Mo Yuyan, 16 tahun—putri angkat Ketua Sekte Abadi, yang dikenal sebagai gadis lembut, patuh, dan selalu menunduk.
Namun, semuanya berubah malam itu ...
Malam ketika dia dituduh mencuri pusaka sekte, dikhianati oleh orang-orang yang dia anggap keluarga … lalu dibuang ke dalam Jurang Pemakan Jiwa untuk mati!
Akan tetapi, Takdir membuatnya kembali!
Bukan sebagai Mo Yuyan yang dulu, melainkan sebagai Mo Yuyan yang baru.
Dimana sosok jiwa asing dari masa ribuan tahun ke depan mengambil alih raganya. Sosok yang dingin, angkuh, cerdas, dan terlalu tenang untuk seorang gadis yang baru menginjak dewasa.
Jiwa itu tersenyum dan mulai menghitung semuanya.
Sekte Abadi bahkan tidak menyadarinya, jika mereka ...
Baru saja membangkitkan seorang 'Ratu Racun' berjiwa psikopat dari masa depan.
"HUTANG INI AKAN AKU TAGIH SEMUANYA! KALIAN SEMUA AKAN MUSNAH!"
"ARRRGHHHH!!!!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 15: Badai Yang Sudah Berevolusi!
***
Kabut ungu berputar perlahan, ketika keempat sosok itu muncul di dalam ruang dimensi Seribu Racun.
Langit di dalam dimensi itu berwarna lembayung gelap, dengan sungai beracun berwarna hijau yang mengalir perlahan di tengah dataran batu kristal ungu tingkat tinggi.
Disamping Istana Giok Ungu, telah berdiri sebuah Paviliun kecil dengan domain warna putih keemasan, dimana itu adalah tempat yang dibangun oleh Mo Yuyan melalui kesadarannya untuk Li Shen.
Di dalam Paviliun itu terdapat sebuah kolam berukuran sedang, yang berisi air spiritual murni untuk bekal pelatihan Li Shen.
Kalau ada yang bertanya-tanya, darimana asalnya air spiritual murni di dalam ruang dimensi penuh racun Mo Yuyan, jawabannya adalah ... semua itu berkat Nenek Du, yang memurnikan sebagian besar air danau berbisa, karena desakan Mo Yuyan dalam benaknya.
Jangan lupa ... Nenek Du adalah penjaga ruang dimensi yang berusia ribuan tahun, jadi tidak mustahil dia bisa melakukan semua hal tersebut.
-
Duan Xue terlihat memapah tubuh Mo Yuyan, yang sudah hampir tidak sadarkan diri itu.
"Bawa aku ke kolam di Istana Giok Ungu ..." ujar Mo Yuyan dengan suara lemah.
Nenek Du menganggukkan kepalanya tanda setuju, lalu dia berkata kepada Duan Xue dengan nada memerintah.
"Cepat, bawa masuk ke dalam Istana Giok Ungu! Jangan sampai energinya mengalami kebocoran!"
"Baik, Nek ..." jawab Duan Xue.
Sesampainya di Istana Giok Ungu, mereka langsung meletakkan Mo Yuyan ditengah-tengah kolam air 'Spriritual Racun Murni', yang terdapat sebuah formasi dari batu giok yang membentuk lingkaran.
Air kolam itu beriak pelan, warna ungu pekatnya memantulkan bayangan sebuah wajah yang terlihat sangat pucat.
Li Shen berdiri dengan tubuh kaku, saat melihat kodisi Mo Yuyan.
"Apakah keadaanmu benar baik-baik saja, Kak Yuyan?" tanya Li Shen dengan wajah khawatir.
Mo Yuyan tersenyum tipis, saat mendengar nada khawatir Li Shen.
"Jika aku mati semudah itu, aku sudah akan menjadi arwah penasaran sekarang ..." jawab Mo Yuyan.
Duan Xue mendengus dingin, dengan mata yang sudah memerah.
