NovelToon NovelToon
Bumi 6026

Bumi 6026

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Penyelamat / Time Travel / Fantasi Isekai / Dikelilingi wanita cantik / Harem
Popularitas:898
Nilai: 5
Nama Author: imafi

Bumi, anak SMA biasa yang cuma jago ML, terbangun pada tahun 6026 untuk menjadi penolong dunia. Ia harus mencari sebuah daerah yang paling aman di muka bumi, tapi ia malah terdampar di wilayah yang hanya diisi oleh perempuan muda dan cantik. Pemimpin mereka ingin Bumi menghamili semua yang ada di sana, padahal ternyata mereka adalah...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon imafi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Bab 21

Bumi, Nuri – kakaknya, Pam, dan Hanoon – si beruang besar masih duduk di ruang bawah tanah milik Nash, temannya Pam. Ruang bawah tanah itu tidak ada jendela, seperti pada semua ruangan yang pernah disinggahi Bumi di tahun 6026 ini, tapi rasanya berbeda. Ruangan tanpa jendela ini sejuk. Bumi melihat ke langit-langit, mencari ventilasi yang mungkin bisa dimasuki oleh orang, seperti ventilasi yang dimasukinya dan Pam ketika berada di kerajaan Ms Shopia, tapi tidak ada. Atapnya rata, terbuat dari beton yang hitam mulus.

“Anaknya Prof Keiko menggunakan mesin waktu itu, dan nggak kembali?” Pam masih tidak percaya.

“Iya, kalau kalian mau ke sana dan mencobanya. Selain belum tentu Prof Keiko mengizinkannya, kalian belum tentu bisa kembali ke 2026,” jelas Nash sambil memberikan gelas satu persatu. “Ada air di sana, kalau kalian haus,” Nash menunjuk ke arah sebuah wastafel di sebelah lemari yang berderetan dengan kulkas dan kompor.

Nuri dan Bumi saling berpandangan. Sementara Pam, tanpa ragu langsung mengambil air putih ke wastafel dan meminumnya.

“Anaknya Prof Keiko, yang namanya Yuta?” tanya Pam habis minum.

“Iya,” Nash menganggukkan kepala. Ia melangkah ke arah monitor cctv.

“Yuta pergi dengan mesin itu ke mana? maksudnya tujuannya tahun berapa?” tanya Pam lagi.

Bumi, Nuri dan Hanoon bergantian mengambil air di wastafel.

“Kalau nggak salah, dia pengen kembali ke masa sebelum Led Hamlich memimpin,” Nash membesarkan kamera yang menunjukkan gambar pesawat kapsul Bumi di tengah pantai.

“Pantas saja,” Pam menggelengkan kepala.

Bumi dan Nuri memperhatikan Hanoon yang minum air dari gelas, tapi cuma bisa membasahi lidahnya saja. Karena gelasnya terlalu kecil.

“Kalian harus sembunyikan pesawat kalian,” Nash berpaling ke Bumi. “Ada energi inti bumi dari pesawat kalian. Bisa mengundang orang-orang.”

“Benar juga!” Pam menarik tangan Bumi, “Ayo!”

Mereka masuk ke lift. Nash membukakan lift, lalu mengerakkannya ke atas.

“Dia temen kamu?” tanya Bumi sambil menunggu lift sampai di atas.

“Nash?”

“Iya.”

“Pacar?” Bumi bertanya ragu-ragu.

Pam tertawa, “Nggak. Dia itu kakak ipar aku.”

“Oh.”

“Kakak aku udah meninggal. Jadi dia menganggap aku kaya adiknya.”

“Kakak kamu meninggal kenapa?” tanya Bumi prihatin.

Pintu lift terbuka.

“Dibunuh Led Hamlich!” Pam menarik tangan Bumi untuk bergegas mendekati pesawat kapsul mereka.

Bumi dan Pam masuk ke dalam pesawat kapsul. Bumi menyalakan mesin.

“Halo,” kata Emma dari pesawat. “Kali ini kita mau ke mana?”

“Kita mau ke mana?” tanya Bumi menoleh ke Pam.

Pam melihat ke sekeliling.

Tanah lapang di belakang rumah Nash, bergetar hebat. Debu pasir pantai berhamburan. Sebuah atap beton terbuka ke udara.

“Ke situ!” Pam menunjuk ke ruangan terbuka itu.

“Bagaimana bisa Nash membuat semua ini?” tanya Bumi tidak percaya, lalu mengarahkan pesawat terbang manual ke dalam ruangan terbuka itu.

“Nash juga yang membuat pesawat untuk aku dan teman-temanku mencari tempat aman di timur selatan itu,” jelas Pam.

Bumi berhasil mendaratkan Pesawat kapsul di sebuah ruang bawah tanah yang luas dan besar. Ada banyak motor dan mobil rongksokan di sana. Seperti kuburan kendaraan yang sangat luas. Setelah pesawat berhasil mendarat sempurna. Ruangan itu kembali tertutup. Dan tengah bagaimana teknologinya, Bumi tidak tahu, atap beton di belakang rumah Nash, kembali tertutup tanah dan pasir. Sehingga terlihat sebuah pantai yang luas di belakang rumah.

Pam dan Bumi keluar dari pesawat. Tidak terlihat pintu atau apa pun di sana.

“Kita ke mana?” tanya Bumi pada Pam.

Pam mengangkat kedua bahunya, memperhatikan sekeliling.

“Kalian lihat ada magnet besar di sebelah kiri kalian?” suara Nash menggema di ruangan yang luasnya hampir separuh lapangan sepak bola.

“Itu?” Bumi menunjuk ke arah kirinya. Ada sebuah magnet bundar yang biasa digunakan untuk mengangkat kendaraan dan benda metal atau besi besar, seperti di tempat pembuangan sampah rongsok kendaraan.

“Iya. Jalan ke sana, nanti di sebelah kiri ruang pengendali, ada pintu masuk,” kata Nash dari speaker yang entah ada di mana.

Bumi dan Pam menuruti arahan Nash. Mereka lalu masuk ke ruang pengendali. Selain mengendalikan magnet, sepertinya ruangan itu juga mengendalikan sesuatu. Tapi Bumi dan Pam tidak mengerti. Ada pintu besar di bagian kanan ruangan itu. Lampu merah berubah menjadi hijau. Pintu itu lalu bergeser.

“Pam,” kata Bumi.

“Ya?” Pam menoleh.

“Sori ya, kakak kamu.”

“Nggak apa-apa,” Pam menggelengkan kepala lalu masuk ke ruangan pertama kali mereka bertemu dengan Nash, hanya saja dari sisi berbeda. “Ah, nembusnya ke sini rupanya.”

“Jadi gimana? Kalian masih mau ketemu Prof Keiko?” tanya Nash pada Bumi dan Nuri.

“Kita harus mencari tahu apakah mesin itu berhasil atau ada masalah lain yang membuat Yuta tidak bisa kembali lagi,” jawab Nuri sambil menatap Bumi.

Bumi menoleh ke Pam, tidak mungkin ia selalu merepotkan Pam, tidak mungkin juga ia meninggalkan Pam, tapi tidak mungkin juga ia selamanya tinggal di tahun 6026. “Ya kita harus mencobanya.”

Pam tepuk tangan sekali, “Oke! Kita datangi Prof Keiko!”

“Sekarang?” Perut Hanoon bergemuruh. Semua menoleh. Hanoon tersenyum – menyeringai, “Aku lapar.”

1
Q. Adisti
seruu, lanjut kaaak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!