengubah setiap sudut kamar menjadi latar yang berbeda, memanfaatkan setiap props yang ada, dari buku-buku di rak hingga gitar di pojok ruangan.

Setelah berjam-jam, Sarah akhirnya merasa puas dengan hasil jepretannya. Dia duduk sejenak di tepi tempat tidurnya, menarik nafas dalam-dalam dan memandangi kamera digital yang terletak di tripod. Senyum kecil terukir di wajahnya, sebuah tanda bahwa dia telah berhasil menangkap esensi dari apa yang Fabian sarankan. Ini bukan hanya tentang foto, tapi tentang bagaimana dia berhasil menghadirkan dirinya di dunia digital dengan cara yang paling autentik dan kreatif.

Jujur saja ini merupakan usaha terniatnya untuk memotret dirinya sendiri, dari awal dirinya memiliki sosial media tidak ada terbesit niat untuk memamerkan wajah atau fotonya di sana. Dulu dia membuat akun sosial media hanya untuk mencari tahu kabar Marvin.

Setelah puas memotret dirinya sendiri, Sarah memilih tiga foto terbaik yang akan dia unggah sekaligus di sosial media. Dia kemudian mengunggahnya di salah satu platform social media dengan beberapa hashtag yang sedang trending saat itu. Setelah itu, dia meletakkan kembali ponselnya dan kemudian mulai beralih pada meja belajar. Mulai hari ini, cara bertekad untuk rajin belajar dan menjadi gadis yang pintar, meskipun kedengarannya mustahil dengan otaknya yang mungil, tapi Sarah akan terus berusaha.

...

"Ini gue nggak salah lihat kan?! Sarah post foto di sosial medianya!" teriak Daffa heboh sampai membuat Alvian yang sedang makan harus merelakan sate yang dipegangnya terjatuh karena terlepas akibat terkejut.

"Kampret Lo Daf! Sate gue jatuh kan jadinya." Ujar Alvian kesal, ia menatap tajam ke arah Daffa.

"Liat dulu nih, ternyata Sarah kalau foto gini cakep juga ya," sahut Daffa mengabaikan Alvian yang kesal padanya.

Pandangan Alvian pun beralih ke layar ponsel Dafa yang menampilkan seorang gadis yang begitu cantik." Ini beneran Sarah? Gila! Cantik juga ternyata dia," pekik Alvian.

"Liat! Like sama pengikutnya langsung tambah drastis."

"Sahut, gila si Sarah! Ada aja gebrakannya."

"Sebenarnya meskipun arogan yang ngefans sama dia banyak loh, cuma ya mereka pada diem aja nggak pernah nunjukin kalau ngefans sama Sarah," ujar Alvian.

Daffa menganggukkan kepalanya, memang yang dikatakan Alvian benar, meskipun dengan segala perangai buruk gadis itu. Wajah cantik Sarah masih membuat gadis itu banyak yang menyukai secara diam-diam, andai saja sifat gadis itu sedikit baik mungkin akan banyak yang terang-terangan menunjukkan ketertarikannya pada gadis itu.

"Vin, liat deh cewek Lo!" teriak Alvian begitu Marvin baru saja masuk ke dalam apartemen milik Daffa.

Marvin yang mendengar teriakan Alvian hanya melirik sekilas dan tidak terlihat tertarik pada dua kawannya itu.

Melihat respon Marvin yang terlihat tidak peduli, Alvian buru-buru membawa kabur ponsel Daffa dan segera menunjukkan layar ponselnya kepada Marvin supaya laki-laki itu dapat melihat foto Sarah yang menjadi pembahasan antara dirinya dan Daffa tadi.

Marvin hanya menatap foto itu dalam diam, meskipun begitu dia menatap layar ponsel itu cukup lama sampai akhirnya ia bersuara." Dia bukan cewek gue."

"Ya udah kalau gitu buat gue aja," jawab Alvian kemudian menetap kembali foto Sarah di layar ponsel milik Daffa." Cewek cakep begini sayang banget kalau dianggurin."

Marvin kemudian melempar jaketnya ke arah Alvian yang tidak henti-hentinya menatap ponsel Daffa. Sedangkan sudah dari tadi sang mpu berusaha mengambil ponsel miliknya dari tangan Alvian.

"Hari ini ada job gak?" tanya Marvin membuat Alvian dan Daffa kembali fokus kepadanya.

"Ada Vin," jawab Alvian.