"Jangan bercanda seperti itu, Yuyan! Aku tidak suka mendengarnya!" protes Duan Xue dengan wajah cemberut.
Nenek Du langsung menekan beberapa titik meridian di bagian punggung dan perut Mo Yuyan.
"Meridian utama retak tiga bagian ... Energi racunmu melonjak liar, karena kamu terlalu memaksakan kekuatan besar sesaat itu," ujar Nenek Du dengan analisanya terhadap luka tubuh Mo Yuyan.
"Aku tahu, Nek ... Kira-kira, kerusakannya berapa persen?" tanya Mo Yuyan dengan suara lirih.
"Tiga puluh persen pada jalur meridian Yin, dan dua puluh persen pada jalur Api Racun. Jika tidak diperbaiki dengan benar dan sempurna, kamu tidak akan pernah menembus tahap enam," jawab Nenek Du.
Mo Yuyan terdiam sejenak, dia berpikir cara yang lebih efisien untuk kenaikan tahapnya.
Dia tidak bisa bertahan di tahap lima saja, jika ingin menguasai dunia ini.
"Kalau begitu ... kita bisa perbaiki sambil mencoba untuk menembus tahap selanjutnya," ujar Mo Yuyan.
Ketiga orang disana terkejut, saat mendengar keputusan Mo Yuyan.
"A-apaaaa?! Jangan gila, Kak!" protes Li Shen.
"Kamu masih sempat-sempatnya berpikir ingin menerobos tahap selanjutnya?! Apa kamu waras, Yuyan?!" ujar Duan Xue dengan nada tinggi.
Mo Yuyan memejamkan matanya, dia tahu kekhawatiran mereka semua terhadap dirinya, karena dia adalah satu-satunya pewaris yang diakui oleh Istana Racun.
Jika dia tiada, maka Istana Racun akan terpendam kembali ke bawah tanah, demi menunggu pewaris selanjutnya.
"Musuh diluar sana pasti ada yang lebih kuat dan bersembunyi di balik kegelapan, menunggu lawan baru yang akan hadir ..." ujar Mo Yuyan.
"Jika kekuatanku hanya ada ditahap lima, maka kita hanya bisa menunggu untuk mati! Aku tidak bisa bergantung pada kekuatan Duan dan Nenek Du saja!"
"Dan sebagai seorang pewaris yang dipercaya, aku harus bisa mencapai tahap Legenda, yaitu tahap tujuh 'Kaisar Roh'-tingkat puncak!"
Suasana menjadi hening beberapa saat, setelah mereka mendengar ucapan Mo Yuyan.
Nenek Du akhirnya hanya bisa menghela napas panjang.
Keputusan gadis gila di depannya ini sudah tidak bisa diganggu-gugat kembali.
"Baiklah! Tapi kamu akan merasakan sakit yang lebih parah dari sebelumnya nanti ..." ujar Nenek Du.
Mo Yuyan tersenyum manis diwajah pucatnya, saat mendengar keputusan Nenek Du.
"Tidak masalah, Nek ... Aku sudah terbiasa,"
__
Kolam Inti Racun bergetar pelan, saat Mo Yuyan masuk kesana dengan perlahan.
Air berwarna ungu gelap itu langsung mengelilingi tubuh Mo Yuyan, layaknya seekor ular besar yang menari.
"Aktifkan Formasi Pengikat Meridian!" perintah Nenek Du kepada kedua pemuda itu.
Duan Xue dan Li Shen segera menekan kristal giok di empat penjuru.
Blast!
Sebuah cahay ungu terang langsung menyala, membentuk pilar energi yang menurung kolam itu.
Mo Yuyan menarik napas panjang, sebelum dia mulai memperbaiki bagian tubuhnya yang rusak.
"Mulailah!"
Nenek Du membuat sebuah segel tangan, setelah itu dia melemparkan segel itu ke seluruh pilar tersebut.
Segel-segel itu berputar cepat mengelilingi pilar, hingga di detik berikutnya~
Terdengar teriakan kencang Mo Yuyan dari dalam.
"AAHHHHH~!"
Tubuhnya bergetar hebat, saat air racun itu masuk ke dalam tubuhnya melalui pori-pori, dan langsung menyerang jalur meridian tubuhnya yang retak.
"Kenapa sepertinya harus sesakit itu, Nek?! Kasihan Kak Yuyan, dia pasti sangat kesakitan!" ujar Li Shen dengan suara bergetar.
Nenek Du menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari Mo Yuyan.
"Karena racun terbaik adalah yang bisa 'membunuh dan menyembuhkan' sekaligus ..."
Mo Yuyan sampai menggigit bibirnya hingga berda-rah, agar dia tidak pingsan saat semuanya berlangsung.
"Jangan ... coba-coba ... untuk ... menghentikannya ...!" desis Mo Yuyan, saat melihat Duan Xue hampir melangkah maju.
Duan Xue langsung mengepalkan tangannya, melihat kegigihan Mo Yuyan.
"Jika kamu mati, maka kami semua akan terkubur di dalam sini sampai ribuan tahun ..."
Mo Yuyan hanya terkekeh pelan di dalam rasa sakit yang menderanya.
"Jangan berdoa sesuatu yang buruk, Duan Xue ... Aku tidak akan semudah itu menyerah ..."
Energi spiritual di dalam kolam mulai berputar dengan brutal~
Whuuurl! ... Whurrlll!
Retakan pada meridiannya terlihat seperti 'sulaman cahaya' yang robek, lalu disambung perlahan oleh cairan beracun, yang berubah menjadi sebuah 'filamen' berwarna ungu terang.
Satu hari di dunia nyata, adalah satu bulan di dalam Dimensi Seribu Racun.
Membuat siapapun yang berlatih disana akan menjadi lebih kuat dalam hitungan hari di dunia luar.
__
Sementara Mo Yuyan bermeditasi untuk memperbaiki tubuh dan menaikkan tahap kekuatannya, Nenek Du membawa Li Shen ke dalam Paviliun Putih yang akan menjadi miliknya di dalam sana.
Nenek Du berdiri di depan sebuah kolam air spiritual yang bening, dan Li Shen berdiri disampingnya dengan patuh.
"Li Shen ... Berendamlah di dalam kolam itu sampai batas waktu yang Nenek tentukan. Mulai sekarang, kamu bukan lagi sosok anak kecil yang harus kami lindungi, paham?!"
"Jadilah kuat, agar bisa berdiri dengan nyaman bersama Kakak Yuyan-mu itu ..." ujar Nenek Du dengan wajah serius.
Li Shen menelan salivanya dengan gugup, saat mendengar perintah Nenek Du.
Gluk!
"Baik, Nek! Aku siap!"
"Bagus! Sekarang, masuklah ke dalam kolam itu, dan keluarlah saat sudah mencapai terobosan besar. Gunakan pil ini untuk membantumu mencapai tahap lima dengan cepat. Dimensi ini akan membantumu kuat, jika niatmu tulus untuk membantu Mo Yuyan mencapai semua tujuannya!" ujar Nenek Du sambil memberikan beberapa botol pil untuk menerobos tahap.
"Jika suatu saat kamu berniat untuk mengkhianati kami, maka aku sendiri yang akan mengambil ... Nyawamu!" lanjut Nenek Du dengan nada peringatan yang keras.
"Baik, Nek! Aku paham!"
Li Shen masuk ke dalam kolam air spiritual dengan tekad yang kuat, yaitu untuk seta dengan mereka dan membalaskan dendam kematian ibunya kepada Klan Li.
"AAARRRGHHH~!"
__
Tiga bulan kemudian, Li Shen sudah menyelesaikan meditasinya dengan sempurna.
Setelah berganti pakaian, dia langsung berhadapan dengan Nenek Du.