....

Sarah mendengus kesal seraya menatap malas pada gadis yang tiba-tiba datang ke kelasnya dan seenak hati menarik tangannya menuju ke taman belakang sekolah.

Dapat ia lihat bagaimana kasarnya gadis itu menghempaskan tangannya dan kini gadis itu menatapnya dengan tatapan tajam dan nafas yang tersengal-sengal seperti sedang menahan amarah.

"Lo ada masalah apa sih sama Kayla?! Jahat banget ya lo jadi orang!"tuduh Tamara sambil menunjuk-nunjuk bahu Sarah dengan kasar.

"Maksud lo apaan sih?! Jangan nuduh orang sembarangan ya!"ujar Sarah tidak terima. Enak saja, ia bahkan tidak pernah lagi mengganggu Kayla beberapa hari terakhir ini dan tiba-tiba saja dia dituduh menyakiti gadis itu.

"Halah! Nggak usah pura-pura lo! Lo kan yang nyuruh Aldo kunciin Kayla di toilet? Terus lo juga kan yang nyuruh dia siram Kayla pakai air got? Sumpah ya gue nggak habis pikir sama lo!"

Sarah ingin menentang tuduhan Tamara padanya, namun terbesit ingatan dalam kepalanya. Ia ingat, di kehidupan sebelumnya dia pernah membuat kesepakatan dengan laki-laki bernama Aldo itu, untuk mengerjai Kayla habis-habisan di hari ulang tahun gadis itu. Dan Sarah lupa jika hari ini adalah hari ulang tahun Kayla.

"Kenapa lo diam?! Bener kan lo yang ngelakuin ini?!"

Sarah masih diam, ia tidak bisa menyela, pada kenyataannya memang benar bahwa dirinyalah penyebab Kayla bisa seperti itu.

Tamara tertawa sinis." Gue bakal laporin hal ini ke guru!"ucap Tamara lalu pergi begitu saja.

Sarah menghela nafas gusar, ia menjadi merasa bersalah atas perbuatannya kepada Kayla. Lalu, kabar tentang dirinya yang menyebabkan Kayla pingsan dan terkunci di kamar mandi mulai tersebar ke seluruh penjuru sekolah.

Banyak yang tidak menyangka dan lebih banyak yang sudah menduga bahwa Sarah lah yang melakukan hal itu. Mereka berpikir bahwa salah tidak akan pernah berubah, padahal beberapa hari ini mereka mengira sekolah akan lebih tenang karena Sarah tidak membuat ulah. Tapi hari ini mereka malah dikejutkan dengan masalah lain.

Segera Sarah berlari ke arah UKS, ia ingin segera meminta maaf kepada Kayla. Namun, sesampainya di sana Sarah menemukan Marvin dan kedua temannya sedang berada di dalam ruangan itu. Kedatangan Sarah tentu saja menarik perhatian semua orang yang ada di sana.

Dengan tangan dan kaki yang bergetar, Sarah berusaha untuk tetap berdiri dengan tegak, andai saja dia tidak berpegangan pada daun pintu mungkin saja ia akan jatuh saat itu juga.

Tatapan tajam yang diberikan Marvin kepadanya sama dengan tetapan yang ia ingat di kehidupan sebelumnya, di masa ini memang ia sering mengganggu Kayla.

"G-gue mau ketemu Kayla," ucap Sarah terbata-bata.

Daffa berjalan ke arah Sarah, menatap remeh ke arah gadis itu."gua kira lo udah berubah, Sar. Ternyata.." Daffa menggantung kalimatnya lalu tersenyum tipis." Sama aja."

"Udah Daf," ujar Alvian berusaha menenangkan temannya itu.

"Kayla masih belum sadar, jadi dia belum bisa diajak bicara sama lo."suara berat milik Marvin membuat tekanan lebih bagi mental Sarah. Rasa bersalah dan menyesal kembali menggerogoti hatinya.

"Lo udah dengar sendiri kan kata Marvin? Lebih baik lo pergi dulu dari sini," ucap Alvian berusaha sedikit lebih ramah supaya Sarah tidak tersinggung.

Sarah menarik nafas dalam, ia lalu pergi begitu saja meninggalkan UKS. Tujuannya saat ini adalah menemui Aldo, cowok berandalan yang ia bayar untuk mencelakai Kayla.

1
Queen AL
baru satu bab, bab berikut2nya jangan pake gue lo thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!