"Peningkatan yang sangat bagus, Bocah! Dan sekarang, serang aku!" perintah Nenek Du dengan wajah tegas.
Li Shen termangu ditempatnya, saat mendengar perintah Nenek Du.
"Hah???"
"Aku bilang ... SERANG AKU!"
Li Shen langsung mengeluarkan pedangnya, lalu dia menyerang Nenek Du dengan ragu.
Clang!
Tongkat Nenek Du langsung menepisnya dengan mudah.
"Jangan ragu untuk menyerangku! Gerakanmu terlalu lambat, jika dalam pertempuran yang sebenarnya, nyawamu sudah melayang dengan cepat!" ujar Nenek Du dengan nada sinis.
Li Shen kembali menyerang Nenek Du dengan gerakan yang sangat cepat.
Clang! ... Krak!
Tongkat itu menghantam pergelangan tangannya dengan kencang.
"Aaaakkhh!"
"Jika itu adalah pedang musuh, maka sudah dipastikan tanganmu akan hilang. Serang lagi!" ujar Nenek Du.
Clang! .. Clang! ... Clang!
Duan Xue duduk santai diatas sebuah batu giok besar, menyaksikan pelatihan itu sambil menyeringai.
"Serangan lembut yang terlihat manis ..." komentar Duan Xue sambil mengunyah buah 'da-rah giok' yang renyah.
"Diam kamu, Kak Duan!" bentak Li Shen sambil menyerang Nenek Du kembali.
"Hahahahahaha!"
__
Hari demi hari berlalu, dan latihan itu semakin brutal.
Nenek Du memaksa Li Shen untuk berlatih di bawah 'Air Terjun Racun'~ dimana air itu mengandung tekanan spiritual berat, yang akan menempa tubuh Li Shen menjadi kebal terhadap semua racun.
"Bertahanlah selama satu jam disana!" teriak Nenek Du dari kejauhan.
"Aku bahkan tidak bisa bernapas dengan benar, Nek!" sahut Li Shen dengan susah payah.
"Jika begitu ... lebih baik kamu mati saja disini!" ujar Nenek Du dengan kejam.
"AAARRRGHHH~!"
Li Shen meraung kencang, dan dia memaksa energinya berputar.
Tiba-tiba~
BOOOM!
Aura dari dalam tubuhnya melonjak kuat, membuat Duan Xue bersiul ringan saat melihatnya.
"Wah! Dia menembus tahap empat-tingkat tujuh! Luar biasa!"
Nenek Du tersenyum samar, dia tahu ... jika semua garis darah dari keturunan Ibu Mo Yuyan memang tidak pernah 'biasa'.
"Masih belum cukup ... Dia harus lebih kuat lagi."
__
Sementara itu di dalam kolam Inti Racun, energi spiritual Mo Yuyan semakin stabil.
Kerusakan pada meridiannya mulai membaik dengan sempurna, dan tidak lama kemudian~
BLAAR!
Sebuah gelombang energi liar tiba-tiba meledak keluar dari dalam tubuhnya.
Duan Xue langsung berdiri dari duduknya dengan sikap waspada.
"Suara apa itu?!"
Nenek Du menganalisa melalui auranya, lalu dia menyipitkan matanya.
"Dasar gadis gila! ... Ternyata dia menggabungkan tekhnik 'Racun Skeleton' dengan Inti Yin Hitam!" ujar Nenek Du dengan nada pasrah.
Mo Yuyan membuka matanya perlahan.
Slap!
Pupil matanya kini tidak hanya memiliki satu lingkaran ungu terang yang berputar indah~
Akan tetapi, sekarang ada dua lapis lingkaran cincin yang berputar berlawanan arah.
"Aku bisa melihatnya dengan jelas ..." gumam Mo Yuyan lirih.
"Melihat apa?" tanya Nenek Du.
"Batasan tahap berikutnya ..."
Setelah jawabannya jatuh, energi yang ada di dalam kolam langsung tersedot masuk ke dalam tubuhnya dengan brutal.
Wuuuush! ... Whuuurlll!
Dan~
BOOOOM!
Langit ruang dimensi itu bergetar hebat, dan tanah retak dengan pola spiral yang unik.
Li Shen langsung jatuh duduk dengan wajah tidak percaya.
"T-tekanan ini ... jauh lebih kuat daripada sebelumnya ..." gumam Li Shen.
"Hahahahahaha! Akhirnya dia memenuhi janjinya ..." ujar Duan Xue sambil tertawa.
Cahaya berwarna ungu gelap menyelimuti seluruh tubuh Mo Yuyan, membuat sebuah keheningan yang absolut di dalam ruang dimensi itu.
Mo Yuyan melangkah keluar dari dalam kolam dengan langkah tenang, Aura disekitarnya menjadi jauh lebih padat dan lebih berat.
Nenek Du menatap Mo Yuyan dengan tatapan kosong.
"Tahap enam ... tingkat puncak!"
"Benar-benar monster! hanya dalam beberapa bulan saja, dia sudah bisa mencapai tahap ini dengan mulus!"
Mo Yuyan menggerakkan jarinya perlahan, membuat udara di sekitarnya berdesis halus.
Ssssshhhh ...
"Perbaikan meridian sempurna dan pondasi langsung stabil setelah melalukan terobosan dan kenaikan tingkat ... benar-benar amazing! Bahkan tubuh dan organ dalamku terasa lebih kuat dari sebelumnya!"
"Tidak sia-sia perjuanganku selama beberapa bulan ini ... Hahahahaha!" ujar Mo Yuyan sambil tertawa puas.
Duan Xue tersenyum miring, saat mendengar semua ucapan Mo Yuyan.
"Jika mereka mengirim orang dengan kultivasi tahap enam awal, kamu bisa langsung membunuhnya dengan mudah ..." ujar Duan Xue.
Mo Yuyan memiringkan kepalanya, sambil memperlihatkan wajah polos tidak berdosa.
"Aku memang tidak berencana untuk membiarkan mereka tetap ... hidup!"
__
Beberapa minggu kemudian waktu dimensi, mereka berkumpul untuk menyusun rencana keluar dari ruang dimensi itu.
Nenek Du memanggil Li Shen secara pribadi, karena ingin menyampaikan sebuah kebenaran yang telah dia ketahui sebelumnya.
"Li Shen ... ada hal yang harus kamu ketahui," ujar Nenek Du.
"Tentang apa, Nek?" tanya Li Shen dengan wajah tegang.
Nenek Du mengeluarkan sebuah tanda pengenal giok warna putih kehijauan, berbentuk bunga plum mekar yang indah.
Mata Li Shen terbeliak lebar saat melihatnya.
"I--itu ... milik mendiang Ibuku ..."
"Bukan milik Ibumu ... Ini adalah milik Ibu dari Mo Yuyan ..." jawab Nenek Du.
"A--apaaa ...??!!"
Nenek Du menatap Mo Yuyan yang berdiri tidak jauh dari sana.
"Ibumu ... dia adalah adik kandung dari Ibu Mo Yuyan ..." ujar Nenek Du.
“Ibumu… adalah adik kandung dari ibu Mo Yuyan.”
Keheningan terasa mencekam, saat Li Shen mendengar kenyataan itu.
"Apa ... maksud, Nenek?" tanya Li Shen dengan suara tercekat.
Tanpa mereka sadari, Mo Yuyan sudah berada di dekat mereka dengan wajah tenangnya.
"Itu artinya ... kita adalah 'sepupu' yang baru saja bertemu dengan cara kebetulan ..." sahut Mo Yuyan.
Li Shen mundur selangkah, saat mendengar suara Mo Yuyan.
"Itu tidak mungkin ...! Ayah bilang, Ibuku adalah gadis yang dia temukan dalam perjalanan pulangnya dari perbatasan ..." ujar Li Shen.
"Tentu saja semuanya itu adalah cerita yang dibuat-buat!" ujar Nenek Du cepat.
"Karena Ibumu yang bernama 'Shang Lian' itu menikah diam-diam dengan Ayahmu dan dia langsung memutus hubungan keluarga dengan Klan Shang! Itulah kebenarannya ..." lanjut Nenek Du menjelaskan.
Mo Yuyan memandang giok tanda pengenal itu dengan tatapan sendu, setelah dia mendapatkan semua kebenaran tentang asal-usulnya.
"Ibuku yang bernama 'Shang Mey' diusir dari Klan Shang, karena menolak menerima perjodohan politik, dan akhirnya bertemu Ayahku 'Shu Mouli', yang ternyata pendiri salah satu Sekte terkuat di wilayah Selatan, yaitu Sekte Abadi."
"Ibumu juga mengikuti jejak Ibuku, dan akhirnya dia menikah ke dalam Klan Li ..."
"Setelah melahirkan aku, kedua orangtuaku pergi entah kemana, dan menitipkan aku kepada Ketua Sekte sementara, yaitu Ketua Mo. Sampai aku diangkat anak olehnya ..."
"Sekarang, aku ingin mencari keberadaan kedua orangtuaku sekalian membangun wilayah kekuasaan sendiri," ujar Mo Yuyan menceritakan garis besar hubungan antara dia dan Li Shen.
Li Shen memegang kepalanya yang pening.
"Jadi kesimpulanya ... Klan Li memburu kita berdua, bukan hanya karena peta yang aku bawa lari itu?" tanya Li Shen.
"Ya, sepertinya salah satu diantara mereka sudah tahu tentang garis darah kita ..." jawab Mo Yuyan dengan wajah datar.
Nenek Du mengangukkan kepalanya tanda setuju dengan ucapan Mo Yuyan.
"Darah keturunan langsung dari Klan Shang memiliki resonansi unik dengan segala jenis racun kuno. Itulah sebabnya, kalian berdua memiliki bakat yang luar biasa," ujar Nenek Du.
Li Shen menatap Mo Yuyan dengan mata berkaca-kaca.
"Jadi ... kamu melindungiku sejak awal bukan karena hanya sebuah tanggung-jawab?" tanya Li Shen.
Mo Yuyan memutar bola matanya dengan malas.
"Jangan terlalu di dramatisir! Buatku, kamu tetap seorang bocah lemah yang menyebalkan!" sahut Mo Yuyan dengan wajah cemberut imut.
"Hehehehehe ... Kak Yuyan ..." ujar Li Shen sambil terkekeh.
Duan Xue merasa jengah melihatnya, membuat Nenek Du tersenyum geli.
"Hey, sudah cukup 'drama' keluarganya! Tentukan sekarang rencana selanjutnya!" sela Duan Xue dengan nada kesal.
Mo Yuyan menatap langit dimensi dengan tatapan yang rumit.
"Kita keluar dari dimensi tiga hari lagi, karena Li Shen sudah berada di tahap lima-tingkat satu sekarang. Dengan darah Klan Shang yang mengalir dalam tubuhnya, aku yakin ... dia akan naik tahapan dengan cepat nanti," ujar Mo Yuyan.
Li Shen mengepalkan kedua tangannya dengan erat.
"Aku janji ... aku tidak akan menjadi beban kalian lagi!" ujar Li Shen penuh tekad kuat.
"Bagus! Karena saat kita keluar nanti, kita tidak hanya menghadapi cabang Klan Li diluar sana ..." ujar Mo Yuyan.
"Memangnya siapa lagi yang akan kita hadapi?" tanya Duan Xue.
"Tentu saja kita akan menghadapi seluruh Kota Hitam!" jawab Mo Yuyan dengan seringai dingin pada wajahnya.
"Jika mereka ingin melihat 'Badai' yang terluka beraksi ..."
"Maka aku akan hadirkan 'Topan' yang telah berevolusi ..."
☣☣☣